Hai.. Tentaraku.

Hai.. Tentaraku.
Janji Temu Ray Grup dan LF Corp


__ADS_3

Sesuai dengan janji temu yang telah diajukan oleh utusan dari Ray Grup. Siang ini bertepatan dengan jam makan siang, Loly telah berada di salah satu bilik VIP sebuah resto.


Di dalam bilik terdapat empat orang yang sudah duduk berhadapan, yaitu Loly yang bersampingan dengan mbak Tia, lalu Chan bersama sekretarisnya.


Dalam pembicaraan yang telah larut untuk negosiasi itu Loly dikejutkan oleh satu hal yang tidak ia duga.


"Tuan Chan, apakah ada maksud tertentu dari atasan anda karena tidak mengharapkan keuntungan sepeserpun dari investasi kalian di LF Corp?" Loly bertanya dengan suara tegas yang cukup menekan. Andai saja bukan Chan, pasti sudah gugup dibuatnya.


Sekilas Chan tersenyum tipis menanggapinya, kemudian menjawab dengan penuh keyakinan.


"Saya hanya akan mengatakan bahwa investasi ini sepenuhnya atas kendali tuan muda. Mengenai beliau mengharap keuntungan atau tidak sebaiknya anda bicarakan dengan tuan muda saja."


Sungguh di luar nalar. Siapa yang dengan bodohnya menghabiskan uang senilai dua milyar itu secara cuma-cuma. Loly curiga pasti ada rencana dibaliknya.


"Baiklah tuan Chan. Jika seperti itu saya memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama ini. Sayang sekali ya." ujar Loly seraya memotong daging steak di hadapannya lalu memasukkan potongannya ke dalam mulutnya.


"Apa tidak sebaiknya tidak dipikirkan lebih dulu bu Loly? Anda yakin tidak akan menyesal?" Chan berkata dengan nada yang memancing. Namun nyatanya hal tersebut tidak memberikan pengaruh apapun terhadap Loly.


Chan semakin terkesan dengan Loly. Wanita yang sangat dijaga oleh tuannya dari kejauhan. Bukan wanita yang serakah meski mengetahui nilai yang cukup banyak.


"Jawaban saya tetap sama tuan Chan. Dan tolong sampaikan pada tuan muda anda. Saya pastikan tidak akan menyesal. "


"Saya rasa cukup sekian pembicaraan kita kali ini. Apabila sudah tidak ada yang ingin anda sampaikan, saya mohon pamit."


pungkas Loly.


Bravo. Baru kali ini ada yang menolak kerjasama dengan Ray Grup yang terkenal seantero negeri dengan kehebatannya. Lagi sangat langka menemui Ray Grup mengajukan diri sebagai investor tanpa imbalan, tanpa diminta seperti yang terjadi biasanya.


Kepergian Loly bersama mbak Tia cukup meninggalkan kesan bagi Chan. "Tuan muda harus tahu ini. Ah.. Untung saja saya sudah menyiapkan benda ini. Beliau pasti sangat puas melihat reaksi bu Loly."


Karena Loly sudah tidak terlihat lagi. Chan segera mengantongi kamera kecil dengan kualitas video HD yang dihasilkannya.


***


tok tok tok


"Saya Chan tuan muda."


Terdengar suara Chan dibalik pintu setelah ketukan yang ia lakukan.


"Hemm."


Tak selang pintu terbuka dengan Chan muncul dibaliknya.


Rayhan segera menghentikan aktivitasnya. Ia ingin tahu seperti apa Loly saat di dunia bisnis yang keras ini. Sungguh Rayhan tidak sabar menantikan apa yang akan Chan sampaikan.


"Ini adalah rekaman yang saya dapatkan ketika pertemuan bersama nona Loly siang ini. " Rayhan dengan tidak sabarnya langsung menyahut benda kecil itu. Lalu memandanginya.


"Lalu?"


"Maaf tuan muda. Saya gagal meyakinkan nona Loly bahwa Ray Grup benar-benar murni ingin berinvestasi saja tampa imbalan."

__ADS_1


Hmm. Rayhan tersenyum mendengarnya.


"Apakah tuan muda ingin saya mengatur janji temu bersama beliau kembali tuan muda?"


"Tidak perlu. Berikan saja cek langsung dan kirim ke LF Corp. Pastikan Loly sendiri yang menerimanya."


"Baik tuan muda."


