
setelah memastikan keadaan wanita yang di tabraknya baik - baik saja, tiara segera kembali lagi ke kantornya.
dia mulai sibuk dengan setumpuk berkas yang harus di selesaikannya, besok adalah hari terakhir dia berada disini.
tugasnya akan segera di gantikan oleh pak irwan, dia sungguh sudah tidak sabar untuk segera pulang dan bertemu dengan putri kecilnya.
setelah menyelesaikan pekerjaannya tiara segera kembali ke villa bersama ika, malam ini dia bisa tidur dengan pulas.
pagi pun datang tiara sudah selesai bersiap - siap dan kini sedang menikmati sarapannya.
" ka kita pulang jam berapa.. ? " tanya tiara pada ika
" jam 4 sore bu, tapi sebelum pulang ibu harus bertemu dulu dengan mandor di proyek, dan setelah itu ibu bebas.. " jelas ika
" ok kalau gitu sebaiknya kita berangkat sekarang saja, karena saya ingin menemui seseorang dulu si klinik sebelum pulang.. " kata tiara
mereka pun langsung berangkat ke proyek, cukup lama tiara berada disana. dia juga menyempatkan diri untuk pergi ke kantor untuk menemui pak erwin.
setelah jam makan siang tiara meminta ika untuk kembali ke villa, sedangkan dirinya pergi ke klinik dia ingin menemui ibu yang kemarin dan berpamitan kepadanya.
sesampainya di klinik tiara langsung pergi ke ruangan si ibu, tiara membuka pintu dan melihat ibu itu sedang duduk di temani oleh seorang wanita dan tiara berfikir itu pasti anaknya.
" siang bu.. " sapa tiara
" siang, eh nak tiara ibu sangat senang nak tiara bisa datang lagi kesini, ibu fikir ibu tidak bisa bertemu lagi dengan nak tiara.. " kata si ibu sambil tersenyum ramah pada tiara.
" iya bu, saya datang untuk melihat ibu sekaligus mau pamitan nanti sore saya harus kembali ke jakarta.. " kata tiara
" sayang sekali padahal ibu ingin mengundang nak tiara kerumah ibu setelah ibu keluar dari rumah sakit ini.. " kata si ibu
" iya ibu saya minta maaf tidak bisa memenuhi undangan ibu, tapi ibu tenang saja kita nanti masih bisa saling bertukar kabar, ini nomer telepon saya.. kalau ibu ada apa - apa jangan sungkan untuk menghubungi saya.. " jelas tiara sambil memberikan sebuah kartu nama.
ibu itu pun menerima kartu nama yang di berikan tiara.
__ADS_1
setelah itu tiara pun pamit untuk pulang karena dia harus segera bersiap - siap.
tiara melangkahkan kakinya keluar dari ruangan ibu itu, sesampainya di depan taman tiara melihat ada seorang laki - laki yang duduk di kursi roda.
laki - laki itu membelakangi tiara, dia sedang berusaha untuk berdiri, berkali - kali di cobanya tapi dia masih belum bisa berdiri sendiri.
tiara terus saja memperhatikan laki - laki itu, sampai dia melihat laki - laki itu benar - benar bisa berdiri tapi belum juga lima menit dia berdiri kakinya masih belum kuat untuk menahan berat badannya sehingga dia terjatuh lagi.
dan pada saat itu tiara segera berlari untuk menolong laki - laki itu.
" mas gak apa - apa..? " tanya tiara sambil memegang tangan si laki - laki
" gak mbak, saya gak apa - apa... "
deg
tiara merasa sangat tidak asing dengan suara itu, tiara segera melihat wajah si laki - laki yang di tolongnya.
air mata tiara kini sudah tidak bisa di bendung lagi, di peluknya tubuh laki - laki itu dengan sangat erat.
" .... "
" kakak kemana saja apa kakak tahu aku sangat merindukan kakak.. "
" ... "
laki - laki itu masih tidak mau menjawab atau pun mengatakan sesuatu kepada tiara dia sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya sekarang ini.
" kak, apa kakak masih ingat sama aku.. aku tiara kak istri kakak.. " kata tiara lagi.
" tiara.. ? "
tiara hanya mengagukan kepalanya sebagai jawaban,
__ADS_1
" kakak kemana saja selama ini.. ? " tanya tiara lagi
tapi bukannya sebuah jawaban yang tiara dapat malah laki - laki itu memalingkan wajahnya dari tiara.
" kak.. ? "
" maaf tiara tapi aku bukan lagi suami kamu yang dulu, sekarang kondisi ku berbeda, aku cacat.. "
" kak aku mohon kak fian jangan bicara seperti itu, apa pun kondisi kakak sekarang aku terima.. apa kakak tahu selama ini aku menunggu kakak di saat orang lain menganggap kakak sudah meninggal tapi aku yakin kakak masih hidup.. dan nyatanya kakak sekarang ada di hadapan ku.. " tiara kembali memeluk tubuh alfian
" kakak mohon kamu pergi dari sini, kakak tidak pantas untuk kamu lagi.. "
" kak aku gak akan pergi kemana pun, sudah lama aku menunggu saat seperti ini... aku mohon kak jangan usir aku, biarkan aku merawat kakak disini.. atau kakak mau kita pulang ke jakarta, mamah sama papah pasti sangat senang kalau tahu kakak masih hidup.. dan nadira juga pasti sangat senang kalau tahu ayahnya sudah kembali.. " kata tiara sambil terus menangis
" nadira.. ? " tanya alfian
" iya kak, nadira anak kita.. " jelas tiara
alfian terdiam ketika mendengar kata anak keluar dari mulut tiara, sejak lama dia ingin bertemu dengan istri serta anaknya tapi dia tidak punya keberanian karena kondisinya yang seperti sekarang ini.
" kak aku mohon biarkan aku merawat kakak, aku juga mohon kakak kembali ke sisi ku dan putri kita.. " tiara mencium tangan alfian
" gak bisa tiara sebaiknya kamu pergi dari sini, aku gak mau lihat kamu lagi.. " kata alfian
alfian mencoba duduk kembali di kursi rodanya, tiara yang melihat alfian kesusahan membantu alfian dengan senang hati.
" sebaiknya kamu lupain kakak, kamu berhak bahagia dengan laki - laki lain.. " kata alfian lalu pergi meninggalkan tiara yang masih mencerna perkataannya.
tidak lama tiara menyusul alfian
" aku gak akan pergi kemana pun, karena sebagian kebahagian ku ada disini.. aku tidak ingin laki - laki lain atau siapa pun yang aku mau cuma kakak dan nadira itu sudah cukup membuat ku bahagia.. dan kakak harus ingat semakin kakak menolak aku semakin keras juga aku kan berusaha membawa kakak kembali.. " jelas tiara
" jadi aku mohon jangan suruh aku untuk pergi.. " tiara terus saja menangis
__ADS_1
tangisan bahagia sekaligus sedih, bahagia karena kini dia bisa bertemu lagi dengan alfian dan sedih karena alfian sudah tidak menginginkannya lagi berada disisinya.