guruku, imam ku

guruku, imam ku
57


__ADS_3

nadira pun mendekat kearah tiara dia meletakan tangan mungilnya di perut rata milik sang bunda di elusnya perut itu dan sesekali nadira juga menciuminya.


" dede bayi cepat - cepat besar ya, biar bisa bermain dengan kak ira nanti kak ira ajak main rumah - rumahan.. " kata nadira


alfian dan tiara yang menyaksikan itu pun merasa terharu, tiara mengelus rambut nadira dengan penuh sayang.


" sayang kamu mau bantu ayahkan.. ? " tanya alfian kepada nadira


" mau, ira harus bantu apa yah.. ? " tanya nadira semangat


" bantu ayah jaga bunda sama dede bayi mau kan.. ? " tanya alfian sambil tersenyum


" iya yah ira mau.. ira akan jaga bunda sama dede bayi.. " kata nadira lalu mengecup lagi perut tiara


tiara tersenyum melihat tingkah putrinya itu, dia berharap kehamilannya yang sekarang membawa kebahagian di dalam keluarga kecil mereka.


" sayang sekarang main sama mbak dulu ya, ayah mau nganterin bunda ke kamar.. biar bunda sama dede bayinya bisa beristirahat.. " kata alfian


" iya ayah.. " nadira pun berlari kearah pengasuhnya


sedangkan alfian membawa tiara masuk kedalam kamarnya, setelah berada di dalam kamar alfian merebahkan tiara di atas tempat tidur.


tidak lupa alfian juga menyelimuti tubuh tiara, di pandanginya wajah tiara


" kak kenapa lihat aku seperti itu.. ? " tanya tiara heran


" enggak kenapa - napa sayang, kakak cuma bahagia saja akhirnya kita kembali di beri kepercayaan lagi.. kakak akan berusaha menjaga kalian.. " jelas alfian


tiara tersenyum sambil mengelus pipi alfian dengan sangat lembut.


" sekarang kamu istirahat saja biar kondisi kamu juga pulih lagi.. " pinta alfian


tiara hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban lalu dia pun mulai memejamkan matanya dan mulai masuk kealam mimpi.


setelah di rasa tiara sudah tertidur alfian segera bangun dan dia pun mulai berjalan kearah kamar mandi.


dia akan bersih - bersih terlebih dahulu sebelum memeriksa pekerjaannya, selesai bersih - bersih dan berganti baju alfian melihat kearah tiara yang masih terlelap.


dia memutuskan untuk mengerjakan pekerjaannya di kamar saja, di bukanya laptop kesayangan alfian lalu dia mulai memeriksa setiap email yang di kirim oleh sekertarisnya.


waktu pun berjalan dengan sangat cepat, khumaira terbangun dan melihat ke sampingnya.

__ADS_1


dia tidak menemukan alfian disana, tiara pun melihat ke sekeliling dan akhirnya matanya dapat menemukan apa yang sedang di carinya itu.


tiara bangun dan turun dari tempat tidur, dia melangkahkan kakinya ke arah alfian yang sedang fokus bekerja.


tiara duduk si samping alfian, alfian pun melihat tiara dan tersenyum.


" bagai mana sekarang sudah enakan.. ? " tanya alfian sambil menyimpan laptopnya di meja


tiara mengangukan kepalanya dia merebahkan kepalanya di paha suami tercinta rasanya sangat nyaman.


alfian mengelus rambut tiara dengan sangat lembut.


" kenapa sayang, apa ada yang dirasa.. ? " tanyan alfian khawatir


" tidak kak, aku cuma ingin seperti ini saja.. " jawab khumaira lalu memejamkan matanya


alfian berfikir ini mungkin saatnya dia mengatakan keinginannya itu kepada tiara, alfian pun membuka suaranya.


