
tiara bersyukur karena kini keluarga kecilnya sudah kembali berkumpul.
tiara juga berdoa agar kedepannya tidak ada masalah lagi yang datang di dalam rumah tangganya.
malam pun datang, mamah dan papah sudah lebih dahulu pulang. kini tinggal tiara dan alfian yang menjaga nadira.
sebenarnya tiara sudah meminta alfian untuk pulang bersama kedua orang tuanya, tapi alfian menolak dengan alasan ingin menjaga nadira di sini.
tiara pun tidak bisa berkata apa - apa lagi, tiara merebahkan tubuh alfian di sofa panjang, dia ingin suaminya itu beristirahat.
" kakak tidur saja disini biar aku yang menjaga nadira, kesehatan kakak jugakan masih belum stabil benar.. " kata tiara
" lalu kamu tidur dimana.. ? " tanya alfian
" aku gampang bisa dimana aja.. " jawab tiara tersenyum
" kalau begitu kamu tidur saja disini, kita berbagi sofa ini berdua.. " pinta alfian sambil menepuk sofa
." tapi nanti kakak.. " belum sempat tiara menyelesaikan perkataannya alfian sudah memotongnya terlebih dahulu.
" kakak gak apa - apa ko, sebaik ya kita segera beristirahat.. " ajak alfian sambil menarik tangan tiara
tiara menuruti keinginan alfian dan dia berbaring di samping alfian, karena sofa yang sempit akhirnya mereka tidur sambil memiringkan badan.
alfian memeluk tubuh tiara dari belakang, sungguh dia sangat merindukan saat - saat seperti ini. suah cukup lama sekali dia tidak memeluk tiara saat tidur.
tiara sendiri merasa sangat bahagia kini dia bisa merasakan pelukan suaminya itu di saat dia akan pergi tidur.
dulu setiap hari alfian akan memeluknya seperti ini ketika mereka akan tidur.
__ADS_1
" kak.. " panggil tiara
" hmmm "
tiara membalikan badannya sehingga kini mereka saling berhadapan, alfian melihat tiara.
" terima kasih kakak mau kembali lagi ke sisiku, memberikan kesempatan kedua untuk merawat kakak.. " kata tiara
" kakak yang seharusnya berterima kasih karena kamu selama ini sudah setia, kamu mau menunggu kakak walaupun kamu sendiri tidak tahu keberadaan kakak.. dan kamu juga sudah berjuang membesarkan putri kita seorang diri.. kakak beruntung memiliki istri seperti kamu.. maafkan kakak yang pernah menolak kehadiran kamu, sungguh kakak hanya tidak ingin menjadi beban kamu dengan keadaan kakak yang seperti ini.. " jelas alfian
" kakak ini bicara apa.. aku tidak pernah merasa terbebani dengan keadaan kakak, aku malah senang karena aku bisa merawat kakak, kak aku mohon jangan pernah tinggalkan aku lagi.. mungkin kali ini aku tidak akan sanggup.. " tiara langsung memeluk tubuh alfian dan mulai menangis.
alfian mengangkat wajah tiara sehingga kini mereka saing berpandangan dan dia menghapus air mata tiara.
" sudah cukup kamu menangis, kakak ingin tangisan ini kamu ganti jadi senyuman termanis yang akan menghias wajah kamu.. " kata alfian
alfian mendekatkan wajahnya ke wajah tiara dan dia mulai mengecup bibir tiara lama kelamaan kecupan itu pun berubah menjadi sebuah lumatan.
mereka berhenti sejenak untuk menarik nafas yang sudah mulai habis, mereka saling melempar senyuman dengan penuh arti.
alfian pun kembali ******* bibir tiara, sungguh kalau dia tidak mengingat keadaannya sekarang ini dia pasti sudah memakan tiara sekarang juga.
cukup lama mereka saling *******, dan akhirnya alfian melepaskan bibir tiara yang terasa manis baginya itu.
dia memeluk tubuh tiara dengan sangat erat, dan mereka pun mulai tertidur. malam ini mereka dapat merasakan kembali kebahagian yang sempat hilang di antar mereka.
¤¤¤¤¤
dua hari sudah nadira di rawat di rumah sakit tiara dan alfian pun dengan setia menemani putri mereka.
__ADS_1
saat tiara sedang mengupas buah, tiara melihat pintu kamar nadira terbuka lebar, tiara dapat melihat mamah mertuanya sudah datang.
tapi mamah mertuanya tidak datang sendiri, melainkan bersama andra.
" om baik.. " panggil nadira ketika melihat andra
" hallo putri kecil apa kabar.. ? om dengar putri kecilnya om sakit, maaf ya om baru bisa datang saolnya om lagi banyak kerjaan.. "
" iya om gak apa - apa, ira sudah sembuh ko.. " kata nadira yang kini berada di pangkuan andra
nadira terus saja bercerita lucu kepada andra, andra melihat tiara juga sudah berada di sini.
" hai ra apa kabar, oh iya kapan kamu balik dari surabaya.. ? " tanya andra
" kabar aku baik kak, aku pulang kemarin saat tahu nadira sakit.. " jawab tiara
andra juga melihat seorang laki - laki yang sedang duduk di kursi roda
" itu siapa ra.. ? " tanya andra penasaran
belum tiara menjawab nadira sudah menjawabnya terlebih dahulu
" itu ayah ira om baik, ayah sekarang sudah pulang.. dan bisa bermain bersama ira.. "
deg
andra merasa ada yang menusuk dadanya dengan sebuah tombak, terasa sangat sakit. andra melihat kearah tiara dan laki - laki itu yang kini sedang duduk bersebelahan.
sebenarnya tiara tidak nyaman dengan situasi seperti ini, pasalnya dia tahu andra mencintai dirinya.
__ADS_1
pasti sekarang andra merasa sakit hati karena melihat ada laki - laki lain di sebelahnya. tiara hanya bisa menundudukan kepalanya dia tidak sanggup melihat tatapan andra yang penuh dengan luka.
walaupun tiara tidak mempunyai perasaan apa - apa terhadap andra tapi dia tahu bagaimana rasanya sakit hati. dia sudah membuat andra kecewa lagi untuk kesekian kalinya dan itu karena tiara lagi.