
Sepulangnya papa dan tante Erika.
Loly menghampiri sang mama.
Menyentuh lembut kedua tangan yang telah membesarkannya. Menggenggamnya erat. Kemudian memeluk erat badan mama. Menyalurkan kekuatan.
Sedikit mengurai pelukan dan memandangi wajah mama yang telah basah oleh air mata.
"Mama tidak sendiri lagi. Loly akan selalu ada untuk mama. Kapanpun mama membutuhkan pundak ini".
Mama mamandangi anak semata wayangnya. " Bayi kecil mama sudah besar. Sudah bisa melindungi mamanya. Terima kasih sayang. Loly. Jangan mendendam dengan papa ya nak. Walau bagaimana pun buruknya papa. Dia tetap papa kamu".
Mamanya ini benar-benar orang baik. Tapi lihat. Apa yang sudah papa dan tante Erika perbuat. Mereka menghancurkan kebahagiaan mama Loly. Impian Loly.
"Ma. Loly tidak mendendam. Jadi mama tidak perlu mengkhawatirkan itu". Menenangkan mama. Namun berkebalikan dengan yang ada di dalam hatinya. Di sana api berkobar seakan ingin membakar hidup-hidup orang yang telah membuat mamanya merasakan luka.
" Tenang saja tante Erika. Anda harus menikmati kebahagiaan yang sangat singkat ini. Sebelum akhirnya apa yang engkau damba akan hilang seketika. Lenyap tak bersisa". Bisik Loly dengan amarah yang memuncak.
Mama menatap Loly. Berusaha menangkap netra matanya untuk melihat apa yang sedang anak gadisnya ini sembunyikan darinya.
"Loly. Mengenai berkas kepemilikan perusahaan, apa benar Loly tidak tahu? ". Mama bertanya dengan hati-hati.
Dulu sebelum kakek meninggal, kakek benar-benar sudah mempersiapkan semuanya untuk Loly.
Bahkan papa Surya tidak mengetahui tentang pengalihan perusahaan yang sedang dia pimpin.
Beruntung papa Surya adalah anak tunggal. Jadi tidak akan ada perebutan kekuasaan dari saudara yang lainnya.
Tetapi saat ini, justru Loly akan berebut dengan papanya sendiri. Mama Fika tidak menginginkan hal ini terjadi. Yang ada hubungan antara ayah dan anak akan semakin hancur saja nantinya.
Tapi, jika memang Loly sudah mengetahui tentang perusahaan yang sudah menjadi miliknya, maka akan semakin susah untuk menghindari perebutan kekuasaan. Mengingat bagaimana perlakuan istri baru suaminya. Ralat, istri baru mantan suaminya, perlakuan mereka terhadap Loly dan dirinya tidak baik. Buruk.
Loly tidak akan melepaskan semuanya dengan mudah.
Loly memang anak yang berhati lembut. Namun, jika dia melihat orang yang paling dia sayang diperlakukan tidak baik bahkan dikhianati begini. Mana mungkin dia akan merelakannya dengan mudah.
__ADS_1
Ditanya mengenai berkas perusahaan oleh mamanya. Loly hanya menatap sang mama. Berusaha mencari tujuan mama menanyakan hal ini.
"Loly, mama bertanya nak. Apa Loly sudah tahu semuanya? " Mama khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi pada putri kesayangannya.
"Loly sudah tahu semuanya ma. Loly tahu setelah kakek meninggal. Kecuali perselingkuhan papa" Loly merasa bersalah telah menyembunyikan semua ini dari mama.
Sebenarnya karena dulu Loly menganggap bahwa perusahaan bukanlah hal yang penting karena ada papa yang akan mengurusnya. Nyatanya, mengurus istri dan anak saja tidak bisa.
Huuuft..
"Maafkan Loly ma. Loly sudah menerima berkas itu. Tetapi masih Loly titipkan pada paman Indra. Pengacara pribadi kakek".
"Baiklah semuanya sudah terlanjur terjadi. Lalu apa yang selanjutnya akan Loly lakukan? Apa Loly sanggup mengemban tugas sebagai pemilik perusahaan itu? ". Mama berusaha mengorek rencana Loly. Semoga tidak akan ada rencana balas dendam. Karena dendam tidak akan menyelesaikan permasalahan.
