Hai.. Tentaraku.

Hai.. Tentaraku.
Sepertinya Aku Jatuh Cinta Lagi


__ADS_3

Loly telah berlalu meninggalkan Joan yang masih tertahan oleh Mario.


Joan yang mendapati Mario masih berada di hadapannya tampak menjatuhkan sorot mata yang penuh tanya.


"Apa masih ada yang perlu kamu sampaikan pada saya, Mario?"


"Tidak ada. "


***


Joan berada di depan pintu masuk cafe bagian dalam. Lalu mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang yang katanya sudah sampai di cafe ini sepuluh menit yang lalu.


Ting.


Pandangan mata Joan berhenti tepat di salah satu meja cafe yang berada di dekat dinding kaca.


Tanpa ragu, Joan melangkahkan kakinya menuju mea tersebut.


Puk.


Joan menepuk pelan bahu Kevin.


"Sorry lama. Tadi masih ngantar Loly ke kampus dulu."


Kevin menganggukkan kepalanya.


"Tidak masalah bang. Gimana kabar lo?"


Tanya Kevin tidak sabar.


"Maafin gue ya waktu itu tidak bisa menyelamatkan lo. Helikopter sudah terlanjur naik. Ditambah tawanan yang berhasil kita selamatkan itu harus segera mendapatkan pertolongan." lanjut Kevin.


Kevin mengaku sangat menyesal karena meninggalkan sahabat sekaligus kaptennya itu.


Andai waktu dapat diulang kembali. Kevin dengan sukarela pasti akan menukar tempatnya dengan Joan. Walaupun nanti nyawa yang harus ia korbankan. Tetap saja, seorang Joan bukanlah sosok yang bisa tergantikan bagi Kevin. Joan adalah panutannya. Dia sudah banyak berjasa dalam hidup Kevin. Sehingga apapun yang diinginkan Joan pasti akan diturutinya tanpa bertanya.


Joan tersenyum simpul mendengar pengakuan sahabatnya ini.


"Lo ngomong apaan sih, bro? Memangnya lo gak kasian sama nyokap lo? "


"Lo tahu sendiri kan bang. Mana pernah nyokap gue peduli. Gue mati sekalipun rasanya dia gak bakal nyariin."


Tandas Kevin yang setelahnya menyeruput kopi panas yang baru saja diantarkan oleh pelayan cafe.


"Huss. Ngaco lo ! Gak ada seorang ibu yang tidak kehilangan anaknya. Termasuk nyokap lo."


Kevin hanya menanggapinya dengan senyumnya. Terserah saja Joan mau ngomong seperti apa. Toh kenyataannya juga nyokap Kevin bukan hanya tidak peduli, tapi juga tidak mau tau mengenai apapun yang bersangkutan dengannya.


"Terus siapa yang menyelamatkan kalian bang? Kita saja sangat sulit mencari tahu dimana kalian."


"Kita disekap di markas rahasia mereka. Markas ini ada di bawah tanah. Sulit dideteksi juga karena lokasinya yang sangat terpencil. "


Joan kembali mengenang seseorang yang telah berhasil membawanya hingga dapat kembali ke negara asal.


"Lo ingat kapten dari negara K ? "


"Jangan bilang kalau dia yang sudah berhasil menyelamatkan lo dan Hendra?"

__ADS_1


Joan menganggukkan kepala membenarkan tebakan Kevin yang tepat.


"Yang bener lo bang? Gila sih kalau memang dia berhasil melacak keberadaan kalian."


"Ya, andai saja dia tiba terlambat sedikit saja pasti gue hanya kembali sebagai jasad."


Lalu Joan menceritakan secara detail setiap kejadian yang menimpa dirinya dan Hendra.


Hingga sampainya mereka di negara asal. Lalu disambut dengan keterkejutan yang di luar dugaan. Bahkan banyak prajurit khusus merasa putus asa karena kesulitan mencari jejak Joan.


***


Loly telah selesai. Baru akan menghubungi Joan.


Sudah terlihat sebuah mobil menghampirinya dan berhenti tepat di sebelahnya.


Loly tersenyum melihat kedatangan mobil tersebut yang tidak lain adalah suaminya.


Joan membuka pintu untuk Loly. Keduanya sudah berada di dalam mobil.


"Gimana kuliahnya?"


"Biasa saja kak." jawab Loly singkat, lalu meraih tangan Joan dan menciumnya.


Joan tersenyum karena istrinya ini tidak pernah melewatkan hal ini.


