
tiara kini punya kesibukan baru dia tidak terlalu memikirkan tentang lamaran andra kepadanya.
yang kini dia pikirkan adalah tentang masa depan putrinya serta pekerjaannya, dia juga sudah mulai tidak begitu berharap akan kedatangan alfian.
mungkin ibu mertuanya benar, kalau suaminya masih hidup dia pasti sudah kembali ke sisinya sekarang ini
dia sudah lama menanti kedatangan alfian, hingga tidak terasa dia menantikannya selama 4 tahun lebih.
tiara juga tidak pernah mencoba untuk membuka lembaran baru bersama laki - laki lain.
hatinya dia tutup rapat - rapat hanya untuk alfian seorang.
hari ini begitu banyak pekerjaan tiara di kantor, saat dia sedang sibuk dengan laptopnya tiba - tiba pintu ruangannya terbuka.
tiara melihat siapa yang datang dan ternyata itu adalah papah mertuanya.
" loh papah.. ? ada apa papah kesini.. ? " tanya tiara penasaran karena papah mertuanya ini sangat jarang sekali masuk keruangannya kalau tidak ada urusan yang mendesak sekali.
" memangnya papah gak boleh mampir keruangan kamu.. ? "
" bukan gitu maksud aku pah, papah kan bisa menghubungi aku nanti biar aku yang ke ruangan papah.. " jelas tiara
" iya papah tahu ko maksud kamu itu.. papah kesini lagi ada yang ingin di bicarakan sama kamu, penting banget malah.. " kata papah yang mulai terlihat serius
" apa pah.. ? "
" begini proyek kita yang di surabaya sedang ada masalah, papah sudah menyuruh orang kesana tapi dia belum bisa pergi kesana karena dia masih harus mengerjakan proyek yang di bandung, sedangkan papah sendiri harus pergi ke jepang... papah ada pertemuan bisnis dengan perusahan disana..
... jadi papah mau minta tolong sama kamu untuk menghandle proyek yang disana sementara waktu sampai pak irwan selesai dengan proyeknya di bandung.. " jelas papah penuh harap
tiara memikirkan ucapan papah
" berapa lama aku disana nantinya pah.. ? "
" ya sekitar satu minggu lebihlah.. "
" tapi nadira nanti bagai mana.. ? " tanya tiara dia sangat berat hati meninggalkan nadira ini kali pertama dia akan berpisah dengan nadira.
" kamu tenang saja kalau soal nadira kan ada mamah dan pengasuhnya, dia pasti akan mengerti.. dan lagian kalau proyek pak irwan berjalan lancar dia bisa ke surabaya lebih cepat lagi.. " jelas papah
__ADS_1
tiara pun mulai berfikir, kalau dia tidak pergi dia takut proyek disana semakin kacau. tapi kalau dia pergi apa bisa dia berpisah dengan nadira.
" gimana nak.. ? " tanya papah membuyarkan lamunan tiara.
" baiklah pah tiara setuju, kapan tiara harus berangkat.. ? "
" terima kasih sayang, papah tahu kamu bisa papah andalkan dan untuk keberangkatan kamu itu besok pagi, ya sekitar jam 7 pagi lah.. "
" ya udah kalau gitu aku selesaikan dulu pekerjaan disini, setelah itu langsung pulang untuk bersiap - siap.. " kata tiara
papah pun segera kembali ke ruangannya dan tiara segera bergegas menyelesaikan semua pekerjaannya.
dia ingin pekerjaannya cepat selesai, agar dia bisa segera pulang kerumah dan bermain sebentar bersama putrinya itu.
keesokan paginya setelah pamit kepada seluruh keluarga tiara segera pergi ke bandara dia akan pergi ke surabaya di temani dengan asisten pribadinya.
sesampainya di surabaya tiara segera pergi kekantor pusat dia akan melihat laporan proyek yang sedang bermasalah.
setelah cukup lama disana tiara pun meminta ika asistennya untuk menyewa sebuah villa atau rumah yang berada dekat dengan proyek itu.
sore pun datang tiara dan ika segera pergi ke villa yang sudah di pesan ika sebelumnya.
hari ini mereka akan beristirahat lebih cepat karena besok pekerjaan sudah banyak menunggu mereka.
pagi pun datang menjemput tiara kini sudah siap untuk pergi ke proyek dia akan melihat langsung proyek yang bermasalah itu.
tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di tempat itu, tiara segera bertemu dengan mandor yang menangani proyek ini.
