
sore ini tiara memilih duduk di halaman belakang rumah nya, dia menikmati sore yang indah ini sambil duduk - duduk santai.
" permisi neng, ini bibi buat kan teh hangat silahkan di minum.. "
" terima kasih bi.. " tiara pun mengambil teh yang di buat oleh bi nani dan mulai meminum nya.
cukup lama tiara berada di halaman, sampai dia tidak sadar kalau ada sepasang mata yang sedang memperhatikan nya.
siapa lagi kalau bukan alfian, alfian berjalan ke arah tiara yang sedang duduk, setelah di rasa cukup dekat dia memeluk tubuh tiara dari arah belakang dengan sangat erat.
tiara yang mendapat perlakuan seperti itu kaget, tapi setelah dia sadar siapa pelaku nya tiara pun membiarkan alfian memeluknya.
" kakak sudah pulang, ko aku gak denger kakak datang.. "
" gimana mau denger kamu nya ngelamun gitu.. sampai - sampai suami pulang di cuekin.. " alfian berpura - pura sedang merajuk kepada tiara.
sedangkan tiara malah tersenyum melihat tingkah suaminya itu.
" sini kak duduk samping aku.. " pinta tiara
alfian pun menuruti keinginan tiara, dia duduk di bangku samping tiara.
setelah alfian duduk, tiara menyenderkan kepala nya ke bahu alfian.
alfian mengelus rambut sang istri yang seharian ini dia rindukan.
sesekali dia mengecup kening tiara, dan tiara hanya tersenyum mendapat perlakuan seperti itu dari alfian.
mereka habiskan sore yang indah ini berdua.
__ADS_1
setelah selesai makan malam, alfian dan tiara kembali ke dalam kamar.
mereka duduk santai di atas tempat tidur, tiara menyandarkan kepala nya ke dada bidang milik suami nya. jarinya tidak pernah berhenti bermain - main disana.
seolah - olah tiara sedang membuat lukisan di dada suami nya itu.
" sayang besok kakak harus pergi ke luar kota.. " kata alfian
gerakan jari tiara pun terhenti, dia melihat ke arah suami nya.
" berapa lama.. ? " tanya tiara
" dua minggu, perusahaan yang di surabaya sedang ada masalah, tapi kakak usahakan sebelum dua minggu kakak sudah pulang.. "
tiara tidak menjawab dia lebih memilih menundukan kepala nya dan memainkan lagi jari - jari nya di dada alfian.
alfian mengelus rambut tiara sungguh sebenarnya dia tidak ingin meninggalkan tiara selama itu, tapi harus bagai mana lagi dia harus pergi kesana.
" iya nanti aku tinggal di rumah mamah, tapi kakak janji kan akan sering - sering menghubungi aku.. " kata tiara sedih
ini kali pertama alfian pergi meninggalkan nya sendiri, entah kenapa ada perasaan khawatir yang terus saja menghantui tiara.
" iya sayang kakak akan sering - sering menghubungi kamu.. " alfian pun menarik dagu tiara dengan satu tanganya sehingga kini mata mereka bertemu
" apa boleh malam ini kakak meminta jatah.. ? " tanya alfian sambil tersenyum
tiara yang mendengar perkataan alfian tersenyum malu lalu kembali menundukan kepala nya.
" boleh ya yang, kan nanti dua minggu kita gak ketemu. kakak pasti akan sangat merindukan kamu, jadi kakak ingin malam ini tubuh kakak di charge terlebih dahulu agar nantinya selama dua minggu kedepan lebih semangat lagi kerja nya... "
__ADS_1
" apaan sih kakak ini ada - ada aja.. "
" ayo lah sayang, kakak kan sudah beberapa bulan ini puasa, kakak akan melakukan nya hati - hati ko.. gak akan melukai calon bayi kita.. "
tiara hanya tersenyum melihat tingkah alfian.
sedangkan alfian yang sudah tidak tahan lagi langsung ******* bibir tiara dengan sangat lembut.
tiara pun membalas ******* alfian, sungguh tiara juga merindukan tubuh alfian. ******* mereka lama - lama berubah menjadi lebih panas dan menuntut lebih.
pada akhirnya alfian membawa tiara ke kamar mereka, mereka akan melanjutkannya disana.
setelah sampai kamar alfian langsung menyerang tiara tanpa ampun, di malam yang dingin ini mereka habiskan dengan saling menghangatkan satu sama lain.
mereka sama - sama merindukan sentuhan ini.
alfian mengecup kening tiara dan tiara sangat menikmati kecupan suaminya itu.
" terima kasih sayang, malam ini akan jadi malam panjang untuk kita berdua.. " bisik alfian
mereka benar - benar menikmati malam ini,
alfian menarik selimut dan menyelimuti tubuh mereka berdua, dia tarik tubuh tiara hingga tidak ada jarak di antara mereka berdua.
mereka saling berpelukan,
" terima kasih sayang untuk malam yang indah ini.. " kata alfian lalu mengecup kening tiara.
mereka pun mulai tertidur sambil berpelukan, mereka akan sangat merindukan saat -saat seperti ini.
__ADS_1