***


Dalam perjalanan kembali ke kantor, Loly merenungi kembali pertemuan dengan calon investor aneh.


"Apa tujuan kalian? Kenapa ingin mengajukan investasi tanpa imbalan? "


Tuk tuk tuk


Suara sepatu Loly yang diketuk-ketukkan pada kursi depannya. Sehingga membuat mbak Tia yang berada di kursi samping kemudi menoleh.


"Apa ada yang ibu Loly butuhkan?"


"Ha..? " Loly yang merenung sedikit tidak mengerti dengan pertanyaan mbak Tia, kemudian segera menyadarinya.


"Menurut mbak Tia, apakah mereka benar-benar tidak punya tujuan lain?"


"Mohon maaf sebelumnya jika saya lancang. Selama ini Ray Grup terkenal bersih dalam berbisnis. Sehingga saya tidak memiliki kecurigaan terhadap mereka."


"Apa aku salah menolaknya tadi?"


Hmm. Jawaban mbak Tia cukup menghibur. Tapi tetap saja ada yang mengganjal bagi Loly.


***


"Aaaa... Aku kangen banget sama Loly. Liburan semester kali ini sangat membosankan." gerutu Reni.


"Iya Loly sangat sibuk. Entah sedang liburan kemana dia tanpa mengajak kita." sungut Dona.


Evi dan Dona hanya diam menanggapi kedua temannya karena mereka sendiri juga tidak tahu sedang apa dan dimana Loly.


Sudah satu minggu libur semester tapi batang hidung Loly tidak pernah kelihatan sekalipun.


Saat ini apalah-apalah squad tengah berkumpul di rumah Evi. Tepatnya di dalam kamar Evi yang terbilang luas untuk menampung teman-temannya yang rebahan di sana-sini tidak beraturan.


Huuft.. Evi sendiri cukup merasa bosan. Kalau saja ada Loly pasti lebih seru.


Tuut tuut tuut.


"Kau menelepon siapa Ren?" tanya Dona penasaran.


"Aku sedang mencoba telepon Loly, siapa tahu dia sedang senggang."


Tanpa aba-aba semua langsung merapat ke arah Reni. Menghimpit badan kecil Reni dari sisi kanan dan kiri hingga Reni menjerit karena merasa sempit.

__ADS_1


"Aah, jauhan sedikit lah girls. Aku sempit ini." ringis Reni. Sehingga terjadilah aksi dorong-mendorong di antara mereka.


Tiba-tiba bunyi telepon tersambung berhenti dan berganti dengan suara Loly.


"Halo Reni."


"Halo, Reni kamu masih di sana?"


Aksi dorong-dorongan pun terhenti.


"Loly.."


"Iya Ren. Apa kabar?"


Dahi Reni mengernyit seketika saat mendengar suara Loly yan seperi sedang lemas.


"Kamu sakit ya Ly?"


"Ah tidak kok. Aku hanya merasa lelah saja."


"Loly.. Kapan kita meet up? Kita semua kangen sama kamu tahu." Dona menyahut dari sebelah Reni.


Loly yang mendengar suara Dona pun menjadi sedikit terheran. Kok ada suara Dona? Jangan-jangan semuanya lagi ngumpul ini. Yah sayang sekali Loly tidak bisa ikut.


"Itu Dona kan? Kalian sedang ngumpul ya? Ada siapa saja disitu?"


Tut


Panggilan pun beralih ke mode video call.


"Wah beneran sedang ngumpul ya? "


"Iya nih. Tapi sayang, kamu sama Erin nggak ada. Jadi nggak seru." Evi menjawab dengan ekspresi sedihnya.


Dari obrolan itu akhirnya diputuskan bahwa apalah -apalah squad akan berkumpul setelah Erin pulang dari liburan di rumah neneknya.


***


Hai hai gengs..


*Othor mau ucapin banyak-banyak terima kasih ke kalian.


Berkat kalian dari yang sebelumnya Hai Tentaraku hanya punya 5 vies dan 5 like di awal. Kini sudah mencapai 6K lebih vies dan lebih dari 1K like.


Oh ya, othor juga mau umumkan buat kalian yang masih setia dengan Hai Tentaraku sampai akhir nanti. Akan ada give away bagi kalian dengan kategori pemberian gift terbanyak.


Dan untuk like terbanyak, kalian juga akan mendapatkan give away ya nantinya.


Give away akan diumumkan saat novel hai tentaraku tamat nanti.


See you*

__ADS_1


__ADS_2