
selesai sarapan tiara kembali ke kamarnya, dia langsung melihat ke teleponnya dan berharap alfian sudah menghubunginya.
tiara merasa sangat khawatir dan cemas entah kenapa dia seperti mempunyai firasat buruk tentang alfian.
tiara mencoba menghubungi alfian tapi teleponnya sama sekali tidak aktif.
" kak kamu kemana sih, kenapa bikin aku khawatir seperti ini.. "
tiara terus saja mondar mandir di dalam kamarnya.
sementara itu di kamar kedua orang tua alfian, telepon papah alfian berbunyi. papah langsung melihat siapa yang menghubunginya dan segera menerima panggilan itu.
" hallo gus ada apa kamu menghubungi saya, tidak ada masalahkan disana.. ? " tanya papah pada agus orang kepercayaannya
agus di tugaskan papah untuk ikut dengan alfian karena agus sudah paham tentang perusahaan di surabaya, jadi papah meminta agus untuk menemani alfian dan membantunya disana.
" .... "
" apa... sekarang bagai mana keadaannya..? "
" .... "
" baik saya akan segera kesana.. "
papah pun segera menutup teleponnya, pandangannya kosong dan wajah nya juga pucat.
mamah yang melihat itu merasa ada yang aneh, mamah pun mendekat dan mulai bertanya.
" ada apa pah..? siapa yang menelpon sampai papah seperti ini.. " tanya mamah sambil memegang pundak papah
" mah fian.. "
" fian kenapa pah...? " mamah mulai merasa khawatir
" fian kecelakaan mobilnya masuk kedalam jurang, dan selama dua hari kemarin mereka berusaha mencarinya, dan sekarang dia sudah ketemu... "
" bagai mana kondisinya pah.. ? " kata mamah memotong perkataan papah
papah hanya menggelengkan kepala nya sebagai jawaban, mamah yang melihat jawaban papah tidak percaya.
mamah menutup mulutnya dan mulai menangis,
" pah ini semua bohongkan.. jawab pah.. " mamah mulai menangis
" papah juga berharap ini bohong, papah akan mengecek sendiri kesana, hari ini juga papah akan berangkat kesana.. " jelas papah
" mamah ikut pah, "
__ADS_1
" jangan mah, mamah disini saja dulu.. kita harus memikirkan tiara juga, dia sedang hamil kalau mamah ikut siapa yang akan menjaganya disini.. dan satu lagi papah harap mamah jangan dulu memberi tahu tiara tentang kabar ini sampai papah benar - benar memastikannya, papah tidak ingin tiara dan kandungannya kenapa - kenapa. mamah mengertikan..? "
" iya pah mamah ngerti, tapi papah harus janji setelah papah sudah bertemu dan melihatnya papah harus langsung kabarin mamah.. "
" iya nanti papah akan langsung menghubungi mamah, kalau gitu papah mau siap - siap dulu.. "
setelah selesai bersiap - siap papah pun segera pergi ke surabaya, tentu saja tiara tidak tahu kepergian ayah mertuanya itu kemana.
" papah mau pergi kemana mah, ko dadakan banget.. ? " tanya tiara setelah mengantar papah kedepan pintu bersama mamah
" papah ada urusan sedikit yang harus di selesaikan, ya sudah sebaiknya kita masuk ya sayang.. " ajak mamah
tiara dan mamah pun kembali masuk, tiara berjalan ke ruang keluarga sedangkan mamah kembali ke kamarnya.
sesampainya di dalam kamar mamah menangis, mamah memikirkan nasib anaknya.
" semoga kamu baik - baik saja nak, mamah berharap kabar itu bohong.. " doa mamah sambil melihat foto alfian
mamah tidak tahu apa yang akan terjadi pada tiara kalau sampai berita itu benar adanya.
waktu pun berlalu dengan sangat cepat, kini malam pun datang.
tiara dan mamah kini sedang menikmati makan malam mereka berdua. sebenarnya mamah tidak nafsu makan tapi dia juga memikirkan tiara.
selesai makan tiara kembali ke kamarnya, setelah sebelumnya dia meminum susu hamil dulu.
begitu pun dengan mamah yang kembali ke kamarnya dan menunggu kabar dari suaminya.
