guruku, imam ku

guruku, imam ku
82


__ADS_3

" mah untuk sementara fian titip nadira ya, fian ingin fokus dulu sama tiara, mamah nggak keberatan kan.. ? " pinta alfian


" tentu sayang mamah sama papah tidak mungkin keberatan.. kamu nggak perlu khawatir biar nadira tinggal sama mamah dulu.. " jawab mamah alfian


" dan masalah perusahan untuk sementara waktu biar papah yang urus jadi kamu bisa lebih fokus ke istri kamu.. " tambah papah


" makasih mah, pah maaf kalau fian selalu ngerepotin kalian berdua.. " kata alfian sambil memandang kedua orang tuanya.


" sama - sama sayang " jawab mamah


sore hari kedua orang tua alfian pun undur diri, sebelum pulang mereka menyempatkan melihat cucu mereka bersama alfian.


" kamu masih belum memberi nama anak ini.. ? " tanya mamah


" belum mah.. nanti saja kita tunggu tiara dulu, alfian yakin dia akan segera sadar " jawab alfian


" ya sudah terserah kamu saja.. " kata mamah


setelah kedua orang tua nya pergi alfian masih betah berlama - lama melihat putranya itu.


" kasihan sekali kamu nak.. bunda belum bisa bertemu dengan kamu.. doa kan bunda ya sayang, semoga bunda cepat sadar dan bisa berkumpul lagi dengan kita.. " kata alfian


setelah puas melihat putranya alfian pun memutuskan untuk kembali ke ruangan tiara, dia melihat tiara masih betah tertidur padahal ini sudah 2 hari sejak dia melahirkan.


alfian pun mendekat, di gengamnya tangan tiara dan sesekali di kecup.


" sayang cepat bangun kami sangat membutuhkan kamu.. " bisik alfian


dia pun mulai menundudukan kepalanya, badannya bergetar sungguh dia tidak sanggup jika harus kehilangan orang yang sangat dia cintai.


cukup lama alfian di posisi ini tapi tiba - tiba dia merasa ada yang sedang mengusap kepalanya.


alfian pun mengangkat wajahnya dan melihat ternyata tiara sedang tersenyum ke arahnya.


" sayang kamu sudah sadar.. sebentar kakak panggil dokter dulu " alfian pun segera berlari ke luar ruangan dan memanggil dokter.


tidak lama dokter pun datang dan langsung memeriksa tiara, sedangkan alfian terus saja berada di sampingnya dia tidak ingin meninggalakan tiara walau sebentar saja.


setelah dokter selesai memeriksa keadaan tiara dokter itu pun pamit untuk memeriksa pasien yang lain nya.


" yang anak kita.. ? " tanya tiara sambil memegang perutnya yang sudah rata


" dia lahir dengan selamat dan sehat kamu tahu putra kita sangat kuat.. " kata alfian sambil tersenyum

__ADS_1


" putra... ? " tanya tiara memastikan


" iya sayang bayi laki - laki yang sangat tampan.. "


" apa dia sudah di beri nama.. dan berapa lama aku disini.. ? " tanya tiara yang mulai penasaran


" kakak belum kasih dia nama karena nunggu kamu sadar dulu dan kamu disini sudah 2 hari sayang.. " jelas alfian


" yang sekarang giliran kamu yang memberi nama anak kita.. dulu sewaktu nadira lahir aku yang memberinya nama sekarang kamu.. " kata tiara sambil mengusap pipi alfian


" kamu yakin kakak yang ngasih nama.. ? "


tiara pun mengagukan kepalanya sebagai jawaban


" bagai mana kalau bagas rizki ananda.. ? " tanya alfian


" ya nama yang bagus aku suka.. " jawab tiara sambil tersenyum


" yang kapan aku bisa ketemu sama bagas.. ? " tanya tiara


" sebentar lagi ya sayang, nanti suster akan mengantarkannya kemari.. "


¤¤¤¤¤¤¤¤


tiara sangat merindukan rumah dan tentunya putri kecilnya siapa lagi kalau bukan nadira.


sesampai nya di rumah tiara di sambut oleh kedua mertua serta bi narti dan juga mbak yeyen tidak ketinggalan nadira yang sudah bersemangat menyambut kedatangan kedua orang tua serta adik bayinya.


tiara pun segera masuk kedalam rumah dan dia duduk di sofa yang berada di ruang keluarga.


