
seminggu telah berlalu, hari kelahiran anak mereka pun semakin dekat alfian juga sekarang lebih sering di rumah dia akan ke kantor kalau ada rapat yang sangat penting saja.
pagi ini tiara meminta alfian menemaninya ke sebuah supermarket dia ingin membeli sayur serta kebutuhan yang lainnya.
sesampainya di sana tiara dan alfian berjalan beriringan alfian yang membawa keranjang belanjaan serta tiara yang memilih - milih barang apa saja yang akan dia beli.
" yang nadira bukannya senang coklat.. ? kita belikan dia ya.. " kata alfian sambil menunjukan coklat yang ada di hadapannya.
tiara pun mengambil beberapa coklat dan langsung memasukannya ke dalam keranjang.
setelah itu dia berjalan ke arah tempat buah -buahan, dia ingin membeli beberapa buah yang kebetulan juga sudah habis.
" kamu mau buah apa yang..? " tanya tiara sambil melihat ke arah alfian
" anggur sama apel juga boleh.. " jawab alfian
tiara pun segera mengambil anggur dan apel pesanan alfian tidak lupa dia juga memasukan buah pisang ke sukaan nadira.
dan untuknya sendiri dia lebih memilih buah mangga dan pepaya.
setelah semua di rasa sudah cukup tiara merasa ingin sekali makan es cream dan dia pun segera mengambil nya.
sedangkan alfian sydah pergi ke kasir terlebih dahulu karena tiara yang menyuruh, tidak lama tiara pun datang dengan membawa 3 bungkus es cream di tangannya.
sambil menunggu alfian dia pun membuka salah satu es cream yang barusan di ambilnya.
cukup lama dia menunggu karena antrian yang cukup panjang, setelah memebayar semua belanjaan mereka pun segera pergi meninggalkan tempat itu.
" sekarang kita mau kemana lagi..? " tanya alfian
" aku ingin makan bakso yang di dekat tamab itu loh yang.. boleh ya.. ? " pinta tiara
alfian pun menganggukan kepalanya dan mulai menjalankan mobilnya pergi menuju tempat yang tiara inginkan.
sesampainya disana mereka langsung memesan bakso dan segera mencari tempat duduk.
karena posisi penjual basonya yang dekat dengan taman kota sehingga tempat ini selalu saja ramai akan pengunjung.
seperti saat ini mereka harus bergantian dengan pengunjung lain yang baru saja selesai makan.
setelah mendapatkan tempat duduk tidak lama pesanan mereka pun datang dan mereja mulai memakan nya.
" yang habis ini kamu mau kemana lagi.. ? " tanya alfian ketika mereka sudah menghabiskan baksonya
" aku mau ke taman itu sebentar kita duduk - duduk aja sambil melihat anak - anak main.. " kata tiara sambil tersenyum
" tapi ini udah siang loh yang pasti nanti panas.. " kata alfian berusaha menolak
" nggak akan kerasa panasnya apa lagi kalau kita duduknya di bawah pohon itu.. pasti sangat sejuk.. " kata tiara sambil menunjukan sebuah bangku yang tepat berada di bawah pohon yang sangat rindang
alfian pun mau tidak mau menuruti keinginan tiara toh mereka juga tidak melakukannya setiap hari.
karena posisi taman yang berada di seberang warung bakso akhirnya mereka pun harus menyebrang jalan terlebih dahulu untuk sampai di taman itu.
__ADS_1
alfian sengaja meninggalakn mobilnya di sedan warung bakso agar lebih praktis jadi dia tidak perlu mencari tempat parkir lagi nantinya
alfian pun menggengam tangan tiara dengan sangat erat, setelah sampai di taman mereka pun duduk di bangku sambil melihat anak -anak bermain.
terkadang mereka juga ikut tersenyum melihat tingkah lucu anak - anak itu.
" yang aku haus.. " kata tiara
" ya sudah kakak belikan dulu disana kamu tunggu saja kakak disini jangan kemana - mana " kata alfian sambil menunjuk penjual minuman yang tidak jauh dari mereka
" iya aku tunggu disini kamu tenang aja ya.. " jawab tiara sambil mengelus pipi alfian
alfian pun berdiri sebelum dia pergi di kecupnya kening tiara terlebih dahulu.
" tunggu sebentar ya.. " kata alfian sambil tersenyum
tiara hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban
alfian pun mulai berjalan meninggalkan tiara, di saat alfian sedang membeli minuman ada sebuah bola yang jatuh tepat di kaki tiara.
tiara pun mengambil bola itu dan melihat anak - anak sedang memperhatikan nya, mereka seolah sedang mengatakan ' cepat kembalikan bola kami '.
tiara pun menunjukan bola itu kepada anak -anak yang masih melihatnya, dan mereka menganguk secara bersamaan.
tiara pun tersenyum dia hendak melemparkan bola itu lagi tapi dia tidak memperhatikan langkahnya.
di depannya ada sebuah tangga kecil dan tiara tidak melihat itu, dia sempat menahan berat tubuhnya agar tidak terjatuh tapi tuhan berkehendak lain.
anak - anak yang meluhat kejadian itu segera berlarian ke arah tiara dan berteriak meminta pertolongan.
alfian melihat banyak anak - anak yang meminta tolong dia pun segera berlari ke arah anak -anak itu dia takut kalau itu istrinya.
dan benar saja seamapainya dia disana dia sangat terkejut ketika melihat tiara sedang duduk sambil memegangi perutnya dan dia juga melihat darah segar mengalir di kaki tiara.
alfian pun segera menggendong tubuh tiara dan membawanya masuk kedalam mobil, setelah memastikan tiara nyaman dia pun segera bergegas pergi ke sisi lain mobil ini.
