
Di rumah Vero.
Ke sepuluh member apalah-apalah squad tengah berbincang asik sembari menikmati makan siang.
Mereka menghabiskan waktu dengan saling menukar cerita sebelum akhirnya dipertemukan menjadi mahasiswa baru di Universitas A.
Ternyata semua teman Loly memiliki latar belakang yang tidak biasa. Dari keluarga terpandang yang setiap kata nya bisa mempengaruhi perkembangan kota.
Loly nampak tersenyum sendu mendengar bahwa, tidak hanya dia sendirian yang keluarga nya hancur karena kehadiran orang ketiga.
Evi pun sama.
Huuft.. Tidak menyangka. Dibalik keceriaan Evi. Ia menyimpan duka juga. "Mungkin lebih dalam daripada luka ku". Batin Loly.
" Ehm.. Teman-teman. Maaf ya aku mau pulang saja lebih dulu". Loly.
Semua menoleh .
"Ngapain pulang siih". Dona.
" Iya Ly. Kan kita ke kampus tinggal nunggu dua jam lagi". Evi.
"Aku juga niat nya begitu. Nih sudah siapkan baju ganti. Tapi hp ku ketinggalan di rumah".
" Aaaa.. Loly mah tidak asik tahu". Evi merengek.
"Ya sudah begini saja. Barang kali dari kalian mau ikut aku pulang ke rumah mengambil hp, ayo". Ajak Loly.
Ada yang berminat ada juga yang tidak. Tentu saja dengan semangat Reni, Dona dan.. Vero mengiyakan ajakan Loly.
Gak salah nih Vero mau ikutan sendiri.
" Ayo naik mobil ku saja. Biar lebih singkat. Kalian juga bisa mengobrol di perjalanan". Vero.
"Ayo . Kapan lagi naik mobil anak menteri" Hahaha . Dasar Dona. Suka sekali menggoda Vero.
Yang digoda malah acuh. Dona mencebikkan bibir tebal nya.
Yang tidak ikut memilih menunggu di rumah Vero saja. Erin yang diam-diam sedang pdkt sama Deni sudah mojok berdua di depan piano.
Oh ya. Karena tangan kiri Andri sedang masa penyembuhan dari patah tulang nya. Ia di gantikan oleh Erin untuk dance nanti malam.
Yang sebelumnya akan diwakili tiga orang perempuan dan tiga orang laki-laki, menjadi empat orang perempuan dan dua laki-laki.
__ADS_1
Tidak masalah bagi Erin. Ia cukup bisa diandalkan dalam hal seni. Terkadang, Erin juga menjadi instruktur aerobic di sanggar senam nya. Erin memiliki sanggar senam dari hasil menabung uang jajan bulanan dari orang tua nya.
Tidak ada yang tahu tentang sanggar milik Erin. Kedua orang tua nya pun tidak tahu. Kecuali orang yang bersama nya saat ini. Deni. Mereka tidak sengaja bertemu di sanggar beberapa bulan lalu.
Di dalam mobil Vero hanya diam dan fokus menyetir sambil sesekali melirik Loly melalui spion.
Layak nya sopir betulan. Ke empat cewek duduk di kursi belakang semua.
Awalnya Vero memprotes tindakan teman-teman nya. Tetapi setelah melihat Loly yang hanya tersenyum melihat perdebatan dan sudah memasuki kursi belakang, ia tidak lagi protes. Tadinya Vero menginginkan Loly duduk di kursi samping kemudi. Tapi ya sudahlah. Loly sudah memilih kursi nya. Hmm.
Sambil sesekali memberikan arahan pada Vero. Loly nampak tergelak mendengar kekonyolan Evi yang menceritakan drama pembuatan kostum.
Dasar Evi. Sudah memaksa pekerja mama nya lembur pun begitu bahagia.
Tapi berkat Evi juga. Apalah-apalah squad tidak harus menghabiskan waktu untuk mencari kostum, yang pasti akan sangat heboh mengingat Reni dan Dona yang dimana pun berada selalu menjadi drama queen.
"Evi, terima kasih ya. Karena mu kita jadi bisa istirahat setelah latihan dance". Loly.
" Halah Ly. Santai saja. Aku juga senang melakukan ini. Jadi tidak perlu berterima kasih". Melihat kedua drama queen yang mempelihatkan wajah berterima kasih. Sudah seperti memenangkan peperangan saja aku batin Evi tergelitik juga dengan teman-temannya.
"Sudah dong. Bukan kah diantara sahabat tidak ada kata tolong dan terima kasih? " Lanjut Evi.
Satu, dua, tiga.
"Jadi kita sudah menjadi sahabat sekarang? " Polos Reni. Tidak menyangka dia memiliki sisi imut ini juga selain menjadi drama queen yang selalu heboh dan berlebihan.