"Tadi jadi ketemuan sama kak Kevin?"


"Iya jadi. Kita langsung pulang atau mau jalan-jalan dulu?"


"Memangnya kak Joan tidak capek?"


Joan seakan paham maksud dari pertanyaan Loly. Karena jika Loly ingin langsung pulang pasti akan menjawabnya langsung. Bukan malah balik bertanya.


"Sebenarnya Loly pengen makan siang di mall kak. Loly pengen makan iga bakar yang lagi viral itu. Kata teman-teman Loly rasanya benar-benar enak."


"Siap tuan putri. Kita meluncur ke mall. "


"Terima kasih kak." Loly sangat senang dengan perhatian sederhana dari Joan. Cukup membuatnya melayang dengan perhatian-perhatian kecil itu.


Cit.


Mobil telah berhenti di basemen mall.


Loly yang sedari tadi sangat antusias itu ternyata seang tertidur. Joan merasa istrinya ini sangat menggemaskan.


"Bahkan kamu tidur saja sudah sangat menggemaskan sayang." gumam Joan yang tidak melepas pandangan matanya. Sedari tadi senyum itu tidak luntur dari bibinya.


Perlahan Joan mendekatkan dirinya pada Loly. Setelah semakin dekat Loly merasakan hembusan nafas tepat di depan wajahnya pun membuka mata.


Cup.


Kecupan lembut itu mendarat di hidung Loly.


Loly yang baru saja membuka mata itu sedikit cengo setelah menerima kecupan singkat dari Joan.


"Kita sudah sampai sayang. Mau turun sekarang apa mau tidur dulu?" tawar Joan.

__ADS_1


Mendengar itu Loly pun mengedarkan pandangan matanya. Ternyata sudah sampai di parkiran.


"Kita turun sekarang kak. Loly sudah lapar."


"Siap tuan putri." Joan bergegas keluar dari mobil lebih dulu. Kemudian berjalan memutar untuk membukakan pintu untuk Loly.


"Silahkan sayangku."


Loly yang diperlakukan seperti itu pun seakan melayang di udara. Suaminya ini bisa saja membuatnya terbang begini. Lihat saja, bahkan pipi Loly sudah bersemu karena Joan yang tidak berhenti menggodanya.


Joan yang mengetahui istrinya ini memang pemalu pun semakin gencar saja menunjukkan kemesraan. Tidak peduli orang lain. Toh mereka sedang berada di mall, bukan di kampus.


Dengan segera Joan meraih tangan Loly lalu menggenggamnya.


Deg deg


Jantung Loly rasanya sudah tidak aman lagi. Rasanya seperti saat pertama kali ia merasakan jatuh cinta pada Joan. Diliriknya tangan yang sedang bertaut dengan tangan suaminya itu.


"Aku suka bisa kembali bersama mu kak. Sepertinya aku jatuh cinta lagi padamu."


Loly pun mengalihkan pandangan matanya.


Ting


Pintu lift yang Loly dan Joan itu tertutup.


Setelah menekan tombol lantai atas tempat food court berada. Lift pun bergerak naik.


Ting.


Lift telah berhenti, pintu pun segera terbuka. Loly dan Joan berjalan keluar dari lift dan berjalan menyusuri food court guna mencari tempat makanan yang diinginkan leh Loly.


Ketemu.


Ternyata tempatnya berupa kedai kecil namun tertata dengan rapi. Menarik


Loly melihat ke sekeliling kedai tersebut. Cukup instagramable. Pantesan ramai oleh kalangan muda.


Salah satu pelayan berjalan menghampiri tempat Loly mendudukkan diri.


"Selamat siang kak. Ada yang bisa dibantu dengan menunya?"


"Boleh minta buku menunya kak?"


Pelayan pun menyerahkan buku menu kepada Loly. Loly menerima buku tersebut dengan pandangan mata yang berbinar cerah. Membolak-balikkan buku menu.


"Emm, saya mau iga bakar pedas manis dengan topping mozarella satu, minumnya jus jeruk satu. "


Lalu Loly melihat ke arah suaminya. "Kakak mau apa?"


"Samakan saja dengan punyamu. Tapi aku tidak mau keju."


"Untuk suami saya sama iga bakar pedas manis tanpa topping ya kak. Minumnya samakan saja."


"Baik kak. Apa masih ada lagi yang perlu saya bantu?"


"Tidak ada."

__ADS_1


"Baik, tolong ditunggu sebentar ya kak. Kami akan segera menyiapkan pesanan kakak."


__ADS_2