
alfian datang dengan membawa eskrim pesanan tiara bahkan dia tidak hanya membeli dua buah saja.
alfian sengaja membeli banyak escream untuk anak dan istriya di rumah.
sesampainya dia dirumah yang pertama kali dia lihat adalah sebuah pemandangan yang sangat indah.
melihat keluarganya berkumpul seperti ini membuatnya bahagia, alfian pun mendekat dan duduk di samping nadira.
" ayah dari mana.. ? " tanya nadira
" habis beli ini.. " jawab alfian sambil menyimpan plastik yang berisi escream di meja
nadira pun segera membuka dan melihat apa isinya, matanya berbinar ketika melihat escream yang banyak ada di hadapannya.
" wah ini banyak sekali ayah.. apa ini buat ira semua.. ? " tanya nadira polos
" tentu tidak sayang, bunda yang ingin makan escream, jadi bunda kasih ira satu saja itu sudah cukup.. " jawab tiara sambil tersenyum
" tapi itu banyak sekali bunda, memangnya bunda mau habiskan semuanya.. ? "
" sayang tidak baik makan escream banyak - banyak, cukup satu saja sisanya bisa di simpan di kulkas " jelas tiara sambil memberikan satu escream rasa vanila kepada putri kecilnya.
nadira menerima escream itu dengan senang hati, biarlah sekarang dia hanya di kasih satu toh nanti juga dia bisa mengambilnya lagi di kulkas pikirnya.
mereka berdua memakan escream yang di belikan alfian mamah dan alfian hanya melihat tingkah mereka.
setalah escream di tangan mereka habis mereka kembali ke aktifitas mereka yang sempat tertunda.
karena sudah malam mamah pun pamit pulang, dia akan di antar oleh alfian.
tapi bukan nadira namanya kalau tidak membuat keributan kecil, di saat omanya mau pulang dia menangis ingin ikut.
" oma ira ikut " rengek nadira
" tapi sayang ini sudah malam, besok pagi saja ya ira main kerumah oma nya.. " bujuk mamah alfian
" nggak mau ira maunya sekarang " nadira pun mulai menangis
tiara yang melihat nadira menangis pun merasa tidak tega.
" ya sudah mah nggak apa - apa mungkin nadira masih kangen sama omanya kan sudah lama dia tidak main kesana.. " kata tiara
__ADS_1
" ya sudah kalau gitu, ira mau nginep di rumah oma.. ? "
" mau oma, ira janji nggak akan nakal " kata nadira sambil tersenyum dan menghapus air matanya
" sayang kamu harus janji jangan nakal dan merepotkan oma disana ya " pesan tiara sambil mengelus rambut panjang nadira
" iya bunda ira janji " nadira pun memeluk tiara dengan sangat erat
akhirnya mereka bertiga pun pergi meninggalkan tiara.
setelah kepergian mereka bertiga tiara pergi ke arah dapur dan mencari makanan, dia merasa sangat lapar padahal tadi dia sudah makan malam.
di bukanya kulkas dan tiara segera melihat isinya dia dapat melihat ada cake, salad buah dan juga buah - buahan segar.
tiara pun akhirnya mengambil salad buah dan membawanya ke ruang tv, semangkuk salad buah sudah habis dia makan.
tiara kembali ke dapur dan membuat susu, tiara sengaja membuat susu hangat agar dia bisa langsung meminumnya.
setelah merasa kenyang tiara pun berjalan ke arah kamarnya, sesampainya di dalam kamar tiara segera masuk ke kamar mandi untuk bersih - bersih dan berganti baju.
terlintas di pikiran tiara untuk mengerjai suaminya, dia pun tersenyum setelah tahu harus berbuat apa.
setelah mengantar mamahnya pulang dengan selamat alfian langsung pulang kerumah. karena jarak rumahnya dan rumah kedua orang tuanya tidak jauh jadi dia tidak perlu menghabiskan banyak waktu
alfian pun segera menutup pintu kembali dan berjalan ke arah pintu kamar mandi, belum sampai alfian di depan pintu kamar mandi tiara sudah keluar.
alfian melihat tiara dari atas sampai bawah tanpa berkedip sedikit pun, sedangkan tiara hanya berjalan melewati alfian.
alfian mengikuti tiara, ketika tiara berdiri di depan cermin alfian memeluknya dari arah belakang.
