guruku, imam ku

guruku, imam ku
53


__ADS_3

seharian mereka benar - benar habiskan di dalam kamar saja mereka mengobrol, nonton tv bahkan mereka melihat foto - fota nadira sewaktu kecil di telepon milik tiara.


" kamu pasti sangat kesulitan ya, hamil dan membesarkan anak kita seorang diri.. di tambah kamu juga harus ikut bekerja membantu papah di perusahaan.. maafkan kakak tidak bisa menemani kamu di masa - masa sulit seperti itu.. " kata alfian penuh sesal


tiara memegang pundak alfian dan tersenyum


" kak aku tidak pernah merasa terbebani dengan semua ini aku malah senang, papah kamu adalah papah aku juga jadi sudah sewajarnya aku membantu dia, kakak kan tahu hanya kalian yang aku punya di dunia ini.. aku sudah tidak punya siapa - siapa lagi, jadi kakak tidak usah merasa bersalah seperti itu lagi ya, yang terpenting sekarang kita sudah berkumpul lagi seperti dulu dan aku mau kakak jangan pernah pergi lagi dari sisiku.. " jelas tiara


tiara lalu memeluk tubuh alfian dengan sangat erat begitu pun alfian.


" kakak janji tidak akan meninggalkan kalian lagi " alfian lalu mengecup kening tiara dengan dangat lembut


tiara benar - benar sangat nyaman dengan posisi ini dia tidak ingin melepaskan pelukan alfian.


setelah berpelukan cukup lama mereka pun kembali melanjutkan obrolan mereka tadi, kini mereka mulai membahas soal pekerjaan.


" sayang.. " panggil alfian


" hmmm.. "


" kalau kakak minta kamu untuk berhenti kerja apa kamu akan melakukannya.. ? " tanya alfian ragu


tiara melihat kearah alfian dia sedang memikirkan perkataan alfian dan jawaban yang pas tanpa menyinggung alfian nantinya.


cukup lama tiara berdiam diri lalu dia pun mulai membuka suara.


" kak apa boleh kalau aku memilih untuk tetap bekerja, kalau di rumah aku tidak ada kerjaan sama sekali dan itu membuatku bosan, kakak tahukan nadira sudah sekolah pulang juga siang lalu aku di rumah sendirian, aku kesepian kak... tapi kalau aku bekerja aku punya kegiatan selain itu aku juga jadi bisa dekat terus dengan kakak dan bisa sedikit membantu kakak di kantor.. " jelas tiara hati - hati


" tapi aku janji kalau suatu saat aku hamil lagi aku pasti akan berhenti bekerja.. " tambah tiara sambil tersenyum


alfian ikut tersenyum mendengar perkataan tiara barusan.


" memangnya kamu mau hamil lagi.. ? " tanya alfian menggoda

__ADS_1


" tentu saja, istri mana yang tidak ingin hamil anak suaminya.. aku juga ingin kita memiliki anak lagi biar nadira ada temannya nanti.. " kata tiara sambil memandang alfian


" kalau begitu ayo kita buat adik untuk nadira sekarang siapa tahu saat kita pulang nanti kamu sudah hamil.. " ajak alfian sambil menarik tubuh tiara kedalam pelukannya.


" kakak ini enggak cape apa tadi pagikan kita sudah melakukannya, masa sekarang mau lagi.. "


" sayang kalau urusan yang satu itu kakak tidak akan pernah merasa cape dan bosan malah kakak senang dan semakin bersemangat.. " seringai alfian


alfian langsung ******* bibir tiara, mau tidak mau tiara pun membalas ******* alfian. mereka saling membalas tangan alfian juga tidak mau diam tangannya sudah masuk kedalam kaos yang tiara pakai.


sore yang indah ini mereka akan habiskan dengan berolah raga, suara - suara merdu mulai keluar dari mulut mereka berdua dan itu menambah rasa nikmat tersendiri untuk mereka melakukannya lagi dan lagi.


mereka sangat senang dan bahagia karena di sore yang indah ini mereka kembali bersama lagi.


♡♡♡♡♡♡♡


tiara dan alfian sudah bersiap - siap untuk pergi kebandara, tiara sudah tidak sabar untuk bertemu dengan nadira putri kecilnya.


bagai mana tidak merasa lelah sebelum mereka pulang alfian meminta jatahnya terlebih dahulu dan bukan hanya sekali alfian tidak tanggung - tanggung memintanya, alfian meminta jatah sampai tiga kali.


badan tiara saja masih terasa pegal sejak kemarin sore saat mereka melakukannya di tambah tadi pagi sebelum mereka berangkat kesini.


tiara merasa heran dengan suaminya itu kenapa dia bisa seperti itu kalau sudah menyangkut dengan urusan yang satu ini.


dia tidak pernah merasa bosan atau bahkan lelah jika melakukannya berulang - ulang, tapi entah kenapa tiara tidak pernah bisa menolaknya.


dia malah dengan senang hati akan melayani suaminya itu bagai mana pun keadaannya, tidak di pungkiri tiara juga sangat menyukainya.


perjalanan yang panjang ini mereka habiskan dengan beristirahat, mereka ingin saat mereka sudah mendarat nanti tubuh mereka lebih segar lagi.


pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat, tiara dan alfian pun segera bergegas keluar.


mereka mencari supir yang akan menjemput mereka disini, cukup lama mereka mencari sampai tiara melihat supir yang menjemput mereka sedang menunggu di pintu keluar.

__ADS_1


" kak itu disana " tunjuk tiara kepada seorang laki - laki di luar sana


alfian melihat ke arah jari tiara dan mereka pun segera menghampiri supir itu.


" biar saya bawa kopernya pak.. " tawar si supir ketika mereka sudah dekat


alfian pun memyerahkan koper yang di bawanya tadi, mereka mulai berjalan mengikuti supir itu.


sang supir membukakan pintu untuk alfian dan juga tiara setelah itu tidak lupa dia juga menutupnya kembali.


setelah selesai menyimpan koper - koper milik alfian dan tiara di bagasi si supir itu langsung masuk ke dalam mobil dan mulai menyalakan mesinnya.


tidak lama mereka pun mulai meninggalkan bandara, tiara menyenderkan kepalanya di pundak alfian.


dan alfian pun mulai mengelus rambut tiara dengan sangat lembut.


" cape ya yang.. ? " tanya alfian lalu mengecup kepala tiara.


" hmmm " jawab tiara singkat


" ya sudah kamu istirahat saja, nanti kalau sudah sampai kakak bangunin kamu.. " kata alfian sambil tersenyum


" aku enggak ngantuk kok kak, aku cuma ingin seperti ini saja.. " jelas tiara


alfian membiarkan tiara di posisi seperti ini, sedangkan alfian menghabiskan waktu dengan mengecek email melalui teleponnya.


tiara masih menyenderkan kepalanya di pundak alfian sampai mereka tiba di rumah kedua orang tua alfian.


perjalanan yang panjang akhirnya berakhir juga kini tiara dapat bertemu dengan putri kecilnya, dia sudah sangat merindukan nadira walaupun selama disana mereka masih sering berkomunikasi tapi itu belum cukup bagi tiara.


yang dia inginkan sekarang adalah memeluk tubuh mungil nadira, dia juga merindukan pipi gembul nadira, tiara segera merapikan penampilannya.


setelah di rasa cukup tiara pun mulai keluar dari mobil menyusul alfian yang sudah terlebih dahulu keluar.

__ADS_1


__ADS_2