" sayang sini bunda kengen banget sama kamu.. " kata tiara sambil merentangkan kedua tangannya.


nadira pun segera berlari kedalam pelukan sang bunda karena seminggu ini dia jarang sekali bertemu tiara.


setelah puas memeluk nadira tiara pun tersenyum ketika nadira meminta untuk menggendong adik kecilnya.


" bunda ira mau gendong dede bayi.. ? " pinta nadira


" tapi dede bayi berat loh sayang, ira bisa nggak.. ? " tanya tiara


" bunda ira kan sudah besar masa ira nggak bisa gendong dede bayi.. boleh ya bunda "


karena tidak tega tiara pun mengiyakan keinginan putriya itu.

__ADS_1


" sekarang ira duduk yang benar, biar dede bayinya nyaman di gendongan ira.. " kata tiara sambil membenarkan posisi nadira


setelah di rasa cukup tiara pun memberikan bagas kepada nadira dan lihat nadira sangat senang dia terus menciumi pipi gembul adiknya itu.


setelah puas mengendong adiknya itu nadira pun segera meminta bunda nya untuk kembali mengangkat tubuh munggil bagas.


" bagai mana sayang.. ? " tanya oma


" dede bayi badannya kecil tapi pas ira gendong sangat berat oma.. " kata nadira dan sontak membuat semua orang yang ada di ruangan itu pun tertawa.


" fian sebaiknya kamu bawa tiara ke kamar biar dia beristirahat dulu.. kasian dia masih agak pucat.. " perintah mamah


" iya mah, kalau gitu fian bawa tiara dulu ya.. "


mamah pun menganggukan kepalanya.


" sayang ayah bawa bunda ke kamar dulu ya, biar bunda bisa istirahat dan cepat sembuh ira main aja dulu sama oma ya.. " kata alfian sambil mengelus nadira


" iya yah.. bunda istirahat ya, ira sayang bunda.. " nadira pun mengecup pipi tiara begitu pun sebaliknya.


setelah berpamitan kepada semua orang alfian pun membawa tiara ke kamar mereka sedang baby bagas di bawa oleh mbak yeyen mengikuti kedua orang tuanya.


alfian membaringkan tiara di atas tempat tidur dan meminta mbak yeyen untuk menidurkan baby bagas di box bayi.


setelah selesai menidurkan bagas mbak yeyen pun pamit untuk segera bergabung kembali dengan nadira dan oma.


" ya sudah kamu istirahat saja dulu " kata alfian sambil membenarkan posisi tiara


tiara hanya mengangukan kepalanya dan dia pun mulai memejamkan mata, sedangkan alfian lebih memilih mengerjakan pekerjaan kantor di atas sofa sambil menjaga putra nya.


ya walaupun sudah beberapa hari ini alfian tidak masuk ke kantor tapi dia masih saja memantau dari jauh.


sebetulnya dia tidak perlu melakukan itu karena ada papah nya yang sudah mengurus semua, tapi dia tidak ingin kesehatan papah nya kembali buruk hanya karena kecapean.


maka dari itu dia pun masih ikut memeriksa beberapa pekerjaan.


cukup lama alfian bekerja sampai tiba - tiba dia mendengar putra nya terbangun dan menangis.


dia pun segera berdiri dan dengan langkah yang cepat segera menggendong putra nya itu.


berharap putra nya itu akan kembali tertidur, tapi bukan nya kembali tidur bagas malah menangis semakin kencang.


tiara yang mendengar putra nya menangis langsung terbangun.

__ADS_1


" yang bawa kesini mungkin bagas haus " pinta tiara


__ADS_2