
tiara dan alfian masuk sambil bergandengan tangan mereka sudah di sambut oleh kedua orang tua alfian serta nadira putri mereka.
tiara langsung memeluk tubuh mungil nadira.
" bunda.. ira kangen sama bunda, kenapa bunda perginya lama sekali.. oma bilang bunda lagi buat adik disana, jadi apa adik buat ira sudah ada.. " kata nadira polos dan itu membuat pipi tiara memerah.
alfian tertawa mendengar perkataan putrinya itu.
" sayang adik kamu masih dalam proses kamu sabar ya, kamu berdoa saja agar adik kamu segera hadir di perut bunda.. " kata alfian lalu dia pun menggendong tubuh munggil nadira.
tiara menyalami kedua mertuanya.
" bagaimana sayang perjalanannya pasti sangat melelahkan ya.. ? " tanya mamah alfian
" rasa lelahku sudah hilang mah saat melihat senyum indah nadira.. " jawab tiara sambil mengelus rambut panjang milik nadira
" ya sudah ayo kita masuk kalian pasti capek " kini giliran papah yang berbicara
mereka pun mulai masuk kedalam rumah, dan duduk di ruang keluarga. mamah meminta asisten di rumah ini untuk menyiapkan minuman untuk alfian serta tiara.
tidak butuh waktu lama minuman mereka pun datang, tiara dan alfian langsung meminum minuman mereka.
" sebaiknya kalian istirahat saja dulu di kamar biar nadira bermain sama kami.. " kata mamah setelah mereka mengobrol banyak
alfian pun setuju dengan perkataan mamahnya.
" sayang kamu sama oma dulu ya.. " kata alfian
" ira enggak mau ayah, ira ingin ikut sama ayah dan bunda ke kamar. ira janji enggak akan ganggu kok.. " pinta nadira penuh harap
tiara yang melihat putrinya seperti itu pun merasa tidak tega
" ya sudah ira bisa ikut bunda ke kamar malam ini ira tidur sama bunda ya.. " kata tiara
nadira sangat senang mendengarnya, dia pun segera memeluk alfian dan tiara secara bergantian.
" mah, pah, kami ke kamar dulu ya.. " pamit tiara kepada kedua mertuanya
" iya sayang kalian istirahat saja.. " jawab mamah alfian
alfian menggendong nadira di ikuti oleh tiara dari belakang, setelah sampai di dalam kamar alfian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur bersama dengan nadira.
sedangkan tiara dia ingin sekali bersih - bersih.
" sayang main sama ayah dulu ya, bunda mau mandi dulu sebentar.. " kata tiara sambil mengelus rambut nadira
__ADS_1
" iya bunda " jawab nadira sambil tersenyum
" sayang kamu enggak mau mandi bareng sama kakak.. ? " tanya alfian
" jangan macam - macam kak, disini ada nadira kamu temani saja nadira ok.. " kata tiara sambil berlalu meninggalkan alfian
tiara segera menutup pintu kamar mandi, tidak lupa dia juga menguncinya dia takut alfian akan nekad masuk kedalam sini.
setelah mandi dan berganti baju tiara segera keluar dari dalam kamar mandi, dia melihat nadira sedang bermain dengan alfian.
" sayang mainnya sendiri dulu ya, biarin ayahnya mandi dulu.. " kata tiara kepada nadira
" iya bunda.. "
alfian pun berdiri dan menghampiri tiara yang sedang menyisir rambutnya, alfian memeluk tiara dari belakang.
" kamu wangi sekali kakak suka.. " kata alfian sambil mengecup tengkuk tiara
tiara merasa geli dengan perlakuan alfian seperti ini.
" kakak sudah sebaiknya kamu mandi, lihat nadira liatin kita.. apa kakak tidak malu.. ? " kata tiara
" kenapa harus malu " jawab alfian sambil tersenyum jahil
tapi bukan alfian namanya kalau tidak membuat tiara kesal, sebelum menutup pintu kamar mandi alfian menarik tubuh tiara kedalam kamar mandi.
alfian memeluk tiara dengan sangat erat.
