
tidak butuh waktu lama untuk tiara sampai ke rumah lamanya, dia pun turun dari taxi yang di tumpanginya lalu berjalan kearah pintu.
tiara memencet bel rumah itu, tidak lama pintu pun terbuka dan terlihat seorang art yang sedang berdiri di hadapan tiara.
tiara pun masuk dan art itu mengikuti tiara dari belakang.
" bi di dapur ada bahan masakan gak.. ? " tanya tiara setelah menyimpan tasnya di sofa
" ada bu, saya baru belanja tadi.. " jawab si art
tiara pun melangkah menuju dapur di susul oleh artnya.
tiara membuka kulkas dan mengeluarkan bahan masakan, dia akan memasak untuk alfian.
tiara yakin alfian akan menyusulnya kemari.
tiara mulai bersiap - siap memasak dia di bantu oleh art rumah ini.
" ibu menginap hari ini.. ? " tanya art itu
" iya bi saya menginap, bibi tolong bersihin kamar saya ya, seprainya juga tolong di ganti.. " perintah tiara
" baik bu " jawab si art lalu dia pun pergi mengerjakan tugas yang di berikan tiara.
sedangkan di kantor alfian yang merasa bersalah kepada tiara berniat menemui tiara di ruangannya.
dia pun mulai berjalan meninggalkan ruangannya.
sesampainya di depan ruangan tiara alfian bertanya kepada ika
" ka istri saya ada.. ? " tanya alfian
" ibu sudah pulang pak, katanya sedang tidak enak badan. " jelas ika
" sudah lama dia pulangnya.. ? "
" baru dua jam yang lalu, dan ibu berpesan untuk mengatakan kepada bapak ibu pulang kerumah lama.. " jelas ika
" kerumah lama.. ? ya sudah terima kasih ya ka.. "
" iya pak sama - sama.. "
alfian pun meninggalkan ika dan kembali ke ruangannya.
dia terus memikirkan perkataan ika yang mengatakan kalau tiara sedang tidak enak badan, alfian pun merasa tidak tenang.
di lihatnya jam sudah menunjukan pukul 4.30 sore itu artinya sebentar lagi juga waktunya pulang.
alfian memutuskan untuk segera pulang dan menyusul tiara, dia segera membereskan pekerjaannya dan setelah selesai alfian pun segera kembali keluar ruangannya.
" lex, saya mau pulang dulu.. kamu kalau sudah selesai bisa pulang juga dan kalau ada berkas lagi yang harus saya tanda tangani kamu simpan saja di meja saya.. " pesan alfian kepada alex asistennya
" baik pak " jawab singkat alex
alfian pun segera pergi meninggalkan kantornya, sesampainya di parkiran dia segera masuk ke dalam mobil dan mulai menyalakan mesin mobil itu, dia tidak sabar untuk segera sampai di rumah.
sedangkan tiara yang baru selesai memasak langsung masuk ke kamarnya, dia ingin bersih - bersih dan berganti baju sebelum alfian datang.
tiara segera masuk ke kamar mandi dan mulai membuka bajunya, dia akan berendam sebentar untuk menghilangkan rasa lelahnya ini.
alfian sampai di depan rumah lamanya, dia pun turun dan memandangi rumah itu. sudah cukup lama dia tidak pernah kamari.
__ADS_1
di teras rumah alfian dapat melihat ada seorang wanita paruh baya sedang bersih - bersih disana.
" maaf masnya cari siapa ya.. ? " tanya si art
" tiaranya sudah pulang.. ? "
" oh ibu ada sedang di kamarnya, maaf kalau boleh tahu masnya siapa ya.. ? " tanya art itu
" saya alfian, suami tiara.. " jawab alfian sambil tersenyum
" oh walah maaf pak saya tidak tahu, soalnya saya baru bekerja disini jadi saya minta maaf " sesal si art
" iya tidak apa - apa, kalau begitu saya masuk dulu ya " jawab alfian lalu pergi tanpa mendengar jawaban art itu terlebih dahulu
alfian melihat isi rumah yang sama sekali tidak ada yang berubah dari yang terakhir dia lihat.
alfian segera pergi ke lantai atas, dia ingin segera menemui tiara dan melihat keadaannya.
alfian membuka pintu kamarnya dan di lihat kamar itu masih sama seperti kamarnya dulu, dia mengingat banyak kenangan di kamar ini bersama tiara.
tapi dia tidak melihat tiara, di lihatnya pintu kamar mandi tertutup alfian pun terlintas sebuah ide.
alfian masuk kedalam kamar mandi dengan sangat hati - hati dia tidak ingin tiara menyadari kalau dirinya sudah ada disini.
dia dapat melihat tiara sedang berendam sambil memejamkan matanya, alfian pun mendekat dan mengelus rambut tiara.
tiara membuka mata dan melihat alfian sudah berjongkok di sampingnya, tiara tersenyum kepada alfian.
