
" oh sayang sekali " mbak wati pun merasa kecewa
" kalau gitu berapa saya harus bayar buah mangganya.. ? " tanya alfian
" ambil saja semau kamu dan setelah itu kamu temani saya minum kopi " pinta mbak wati
"kalau begitu terima kasih mbak dan saya permisi mau ambil buah mangganya dulu.. " pamit alfian sambil tersenyum
sedangkan mbak wati kembali ke dalam dia akan membuatkan minuman untuk alfian.
tidak lama mbak wati sudah datang lagi dengan membawa dua gelas kopi dan menyimpannya di meja yang berada di teras depan rumah nya.
alfian juga baru selesai mengambil buah mangga, alfian berjalan ke arah mbak wati dan menunjukan buah mangga yang barusan di petiknya.
" mbak saya ngambil segini terima kasih ya.. kalau gitu saya pamit pulang dulu " kata alfian
" tunggu fian mbak sudah buatkan kamu kopi, ayo kita minum sebentar " ajak mbak wati sambil menarik tangan alfian
" maaf mbak tapi saya tidak minum kopi dan saya juga sudah di tunggu tiara di rumah, sekali lagi terima kasih dan saya permisi dulu.. " bohong alfian
alfian pun segera bergegas pergi meninggalkan mbak wati yang masih berusaha memanggilnya.
dia berjalan dengan sangat cepat, setelah sampai di rumah dia pun segera masuk kedalam dan mencari tiara.
" bi istri saya dimana.. ? " tanya alfian pada bi narti
" di kolam den " jawab bi narti singkat
alfian pun segera pergi ke arah kolam dan benar saja dia melihat tiara sedang berenang, sungguh pemandangan yang sangat indah alfian pun menyimpan mangga yang di bawanya di meja.
dia pun berjalan mendekat ke arah tiara, tiara masih belum menyadari kalau ada yang sedang memperhatikannya.
cukup lama tiara berenang dan saat dia melihat ke samping ada alfian yang sudah tersenyum ke arahnya.
" sudah pulang.. dapat mangganya.. ? " tanya tiara
" dapet tapi ini untuk yang pertama dan terakhir kakak minta mangga di rumah mbak wati ya. " pinta alfian
tiara pun tersenyum dan mengerti maksud perkataan suaminya itu.
" kenapa.. memang kakak tidak suka dengan mbak wati.. ? " tanya tiara pura - pura tidak tahu
" sayang kamu kan tahu dari awal kita pindah ke sini sikap mbak wati seperti apa sama kakak, dan kakak tidak suka itu.. tadi juga kalau kakak tidak cepat - cepat kabur kakak pasti di tahan lebih lama di rumah itu " jelas alfian sambil membantu menarik tangan tiara
setelah keluar dari kolam renang tiara segera mengambil handuk dan memakainya, di lihatnya mangga yang sudah di bawa alfian barusan.
" bi.. bi narti.. " panggil tiara
tidak lama bi narti pun datang menemui majikannya itu
__ADS_1
" iya neng ada apa.. ? " tanya bi narti setelah berada di depan tiara
" nih bi bawa kedapur dan tolong di kupas sama buatkan sambal gula ya bi, dan satu lagi yang pedas " kata tiara sambil menyerahkan beberapa buah mangga ke tangan bi narti
" baik neng " bi nari pun segera bergegas masuk kembali ke dalam dengan membawa mangga muda di tangan nya.
tiara segera berjalan masuk ke dalam kamar di susul alfian dari belakang, sesampainya di kamar tiara langsung masuk ke kamar mandi.
setelah tiara bersih - bersih tiara keluar hanya dengan memakai handuk saja, alfian yang melihat itu sedikit tergoda.
alfian mendekati tiara yang sedang memilih baju di lemari, dia langsung memeluk tubuh tiara dari belakang.
alfian mencium tengkuk tiara berulang - ulang.
" sayang kenapa kamu senang sekali menggoda suamimu ini " bisik alfian
tiara hanya tersenyum dan mulai membalikan badannya, sehingga kini mereka saling berhadapan.
tiara juga mengalungkan tangan nya di leher alfian.
" tapi aku tidak ada niat buat goda kakak " bisik tiara lalu mengedipkan matanya
" sayang kakak pengen kamu sekarang, " pinta alfian
alfian pun langsung ******* bibir tiara dengan sangat lembut dan tiara pun tidak mau kalah.
di saat alfian akan membuka handuk tiara sebuah ketukan menghentikan tangannya.
tok.. tok.. tok..
