
" dia baik - baik saja kan dokter.. " kini giliran papah yang bertanya
" karena keadaannya yang sudah sangat lemah ketika sampai disini membuat kami sempat kehilangan dia untuk sesaat.. dan alhamdulilah atas bantuan yang di atas kami akhirnya bisa menyelamatkan dia.. dan saat ini bu tiara sedang keritis kalau malam ini dia bisa melewati masa keritisnya besok bu tiara bisa segera di pindahkan ke tempat perawatan.. dan untuk saat ini pasien masih belum bisa untuk di jenguk oleh siapa pun.. tapi pak alfian tenang saja di dalam akan ada suster yang menemaninya.. " jelas dokter itu
alfian pun terdiam setelah mendengar penjelasan dokter itu, dia lebih memilih menjauh dari sana.
mamah yang melihat alfian seperti itu segera menyusul dan duduk di samping alfian, di elusnya punggung alfian dengan penuh rasa sayang berharap itu bisa memberikan sedikit kekuatan untuk alfian.
" kamu harus sabar ya sayang ini semua cobaan dari tuhan untuk kita, mamah yakin tiara pasti bisa melewati ini semua dengan mudah.. dia akan segera berkumpul lagi dengan kita.. dan kamu juga harus kuat demi tiara dan anak - anak kalian.. kalau kamu sendiri rapuh bagai mana mereka nantinya.. " kata mamah
alfian pun mulai menangis di pelukan mamahnya, biarkan saja orang lain mengatakan dia cengeng atau sebagainya.
yang dia ingin kan sekarang hanya bisa meluapkan semua perasaan nya ini, ada rasa takut dihatinya.
dia takut tiara pergi meninggalkan dirinya, kalau sampai itu terjadi dia tidak tahu apa bisa bertahan atau tidak.
" sayang kamu harus tahu tiara itu anak yang kuat dia pasti bisa melewati ini semua.. " kata papah yang juga ikut duduk di samping alfian
malam pun datang, kedua orang tua alfian pun pamit untuk pulang dulu karena di rumah ada nadira yang sedang menunggu mereka.
sedangkan alfian memutuskan untuk menunggu tiara di depan ruangannya.
saat alfian sedang menunggu dia melihat seorang suster berlari ke arah luar dan tidak lama suster itu kembali dengan dokter mereka pun segera masuk ke dalam ruangan tiara.
alfian pun berdiri dan berjalan mendekat ke arah pintu, dia berharap tidak terjadi apa - apa dengan istrinya.
cukup lama alfian menunggu hingga dokter itu pun keluar lagi.
" bagai mana keadaan istri saya dokter.. ? " tanya alfian khawatir
" pasien mengalami pendarahan lagi dan harus segera di tangani saya butuh persetujuan bapak agar bisa segera mengambil tindakan.. " kata si dokter itu
setelah mengurus semua keperluan tiara akhirnya dokter itu pun segera kembali masuk kedalam ruangan.
__ADS_1
" sayang kakak mohon kamu harus bertahan demi kakak dan anak - anak kita, kakak nggak akan sanggup jika harus kehilangan kamu.. " kata alfian sambil terus memandangi pintu ruangan tiara yang sedari tadi tertutup.
cukup lama alfian menunggu kabar tentang keadaan istrinya tapi belum ada satu orang pun yang melewati pintu itu.
alfian terus berdoa untuk keselamatan sang istri tercinta.
tidak lama pintu pun terbuka dan keluarlah seorang dokter, alfian segera mengahampiri dokter itu.