" kakak sudah pulang.. ? " tanya tiara
" sudah, kakak dengar dari ika kamu sedang gak enak badan jadi kakak segera pulang.. " jawab alfian
alfian pun melihat tiara yang masih berendam, dia dapat melihat tubuh polos tiara karena busa sabun yang mulai habis.
alfian menarik tiara kedalam pelukannya, tiara sangat merindukan saat - saat seperti ini.
alfian menyentuh setiap inci tubuh tiara di kecupnya tengkuk tiara lalu pindah ke leher jenjang tiara, dia juga membuat tanda kepemilikan disana.
tiara sangat menikmati setiap sentuhan yang di berikan alfian kepadanya, alfian menarik dagu tiara dan mengangkatnya sehingga kini mereka saling berpandangan.
alfian mendekatkan wajahnya ke wajah tiara dan dia pun mulai mengecup bibir tiara, kecupan itu lama kelamaan berubah menjadi sebuah *******.
tiara tidak mau kalah dia pun membalas ******* alfian, cukup lama mereka saling *******.
alfian sudah tidak bisa menahannya lagi
" sayang kakak mengiginkan kamu saat ini.. " bisik alfian di telinga tiara lalu alfian pun menggigit telinga tiara
tiara tersenyum kearah alfian dia juga sama menginginkan alfian, alfian mengajak tiara untuk menyudahi acara berendam mereka.
alfian menarik tubuh tiara ke bawah guyuran air, dia mulai membilas tubuh tiara alfin juga mencium serta membuat banyak tanda ditempat kesukaan nya.
dan terjadilah yang seharusnya terjadi.
" terima kasih sayang.. selama ini kamu menjaganya untuk kakak.. " kata alfian lalu mengecup bibir tiara
tiara tersenyum dan membalas kecupan alfian, mereka pun mulai membersihkan diri.
setelah selesai bersih - bersih alfian memakaikan handuk kepada tiara dan dia juga memakai handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya.
di angkatnya tubuh tiara bak pengantin baru, dia pun melangkah menuju tempat tidur dan membaringkan tiara disana dengan sangat hati - hati.
__ADS_1
" sayang hari ini kamu milikku.. " bisik alfian
tiara tahu maksud alfian dan dia pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
" lakukan kak, aku juga menginginkannya.. " bisik tiara
alfian pun berdiri menuju pintu kamar dan menguncinya, setelah di rasa aman alfian segera berjalan kembali ke arah tiara dia membuka handuk yang menutupi tubuh mulus tiara tidak lupa dia juga membuka handuk miliknya.
dia pun naik ke atas tempat tidur dan alfian pun mulai ******* bibir tiara dengan sangat lembut.
tiara pun membalasnya dan ******* itu lama kelamaan berubah menjadi sangat panas dan menuntut lebih.
mereka kembali berolah raga entah berapa kali mereka melakukannya sore itu.
mereka terus melakukannya lagi dan lagi, mereka melepas rindu yang mereka pendam selama beberapa tahun belakangan ini.
" terima kasih sayang, kamu selalu saja membuat kakak ketagihan.. " kata alfian sambil mengatur nafasnya
" kakak juga selalu membuat aku ketagihan dan menginginkannya lagi.. " goda tiara
alfian pun berbaring di samping tiara dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.
tiara melihat jam dan ternyata sudah menunjukan pukul 8 malam, cukup lama mereka menghabiskan waktu berdua.
tiara merasa sangat lelah karena aktifitasnya tadi bersama alfian perutnya juga sudah terasa lapar.
" kak aku lapar.. " bisik tiara
" kamu mau makan apa.. ? kita pesan online saja.. " jawab alfian tanpa membuka matanya yang sudah terpejam dari tadi
" aku tadi sudah masak makanan untuk kita berdua, tapi aku sangat lelah untuk berjalan kebawah.. " kata tiara
alfian membuka matanya dan tersenyum kearah tiara,
" ya sudah kamu tunggu disini biar kakak yang ambilkan makanan untuk kita berdua.. "
alfian pun mengambil celana dan segera memakainya, dia pun berjalan keluar kamar sedangkan tiara memejamkan matanya.
" apa besok pagi aku bisa bangun.. ? " kata tiara pada dirinya sendiri
tidak lama alfian pun sudah kembali ke kamarnya dengan membawa nampan berisi sepiring nasi dan air minum.
dia pun menyimpan nampan itu di samping tiara, di usapnya pipi tiara dengan sangat lembut.
tiara membuka mata dan tersenyum kepada alfian dia pun bangun dan mulai duduk.
" kamu pasti sangat lelah ya sayang, maafkan kakak ya yang tidak bisa mengontrol diri kakak.. " kata alfian sambil tersenyum kearah tiara
tiara hanya membalas dengan senyuman alfian pun mengambil piring yang berisi nasi yang barusan di bawanya.
dia menyuapi tiara dan tiara pun menyuapi alfian, mereka makan hanya sepiring berdua dan itu sudah sangat cukup bagi mereka.
setelah selesai makan alfian segera naik ke atas tempat tidur dan ikut berbaring di samping tiara.
di tariknya tubuh tiara dan di dekapnya tubuh tiara dengan sangat erat.
dia pun mengecup kening tiara lalu turun ke bibir tiara.
" kak aku masih cape.. " rengek tiara
sedangkan alfian hanya tersenyum mendengar perkataan tiara itu, dia tahu kalau dia terus ******* tiara yang ada dia akan segera memakan tiara lagi untuk kesekian kalinya.
__ADS_1
" ya sudah sebaiknya kita beristirahat " ajak alfian
tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk segera terlelap, mereka pun tidur sambil berpelukan.