guruku, imam ku

guruku, imam ku
43


__ADS_3

" kak maaf ya, untuk sementara kita pindah ke kamar ini.. " kata tiara setelah sampai di dalam kamar


" iya gak apa - apa ko ra.. "


" sebaiknya kita istirahat dulu, kakak mau bersih - bersih dulu atau mau langsung istirahat saja.. ? "


" kayanya kakak ingin langsung istirahat saja.. "


tiara pun membantu alfian untuk naik ke atas tempat tidur.


" maaf ya kakak selalu negerepotin kamu.. " kata alfian


" kakak ini ngomong apa sih, aku sama sekali gak merasa di repotkan.. aku malah senang bisa merawat kakak.. " kata tiara sambil tersenyum tulus


" dan aku minta sama kakak tolong jangan berkata seperti itu lagi aku gak suka.. " tambah tiara


" iya maafkan kakak ya sayang.. ayo sini berbaring samping kakak.. " kata alfian sambil menepuk tempat kosong yang ada disisinya


alfian langsung memeluk tubuh tiara setelah tiara sudah berbaring di sampingnya, tiara pun menjadikan dada bidang suaminya sebagai bantalan untuk kepalanya.


di ciumnya berkali - kali puncak kepala tiara, alfian sungguh merindukan saat - saat seperti ini.


" kakak tahu, aku sangat merindukan pelukan kakak seperti ini.. selama kakak tidak ada di sisiku, hanya foto kakak yang bisa aku peluk.. " jelas tiara


" kakak juga sangat merindukan kamu sayang.. sangat berat jauh dari kalian apalagi kamu.. "


" kakak harus janji sama aku, kakak gak akan pergi lagi dari sisiku.. " kata tiara sambil melihat kearah alfian, sehingga kini mereka saling memandang satu sama lain


" iya kakak janji sayang, kakak gak akan pergi lagi dari kalian.. " jawab alfian sambil tersenyum


alfian mendekatkan wajah nya ke wajah tiara dan..


cup


dia mengecup bibir tiara dengan sangat lembut, tiara pun membalas kecupan alfian.

__ADS_1


dan kini kecupan itu berubah menjadi sebuah lumatan, lumatan yang sangat panas untuk mereka berdua.


mereka menumpahkan semua rasa rindu mereka selama ini.


" kakak sangat mencintai kamu.. dan kakak harap kamu terus berada di sisi kakak.. " kata alfian di sela - sela lumatan mereka


" aku juga sangat mencintai kakak, dan aku tidak akan pernah meninggalkan kakak apa pun kondisi kakak.. cukup kakak ada di samping ku, aku sudah bahagia.. " jawab tiara


" terima kasih sayang.. "


alfian pun memeluk tubuh tiara, mereka pun saling berpelukan dan mereka terlelap, mereka kini pergi ke alam mimpi.


pagi pun datang tiara membuka mata dan melihat alfian tengah memeluk dirinya dengan sangat erat.


di pandangi wajah alfian dalam - dalam, dia kini merasa bahagia karena pagi ini dia masih bisa melihat alfian tanpa di sadari tiara ternyata alfian juga sudah bangun dan sedang menatap tiara.


" apa segitu rindunya kamu sama kakak sampai - sampai kamu pandangi kakak seperti itu.. ? " goda alfian


" kakak ini apa - apaan sih.. " jawab tiara lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu


alfian tersenyum melihat tingkah lucu istrinya itu.


" hmmm " jawab tiara tanpa melihat kearah alfian


" sayang lihat kakak dong.. " pinta alfian


tiara pun menuruti permintaan suaminya itu dan


cup


alfian mengecup bibir tiara sekilas


" kakak ini apa - apaan sih akukan belum gosok gigi.. " rengek tiara


" memangnya kenapa.. ? bukannya dulu kita sering melakukannya kalau pagi - pagi seperti ini bahkan lebih.. " goda alfian

__ADS_1


" iih kakak ini, sudah ah aku mau mandi.. " tiara pun bangun dan hendak pergi meninggalkan alfian


tapi tangannya keburu di tarik oleh alfian


" ada apa lagi.. " jawab tiara ketus


" mandi bareng yu, kitakan udah lama gak pernah mandi bareng.. " pinta alfian


setelah perdebatan yang sangat alot akhirnya tiara mengalah juga mereka akhirnya mandi bersama - sama.


setelah selesai mandi dan berganti baju kerja, tiara membawa alfian ke ruang makan, untuk pertama kalinya mereka makan dengan formasi lengkap.


" sayang kalian sudah siap, ayo kita sarapan dulu.. " kata mamah


" iya mah.. " jawab tiara


" sayang mau ayah suapin makannya.. ? " tawar alfian pada nadira


" iya ayah ira mau.. "


alfian pun mengambil piring milik nadira lalu menyuapinya dengan sangat hati - hati.


tiara bahagia karena kini keluarganya sudah kembali berkumpul seperti dulu lagi.


" sayang kamu mau ke kantor.. ? " tanya papah kepada tiara


" iya pah, hari ini aku ada rapat penting yang tidak bisa diwakilkan, dan aku dengar pak irwan juga sedang pergi keluar kota.. " jelas tiara


" iya kamu benar, maaf ya papah ngerepotin kamu.. papah juga hari ini gak bisa nemenin kamu rapat karena harus pergi ke bandung untuk melihat proyek kita yang disana.. " jelas papah


" iya pah gak apa - apa aku ngerti ko, papah berangkat aja kebandung biar urusan disini aku yang tangani.. " kata tiara sambil tersenyum


alfian yang dari tadi mendengarkan tiara dan papahnya berbicara merasa dirinya tidak berguna, seharusnya dirinya yang ada di posisi tiara atau bahkan posisi papahnya.


" maafkan fian pah, karena kondisi fian yang seperti ini fian jadi gak bisa bantu papah.. " kata alfian lesu

__ADS_1


" kamu ngomong apa sih yan, kamu jangan berfikir yang macam - macam dulu. yang terpenting sekarang pikirkan saja kesembuhan kamu dan untuk urusan kantor masih ada papah dan tiara yang kerjakan.. " jelas papah


" iya papah benar kak, kakak gak usah mikirin yang aneh - aneh dulu.. oh iya, aku juga sudah bikin jadwal kakak untuk terapi dan mudah - mudahan dengan terapi ini kakak juga bisa cepat berjalan lagi.. " tambah tiara sambil memegang tangan alfian


__ADS_2