guruku, imam ku

guruku, imam ku
33


__ADS_3

semenjak kejadian di mall waktu itu sikap andra berubah kepada tiara, di kampus biasanya andra akan cuek dan dingin tapi sikap itu tidak berlaku untuk tiara.


bahkan sudah beberapa kali juga andra meminta bertemu dengan nadira, tiara pun tidak bisa menolak permintaan andra setiap kali dia ingin bertemu dengan putri kecilnya itu.


terkadang andra suka menitipkan kado atau apa pun untuk putrinya itu


seperti hari ini saat tiara sedang makan di kantin, tiba - tiba andra menghampirinya.


" ra bisa minta tolong gak.. ? " kata andra saat berada di hadapan tiara


sontak perkataan andra tersebut menjadi perhatian teman - teman tiara.


" mau minta tolong apa kak.. ? "


" bisa tolong kasihkan ini ke nadira.. ? " tanya andra sambil memberikan beberapa coklat


tiara melihat andra


" kak aku harap kakak jangan sering - sering memberikan nadira hadiah - hadiah seperti ini, menurutku ini berlebihan.. " kata tiara tegas


" ra kakak mohon jangan meminta hal seperti itu kakak sayang sama nadira, dan kakak ikhlas ngasih semua ini buat dia.. " pinta andra


tiara akhirnya mengalah dia mengambil coklat dari tangan andra dan memasukannya ke dalam tas.


" terima kasih ra.. " kata andra sambil tersenyum andra pun segera pergi meninggalkan tiara, tanpa menunggu jawaban dari tiara.


setelah andra pergi teman - teman tiara melihat ke arah tiara, mereka tidak tahu siapa itu nadira.


" ra kak andra lagi suka sama seseorang ya.. ? " tanya citra


" mungkin.. " jawab tiara singkat


" ko mungkin sih ra, itu tadi dia menyebut nama ' nadira ' dia itu siapa sih ra..? dia cantik ya sampai - sampai kak andra ngasih banyak hadiah ke dia.. " kini giliran sintia yang bertanya


" nadira sangat cantik, anaknya juga manis " jawab tiara sekenanya


" ya gak ada harapan dong buat gue deket sama kak andra.. " kata citra lesu


tiara tidak berniat menjawab dia hanya tersenyum melihat tingkah sintia dan citra yang cemburu dengan nadira putrinya.


mereka tidak tahu kalau nadira yang di maksud andra adalah anak yang berusia dua tahun lebih.


setelah kelas selesai tiara segera pulang ke rumah dia sangat merindukan malaikat kecilnya.

__ADS_1


sesampainya di rumah tiara melihat nadira sedang bermain di temani mamah mertuanya.


tiara segera menghampiri mereka.


" assalam mualaikum.. " salam tiara


" waalaikum salam " jawab mamah dan nadira bersamaan


tiara mencium tangan mamah mertuanya dan setelah itu dia segera memeluk tubuh mungil nadira.


" bunda kangen banget sama ira, ira hari ini ngapain aja sama oma.. ? " tanya tiara sambil membawa nadira ke pangkuannya


" ira main masak - masakan, bunda tahu tadi ira menggambar bunda " kata nadira berseri - seri


" oya ira gambar bunda, coba bunda pengen lihat.. "


nadira pun segera berlari untuk mengambil buku gambarnya.


tidak lama dia sudah kembali lagi dengan buku gambar di tangannya.


" ini bunda " kata nadira setelah berada di hadapan tiara


tiara melihat gambar yang di buat oleh anaknya itu.


