guruku, imam ku

guruku, imam ku
70


__ADS_3

pagi pun datang tiara tersenyum ketika mengingat kejadian semalam, dia merasa puas karena sudah berhasil menjahili alfian.


anggap saja ini sebagai hukuman darinya karena waktu itu dia sudah membuatnya bersedih.


tiara segera bangun dari tidurnya dan bergegas ke kamar mandi, setelah selesai bersih - bersih dan berganti baju dia segera pergi ke ruang makan perutnya sudah terasa sangat lapar.


di sana sudah ada bi narti yang sedang menyusun makanan di meja, tiara pun mulai duduk.


" neng tiara mau sarapan sekarang.. " tanya bi narti


" iya bi " jawab tiara singkat sambil mengambil piring kosong yang di berikan bi narti.


" bi sosis di kulkas masih ada nggak.. ? " tanya tiara


" masih neng "


" tolong di bakar ya, sekalian kalau masih ada baso pakai juga " pinta tiara


" baik neng " setelah mengatakan itu bi narti pun kembali ke dapur


tidak lama alfian pun ikut bergabung, dia menghampiri tiara dan mengecup keningnya sekilas.


" pagi sayang " sapa alfian


" pagi "


" kamu nggak minum susu.. ? " tanya alfian heran karena di sana tidak ada gelas yang berisi susu untuk tiara


" aku lagi nyuruh bi narti bakar sosis dulu baru bikin susu " jelas tiara


" biar ayah saja yang bikin susunya ya sayang " kata alfian sambil mengelus perut tiara dan bayi yang ada di perut tiara pun merespon ucapan alfian barusan.


tangan alfian di tendangnya dengan cukup kencang, alfian yang baru merasakan itu sangat terkejut sekaligus senang.


" kamu senang ya sayang ayah bikinin susu, kamu tunggu sebentar ya nanti ayah kembali lagi bawa susu hangat untuk kamu.. "


alfian pun menghentikan elusannya di perut tiara dan berjalan ke arah dapur, tiara dapat melihat alfian sedang membuat susu untuk dirinya.


tiara tersenyum sekilas dia mengelus perut nya.

__ADS_1


" kamu kangen ayah ya sayang.. " kata tiara pelan


tiara pun melanjutkan sarapannya yang sempat tertunda barusan, tidak lama alfian datang dengan membawa susu coklat hangat untuk tiara.


" ini sayang susunya " alfian pun meletakan segelas susu di samping tiara


" hmmm " jawab tiara sambil mengunyah nasi goreng


alfian pun mulai mengambil piring kosong dan mengisinya dengan nasi goreng serta lauknya.


mereka makan dalam diam, tidak lama bi narti datang dengan membawa sepiring sosis dan baso bakar pesanan tiara beserta sausnya .


" ini neng " kata bi narti sambil memberikan piring itu ke tiara


" terima kasih bi " kata tiara sambil mengambil piring berisi sosis


tiara pun langsung memakannya, sedangkan alfian hanya melihat horor kepada tiara.


sejak kehamilannya masuk 4 bulan nafsu makan tiara juga ikut berubah, sikap manja nya juga sedikit berkurang dan sekarang tiara lebih senang marah - marah.


alfian harus bisa tahan menghadapi sikap tiara yang satu itu, sepiring sosis dan baso pun sudah tiara habiskan sendiri dan sekarang lanjut ke susu hangat yang tadi alfian buat untuknya.


setelah meghabiskan semua sarapannya tiara dan alfian pun segera meninggalkan ruang makan.


setelah satu jam alfian berada di ruang kerja akhirnya dia pun segera menyusul tiara ke ruang keluarga.


sesampai nya disana alfian melihat tiara sedang menonton acara tv sambil memakan keripik pisang.


alfian duduk di samping tiara dan dia melihat istrinya itu yang fokus ke tv sedangkan tangannya tidak henti - hentinya mengambil cemilan di dalam toples.


