
haii readers..
maafkan autor yang telat up, autornya kemaren sakit plus anak dua - duanya juga ikutan sakit, tapi tenang sekarang insyaallah kita up lagi..
dan terima kasih sudah setia menunggu.. 😘
happy reading.. 😚
¤¤¤¤¤¤
tiara pun akhirnya berangkat ke kantor di antar oleh supir, begitu pun dengan papah dia harus segera pergi kebandung.
sedangkan alfian dia mulai mengajak nadira bermain.
¤¤¤¤¤
hari demi hari, bulan demi bulan telah berlalu dengan sangat cepat, tiara terus saja menemani alfian untuk terapi.
dia ingin suaminya itu segera bisa berjalan kembali seperti semula, seperti hari ini dia sedang menemani alfian untuk terapi.
alfian pun berlatih dengan sangat keras, dia juga ingin segera berjalan kembali. sedikit demi sedikit alfian berusaha berjalan dan dia pun mulai tersenyum bahagia ketika langkahnya tidak terhenti.
walau pun pelan tapi alfian sudah bisa berjalan sendiri tanpa bantuan siapa pun, tiara yang melihat kemajuan suaminya sangat bahagia.
di hampirinya alfian dan tiara langsung memeluk tubuh alfian.
" lihat kakak berhasil, kakak bisa berjalan lagi.. " kata tiara sambil mengusap air mata yang dari tadi ikut keluar
" iya sayang ini berkat doa kamu dan nadira, terima kasih karena kamu sudah sabar menemani ku selama ini.. " kata alfian
" gimana dokter keadaan suami saya.. ? " tanya tiara kepada dokter yang menangani alfian selama disini
" keadaan pak alfian sudah jauh lebih baik dari pertama kali kita bertemu, pak alfian juga sekarang sudah bisa berjalan sendiri. tapi ingat jangan terlalu di paksakan, kalau pak alfian ingin berjalan usahakan gunakan alat bantu seperti tongkat atau berpegangan pada apapun yang ada di sekitar.. " jelas dokter itu
" baik dok, saya akan ikuti kata dokter barusan.. terima kasih atas bantuannya.. " kata alfian
" sama - sama pak.. inikan memang sudah tugas saya.. " tambah dokter itu.
alfian dan tiara pun pamit untuk segera pulang kerumah, mereka sudah tidak sabar untuk memberikan kabar bahagia ini kepada orang rumah.
__ADS_1
sesampainya di rumah tiara mendorong alfian ke ruang keluarga disana sudah berkumpul semua anggota keluarga.
" gimana sayang terapinya.. ? " tanya mamah ketika tiara sudah duduk di samping mamah mertuanya
" alhamdulilah mah hasilnya semakin baik.. " kata tiara sambil tersenyum
" oya mah, aku punya kejutan buat kalian semua.. " kini alfian yang mulai buka suara
" kejutan apa yan.. ? " tanya papah penasaran
alfian pun mencoba berdiri dan tidak lama dia pun berjalan pelan kearah nadira putrinya yang dari tadi melihat ayahnya.
" horeee... ayah sudah bisa jalan lagi, jadi ira bisa main sama ayah kemana pun yang ira mau.. " kata nadira polos
" sayang ayahkan baru bisa jalan, ayah masih harus banyak latihan serta istirahat biar cepet sembuh jadi jangan terlalu memaksa ayah buat jalan ya.. " jelas tiara
" iya bunda ira tahu.. ira akan jagain ayah biar ayah cepet sembuh.. " kata nadira lalu berlari kearah alfian yang kini sudah berdiri.
nadira memeluk tubuh alfian dengan sangat erat
" ayah cepat sembuh ya, biar kita bisa bermain bersama.. " kata nadira polos
" iya ayah, ira pasti doain ayah.. "
" sayang udah dong kasian ayahnya terlalu lama berdiri, jadi biarin ayah istirahat dulu ya, ayah nya pasti cape.. ira sebaiknya main sama si mbak aja dulu ya.. " kata mamah alfian
" iya oma.. ayah ira mau maen sama mbak dulu ya.. daah ayah.. " kata nadira lalu berlari pergi meninggalkan yang lainnya.
" tiara kamu bawa alfian ke kamar ya, kalian pasti cape.. " kata papah
" iya pah, kalau gitu tiara ke kamar dulu ya pah, mah.. " kata tiara sambil mendorong kursi roda alfian
" iya sayang.. " jawab mamah dan papah bersamaan
¤¤¤¤¤
diam - diam alfian selalu berlatih berjalan di dalam kamarnya, dia ingin segera bisa kembali berjalan dengan normal tanpa bantuan tongkat atau yang lainnya.
dan kini dia tersenyum bahagia, walau pun belum bisa berjalan cepat tapi dia sudah bisa berjalan tanpa bantuan.
__ADS_1
bahkan dia berlatih lama pun kakinya tidak terasa sakit lagi, dia ingin segera kembali bekerja dan bermain bersama anaknya.
dia ingin memberi tahu kabar bahagia ini kepada semua orang, di lihatnya jam sudah menunjukan jam 5 sore itu artinya tiara juga sebentar lagi pulang dari kantor.
dia sangat tidak sabar menunggu tiara datang dan memperlihatkan hasil dari kerja kerasnya itu.
alfian duduk lagi di kursi roda, dan dia pun keluar dari kamar.
tidak lama tiara pun datang
" hai sayang.. " sapa alfian
" ayah sama ira lagi maen apa.. ? kayanya seru banget sampai kedengeran ke luar suaranya " tanya tiara ketika dia melihat alfian sedang tertawa bersama nadira ketika dia masuk kedalam rumah
" kami lagi maen boneka bunda.. " jawab nadira
" kamu pasti cape ya.. ? " tanya alfian
" gak ko kak, rasa lelah aku hilang saat lihat kalian tertawa seperti ini.. " kata tiara sambil tersenyum
" oh iya sayang kakak ada kejutan buat kamu.. "
" kejutan.. ? kejutan apa kak.. ? "
" kamu lihat ya "
alfian pun berdiri dari kursi roda dan berjalan ke arah tiara dengan sangat lancar, tiara melihat alfian tidak percaya.
" ini... kakak sekarang sudah sembuh.. ? " tanya tiara tidak percaya
" iya sayang.. sekarang kakak sudah sembuh, kakak bahkan sudah bisa berlari.. " jawab alfian
tiara pun memeluk alfian dia sangat bahagia akhirnya alfian bisa kembali berjalan normal lagi seperti dulu.
" apa kamu suka dengan kejutan yang kakak kasih.. ? " tanya alfian
tiara mengaggukan kepalanya sebagai jawaban.
" iya aku sangat suka dan bahagia akhirnya kakak bisa berjalan lagi seperti dulu.. " kata tiara, air mata tiara pun tidak dapat di bendung lagi.
__ADS_1
bukan air mata kesedihan melainkan air mata bahagia.