" sayang.. " panggil alfian


" hmmmm.. "


" bicara soal apa kak.. ? " tanya tiara penasaran lalu dia pun membuka matanya dan menatap mata alfian


" sayang kakak mau kamu berhenti bekerja, kakak sebenarnya tidak masalah kalau kamu mau bantu kakak di kantor tapi keadaannya sekarang berbeda sayang, kamu sedang hamil dan kamu dengar sendirikan tadi dokter bilang apa.. kamu tidak boleh kecapean atau pun strees, dan yang kakak tahu di kantor akhir - akhir ini sedang banyak pekerjaan.. kakak bicara seperti ini karena kakak tidak ingin kalian kenapa - napa.. "


alfian sengaja menjeda perkataannya dia ingin tahu reaksi tiara, tapi tiara hanya diam saja sambil menatapnya.


akhirnya alfian pun meneruskan perkataannya barusan.


" sayang kalau kamu di rumah kamu bisa punya waktu banyak untuk mengurus diri kamu sendiri dan nadira, kamu juga jadi punya banyak waktu untuk beristirahat.. " tambah alfian


" lalu pekerjaan ku di kantor bagai mana.. ? " tanya tiara setelah lama terdiam


" sayang di kantor itu banyak orang, nanti kakak akan meminta seseorang untuk menggantikan kamu.. kamu mau ya berenti kerja demi janin ini.. " kata alfian sambil mengelus perut tiara


tiara pun terdiam lalu tidak lama dia pun mengangukan kepalanya.


" baiklah aku akan berhenti kerja tapi setelah aku menyelesaikan proyek yang di makasar, waktunya sudah mepet dan orang yang akan menggantikan ku nantinya pasti harus beradaptasi dulu, jadi sambil menunggu proyek itu selesai aku bisa sambil menjelaskan ke pengganti ku itu, gimana kak.. ? "


" proyek di makasar... ? " alfian pun mulai berfikir proyek ini sangat besar dan penting bagi perusahaan pasti nantinya tiara akan sangat sibuk bahkan setelah menangani proyek ini tiara selalu saja sibuk.

__ADS_1


" bagai mana kalau seperti ini, kakak kasih kamu waktu satu minggu untuk menjelaskan tentang proyek ini ke orang yang akan menggantikan kamu nantinya dan setelah satu minggu itu mau tidak mau kamu harus segera berhenti bekerja.. " usul alfian


tiara pun memikirkan perkataan alfian, satu minggu menurut tiara sudah cukup untuk menjelaskan dan juga melihat hasil kerja dari orang yang akan menggantikannya nanti.


" baiklah aku setuju.. " jawab tiara sambil tersenyum


" tapi masih ada satu lagi.. " kata alfian tiba -tiba


" apa lagi kak.. ? "


" selama satu minggu ini kamu tidak boleh terlalu kecapean kalau kamu merasakan sesuatu kamu harus langsung istirahat kalau perlu kamu hubungi kakak.. " pinta alfian


tiara tersenyum mendengar permintaan alfian itu, tiara merasa beruntung bisa memiliki alfian di dalam hidupnya.


" iya suami ku sayang, istrimu ini akan menuruti semua perintah dan keinginan mu ini.. " jawab tiara


alfian tersenyum mendengar jawaban yang keluar dari mulut tiara.


tiara bangun dari posisinya dan mulai duduk, dia merasa perutnya sudah sangat lapar sekali.


" kak aku lapar ayo kita makan.. " ajak tiara sambil menarik tangan alfian


" tentu, ayo " alfian pun bangun dari duduknya tapi dia melihat tiara masih saja duduk


alfian duduk kembali dan mengelus rambut tiara dengan penuh rasa sayang.


" katanya lapar kok masih duduk.. ? " tanya alfian heran


" aku ingin di gendong " pinta tiara dengan muka sedihnya


alfian tersenyum mendengar permintaan istrinya itu.


dia pun meletakan tangannya di bawah kaki tiara tapi sebelum alfian sempat mengangkat tubuh tiara, tiara sudah terlebih dahulu membuka suara.


" iiih kakak aku pengen di gendong di belakang bukan seperti ini.. " rengek tiara


alfian pun segera berjongkok agar tiara lebih mudah untuk naik ke punggungnya, tiara tersenyum bahagia.


dia pun mulai melingkarkan tangannya di leher alfian, setelah di rasa aman alfian lalu berdiri.


dia mulai berjalan meninggalkan kamar mereka sambil mengendong tiara.

__ADS_1


__ADS_2