" yang perut aku sakit banget... " kata tiara yang sudah menangis dari tadi
" sabar ya kita akan segera kerumah sakit.. " jawab alfian sambil mengelus rambut tiara.
alfian pun segera meninggalakan tempat itu sepanjang perjalanan tiara terus saja mengeluh tentang perutnya yang terasa sangat sakit.
" yang kalau terjadi sesuatu dengan aku kamu harus janji untuk menyelamatkan anak kita.. " kata tiara sambik terus memegangi perutnya yang semakin sakit
" sayang kamu jangan ngomong seperti itu aian akan baik - baik saja.. " jawab alfian berusaha menenangkan tiara
sejujurnya saat inu dia sangat panik, dia takut kehilangan mereka berdua.
" sayang bertahan ya sebentar lagi kita sampai.. " kata alfian sambil sesekali melihat ke arah tiara
tiara yang sudah tidak tahan lagi pun akhirnya tidak sadarkan diri dan itu membuat alfian semakin panik.
" sayang.. sayang.. bangun sayang.. kamu harus bertahan demi aku, demi anak - anak kita.. " kata alfian yang mulai terisak
__ADS_1
seaampainya di rumah sakit dia segera berteriak.meminta pertolongan kepada suster dan dokter yang sedang melintas di dekatnya.
mereka membawa tiara ke ruang bersalin sedangkan alfian segera menghubungi kedua orang tuanya.
cukup lama alfian menunggu sampai dia melihat ada seorang dokter yang keluar dari ruangan itu
alfian pun segera menghampirinya.
" dokter bagai mana keadaan istri dan anak saya.. ? " tanya alfian
" istri bapak harus segera di operasi karena tidak memungkinkan untun bu tiara melahirkan normal apa lagi dengan keadaan nya yang sudah tidak sadarkan diri.. jadi saya minta persetujuan dari bapak untuk bisa segera mengambil tindakan.. " jelas si dokter
" lakukan apa pun dokter agar bisa menyelamatkan mereka berdua.. " jawab alfian
setelah menandatangni beberapa berkas dokter pun segera membawa tiara ke ruang operasi di antar oleh alfian tentunya.
sepanjang perjalanan alfian terus saja memegang tangan tiara dan membisikan kata - kata penguat untuk nya.
" sayang aku mohon kamu harus bertahan demi aku dan anak - anak kita.. kakak akan menunggu kamu disini.. " kata alfian dan diapun mengecup kening tiara sebelun tiara benar - benar masuk ke ruang operasi.
alfian pun duduk di kursi dia tidak kuasa menahan air matanya yang terus saja mengalir.
tidak lama kedua orang tuanya pun datang dan langsung duduk di samping alfian.
mamah langsung memeluk tubuh alfian dengan sangat erat, berharap dengan pelukannya alfian bisa lebih kuat dan tegar lagi.
" mah aku nggak becus jaga tiara.. seharusnya aku nggak ninggalin dia tadi.. " sesal alfian
" sayang ini sudah kehendak yang di atas kita tidak bisa merubahnya.. " jawab mamah sambil mengelus punggung putra semata wayangnya itu.
cukup lama mereka menunggu sampai akhirnya mereka mendengar suara tangisan bayi dari dalam sana.
mereka semua tersenyum bahagia.
" mah anak fian sudah lahir.. " kata alfian sambil terus tersenyum
" iya sayang selamat akhirnya kamu kembali menjadi ayah.. " jawab mamah
tapi mereka masih belum melihat dokter atau pun suster keluar dari ruangan itu, alfian pun semakin khawatir dia takut terjadi sesuatu dengan istri nya.
" mah kenapa mereka masih belum keluar juga.. ? " tanya alfian
tidak lama seorang dokter keluar dari dalam sana mereja bertiga pun segera bangun dan menghampiri si dokter itu.
" dokter bagai mana keadaan istru dan anak saya.. ? " tanya alfian
" selamat putra bapak lahir dengan selamat saat ini dia sedang di bersihkan oleh suster nanti setelah selesai bapak bisa melihatnya di ruang bayi.. tapi tentang bu tiara... " dokter itu pun menjeda perkataan nya
alfian yang penasaran apa yang sudah terjadi dengan istrinya itu pun segera bertanya kepada dokter yang ada di hadapannya.
" istri saya kenapa dokter.. ? " tanya alfian setengah berteriak
" maaf pak karena pendarahan yang sangat hebat membuat keadaan bu tiara sangat buruk.. kami sudah melakukan semampu kami tapi tuhan berkata lain... "
__ADS_1