
cukup lama andra berada di kamar nadira, dia bermain dan menyuapi nadira buah dan itu tidak luput dari penglihatan alfian.
andra pun pamit kepada semua orang yang berada di kamar itu, dia harus segera kembali ke kantor karena dia harus menghandiri sebuah rapat yang sangat penting.
" sayang om pulang dulu ya.. kamu harus banyak makan dan istirahat ya, nanti kalau om ada waktu om datang lagi lihat kamu.. " kata andra lalu mengecup kening nadira
" ya om baik.. " jawab nadira sambil tersenyum
" om, tante andra duluan ya.. " kata andra sambil mencium tangan kedua orang tua alfian
" iya.. kamu hati - hati ya dra.. " kata mamah alfian
" iya tante, ra kakak pulang dulu ya.. "
tiara tidak menjawab dia hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
" mas saya pamit dulu.. " kata andra kepada alfian sambil menjabat tangannya
" iya.. " jawab alfian datar
tiara bangun dari duduknya dan hendak mengantarkan andra kedepan pintu kamar nadira.
mereka berjalan beriringan
" jadi dia sudah kembali.. ? " tanya andra setelah sampai di luar kamar nadira
" iya.. " jawab tiara sambil menunduk, dia tidak sanggup menatap wajah andra dia tidak bisa melihat kekecewaan di mata andra.
" apa karena dia kamu menolakku.. ? "
" iya, karena aku masih berharap dia masih hidup.. dan kenyataannya dia memang masih hidup dan ada di sini sekarang.. kak aku minta maaf kalau aku nyakitin kamu lagi, tapi perasaanku tidak bisa berpaling darinya.. " jelas tiara
" aku ngerti.. aku harap kamu dan dia bahagia.. ra tapi aku masih bolehkan bertemu dengan nadira.. ? "
" tentu boleh kak, kapan pun kakak mau kakak bisa bertemu dengannya.. "
" terima kasih, kalau gitu kakak pulang dulu ya.. "
" iya, kakak hati -hati ya.. "
andra hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban dia pun pergi meninggalkan tiara seorang diri, setelah dirasa andra sudah jauh tiara baru masuk lagi ke kamar nadira.
alfian terus saja memperhatikan tiara semenjak dia kembali lagi setelah mengantar andra tadi.
karena sudah sore kedua orang tua alfian pun pulang, nadira juga sudah tertidur kini hanya tinggal alfian dan tiara di ruangan itu.
__ADS_1
alfian dan tiara duduk bersebelahan di sofa, tiara yang sedang memeriksa berkas yang di kirim ika untuknya tadi, sedangkan alfian hanya memperhatikan tiara.
" ra.. kakak boleh nanya sesuatu gak.. ? " kata alfian
" nanya apa kak.. ? "
" sebenarnya siapa andra dan ada hubungan apa kalian dengannya.. kakak lihat dia sangat dekat sekali dengan mamah, papah, kamu dan nadira tentunya.. ? "
tiara meletakan berkas yang ada di tangannya dan memyimpannya di atas meja, di tatapnya alfian dalam - dalam.
" kak andra itu senior aku waktu di kampus, kak andra dulu laki - laki yang cuek dan dingin, bahkan kalau para junior ketemu sama dia di kampus pun, dia tidak pernah menyapa kepada juniornya termasuk aku. tapi setelah hari itu, hari dimana nadira hilang di sebuah mall aku lihat nadira sedang bermain sama dia dan dari saat itu sikap dia sama aku dan nadira jadi baik, lebih tepatnya sih ke nadira ya..
.. kalau di kampus dia sering memintaku memberikan hadiah - hadiah atau makanan untuk nadira, dan andra juga sering mengajak nadira pergi jalan - jalan atau sekedar bermain di taman.. hubungan mereka pun mejadi sangat dekat sampai sekarang..