" Untuk saat ini, biarkan saja seperti sekarang ma. Biarkan papa yang mengurusnya dulu. Loly masih harus banyak belajar. Setelah cukup tahu mengenai cara mengelola perusahaan, saat itu Loly akan mengambil alih dari mereka".
"Dan kehancuran mereka akana segera tiba" Lirihnya dalam hati.
"Baiklah. Terserah Loly saja. Ingat pesan mama. Jangan mendendam pada mereka terutama papa. Tuhan tidak pernah tidur nak. Semua akan mendapatkan balasan dariNya. Baik atau buruk. Sekecil biji sawi sekalipun".
Hari ini weekend. Loly bermaksud mengajak mama untuk berkeliling kota Surabaya menggunakan motornya.
" Sekarang, mama bersiap dulu. Dandan yang cantik ya ma. Tapi jangan memakai gaun. Kita belum punya mobil".
"Memangnya kita ada acara di luar ya? " Mama heran. Karena hari ini, mama sengaja meminta libur kerja pada bosnya agar Loly tidak tahu mama bekerja di luar sana.
"Kita akan kencan berdua loh ma". Hahaha..
" Ya sudah mama bersiap gih. Loly juga mau bersiap. Siapa tahu nanti ketemu pangeran".
Mama tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.
Loly nya memang sudah besar. Ia tidak perlu khawatir lagi mengenai biaya kehidupan juga pendidikannya. Yang mama khawatirkan adalah bagaimana nanti saat Loly benar-benar mengambil alih perusahaan. Pasti akan terjadi perang dengan tante Erika juga papa Surya. Mama Fika berharap, semoga Loly akan tetap baik-baik saja hingga akhir.
"Mas Surya. Ini yang aku takutkan sedari dulu. Saat Erika mendatangimu, kau yang tanpa ragu pasti menyambutnya dengan kedua tangan yang terbuka. Demi janda, kau menjandakan istrimu. Tak masalah. Dia memang cintamu. Tapi jangan salahkan mantan istrimu ini bila anakmu sendiri yang akan membuat hidupmu juga cintamu hancur berantakan. Sebab yang Erika inginkan bukanlah dirimu. Melainkan kemewahan belaka. "
__ADS_1
Mama Fika lekas bersiap untuk menikmati weekend bersama Loly.
Loly sedang mematut dirinya di depan cermin yang berada di meja riasnya.
Memakai celana bahan biru yang dipadukan dengan atasan kaos biru langit. Terakhir Loly mengenakan jilbab segi empat yang sebelumnya sudah dibentuk menjadi segitiga.
Selesai bersiap Loly keluar dari kamar dan menghampiri mama Fika yang ternyata sudah menunggunya di ruang tengah.
"Mama sudah siap? " Tanya Loly setelah sampai di tempat mama menunggu.
"Sudah dong. Ya sudah ayo kita berangkat keburu sore nih. "
"Let's go".
Hahaa
Mereka menaiki sepeda motor dengan kecepatan sedang, tidak cepat juga tidak pelan.
Benar-benar menikmati sabtu menjelang sore bersama. Sudah sangat lama mereka berdua melewatkannya.
Kini mama Fika bertekad akan melupakan kehidupannya yang sebelumnya carut marut. Demi Loly, mama Fika tidak akan mengalah lagi.
Jika akan dihadapkan dengan tante Erika juga papa Surya sekalipun. Mama Fika akan berusaha melawannya. Karena diam tidak akan menyelesaikan masalah. Diam saja tidak bisa menghentikan perbuatan salah tante Erika dan papa Surya. Diam juga tidak mampu menyadarkan mereka.
Loly melihat mama Fika melamun lagi. Oke fiks. Loly akan menghilangkan kegundahan hati mama yang lara itu.
"Kita kemana nih ma. Kalau hanya muter-muter gini yang ada nih belakang Loly panas tau".
Ada-ada saja Loly.
" Ke time zone yuk ma".
"Ya . Ayo". Mama yang sebelumnya melamun kini terlihat semangat kembali.
Loly bernafas lega. Kita sekarang hanya berdua ma. Tidak akan Loly biarkan seorangpun akan menyakiti mama. Termasuk papa Surya.
__ADS_1
Huh.. Benar-benar bukan papa yang baik.