¤¤¤¤
waktu pun berjalan dengan sangat cepat, tidak terasa tiara sudah tiga hari berada disini. dia masih di sibukan dengan pekerjaannya terkadang dia juga harus meninjau langsung kelapangan.
hari ini tiara sengaja ingin pergi keproyek seorang diri, dia meminta ika untuk tetap berada di kantor dan menyelesaikan pekerjaannya disana.
tiara pergi dengan naik taxi, saat di tengah jalan taxi yang di tumpangi tiara tidak sengaja menabrak seorang ibu - ibu yang akan menyebrang jalan.
tiara pun segera membawa ibu itu ke klinik terdekat. sesampainya di klinik ibu itu segera mendapatkan perawatan yang serius, sedangkan tiara menunggu di ruang tunggu.
saat sedang menunggu tiara seperti melihat seseorang yang sangat di kenalnya.
__ADS_1
tiara segera pergi dan mengikuti orang itu, saat sedang mengikuti orang itu tiara tidak hati - hati dan menabrak seorang suster.
" maaf sus saya tidak sengaja " kata tiara
" lain kali ibu lebih hati - hati lagi.. " kata si suster
" iya maaf sus saya sedang buru - buru.. " jelas tiara.
setelah meminta maaf pada si suster tiara segera pergi ke arah orang yang tadi di lihatnya.
cukup lama tiara berkeliling tapi masih belum menemukannya, sampai mata tiara melihatnya sedang duduk di taman.
tiara pun segera berlari dan menghampirinya, dia tersenyum bahagia karena bisa bertemu kembali dengannya.
saat tiara mendekat tiara harus merasa kecewa karena orang itu bukanlah orang yang tiara cari.
" maaf mas saya salah orang.. " kata tiara lalu pergi meninggalkan orang itu.
tiara duduk di salah satu kursi yang ada di halaman klinik itu, dia mulai menangis pilu.
" aku sungguh bodoh aku pikir itu kamu tapi ternyata aku salah. apa kakak tahu, aku sudah sangat merindukan kakak.. aku berharap bisa bertemu dengan kakak di tempat di mana kakak kecelakaan, tapi sepertinya harapan ku sia - sia.. kalau kamu memang benar - benar masih ada tolong beri aku sebuah tanda.. " kata tiara sambil menangis.
di pegangi dadanya yang terasa sakit, seolah - olah di tusuk oleh pisau yang sangat tajam.
saat tiara sedang menagis tiba - tiba teleponnya berbunyi.
tiara segera menerima panggilan dari asistennya itu. tapi sebelum menerima panggilan tiara segera menghapus air matanya dengan kasar.
" ya ka ada apa.. ? " tanya tiara setelah terdengar suara di seberang sana.
" ... "
" oh iya saya akan segera kesana tolong kamu siapkan saja berkas - berkasnya, saya sedang ada keperluan dulu sebentar.. " jelas tiara
tanpa menunggu jawaban dari seberang sana tiara segera mematikan teleponnya, tanpa.di sadari oleh tiara ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya dari tadi.
sejak tiara berlari dan menghampiri laki - laki itu, dia juga dapat mendengar semua perkataan tiara, sama seperti tiara dia juga merasakan sakit di dadanya.
di pandangi wajah tiara tanpa terasa air matanya pun ikut turun.
__ADS_1