guruku, imam ku

guruku, imam ku
76


__ADS_3

" kak.. kamu itu laki - laki yang sangat baik di luar sana banyak wanita yang menunggu kamu.. tinggal kamunya saja, coba kamu belajar membuka hati untuk wanita lain.. pasti kamu akan mendapatkannya, ya lebih baik di banding aku.. " kata tiara


andra pun tersenyum mendengar perkataan tiara barusan.


" iya kamu benar, aku harus mencoba melupakan kamu.. tapi satu hal yang perlu kamu tahu, jika suatu saat kamu membutuhkan seorang teman untuk berbagi atau sekedar mengobrol aku siap.. kamu tinggal hubungi aku saja.. " kata andra


" terima kasih kak, aku akan ingat itu "


tidak lama alfian pun datang dia melihat tiara sedang mengobrol dengan andra, alfian langsung menghampiri mereka.


" yang kamu sudah datang.. " kata tiara sambil memegang tangan alfian


" hmmm " jawab alfian singkat


alfian pun duduk di samping tiara tapi pandangannya tetap kepada andra.


" apa kabar.. ? " sapa andra memecah keheningan


" baik, kamu sendiri apa kabar.. ? " tanya alfian berbasa basi


" aku baik.. " jawab andra


" yang kalian sudah selesaikan, sebaiknya kita pulang sekarang.. kamu pasti lelah " ajak alfian


tiara pun mengiyakan keinginan suaminya itu.


" kak kami pulang dulu ya, nanti kapan - kapan kakak mampir kerumah.. " pamit tiara


" tentu.. " kata andra singkat


mereka pun mulai berjalan meninggalkan andra tapi belum beberapa langkah mereka pergi andra memanggil alfian.


" fian.. bisa kita bicara sebentar.. ? " pinta andra

__ADS_1


mereka pun menghentikan langkah mereka, alfian pun menganggukan kepalanya.


" yang kalian duluan saja ke mobil nanti ayah nyusul " kata alfian sambil mengelus rambut tiara


" ya sudah " tiara pun segera membawa tiara masuk ke dalam mobil, sebenarnya dia sangat penasaran apa yang akan andra katakan pada suaminya itu.


tiara terus saja memperhatikan mereka dari kaca spion, dia takut hal yang tidak di inginkan terjadi.


sementara itu andra dan alfian pun kembali duduk di tempat mereka tadi.


" ada apa.. ? " tanya alfian langsung


" aku cuma mau minta sama kamu buat jaga tiara dan nadira, jangan pernah kamu sia - siakan dia.. kamu tahu selama ini dia sudah banyak menderita, dia sangat mencintai kamu bahkan di saat semua orang menganggap kamu sudah tiada tapi dia masih yakin kalau suatu saat nanti kamu akan kembali ke sisinya.. sudah cukup dia mengeluarkan air mata aku ingin sekarang dia hidup bahagia dengan orang yang di cintainya...


... aku tahu seharusnya aku tidak bicara seperti ini sama kamu, kamu pasti lebih tahu tentang dia dari pada aku.. aku hanya ingin memastikan saja kalau orang yang sangat berharga dalam hidup aku akan baik - baik saja.. asal kamu tahu dari dulu aku selalu menyayangi mereka tapi aku tidak pernah bisa masuk kedalam hatinya, dia sangat mencintai kamu....


tapi kamu tidak perlu khawatir aku tidak akan terus - terusan menyimpan perasaan ini, aku sedang berusaha melupakan dia.. tapi kalau nanti aku mendengar dia tersakiti kamu jangan pernah salahkan aku kalau nanti tiara aku bawa pergi dari sisi mu.. " kata andra panjang lebar


" kamu tidak perlu khawatir aku ini suaminya pasti akan membuat dia bahagia walau pun harus mengorbankan nyawaku sekali pun.. dan aku harap kamu jangan pernah ganggu dia lagi, dia milik ku dan selamanya akan menjadi milikku.. permisi saya harus segera pergi.. " kata alfian lalu meninggalkan andra


di sepanjang perjalan pulang alfian hanya diam saja bahkan ketika tiara bertanya tentang kejadian barusan dia tidak menjawab.


