guruku, imam ku

guruku, imam ku
30


__ADS_3

hari - hari tiara kini terasa lebih berwarna karena kehadiran putri kecilnya, selalu ada saja tingkah lucu yang membuat tiara tertawa bahagia.


sekarang putri kecilnya sudah memasuki usia 6 bulan, dia sudah mulai berceloteh, tiara juga berusaha menyelesaikan sekolahnya dengan cara homeschooling.


jadi dia masih bisa memantau perkembangan anaknya itu, tiara berencana untuk berkuliah dan bekerja dia tidak mungkin selamanya menggatukan hidup kepada kedua mertuanya.


kedua mertuanya pun sangat mendukung dirinya, mereka berfikir lebih baik tiara sedikit sibuk dari pada harus terus bersedih memikirkan alfian yang sudah tidak ada.


terkadang mereka sering melihat tiara menangis dan melamun dan mereka tahu apa sebabnya.


saat ini tiara tengah membawa nadira bermain ke sebuah taman dia ingin putri kecilnya itu dapat menghirup udara segar.


tiara menggendong tubuh mungil putrinya itu, dia terus saja mengajak putrinya berbicara dan yang sedang di ajak bicara pun tertawa sesekali dia juga ikutan berceloteh.


saat itu mata tiara melihat keseluruh taman, tanpa sengaja dia melihat sebuah keluarga kecil yang sedang bermain bersama di taman itu juga.


tiara dapat melihat sepasang suami istri itu sangat bahagia dengan putri kecil mereka.


tiba - tiba tiara kembali mengingat alfian


" kak kamu dimana.. ? kenapa kamu belum datang juga, apa kamu tahu kami sangat merindukanmu.. " batin tiara


tiara mulai menangis, seolah - olah dapat merasakan apa yang terjadi dengan ibunya nadira pun ikut menagis.


tiara langsung menghapus air matanya dan memeluk tubuh nadira.


" sayang maafkan bunda ya " kata tiara sambil mencium pipi gembil anaknya itu


karena hari sudah siang tiara pun memutuskan untuk segera pulang, nadira juga sudah terlelap di pangkuannya.


sesampainya di rumah tiara segera masuk kedalam kamar dan menidurkan putrinya.


setelah selesai tiara segera belajar karena sebentar lagi dia akan masuk ke perguruan tinggi.


¤¤¤¤¤


hari berganti hari bulan berganti bulan dan tahun pun ikut berganti tidak terasa kini tiara sudah bisa berkuliah.


dia sangat senang bertemu dengan orang - orang baru dan teman - teman baru juga.


seperti saat ini dia sedang berkumpul bersama teman - teman kampusnya.

__ADS_1


mereka bertemu saat pertama kali masuk ke kampus ini,


" ra entar siang kita ngemall yu.. " ajak citra


" boleh, tapi aku gak bisa lama - lama ya aku harus segara pulang.. " jawab tiara


" sip.. yang lain gimana pada ikut gak.. ? " tanya citra


" kita pasti ikut ko.. " jawab sintia mewakili teman - temannya yang lain.


" sorry ya kayanya hari ini gue gak bisa ikut, gue ada kelas lagi.. " sesal andin


" ya loe mah gak asyik.. " kata jefri sambil melempar tisu kepada andin


akhirnya setelah kelas berakhir mereka berkumpul di parkiran dan berangkat bersama - sama ke sebuah mall yang ada di kota itu.


mereka berencana untuk menonton dan makan di salah satu cafe yang terdapat di mall ini.


sesampainya mereka di mall jefri dan damar bertugas membeli tiket sebuah film romantis yang sedang ramai di bicarakan saat ini.


sedangkan yang lainnya mulai mencari tempat untuk makan.


cukup lama mereka menunggu jefri dan damar datang.


" sabar aja mungkin banyak yang antri juga kali.. " jawab tiara


tidak lama orang yang di tunggu datang juga, mereka langsung duduk dan mulai makan.


dan untungnya tiara dan yang lain sudah memesankan makanan untuk jefri dan damar sebelumnya.


" eh dapet gak tu tiketnya, malah langsung makan aja.. " protes andin


" tenang aja dapet ko, cuma kita harus nunggu dua jam lagi gak apa - apa kan.. ? " jelas damar


" iya gak apa -apa yang penting dapet.. " kata vina


" kita nunggu disini aja atau mau berkeliling.. ? " kini wulan ikut buka suara


" disini aja kali ya, cape gue kalau keliling.. " pinta sintia


dan yang lainnya pun mengiyakan keinginan sintia itu.

__ADS_1


setelah hampir dua jam mereka di cafe itu kini mereka mulai berjalan ke arah bioskop sebelum masuk mereka membeli minuman dan juga cemilan untuk mereka makan di dalam sana.


mereka mulai masuk kedalam jefri sengaja memesan kursi yang semuanya duduk sejajar, mereka mulai duduk di kursi yang sudah di tentukan.


tiara duduk di sebelah kiri vina, sehingga posisi tiara adalah yang paling pojok diantara teman - temannya.


film pun di mulai mereka menonton dengan sangat serius, begitu pula dengan tiara.


tiara yang mulai terbawa suasana pun ikut menangis karena sebagian isi dari film ini hampir mirip dengan dirinya.


cuma di dalam film prianya yang di tinggal pergi oleh wanitanya.


wanitanya meninggal karena sebuah penyakit yang mematikan.


tiara kembali mengingat saat - saat jenazah alfian datang kerumah dan sampai saat ini dia tidak akan pernah lupa akan hari itu.


tapi satu yang tiara yakini, dia selalu berharap alfian masih hidup dan kembali lagi kepadanya.


walaupun kemungkinan itu sangatlah kecil, terbukti sudah dua tahun lebih dia berharap tapi alfian tidak kunjung datang juga.


vina yang melihat tiara menangis mencoba memberikan ketenangan dengan cara memegang tangan tiara.


tiara melihat ke arah vina dan tersenyum, di antara teman - temannya yang lain hanya vina yang tahu tentang kisah hidupnya.


itu juga secara kebetulan, waktu itu vina tidak sengaja melihat tiara bersama nadira sedang bermain di sebuah mall dan vina pun menghampiri mereka.


dan dari situ tiara mulai terbuka dengan vina,


film pun akhirnya selesai tiara segera menghapus air matanya dengan cepat dia tidak ingin teman - temannya yang lain melihat dia menangis.


" iih sumpah filmnya sedih banget gue aja sampai nangis di dalam.. " kata wulan saat mereka sedang berjalan ke arah parkiran.


" iya loe bener, gue juga sama nangis di dalam.. gue gak bisa bayangin kalau gue yang jadi cowoknya pasti gue gak akan bisa bertahan.. " tambah citra


" guys aku pulang duluan ya, mamah udah nelepon terus dari tadi.. " kata tiara


" ya udah deh loe hati - hati ya.. " jawab andin


" loe pulang ma siapa apa perlu gue anter..? " tanya jefri


pasalnya tiara tadi pergi kesini ikut di mobilnya jefri

__ADS_1


" gak usah makasih aku bisa cari taxi, kamu anterin yang lainnya aja.. " setelah berpamitan pada yang lainnya tiara pun akhirnya pulang juga.


dia ingin segera sampai ke rumahnya dan memeluk putri kecilnya, hanya nadira putrinya yang bisa mengobati tiara saat ini.


__ADS_2