" ini oma, opa, bunda, ira, ayah dan om baik.. " jelas nadira sambil menunjuk satu persatu gambar yang di buatnya.


tiara melihat gambar itu dan tanpa di sadari dia mulai menangis, mamah yang melihat itu memegang bahu tiara.


tiara segera menghapus air matanya dan tersenyum ke arah mamah,


" gambarnya bagus sayang bunda akan memasang ini di kamar bunda, bolehkan.. ? " tanya tiara


" iya boleh bunda.. ini buat bunda " kata nadira sambil memberikan gambar yang tadi di buatnya.


tiara mengambil gambar itu dan memandanginya, dia teringat dengan andra.


tiara membuka tas dan mengambil coklat pemberian andra


" sayang tadi bunda ketemu sama om baik, om baik nitip ini buat ira.. " kata tiara sambil memberikan coklat pemberian andra ke nadira


" horeee ira dapet coklat terimah kasih bunda.. " kata nadira senang


" tapi ingat jangan di habiskan semua sekarang ya, nanti ira sakit.. " pinta tiara

__ADS_1


" iya bunda " nadira pun mulai memakan coklat pemberian andra untuknya


" andra baik banget sama nadira ya ra.. " kata mamah


" iya mah, cuma aku jadi gak enak aja sama yang lain, aku juga gak mau andra terlalu dekat sama nadira. tadi sih di kampus aku udah negor dia tapi dia malah minta aku jangan jauhin dia sama nadira.. " kata tiara


" maksud kamu.. ? " tanya mamah tidak mengerti


tiara pun menjelaskan kejadian di kampus tadi saat andra memberikan coklat itu ke tangannya, mamah mendengarkan cerita tiara sambil tersenyum bahagia.


" mamah gak nyangka andra segitu sayangnya sama nadira, padahalkan mereka belum lama bertemunya.. " kata mamah setelah mendengar penjelasan tiara.


malam pun datang seusai makan malam tiara membawa nadira masuk ke dalam kamarnya, malam ini dia ingin tidur bersama putri kecilnya itu.


tiara membacakan buku cerita untuk nadira, nadira sangat senang mendengarkan cerita dari tiara tidak lama mata nadira mulai tertutup.


tiara melihat putrinya sudah tidur dia mencium kening nadira dan menyelimuti tubuhnya.


tiara menyimpan buku cerita itu di meja samping tempat tidurnya.


dia melihat foto alfian, tiara mengambil foto itu dan memandanginya.


" kak kapan kamu kembali, apa benar kata mamah itu hanya perasaan ku saja, apa perasaan ku kali ini salah.. kalau kamu memang masih hidup tolong segera kembali kami sangat merindukanmu.. " kata tiara dia mulai menangis


tiara sangat merindukan sosok alfian, entah kenapa sekarang dia mulai ragu dengan perasaannya.


tiara takut perasaannya membohonginya selama ini, bahkan untuk bermimpi bertemu dengan alfian pun sudah tidak pernah.


alfian enggan masuk kedalam mimpinya, setiap akan tidur tiara selalu berharap dia memimpikan kekasih hatinya itu tapi esok paginya dia harus merasa kecewa.


tiara terus saja menangis sampai dia tidak sadar ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya.


siapa lagi kalau bukan mamah mertua tiara, mamah berjalan ke arah tiara dan memegang bahunya.


tiara yang merasa ada yang memegangnya segera melihat ke arah orang itu, setelah dia tahu siapa tiara langsung masuk ke dalam pelukan mamah.


tiara semakin terisak mamah yang tidak tahan melihat menantunya seperti ini pun mulai menangis.


" sayang mamah mohon sudah, jangan terus mengingat fian dia sudah tenang disana. kamu dan nadira harus melanjutkan hidup kalian, cari pendamping untuk kamu yang menyayangi kamu dan nadira dengan tulus. mamah ingin melihat kamu dan nadira bahagia, kamu jangan terus - terusan hidup dalam bayang - bayang fian sayang..


.. kamu harus buka lembaran baru, kamu tidak perlu melupakan alfian tapi kamu cukup menyimpan kenangan bersamanya di dalam hati kamu yang paling dalam. sudah dua tahun lebih fian ninggalin kita, kalau memang dia masih hidup pasti dia sudah kembali lagi bersama kita, tapi kamu lihatkan sampai sekarang dia tidak datang kesini itu artinya fian memang benar - benar sudah pergi untuk selama - lamanya.. " kata mamah panjang kali lebar


tiara merasa dadanya sangat sakit mendengar perkataan ibu mertuanya itu, tiara masih belum terima kalau fian memang benar - benar sudah meninggalkan dirinya untuk selama - lamanya.

__ADS_1


__ADS_2