tiara merasa ada yang salah dengan alfian tapi apa dia belum tahu penyebab suaminya seperti ini.


atau mungkin andra mengatakan sesuatu yang membuat suaminya ini terluka, tiara harus segera mencari tahu tapi untuk saat ini dia akan membiarkan alfian seperti ini dulu.


sesampainya di rumah tiara meminta nadira untuk beristirahat di kamarnya, sedangkan dia menyusul alfian yang sudah lebih dulu pergi ke kamar mereka.


saat tiara membuka pintu kamar dia dapat melihat alfian sedang duduk di atas tempat tidur, tiara pun segera menutup pintu dan berjalan mendekat.


dia pun ikut duduk di samping alfian


" yang kamu kenapa.. ? " tanya tiara

__ADS_1


" aku nggak apa - apa kok.. " jawab alfian sambil tersenyum


" terus kenapa dari tadi diam terus.. apa ada yang sedang di pikirkan.. ? " tanya tiara penasaran


" nggak ada sayang, kakak cuma sedang capek aja.. " jawab alfian


" serius... terus tadi kak andra ngomong apa sama kamu... ? "


" ya pembicaraan biasa saja antar laki - laki.. sini kakak peluk.. " alfian pun segera merentangkan kedua tangannya dan langsung di sambut tiara.


" yang kalau kamu lagi ada masalah kamu ceritain sama aku jangan di simpan sendiri, siapa tahu aku juga bisa bantu.. " kata tiara sabil tersenyum


" iya sayang kakak akan ingat itu, dan nanti kalau ada apa - apa kamu orang pertama yang akan tahu.. " kata alfian sambil mengelus rambut tiara


" sayang apa kamu bahagia hidup sama kakak.. ? " tanya alfian tiba - tiba


tiara langsung melihat ke arah alfian dia masih mencerna perkataan alfian barusan.


" kenapa kakak bertanya seperti itu.. ? " tanya tiara heran


" ya kakak hanya ingin tahu saja apa kamu selama ini bahagia hidup dengan kakak, ya kan kamu tahu sendiri awalnya kita menikah seperti apa.. ? " kata alfian


" ya mungkin awalnya memang kita harus menikah tanpa ada perasaan sama sekali, dan mungkin ada rasa terpaksa tapi aku merasa bersyukur karena pilihan ibu itu sangat tepat.. aku bisa hidup bahagia dengan laki - laki pilihannya, bahkan saat ini aku sangat - sangat mencintai dia.. aku nggak tahu kalau dia tidak pernah hadir dalam hidup ku, apa aku akan sebahagia ini sekarang..


.... jadi jangan pernah berfikir kalau aku tidak pernah bahagia, aku malah sangat bahagia dan aku harap kakak jangan pernah meninggalkan aku lagi, kalau itu sampai terjadi mungkin saat itu aku tidak bisa bertahan seperti dulu.. " kata tiara panjang kali lebar


alfian yang dari tadi mendengarkan perkataan tiara merasa sangat terharu, alfian merasa sangat beruntung memiliki tiara di hidupnya.


apa lagi sekarang dia sudah menjadi ibu bagi anak - anak nya, lengkap sudah kebahagiaannya itu dan dia tidak mungkin menyia - nyiakan tiara.


apalagi sampai membiarkan andra membawa tiara pergi dari sisi nya dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


alfian berjanji akan menjaga dan membahagiakan keluarga kecilnya itu apa pun yang terjadi meski nyawa sebagai taruhannya, tiara adalah miliknya dan selamanya akan seperti itu.

__ADS_1


alfian pun tersenyum kepada tiara dan mengecup keningnya lama sekali, dan bukan hanya kening saja dia juga mengecup bibir tiara dengan sangat lembut.


__ADS_2