"Kita sahabat. Sejak aku dimasukkan menjadi member apalah-apalah squad, saat itu juga kalian sudah menjadi sahabat ku. Maukah kalian menjadi sahabat ku?. Selama ini aku tidak mempunyai teman. Jadi.. " Kata-kata Evi sudah dipotong oleh Vero.
"Kapan kita turun? Sudah sampai nih. Aku lelah melihat drama kalian".
" Benarkah? Ya ampuun.. Kita sudah sampai. Ya sudah ayo turun semua". Reni memberikan komando.
Loly hanya menggelengkan kepala nya. Tidak menyangka. Setelah kehilangan sahabat tercinta nya Jena. Kini ia digantikan dengan banyak sekali sahabat. Haru pasti yang dirasakan Loly.
Baru saja turun. Mereka sudah dikejutkan dengan mama Fika yang sedari tadi menunggu, mobil siapakah yang berhenti di depan rumah.
Mama Fika terlihat cemas.
"Loly. Mengapa tidak menjawab panggilan mama nak. Dan mengapa sudah pulang?". Mama Fika khawatir anak nya sedang sakit atau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sehingga diantar pulang menggunakan mobil.
Dengan lembut dan hati-hati Loly menjelaskan bahwa hp nya terjadi.
" Loly baik-baik saja ma. Mereka itu teman baru Loly. Loly pulang karena hp Loly ketinggalan di kamar".
__ADS_1
"Syukurlah nak. Mama sangat khawatir kamu kenapa-napa".
" Loly baik-baik saja. Teman-teman ayo masuk saja".
Mama Fika langsung mempersilahkan teman Loly untuk duduk di ruang tamu. Memberikan minum air mineral kemasan yang sebelumnya tersedia di kardus yang diletakkan di pojok ruang tamu. Berjaga-jaga jika tiba-tiba kedatangan tamu. Seperti saat ini.
"Teman-teman, tunggu sebentar ya. Aku akan mengambil hp ku terlebih dulu".
" Ya Loly. Jangan buru-buru. Kita masih punya banyak waktu". Vero.
Evi, Reni dan Dona menoleh tidak percaya.
"Woah.. Si kulkas sudah bisa bicara dengan lembut". Batin Evi.
"Perhatian sekali dengan Loly" Cenuut hati Dona sedikit tercubit.
"Jangan-jangan Vero naksir Loly nih. Okelah ku jodohkan saja mereka nanti". Reni membatin dan berpikir keras bagaimana caranya agar Vero dan Loly bisa jadian.
Dona menundukkan kepala berusaha menyembunyikan perasaan nya. Ia tidak boleh egois.
" Bukankah cinta tidak harus memiliki? " Tanya Dona dalam hatinya.
Jangan sampai persahabatan ini rusak karena keegoisan ku.
"Baiklah. Nanti akan ku tanyakan pada Loly saja. Kalau dia tidak memiliki perasaan lain terhadap Vero, aku akan maju untuk mendapatkan Vero". Akhirnya Dona memutuskan memendam perasaan nya pada Vero.
Ia tidak ingin merusak persahabatan yang baru saja mereka jalin. Apalagi Loly juga orang yang sangat baik. Pendiam namun selalu tersenyum di hadapan semua orang.
Mengenai Loly yang selalu tersenyum kepada semua orang yang ia temui sebenarnya adalah sedekah.
Sesuai dengan hadits riwayat Imam Tirmidzi berikut :
تَبَسُّمُكَ فيِ وَجْهِ أَخِيْكَ لَكَ صَدَقَة وَأَمْرُكَ بِالمـعْرُوفِ وَنَهْيُكَ عَنِ المـنْكَرِ صَدَقَة وَإِرْشاَدُكَ الرَّجُلَ فيِ أَرْضِ الضَّلاَلِ لَكَ صَدَقَة وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَدِيْءِ البَصَرِ لَكَ صَدَقَة وَإِمَاطَتُكَ الحَجَرَ وَالشَّوكَ والعِظَمَ عَنِ الطَّرِيقِ لَكَ صَدَقَة
Artinya : Senyummu pada wajah saudaramu adalah sedekah, amar makruf dan nahi munkar adalah sedekah, penunjuki orang yang tersesat adalah sedekah, matamu untuk menunjuki orang buta adalah sedekah, membuang batu, duri atau tulang dari jalanan adalah sedekah (HR. At-Tirmidzi).
Senyum. Amalan atau perbuatan yang sangat ringan namun bernilai sedekah.
Dapat mempererat tali persaudaraan dan dapat menenangkan hati yang sedang resah.
Sudah berapa kali hari ini kalian tersenyum?
Asal jangan senyum-senyum sendiri ya. Nanti dikira sakit jiwa . Hehee
__ADS_1