" malam ini kamu sangat seksi.. " bisik alfian di telinga tiara
tiara pun tersenyum nakal, dia segera membalikan tubuhnya dan menghadap alfian, dia mengalungkan tangannya di leher suaminya itu
" jadi karena aku pakai baju ini aku baru terlihat seksi.. ? " goda tiara
" tentu tidak sayang, di mata kakak kamu selalu seksi "
bagai mana tidak tiara dengan sengaja memakai gaun tidur yang super tipis sehingga lekuk tubuh nya terlihat sangat jelas, bahkan bisa dikatakan tiara terlihat tidak memakai baju karena saking tipisnya.
alfian yang sudah berpuasa lama pun sangat bergairah melihat pemandangan seperti ini, dia tidak tahu apa bisa manahannya lagi atau tidak.
__ADS_1
alfian mendekatkan wajah nya ke wajah tiara, dia pun mulai ******* bibir tiara dengan sangat lembut. bibir yang selama ini selalu di rindukannya.
tiara pun membalasnya, bahkan dengan sengaja tiara membuka kancing baju alfian.
alfian yang mendapat lampu hijau dari tiara pun tersenyum penuh kemenangan, malam ini dia akan buka puasa.
dia tidak akan membiarkan tiara pergi dari sisinya sebentar saja.
permainan mereka pun semakin panas, dan di saat genting seperti ini tiara menghentikan perbuatan alfian.
" kak aku mau makan martabak sekarang.. " bisik tiara sambil tersenyum
" sayang nanti kakak belikan ya setelah kita menyelesaikan urusan kita ini.. " pinta alfian
" tapi aku maunya sekarang " tiara pun membuang muka dan menekuk wajahnya
alfian yang melihat perubahan pada istrinya itu pun terpaksa harus menghentikan perbuatannya.
" baiklah kakak akan belikan kamu tunggu sebentar ya " alfian pun mengecup kening serta bibir tiara
lalu dia berdiri dan merapikan penampilannya yang sudah sedikit berantakan
tiara pun tersenyum melihat kepergian suaminya itu, yang sebenarnya adalah tiara tidak sedang menginginkan martabak itu.
dia hanya ingin mengerjai suaminya anggap saja sebagai hukuman, tiara segera bangun dan berjalan ke arah pintu.
dia segera mngunci pintu kamar dari dalam dan mulai kembali naik ke tempat tidur, biar saja malam ini suaminya itu tidur di luar.
alfian sudah kembali dengan membawa pesanan tiara, dia segera berjalan menuju kamarnya.
sesampainya di depan pintu kamar dia tidak bisa membuka pintu, alfian pun memanggil tiara berulang kali.
" sayang buka.. kenapa pintunya di kunci...? "
" sayang ini martabak pesanan kamu, ayo sekarang buka dulu pintu nya.. "
tidak lama alfian mendengar suara dari balik pintu.
" aku sudah nggak ke pengen martabaknya, simpan saja di dapur besok pagi baru aku makan.. dan untuk malam ini kakak tidur di kamar lain saja, aku ingin tidur sendiri.. " teriak tiara dari dalam sana
" tapi sayang.. " belum sempat alfian menyelesaikan bicaranya tiara sudah memotongnya terlebih dahulu
__ADS_1
" kalau kakak tidak mau tidur di kamar lain aku yang akan tidur di luar kakak bisa tidur disini.. " kata tiara
" ya sudah kakak yang tidur di kamar lain saja.. " alfian pun akhirnya mengalah dari pada nantinya tiara pergi lagi dari rumah urusannya bisa tambah berabe.