" neng itu mangga nya sudah siap, mau bibi bawa kesini apa di bawah saja.. " kata bi narti dari balik pintu
" iya bi sebentar lagi saya turun " jawab tiara setengah berteriak
tiara pun tersenyum kepada alfian sambil mendorongnya menjauh, dia segera mengambil baju dan berlari ke arah kamar mandi.
tidak lupa tiara mengunci pintunya terlebih dahulu.
" sayang kok udahan sih,kan tanggung kakak lagi pengen ni sayang.. memangnya kamu nggak kasihan sama kakak yang sudah puasa lama.. ? " teriak alfian di balik pintu
tiara hanya bisa menahan tawa ketika mendengar perkataan alfian barusan, sudah dua kali alfian gagal mendapatkan apa yang di inginkannya.
tidak lama tiara pun keluar dia sudah berpakaian, alfian pun mendekat dan memeluk tiara.
" sayang masa kamu tega sama kakak " rengek alfian
" suami ku sayang, istri mu saat ini ingin sekali makan mangga muda dan sudah tidak bisa di tahan lagi, apa kamu mau anak kita nanti ileran terus.. ? " kata tiara
alfian pun menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" jadi lebih penting mana, adik kakak atau anak kita .. ? " tanya tiara
alfian pun akhirnya kembali mengalah, dia biarkan tiara pergi melewatinya.
" hmmm kenapa wanita hamil selalu menang.. " kata alfian pelan
dia pun akhirnya menyusul tiara kebawah, di sana dia melihat tiara sedang makan buah mangga muda dengan lahapnya.
" sayang apa itu tidak asam.. ? " tanya alfian
" tidak kok, ini manis sekali.. kakak mau.. ? " tawar tiara sambil menyodorkan sepotong mangga yang sudah di beri sambal terlebih dahulu
alfian pun membuka mulutnya dan tanpa berpikir panjang langsung memakannya begitu saja.
baru saja satu gigitan alfian buru - buru membuangnya.
" sayang ini asam dan pedas banget, sudah jangan di makan lagi.. " kata alfian sambil mengambil piring yang berisi mangga dan juga sambelnya
" eh mau di bawa kemana itu.. ? " tanya tiara
" sayang kamu jangan makan ini nanti perut kamu sakit kakak nggak mau dedek bayi kenapa - napa nantinya.. " kata alfian menjelaskan
" cinta ku, sayang ku, suami ku yang baik hati mau kembalikan itu piring ke tempatnya atau nanti malam tidur di luar dan tidak dapat jatah.. ? " kata tiara setengah mengancam
" tapi sayang ini pedas sekali.. " kata alfian kekeh
" ayah nya nadira yang baik hati segini menurut ku kurang pedas, jadi sekarang maunya bagai mana.. ? tidur diluar dan tidak dapat jatah atau kembalikan itu piring ke tempatnya " kata tiara sambil tersenyum
alfian pun akhirnya mengalah dia kembalikan piring yang sudah di pegangnya itu ketempat semula dari pada nanti malam dia tidur di luar dan tidak dapat jatah malah tambah bahaya.
sedangkan tiara tersenyum melihat keputusan alfian kini dia tahu harus bagaimana dengan alfian jika tidak menuruti keinginannya itu.
" kalah lagi " bisik alfian
tiara tersenyum mendengar perkataan alfian barusan.
" sayang kamu harus tahu satu hal keinginan ibu hamil itu di atas segalanya jadi harus segera di turutin kalau tidak.. " tiara sengaja menjeda perkataannya dan melihat kearah alfian
" iya kakak tahu.. " jawab alfian.
" bagus kalau kakak tahu, kakak sebaiknya jemput nadira sana ini sudah siang.. " kata tiara
" sayang biarkan saja nadira di rumah mamah, toh besok hari minggu jadi dia juga masih libur sekolahnya.. besok baru kita jemput " kata alfian
" bukan kita sayang tapi cuma kakak saja.. " tiara pun mengedipkan matanya sebelah lalu kembali memakan rujak di hadapannya.
alfian pun hanya bisa pasrah lagi dengan keputusan tiara, dulu waktu tiara hamil nadira dia tidak merasakan hal seperti ini.
tapi sekarang dia hanya bisa menikmatinya saja, alfian pun akhir nya memutuskan pergi ke ruang kerja. dia akan memeriksa beberapa pekerjaan yang semalam di kirim sekertarisnya.
__ADS_1