
setelah dua jam berada di kamar mandi akhirnya mereka keluar juga, tiara menekuk wajahnya sedangkan alfian terlihat sangat bahagia karena sudah mendapatkan apa yang di inginkannya.
" sayang sudah dong marahnya.. kakak minta maaf deh sama kamu, habis kakak enggak bisa tahan kalau lihat tubuh mulus kamu nganggur kaya gitu.. " jelas alfian
tiara tidak menjawab perkataan alfian dia sibuk merias wajahnya dengan ala kadarnya saja.
" sayang udah dong marahnya, oh iya kakak hampir lupa kakak punya hadiah buat kamu.. " alfian pun berjalan ke arah lemari dan dia mengambil sebuah kotak.
setelah berada di depan tiara alfian segera memberikan kotak itu dan tiara pun mengambilnya.
" apa ini.. ? " tanya tiara penasaran
" buka saja.. tadinya kakak mau ngasih ini semalam tapi kakak kelupaan jadi ya sudah hari ini saja toh sama - sama kakak kasih ke kamu.. " jelas alfian
tiara pun membuka kotak yang di pegangnya itu, matanya terlihat berbinar ketika melihat isi kotak itu.
" ini bagus banget kak.. ? " kata tiara sambil menganggkat hadiah dari alfian
" kamu suka.. ? " tanya alfian sambil tersenyum
" iya aku suka banget, makasih kak " kata tiara lalu memeluk alfian
setelah puas berpelukan alfian mengambil hadiah yang di berikannya itu dari tangan tiara.
" biar kakak pakaikan ya "
tiara pun berbalik membelakangi alfian, alfian segera memakaikan sebuah kalung keleher mulus istrinya itu.
setelah terpasang dengan benar alfian melihat bayangan tiara di balik cermin.
" kamu semakin cantik, kakak harap kamu akan selalu memakai ini.. " kata alfian sambil memeluk tiara dari belakang
" terima kasih kak, aku sangat suka kalungnya.. dan aku pasti akan selalu memakainya.. " tiara membalikan tubuhnya
dia pun mengecup bibir alfian sekilas dan setelah itu tiara tersenyum kearah alfian.
" kak aku lapar.. kita sarapan yuu " pinta tiara
__ADS_1
" kamu mau sarapan di bawah apa di kamar saja..? " tanya alfian
" di kamar saja ya, aku lagi males kemana - mana.. " kata tiara
alfian pun segera menghubungi petugas hotel dan memesan makanan untuk mereka berdua.
tidak lama pesanan mereka pun datang, alfian membuka pintu dan mengambil pesanannya.
alfian membawa pesanan mereka ke arah balkon, mereka ingin sarapan sambil menikmati hembusan angin laut.
mereka pun mulai menikmati hidangan yang sudah ada di depan mata mereka, mereka makan sambil sesekali mengobrol dan tertawa ketika membahas hal yang menurut mereka lucu.
setelah selesai makan tiara masih setia di balkon sedangkan alfian dia sudah masuk kedalam kamar.
alfian berniat untuk memeriksan email yang masuk, sudah beberapa hari dia tidak mengecek pekerjaannya.
berhubung besok mereka akan pulang apa salahnya kalau dia mengeceknya sebentar.
tiara datang dan ikut duduk di samping alfian, dia melihat alfian sangat serius ketika bekerja. kerena tidak mau mengganggu alfian tiara pun menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur.
setelah selesai di lihatnya tiara masih melihat acara tv, di tutupnya laptop yang dari tadi menemaninya.
dia pun merubah posisi duduknya sehingga kini dia juga bersandar di sandaran tempat tidur.
alfian ikut melihat acara tv, tiara merubah posisinya sehingga kini dia bersandar di dada milik alfian.
tiara sangat menyukai posisi ini, alfian pun memeluk tubuh tiara dengan sangan erat.
mereka habiskan hari dengan bermalas - malasan sambil menonton tv, mereka bercerita banyak hal, terkadang mereka juga tertawa bersama.
sungguh indahnya kebersamaan walaupun dengan melakukan hal - hal kecil tapi itu sudah membuat mereka merasa bahagia.
waktu pun tidak terasa sangat cepat berlalu, setelah selesai makan siang mereka memutuskan untuk tidur siang terlebih dahulu.
mereka benar - benar ingin beristirahat tanpa ada yang menganggu, alfian membawa tiara kedalam pelukannya.
mereka pun mulai memejamkan mata mereka dan bersiap untuk pergi ke alam mimpi.
__ADS_1
tiara terbangun dari tidurnya yang lelap, dia meregangkan otot - ototnya yang kaku. tiara melihat jam dan sekarang baru jam 4 sore, tiara melihat alfian sekilas dia dapat melihat alfian tidur dengan sangat pulas.
tiara tidak berniat untuk membangunkannya, dia pun bangun dengan sangat pelan - pelan lalu dia masuk ke kamar mandi.
dia ingin segera bersih - bersih sebelum alfian bangun dan mengacaukan semuanya lagi.
setelah selesai tiara keluar dari kamar mandi dan dia melihat alfian juga sudah bangun.
" kakak sudah bangun.. ? "
" sudah, sayang kamu kok enggak bangunin kakak sih kita kan bisa mandi bersama.. ? " kata alfian
" iya maaf habis tadi kakak tidurnya pulas banget jadi aku tidak tega buat banguninnya.. " kata tiara beralasan padahal sebenarnya dia sengaja melakukan itu.
karena dia tahu kalau sampai dia membangunkan alfian dan mengajaknya mandi bersama yang ada kejadiannya seperti tadi pagi.
mereka akan menghabiskan cukup lama di dalam sana.
" ya sudah sekarang kakak mandi gih biar lebih segar.. " perintah tiara
alfian pun bangun dari tempat tidur, sebelum masuk ke kamar mandi alfian menghampiri tiara dan mengecup kening tiara sekilas lalu turun ke bibir.
setelah puas mengecup bibir tiara alfian pun segera pergi ke kamar mandi dan mulai bersih - bersih.
tiara hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu.
padahal kalau di ingat dulu mereka menikah tanpa ada rasa cinta atau pun suka satu sama lain.
bahkan suaminya itu terkesan cuek terhadap tiara, tapi sekarang berbanding terbalik suaminya tidak akan tahan kalau melihat tiara menganggur sedikit.
entah kapan datangnya perasaan itu tapi yang tiara tahu sekarang dan seterusnya perasaan tiara terhadap alfian tidak akan pernah berubah bahkan perasaan itu akan tumbuh semakin besar.
dia sangat beruntung memiliki suami seperti alfian, walau pun sedikit mesum tapi tiara sangat menyukainya.
entah kenapa dia tidak pernah bisa menolak keingginan alfian yang satu itu, segimana rasa lelah yang menghampiri dirinya tapi kalau alfian sudah meminta dia pasti akan melayani alfian dengan senang hati.
bahkan terkadang dia sendiri yang terkadang menginginkannya terlebih dahulu.
__ADS_1