" sayang kamu masih belum kenyang.. ? " tanya alfian heran


" udah kok, kenapa emangnya.. ? " tanya tiara tanpa melihat alfian


" itu kakak lihat dari tadi kamu tidak berhenti makan, lihat itu keripik aja tinggal sedikit... apa nanti tidak apa - apa.. ? " tanya alfian khawatir


" nggak apa - apa kok.. kak.. "


" iya sayang, kenapa.. ? "

__ADS_1


" aku mau mangga muda yang baru metik dari pohonnya, kayanya seger banget " pinta tiara sambil melihat kearah alfian dengan penuh harap


" pagi - pagi gini, di dekat sini mana ada pohon mangga sayang.. "


" ada di dekat pos satpam depan itu loh, rumahnya mbak wati " jelas tiara


" memang sekarang lagi musim nya, gimana kalau tidak ada buahnya sama sekali dan di tambah lagi memang nggak ada di tempat lain ya selain di rumah mbak wati.. ? " alfian pun berusaha membujuk tiara.


" ayah dedek bayi pengenya mangga muda yang di depan rumah mbak wati.. kalau ayah nggak mau ambilkan ya sudah nanti malam ayah tidur di luar lagi " ancam tiara


tiara pun segera berdiri dan pergi meninggalkan alfian sendiri, setelah alfian sadar tiara sudah pergi dia segera berlari menyusul tiara ke dalam kamarnya.


" sayang kok gitu sih, kakak kan kangen sama kamu masa di suruh tidur di luar lagi.. " rengek alfian setelah mereka berada di dalam kamar


" ya sudah kalau gitu kakak ambilin itu buah mangga nya dan ingat harus yang di depan rumah mbak wati nggak boleh di tempat lain dan harus kakak sendiri yang ambil " kata tiara tegas


akhirnya alfian pun mau tidak mau mengalah dari pada nanti malam dia harus tidur di ruang kerja lagi seperti semalam dia tidak akan pernah mau.


alfian sudah sangat merindukan istrinya itu dia ingin tidur sambil memeluk tubuh tiara.


" ya sudah kakak berangkat, tapi kamu harus janji nanti malam kakak tidur di kamar sama kamu "


" iya sayang, sudah sana cepat ambil buah mangganya "


alfian pun mengecup kening tiara sekilas lalu pergi meninggalkan tiara yang tersenyum penuh kemenangan.


sebenarnya dia tahu alfian sangat tidak suka pergi ke rumah mbak wati, karena dulu awal mereka pindah ke rumah ini mbak wati selalu mendekati alfian bahkan dengan seribu alasan mbak wati selalu datang ke rumah mereka.


alfian sudah sampai di depan pagar rumah mbak wati, dia pun mulai melihat - lihat pohon mangga yang ada disana dan benar saja pohonnya sedang berbuah.


alfian pun membuka gerbang dan mulai berjalan mendekat ke pintu rumah mbak wati, saat alfian akan mengetuk pintu secara kebetulan mbak wati juga keluar rumah.


" loh fian.. tumben kamu kesini ada apa..? " tanya mbak wati heran


" itu mbak saya mau minta mangga muda yang ada di halaman rumah mbak.. " jawab alfian langsung ke intinya


" pagi - pagi gini.. ? buat siapa sayang ? " tanya mbak wati sambil mengelus pipi alfian


" buat istri saya mbak dia pengen makan buah mangga yang ada di halaman mbak, saya beli deh mbak " jawab alfian sambil menjauh dari mbak wati

__ADS_1


" oh tiara lagi ngidam ya, ya sudah mbak suruk pak parjo ngambil kamu tunggu di dalam saja sama mbak " ajak mbak wati


" maaf mbak tapi istri saya pengennya saya yang ambil sendiri mangganya " alfian pun melepaskan tangan mbak wati yang dari tadi memegang tangannya.


__ADS_2