...mamah sama papah deket sama andra juga karena terkadang dia suka datang kerumah untuk menemui nadira.. " jelas tiara panjang kali lebar
" tapi kakak melihat dia seperti ada perasaan sama kamu, cara lihat kamu aja beda.. "
tiara terdiam mendengar ucapan alfian, dia binggung harus mengatakan yang sejujurnya atau menyembunyikannya.
" benarkan ra, dia suka sama kamu.. ? " tanya alfian lagi
" iya kak, dia memang menyukaiku.. tapi aku berani sumpah kak, aku tidak pernah menyukai dia sedikit pun.. aku cuma sayang sama kakak selamanya.. " jawab tiara sambil menggengam tangan alfian
" apa sudah lama dia suka sama kamu.. ? "
" sejak dua tahun yang lalu..dia juga sempat melamar aku tapi aku tolak, karena aku yakin kakak masih hidup.. "
" kalau waktu itu nyatanya kakak memang sudah meninggal bagaimana, apa kamu akan menerima lamaran dia.. ? "
" kakak kenapa bicara seperti itu.. "
" ra jawab saja inikan cuma kalau.. "
"kalau iya waktu itu yang meninggal benar - benar kakak aku juga akan tetap menolaknya.. "
" kenapa.. ? "
" karena aku cuma akan mencintai satu laki - laki dan laki - laki itu adalah kakak, dan aku mohon sama kakak.. kakak jangan ada rasa cemburu antara aku dan kak andra, karena kami tidak ada hubungan apa - apa.. aku juga tidak punya perasaan apa - apa sama dia.. " harap tiara sambil melihat alfian
alfian hanya mengganggukan kepalanya sebagai jawaban dan dia pun tersenyum kearah tiara.
" terima kasih kak.. " tiara pun memeluk tubuh alfian dengan sangat erat
tiga hari sudah nadira di rawat di rumah sakit dan kini dia sudah di bolehkan untuk pulang.
__ADS_1
sekarang mereka sudah sampai di dalam rumah, mereka di sambut oleh mamah alfian yang memang sengaja tidak ikut menjemput cucunya itu.
" senangnya liat cucu oma sudah pulang.. " kata mamah alfian
" iya oma ira juga senang bisa pulang, di rumah sakit sangat membosankan.. " adu nadira
" mbak... mbak.. " panggil tiara kepada pengasuh nadira
" iya bu.." kata pengasuh nadira yang langsung berlari kearah tiara
" tolong bawa nadira ke kamarnya, dan biarkan dia beristirahat.. "
" iya bu.. ayo neng ikut mbak kita istirahat di kamar.. " pengasuh itu pun menggendong nadira
" ayah, bunda, oma ira kekamar dulu ya.. "
" iya sayang istirahat ya biar cepat sembuh.. " jawab alfian
" iya ayah.. "
nadira pun meninggalkan mereka yang masih berdiri di ruang tamu.
setelah kepergian nadira alfian melihat seluruh isi rumah ini, dia perhatikan semuanya.
" kamu kenapa kak.. ? " tanya tiara penasaran
" aku gak nyangka aja ternyata rumah ini gak banyak yang berubah, masih sama dengan yang dulu.. oya ra apa selama kakak tidak ada kamu tinggal disini.. ? "
" iya kak selama ini aku dan nadira tinggal disini.. "
" lalu rumah kita.. " tanya alfian lagi
" aku dan nadira sesekali datang dan menginap disana, ya kalau kami sedang sangat merindukan kakak pasti aku akan mengajak nadira juga kesana.. "
" lalu rumah itu sekarang kosong.. ? "
" enggak kok ka, aku meminta seseorang untuk tinggal dan mengurus rumah itu.. "
" oya mah apa kamar aku sudah di pindahkan ke bawah.. ? " tanya tiara ke ibu mertuanya
" sudah sayang, barang - barang kalian juga sudah ada đisana dan sebaiknya kalian istirahat saja dulu ya.. "
" iya mah terima kasih, kalau gitu kami ke kamar dulu ya mah.. "
" iya sayang.. "
__ADS_1
tiara pun mendorong kursi roda alfian menuju kamar mereka.