
setelah sampai rumah baik alfian maupun tiara pamit untuk langsung masuk ke kamar nya. kini mereka sudah berada di dalam kamar tiara merasa sangat canggung,
" kamu bersih - bersih saja dulu nanti baru saya... " titah alfian
tiara pun langsung masuk ke kamar mandi setelah sebelum nya menyimpan belanjaan nya tadi. setelah 15 menit tiara keluar dari dalam kamar mandi dia juga sudah berganti pakaian dengan baju tidur.
kini giliran alfian yang masuk, tapi sebelum alfian melangkahkan kaki nya, dia melihat tiara dan mengatakan
" kamu istirahat saja dulu karena besok kamu sudah mulai sekolah jadi harus bangun pagi - pagi, dan kamu bisa tidur di tempat tidur itu... "
alfian yang melihat tiara hanya diam berdiri saja melanjut kan perkataan nya
" tenang saja saya tidak akan menyentuh kamu.. jadi kamu tidak perlu khawatir.. " alfian seperti tahu apa yang sedang ada dalam fikiran tiara.
setelah mengatakan itu alfian pun pergi masuk kedalam kamar mandi, karena sudah merasa mengantuk tiara pun naik ke atas tempat tidur dan langsung terlelap.
30 menit alfian keluar dari kamar mandi dia melihat ke arah tempat tidur dan melihat tiara sudah tertidur disana, dia pun mendekat dan membenarkan selimut tiara dan menarik nya sampai ke atas dada.
alfian pun ikut merebah kan dirinya dia samping tiara, dia benar - benar tidak menyangka akan menikah secepat ini.
bahkan dia menikah dengan orang yang tidak dia cintai dan tidak mengenalnya.
alfian kembali mengingat permintaan mertua nya yang meminta dia untuk menjaga tiara dan menikahinya, alfian tidak bisa menolak karena keluarga tiara sudah banyak membantu keluarga alfian.
alfian masih ingat dulu waktu papah nya alfian sakit ginjal dan perlu donor ginjal ayah tiara rela memberikan ginjal nya untuk kesembuhan papah nya.
begitu pun ketika keluarga alfian terpuruk karena di jebak oleh seseorang dan tidak ada yang mau menerima mereka, tapi cuma keluarga tiara malah mau menerima mereka di rumah nya.
akhir nya alfian pun berniat membalas kebaikan keluarga tiara dengan cara menikahinya.
alfian memandangi wajah tiara, sebenar nya tiara sangat cantik mata besar, bulu mata nya pun sangat lentik, hidung mancung, kulit nya berwarna putih bersih, dan bibir nya yang tipis dan berwarna pink sangat menggoda untuk di cicipi.
__ADS_1
tapi sayang sikap nya sangat dingin.
alfian pun mengelus bibir tiara, tapi dia tersadar dan segera menyudahi aksinya.
sebelum tidur alfian mengecup kening tiara untuk pertama kalinya
" aku akan berusaha membuat kamu bahagia.. " alfian pun tersenyum lalu terlelap tidur sambil memeluk tiara.
¤ ¤¤¤
tiara terbangun dari tidur nya dan dia merasakan seperti ada beban di atas perut nya, dia ingin melihat apa yang membuat perut nya merasa berat itu.
setelah tiara sadar ternyata itu sebuah tangan, tangan yang sangat kekar, siapa lagi pelakunya kalau bukan alfian.
dia urungkan untuk bangun karena tidak mau mengganggu tidur alfian, akhir nya tiara berbaring lagi dan menghadap alfian.
dia memperhatikan alfian, alfian memang sangat tampan hidung mancung, dan ada sedikit rambut - rambut tipis di sekitar wajah nya membuat dia semakin tampan.
tok.. tok.. tok..
" den permisi disuruh segera turun oleh ibu.. "
alfian yang menyadari itu langsung menurunkan tangan nya dari perut tiara dan berjalan ke arah pintu
" iya mbok, bilang sama mamah fian mau siap - siap dulu "
tidak lama alfian menutup pintu kamar lagi dan melihat tiara juga sudah bangun dan sedang membereskan tempat tidur mereka.
alfian segera masuk ke kamar mandi, setelah selesai, kini giliran tiara yang masuk.
tidak butuh waktu lama untuk tiara dia keluar kamar mandi dan mendapati alfian sudah memakai kemeja warna maron dan celana katun.
__ADS_1
dia sedang merapikan baju nya, tiara berlalu ke arah cermin dan dia mulai bersiap - siap, karena dia tidak terbiasa berdandan yang berlebihan jadi dia hanya memakai bedak bayi dan untuk bibir nya dia memakai liptin warna pink biar terlihat tidak pucat.
tidak lupa juga dia mengikat rambut nya, tiara mengikat rambut nya dengan model ekor kuda, sehingga dia terlihat sangat manis.
alfian yang melihat itu pun seketika terpesona dengan tiara, setelah tersadar alfian mengajak tiara segera turun untuk sarapan.
di meja makan sudah ada mamah dan papah nya alfian, papah nya alfian sudah rapi dengan setelan jas nya, tiara menyimpulkan kalau papah nya alfian bekerja kantoran.
dia mulai memakan sarapan nya, pandangan nya jatuh kearah alfian, dia tidak tahu suami nya bekerja apa dan dimana. karena dari awal mereka kenal lalu menikah, mereka tidak banyak bicara.
papah pamit untuk pergi dan di antar oleh mamah, tidak lama alfian pun mengajak tiara untuk segera berangkat karena ini hari senin jalanan di ibu kota pasti sangat macet.
setelah pamit kepada mamah alfian mereka pun mulai meninggalkan rumah itu.
tidak membutuhkan waktu lama bagi alfian dan tiara kini mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah tiara yang baru.
SMA KENCANA sekilas tiara membaca nama sekolah baru nya, alfian memasuki halaman parkir yang luas, tiara dapat melihat banyak siswa - siswa berlalu lalang disana.
tidak lama alfian pun mengajak tiara untuk turun dari mobil, mereka akan menuju ruangan kepala sekolah terlebih dahulu.
di sepanjang koridor sekolah banyak yang memperhatikan tiara dan alfian, tiara merasa heran kenapa siswa - siswa disini seperti mengenal alfian, dan menyapa nya bahkan mereka memanggil alfian dengan sebutan ' pak '.
akhir nya mereka sampai di depan pintu kepala sekolah, alfian terlebih dahulu mengetuk pintu ruangan tersebut, setelah terdengar suara yang mempersilah kan masuk dari dalam ruangan alfian dan tiara mulai masuk ke ruangan itu.
terlihat seorang pria paruh baya sedang duduk di atas kursi kerajaan nya, setelah pria tersebut melihat siapa yang datang dia pun langsung berdiri dan menghampiri alfian dan tiara.
mereka berbincang di sofa yang tersedia di ruangan itu, setelah cukup lama berbincang alfian membawa tiara keruangan nya. dia menyuruh tiara menunggu di situ sampai dia menjemput nya lagi.
tiara hanya diam saja, setelah pintu tertutup tiara berdiri di depan kaca, dia dapat melihat siswa - siswa sedang berupacara dan dari sini dia juga bisa melihat alfian sedang berdiri di antara jajaran guru - guru disini.
tiara pun mengambil kesimpulan kalau suami nya itu juga salah satu pengajar di sekolah ini.
__ADS_1