" bagai mana dokter.. ? " tanya alfian
" alhamdulilah pasien kini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya walau pun dia msih belum melewati masa keritisnya.. kita tunggu saja perkembangan nya besok pagi.. "
setelah dokter itu menjelaskan keadaan tiara dia pun segera pergi meninggalkan alfian yang masih khawatir dengan keadaan istrinya
dia berharap tiara dapat bertahan untuk keluarga kecil mereka, alfian pun memilih untuk duduk kembali.
tanpa terasa matanya pun ikut tertutup dan dia mulai pergi ke alam mimpi.
pagi - pagi sekali alfian bangun dan dia melihat ke arah pintu kamar tiara dia ingin melihat tiara walau pun hanya dari celah pintu saja.
" suster tunggu.. " panggil alfian ketika melihat suster yang dia cari
" iya pak ada yang bisa saya bantu.. ? " tanya si suster itu ramah
" suster pasien atas nama tiara kemana ya, kok saya tidak melihat dia di ruangannya.. ? " tanya alfia
" oh bu tiara sudah di pindahkan keruang perawatan tadi pagi, keadaan nya sudah membaik tinggal tunggu pasien sadar saja.. " jelas si suster
" kalau boleh tahu istri saya di rawat di mana ya.. ? "
" pasien di rawat di ruang melati, dari sini bapak lurus saja nanti belok kiri kamarnya tidak jauh dari sana.. "
setelah mengucapkan terima kasih pada suster itu alfian pun segera berlari mencari ruangan yang tadi di sebutkan oleh suster.
__ADS_1
akhirnya alfian pun bisa menemukan ruangan di mana tiara di rawat, dia segera membuka pintu dan hal pertama yang dia lihat adalah tiara yang masih memejamkan matanya.
alfian pun berjalan mendekat dia memilih duduk di samping tiara sambil menggengam erat tangannya.
" sayang kamu sudah buat kakak khawatir, kamu harus cepat sadar dan lihat putra kita dia sangat tampan, kita akan memberi dia nama bersama - sama.. " bisik alfian sambil menahan air matanya.
tidak lama kedua orang tua alfian datang membawa perlengkapan alfian dan tiara serta makanan untuk alfian tentunya.
karena mereka tahu alfian tidak mungkin meninggalkan tiara sendiri.
" sayang bagaimana keadaan tiara sekarang.. ? " tanya papah sambil melihat wajah menantunya itu
" alhamdulilah sekarang dia jauh lebih baik pah, tinggal nunggu dia sadar saja.. " jelas alfian tanpa mengalihkan pandangan nya dari tiara.
" nih sayang mamah bawakan keperluan kamu dan tiara selama disini, mamah juga bawa makanan buat kamu.. pasti kamu belum makan kan.. ? " kata mamah
" fian nggak laper mah.. " jawab alfian singkat
" fian kamu harus makan, kalau kamu tidak makan terus sakit lalu yang akan merawat tiara dan anak - anak kamu siapa.. ? " kata papah
" benar itu sayang, ayo sini makan dulu sudah itu kamu langsung bersih -bersih dan ganti baju.. nanti sewaktu tiara sadar kamu sudah rapi.. " tambah mamah
alfian pun akhirnya menuruti keinginan kedua orang tuanya, dia pun segera makan walaupun rasanya sulit sekali untuk di telan tapi dia akan berusaha demi tiara.
setelah selesai dia pun segera bersih - bersih dan berganti baju, dan kini dia sudah terlihat lebih segar.
alfian kembali duduk di samping tiara dan memegang tangannya dia berharap tiara segera sadar dan sehat lagi seperti sedia kala.
kedua orang tua alfian yang melihat anaknya seperti itu pun merasa kasihan tapi apa yang bisa mereka lakukan hanya sebuah doa yang dapat mereka lakukan kini.
mereka berharap tiara segera sadar dan berkumpul lagi bersama mereka.
" mah nadira sama siapa.. ? " tanya alfian
__ADS_1
" nadira sama bibi dan mbaknya, dia juga tadi pagi menanyakan kalian cuma mamah nggak kasih tahu dulu keadaan tiara takut nadira khawatir dan malah rewel nantinya. " jawab mamah dan di setujui oleh alfian.