
alfian mengelus rambut tiara dengan penuh sayang.
" sayang sebaiknya hari ini kamu tidak usah masuk kantor biar nanti sandra yang akan menggantikan pekerjaan kamu.. " kata alfian
" tapi jam 11 siang nanti ada rapat penting yang harus aku hadiri.. " jelas tiara
" soal rapat itu biar kakak yang urus, kamu istirahat saja dengan tenang dirumah ya.. " kata alfian sambil mengecup kening tiara
tiara tidak bisa mengatakan apa - apa lagi, dia hanya bisa pasrah dan menerima keputusan alfian.
toh kalau pun dia paksakan bekerja dia takut malah akan merepotkan semua orang dengan kondisinya seperti ini.
tidak lama terdengar suara pintu di ketuk, alfian pun membuka pintu dan ternyata itu bi jum yang membawakan semangkuk bubur hangat untuk tiara.
tadi alfian sempat meminta bi jum membelikan bubur untuk tiara saat bi jum mengantarkan dokter ke kamarnya.
alfian mengambil bubur itu dari tangan bi jum dan membawanya kehadapan tiara.
" sayang sekarang kamu makan dulu ya, biar kamu ada tenaga sini kakak suapin.. "
alfian pun mulai meniup bubur yang masih panas itu dan setelah di rasa sudah cukup hangat baru dia menyuapkannya kepada tiara.
baru saja empat suap bubur itu masuk ke dalam mulutnya tiara merasa mual, tiara segera bangun dan berlari kearah kamar mandi di ikuti oleh alfian.
tiara kembali memuntahkan bubur itu, setelah di rasa semua sudah keluar tiara segera mencuci mulutnya dan menatap alfian.
dia dapat melihat alfian sangat mengkhawatirkan nya.
tiara pun mengelus pipi alfian dengan sangat lembut.
" aku baik - baik saja.. " kata tiara seolah - olah dia tahu apa yang sedang di pikirkan oleh suaminya itu.
alfian merasa tidak tega untuk meninggalkan tiara di rumah tapi dia juga tidak bisa meninggalkan pekerjaannya apa lagi hari ini dia harus menghadiri beberapa rapat penting termasuk rapat yang seharusnya di hadiri oleh tiara.
alfian pun akhirnya bersiap - siap dia tidak mungkin meninggalkan tanggung jawabnya sebagai pemimpin perusahaan.
setelah selesai sarapan alfian pamit kepada tiara dan juga putri kecilnya tidak lupa di menitipkan tiara kepada bi jum.
di sepanjang perjalanan alfian terus saja memikirkan keadaan tiara, akhirnya dia menghubungi mamahnya untuk di mintai tolong menjaga tiara sampai dia kembali nanti.
alfian pun menelpon mamahnya, dan tidak perlu menunggu lama teleponnya langsung tersambung.
" hallo mah.. "
" ... "
" mamah hari ini sibuk nggak.. ? "
" .... "
" itu mah aku mau minta tolong buat jagain tiara di rumah bisa nggak.. ? "
" .... "
" iya mah tiara lagi nggak enak badan mungkin karena bawaan dari janinnya juga, hari ini aku lagi banyak pekerjaan di kantor jadi nggak bisa jaga tiara.. mamah bisa kan..? "
" ... "
" iya mah tiara hamil, kata dokter sih baru masuk 4 minggu.. "
__ADS_1
" .... "
" ya sudah terima kasih ya mah.. "
setelah menghubungi mamahnya alfian pun segera menghubungi ika sekertaris tiara.
" hallo ika.. "
"...."
" hari ini istri saya tidak bisa masuk kantor, jadi untuk rapat nanti siang saya yang akan gantikan... apa kamu bisa menyiapkan berkasnya dan mengantarkannya ke ruangan saya.. ? "
" .... "
" terima kasih ika.. oh iya satu lagi nanti tolong kamu suruh sandra juga untuk datang keruangan saya, saya sebentar lagi sampai.. "
" ..... "
alfian segera menutup teleponnya dia pun mulai kembali fokus kejalanan.
sesampainya dia di kantor alfian segera bergegas ke ruangannya, disana sudah ada sandra yang menunggunya.