" gimana pah..? " tanya mamah langsung
" ..... "
" apa papah yakin.. ? "
" ..... "
" alfian.. " panggil mamah sambil menangis
" ..... "
" iya pah mamah akan siapkan semuanya besok.. "
setelah menutup telepon itu mamah terduduk di lantai dan melihat foto alfian,
" sayang kenapa kamu ninggalin kami secepat ini.. gimana nasib mamah dan istri kamu, apa kamu tidak ingin melihat anak kami lahir..?? hiks.. hiks.. " mamah terus saja menangis
keesokan paginya tiara terbangun dan bersih - bersih, setelah selesai dia pun keluar kamar dan berjalan menuju ruang makan.
__ADS_1
tapi sebelum sampai ke ruang makan dia melihat banyak orang yang sedang membereskan rumahnya, dan tiara tidak mengenal mereka semua.
tiara pun tidak ambil pusing, dia melanjutkan niatnya tadi dan sesampainya di ruang makan tiara langsung duduk.
disana sudah ada asisten rumah tangga keluarga alfian, mbok darmi sudah menyiapkan segelas susu hangat dan setumpuk roti isi untuk tiara.
" mamah kemana mbok ko aku gak lihat mamah dari tadi.. ? " tanya tiara setelah menghabiskan segelas susunya.
" ibu... ibu sedang di kamar neng.. " jawab mbok darmi gugup
saat tiara akan memakan rotinya dia mendengar bunyi sirine ambulans, tiara pun melihat ke arah mbok darmi dan meletakan kembali roti yang sudah berada di tangannya itu.
tiara bangun dan berjalan keluar untuk melihat apa yang terjadi, saat tiara baru sampai ruang tamu tiara dapat melihat mamah sudah berdiri di depan pintu dan menggunakan pakaian serba hitam.
tiara pun mendekat
" mah ada apa ini.. ? " tanya tiara penasaran
mamah tidak menjawab pertanyaan tiara yang ada mamah malah semakin menangis sambil memeluk menantunya itu.
tidak lama tiara melihat papah turun dari mobil ambulans itu dan mereka mulai mengeluarkan sebuah peti yang tiara yakini itu adalah peti mati.
tapi siapa yang meninggal..?
tiara masih belum mengerti dengan situasi saat ini, papah mendekat dengan wajahnya yang lesu dan sedih.
" pah itu siapa.. ? " tanya tiara pada ayah mertuanya
papah memeluk tubuh menantunya itu dan mengelus punggung tiara berharap bisa memberikan ketenangan untuk menantunya ini.
" sayang kamu harus tabah dan bersabar, di dalam sana ada jasad alfian suami kamu. dia sudah meninggalkan kita semua, tiga hari yang lalu dia sempat kecelakaan dan tubuh alfian juga sempat tidak di temukan tapi setelah dua hari pencarian akhirnya mereka menemukannya dengan keadaan yang sangat mengkhawatirkan.... "
belum papah menyelesaikan ceritanya tiara sudah menangis histeris.
tiara meronta - ronta meminta di lepaskan, papah pun melepaskan tubuh tiara.
tiara langsung berlari menuju peti dimana alfian sedang tertidur.
peti pun di buka dan tubuh alfian sudah berbalut kain kafan.
tiara menyentuh kain itu dan merasakan tubuh kaku suaminya, tiara merasa ini bukanlah alfian.
" pah apa benar ini kak fian..? " tanya tiara
" iya sayang papah sudah memeriksanya.. "
tiara terjatuh di depan jasad alfian dan menangis sejadi - jadinya, tubuh nya lemah dan bayangannya juga mulai menghitam dan.
__ADS_1
bruggh.. ( anggap aja suara orang jatuh ya )
tiara jatuh pingsan, papah dan mamah segera mendekat kearah tiara dan meminta bantuan kepada orang - orang yang ada disitu untuk membawa tiara ke kamarnya.