guruku, imam ku

guruku, imam ku
60


__ADS_3

tiara terbangun dari tidurnya dia melihat alfian tengah tersenyum, tiara pun merubah posisi duduknya.


" kakak sudah pulang.. ? " tanya tiara heran


" iya itu kakak sudah belikan pesanan mu, mau di makan sekarang atau nanti.. "


" sekarang saja.. "


tiara pun segera turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah sofa, alfian mengikutinya dari belakang dan duduk di samping tiara.


tiara melihat sepiring rujak sudah menanti, tapi dia sangat malas untuk mengambilnya.


alfian yang memperhatikan tiara dari tadi pun merasa heran.


" sayang kok nggak langsung di makan..? katanya tadi kamu mau rujak " alfian pun mengelus rambut tiara dengan penuh rasa sayang.


" yang.. aku males ngambilnya.. " jawab tiara sambil menyenderkan kepalanya di pundak alfian


alfian hanya bisa tersenyum melihat istrinya manja seperti ini.


" kamu mau kakak suapin.. ? "


tiara langsung tersenyum sambil menganggukan kepalanya, alfian mengambil piring yang berisi rujak dan mulai menyuapi tiara.


" bagai mana enak.. ? " tanya alfian


" ini enak sekali kak, cuma satu yang kurang.. " jawab tiara dengan mulut penuh


" kurang apa sayang.. ? "


" kurang pedas, kakak cobain deh.. " tiara pun menyuapi rujak kepada alfian


saat alfian memakannya sudah terasa rujak ini sangat pedas tapi kenapa tadi kata tiara malah kurang pedas.


" tapi sayang menurut kakak ini sudah sangat pedas.. "


" nggak kak ini kurang pedas.. bahkan tidak pedas sama sekali "


alfian hanya diam saja tanpa mau berkomentar lagi, satu piring rujak sudah di habiskan tiara seorang diri tapi dia tidak terlihat merasa kepedasan.


selesai makan rujak tiara merebahkan kepalanya di paha alfian, entah kenapa akhir - akhir ini dia selalu ingin dekat dengan suaminya itu.


☆☆☆☆


pagi ini alfian sedang bersiap - siap untuk pergi ke kantor, tiba - tiba tiara memeluknya dari belakang.


" yang jangan pergi.. " kata tiara dengan wajah sedihnya


alfian membalik tubuhnya sehingga kini mereka saling berhadapan di usapnya rambut tiara.


" sayang kakak kan cuma pergi ke kantor, kakak janji akan pulang lebih cepat.. "


" tapi aku mau kakak menemani ku di rumah.. " kata tiara yang mulai menangis

__ADS_1


alfian menghapus air mata tiara dan memeluk tubuhnya, jika sudah seperti ini dia merasa tidak tega.


tapi pekerjaannya di kantor juga sedang banyak - banyaknya.


" bagai mana kalau seperti ini, kakak pergi dulu ke kantor nanti jam makan siang kakak pulang.. "


tiara melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah tempat tidur, dia merebahkan tubuhnya lalu dia menutupi semua tubuhnya dengan selimut.


alfian melihat tubuh tiara bergetar dan dia merasa sangat bersalah, alfian berjalan mendekat dan mulai duduk di samping tiara.


dia mencoba membuka selimut tapi tiara menahannya dengan sangat kuat.


" sayang kakak mohon jangan seperti ini.. "


" .... "


alfian menarik nafas dengan sangat kasar, akhirnya mau tidak mau alfian pun mengalah.


" baiklah sayang.. kakak tidak akan pergi ke kantor, kakak akan menemani kamu disini.. jadi sekarang kakak mohon kamu buka selimutnya dan berhenti menangis.. "


perlahan tiara pun membuka selimutnya dia juga mulai membalikan tubuhnya sehingga kini menghadap ke arah alfian.


" kakak serius tidak akan pergi kemana - mana.. ? " tanya tiara meyakinkan


" iya sayang, kakak tidak akan pergi kemana -mana.. jadi sekarang berhentilah menangis.. " alfian pun menghapus air mata tiara dan mengecup keningnya.


tiara sangat senang alfian mau menuruti keinginannya itu.


" nah sebaiknya sekarang kita sarapan nadira pasti sudah menunggu dari tadi.. "


sesampainya mereka di ruang makan mereka langsung duduk di kursi, disana juga sudah ada nadira yang sudah menunggu mereka.