" pagi pak.. " sapa sandra
" pagi "
" bapak panggil saya ada apa ya.. ? " tanya sandra penasaran
" begini sandra saya berencana mengganti posisi bu tiara dengan kamu, kebetulan bu tiara sedaang hamil jadi tidak memungkinkan untuk bekerja, apa kamu bersedia menggantikannya.. ? " tanya alfian
" apa bapak serius.. ? " tanya sandra meyakinkan
" tentu saja pak saya bersedia, terima kasih atas kepercayaan yang bapak kasih buat saya.. "
" ok sekarang tugas pertama kamu adalah menemani saya rapat, seharusnya rapat ini bu tiara yang pimpin tapi berhubung bu tiara nya tidak bisa hadir jadi saya yang gantikan, dan saya mau kamu ikut biar kamu juga mengikuti perkembangan proyek ini... " jelas alfian
" baik pak saya akan bersiap - siap.. "
sandra pun pamit undur diri, kini tanggung jawabnya semakin besar dan dia tidak akan mengecewakan atasannya itu.
alfian baru selesai rapat dan dia pun langsung menghadiri rapat kembali bersama sandra.
rapat pun berjalan dengan sangat lancar mereka yang hadir merasa puas dengan hasilnya.
sandra dan alfian berjalan beriringan, alfian menjelaskan tentang proyek yang akan di tangani sandra nantinya.
" tapi alangkah baiknya kalau saya berdiskusi dulu dengan bu tiara karena kan sebelumnya beliau yang menangani proyek ini.. " jelas sandra
" tentu tapi saya tidak yakin tiara akan kembali ke kantor, kalau kamu tidak keberatan kamu bisa mendiskusikan ini di rumah saya.. kamu bisa kesana menemui tiara.. " jelas alfian
" tentu pak saya tidak keberatan, besok saya akan ke rumah bapak untuk mendiskusikan ini dengan bu tiara.. " sandra pun akhirnya pamit untuk kembali ke ruangannya
begitu pula dengan alfian, dia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya dan segera pulang kerumah.
saat alfian sedang memeriksa berkas ada sebuah pesan yang masuk ke teleponnya, alfian pun segera melihat pesan itu.
dan ternyata itu dari tiara
✉
__ADS_1
my wife 😙
yang kapan pulang.. ??
✉
me
sebentar lagi.. kenapa sayang, kangen ya.. 😉
✉
my wife 😙
nggak juga, yang nanti kalau pulang beliin rujak ya..
✉
me
siap nyonya besar.. 😚😚
✉
my wife 😙
jangan lupa ya.. 😉
✉
me
ok sayang.. 😚😚
setelah membalas pesan dari tiara alfian pun kembali mengerjakan pekerjaannya, tepat jam 2.30 siang alfian pun segera merapikan pekerjaannya.
pekerjaannya hanya tinggal sedikit jadi dia bisa mengerjakan dari rumah, setelah keluar dari kantor alfian segera mencari penjual rujak.
cukup lama alfian mencari dan dia pun menemukan rujak yang di inginkan oleh istrinya itu.
alfian pun segera memesan rujak itu, setelah selesai membeli rujak alfian pun bergegas pulang.
sesampainya di rumah alfian segera masuk kedalam, saat alfian masuk rumah terlihat sangat sepi.
" pada kemana nih orang.. ? " batin alfian
alfian pun bertemu dengan bi jum di dapur.
" bu tiara dan nadira kemana tumben sepi.. ? "
tanya alfian heran
" ibu ada di kamar pak sedang beristirahat kalau non ira sedang pergi sama nyonya besar.. " jawab bi jum
alfian pun meminta bi jum menyiapkan rujak yang tadi di belinya, setelah siap semua alfian pun segera membawa rujak itu kedalam kamarnya.
alfian membuka pintu kamar, terlihat tiara sedang tertidur membelakangi dirinya.
alfian pun menyimpan rujak itu di atas meja, lalu dia menghampiri tiara. alfian duduk di sisi ranjang dan dia pun mulai mengelus rambut tiara dengan sangat lembut.
__ADS_1