" kakak apaan sih nanti nadira kesini gimana.. ? " tanya tiara panik
" kakak enggak akan ngapa - ngapain kamu kok sayang.. kakak cuma ingin mengecup bibir indah kamu ini.. " kata alfian sambil mengusap bibir tiara
alfian pun langsung ******* bibir tiara, tiara yang terbawa suasana mulai mengalungkan tangannya di leher alfian.
alfian semakin mendekatkan tubuhnya ke tubuh tiara, sehingga kini tidak ada jarak di antara mereka.
" kak nanti nadira masuk.. " kata tiara yang masih sadar, dia berusaha agar alfian tidak meneruskan perbuatannya.
tapi dia kalah kuat dengan alfian, alfian memegang kedua tangan tiara dengan satu tangan.
alfian pun kembali ******* bibir tiara tanpa ampun, bahkan bukan hanya bibir saja semua yang ada di wajah tiara sudah habis alfian sentuh.
tiara yang terus mendapatkan serangan seperti itu tidak dapat menahan suaranya lagi.
" sayang kakak mau kamu.. " bisik alfian
__ADS_1
dan itu membuat tiara merasakan geli.
saat alfian hendak membuka baju tidur tiara terdengar ketukan dari luar kamar mandi.
tok.. tok.. tok..
" ayah.. bunda.. ira takut sendirian disini, kenapa ayah sama bunda lama sekali di dalam.. " kata nadira sambil terus mengetuk pintu.
alfian dan tiara pun menghentikan perbuatan mereka, tiara segera merapikan penampilannya yang berantakan dan tersenyum kearah alfian.
" maaf ya, hari ini kakak kurang beruntung.. " bisik tiara di telinga alfian
tiara pun tersenyum penuh kemenangan dia harus berterima kasih kepada nadira, karena nadira dia bisa lolos dari alfian.
alfian hanya bisa pasrah dan membiarkan tiara lolos.
" kasihan sekali nasib ku.. " kata alfian
tiara segera menghampiri nadira dan membawanya ke atas tempat tidur.
" bunda.. kenapa bunda lama sekali aku kan takut sendirian disini.. " kata nadira polos
" iya maaf sayang, sebaiknya kita segera tidur ini sudah malam.. bukannya besok ira harus sekolah ya. " kata tiara mengalihkan pembicaraan.
dia tidak ingin putri kecilnya bertanya terlalu jauh tentang kejadian di kamar mandi, tiara mengingat kejadian itu ada sedikit perasaan kasihan terhadap alfian.
pasti sekarang dia sedang bermain solo, dan berusaha menidurkan adiknya itu.
tiara tersenyum ketika mengingat kejadian barusan, mereka seperti penjahat yang takut ketahuan ketika akan mencuri sesuatu.
tiara membacakan dongeng untuk nadira, nadira mendengarkan dengan sangat serius dan lama kelamaan nadira pun terlelap.
tiara segera membetulkan posisi nadira dan tidak lupa dia juga menyelimuti tubuh mungil nadira.
tiara melihat kearah pintu kamar mandi, sudah cukup lama alfian berada di dalam sana tiara memutuskan akan menunggu alfian saja sambil tiduran.
karena rasa lelah yang amat sangat tiara pun akhirnya tertidur.
tidak lama alfian keluar dan melihat kedua bidadarinya sudah terlelap, dia mendekati mereka dan mengecup kening mereka bergantian.
" kakak bahagia memiliki kalian berdua, tetaplah berada di samping ku sampai nanti maut memisahkan kita.. ayah sayang kalian.. "
alfian mengelus rambut putrinya setelah puas memandangi wajah putrinya itu alfian pun ikut merebahkan tubuhnya di samping nadira.
tidak lupa dia juga memeluk tubuh nadira, dia berharap kebahagian keluarganya akan selalu ada dan dia juga berharap mereka selalu menemaninya.
__ADS_1