" ayah sama bunda kenapa lama sekali.. ? ira sudah lapar.. " rengek nadira


" maaf ya sayang.. nah sekarang sebaiknya kita langsung sarapan saja nadira juga sudah lapar kan.. ? " kata alfian sambil mengelus rambut nadira


alfian dan nadira pun langsung sarapan tapi tidak dengan tiara dia hanya melihat saja kedua orang yang di sayangnya sedang sarapan.


" sayang kamu tidak makan..? apa kamu mau makan sesuatu.. ? " tanya alfian heran


tiara menggelengkan kepalanya


" aku tidak lapar " jawab tiara singkat


" mau kakak buatkan susu hangat.. ? " tawar alfian


" boleh "


alfian pun menghentikan sarapannya dan berjalan ke arah dapur, dia mulai membuat susu coklat hangat untuk istri tercinta.


tidak butuh waktu lama alfian pun sudah kembali dengan membawa segelas susu, tiara menerima susu itu dan langsung meminum habis isinya.


selesai sarapan nadira pamit untuk pergi kesekolah, sedangkan alfian hanya menemani tiara sambil menonton tv di dalam kamar mereka.

__ADS_1


alfian melihat jam dia pun teringat kalau tiara belum makan dari pagi.


" sayang kamu makan ya, dari pagi kan kamu belum makan apa - apa.. ? "


" aku belum lapar kak "


" lalu kamu mau apa.. ? "


" aku mau peluk kakak seperti ini.. " jawab tiara sambil mengeratkan pelukannya.


☆☆☆☆☆


sudah berhari - hari alfian tidak masuk ke kantor, setiap kali dia akan berangkat pasti tiara akan menangis.


tapi hari ini dia merasa binggung, di satu sisi dia tidak tega meninggalkan tiara dan di sisi lain dia harus menghadiri rapat yang sangat penting.


alfian berjalan ke arah tiara, dia akan mecoba berbicara pelan - pelan dengan tiara dan berharap tiara bisa mengerti.


" sayang hari ini di kantor kakak ada rapat yang sangat penting, apa kakak bisa pergi ke kantor sebentar saja.. kakak janji setelah rapat selesai kakak akan langsung pulang.. " jelas alfian


tiara hanya diam saja dia tidak menjawab perkataan alfian.


" sayang bagai mana.. ? " tanya alfian lagi


" ya sudah tapi aku ikut ya kak, aku janji tidak akan merepotkan kakak.. " pinta tiara


alfian pun mau tidak mau menuruti tiara dari pada nanti tiara marah lagi fikirnya.


mereka pun segera bersiap - siap dan setelah selesai mereka langsung berangkat ke kantor.


sesampainya di kantor mereka segera masuk ke dalam ruangan alfian.


" sayang kakak mau meeting dulu sebentar ya, kamu disini saja. " pinta alfian


tiara pun menganggukan kepalanya dan setelah itu alfian pun segera pergi meninggalkan tiara seorang diri.


tiara berjalan ke arah kursi kebesaran milik suaminya dia mulai melihat - lihat semua barang yang berada di atas meja alfian.


tiara dapat melihat banyak sekali berkas yang menumpuk, dia merasa bersalah ini semua karena dirinya selalu menahan alfian jika ingin berangkat bekerja.


bahkan ketika di rumah pun tiara tidak pernah membiarkan alfian jauh darinya.


" apa aku sudah keterlaluan ya.. " batin tiara


cukup lama tiara menunggu alfian disana, tiara pun berjalan ke arah sofa dan mulai merebahkan tubuhnya.


dia merasa kepalanya sangat sakit sekali, tanpa sadar tiara pun mulai terlelap.


setelah selesai rapat alfian segera kembali ke ruangannya dia sangat mengkhawatir kan tiara.


saat alfian membuka pintu dia tidak melihat tiara dan dia pun melihat ke seluruh ruangan.


terlihat tiara sedang tertidur di atas sofa dengan pulasnya, alfian tersenyum melihat itu dia pun mulai berjalan mendekat.

__ADS_1


setelah dekat di elusnya rambut serta di kecup kening tiara, alfian berpikir untuk mengerjakan pekerjaannya sambil menunggu tiara bangun.


alfian pun mulai berjalan ku kursi kebesarannya dan setelah duduk dia mulai mengerjakan pekerjaannya yang sudah menggunung itu.


__ADS_2