
Cairan yang sebelumnya disuntikkan Chan pada Erika adalah obat perangsang dengan dosis yang tinggi.
Obat masih belum sepenuhnya bereaksi. Namun Erika sudah mulai berkeringat.
Merasakan panas dalam tubuhnya, Erika mulai panik. Kenapa ini?
Apalagi melihat beberapa orang tampak sibuk memasang kamera. Erika cukup berpengalaman karena ia mantan seorang model. Kini pun masih tetap menggeluti dunia di balik kamera.
Kamera sudah mulai menyorot Erika.
Praktis setelah tombol on di kamera di tekan oleh seseorang. Erika mulai menggelinjang karena kepanasan.
Mata Erika melirik ke sana sini untuk meminta pertolongan. Dia butuh pelepasan.
Sadar dirinya dalam kuasa obat perangsang.
Erika mulai panik.
Bahkan Erika tidak mempunyai waktu untuk mengeluh selain mengerang karena tersiksa oleh gairahnya sendiri. Saking tingginya dosis yang Chan berikan.
Tuan muda Rayhan tampak sangat jijik dengan wanita di depannya itu. Sudah dalam kondisi ini pun hanya nafsu yang terpikirkan. Lihat saja ! Dia mulai tidak tahan dengan kondisinya. Hingga merobek pakaiannya sendri.
Saking jijiknya tuan muda pun beranjak meninggalkan area. Toh Erika dikurung sendirian di dalam sana. Lengkap dengan kamera juga beberapa alat yang akan membantu Erika mempermalukan diri.
Erika masih belum sadar jika kamera di depannya ini dalam mode siaran langsung. Sudah terhubung ke beberapa channel youtube.
Lengkungan senyum tak pernah pudar dari bibir Erika ketika mendapatkan pelepasan dengan bantuan alat yang Chan tinggalkan. Sungguh menjijikkan. Tetapi Erika masih tampak mencari-cari. Ia butuh lawan hidup. Ia tidak mau memuaskan dirinya hanya dengan benda mati ini.
Dalam keadaan telentang. Erika masih berkhayal tengah memagut rasa terbang ke nirwana bersama para berondong nya.
Di luar sana. Tampak heboh dengan beredarnya video live seorang Erika Lusiana, model hits pada jamannya. Masyarakat dibuat melongo oleh aksi Erika dalam video tersebut. Tidak menyangka, Erika orang yang mereka kagumi karena kelembutannya itu ternyata tidak lebih dari seonggok sampah.
Siaran live terhenti setelah sekitar 20 menit.
Mendapati tawanan sang tuan sudah tak berdaya. Para penjaga pun masuk dan membungkus kembali Erika dengan selimut seperti saat membawa Erika ke tempat ini.
Yakin sudah aman dari mata. Mereka pun meletakkan Erika ke dalam mobil box dan menuju rumah tempat Erika disergap semula.
Sesampainya di sana. Mereka memasukkan Erika ke salah satu ruangan rumah Erika yang sudah dibuat sedemikian serupa dengan tempat Erika melakukan siaran langsung. Orang akan menyadari bahwa Erika melakukan siara nitu atas kemauannya sendiri. Bahkan dilakukan di dalam rumahnya. Tidak akan ada kecurigaan dari sana. Karena Hacker yang disewa oleh Erika pun bekerja sama dengan membuat lokasi siaran langsung tadi berada dari lokasi ini. Tentunya polisi akan segera datang menuju ke sini segera.
__ADS_1
...****************...
Di rumah sakit.
Loly memberengut kesal pada Joan.
"Aku ingin pulang kak. Aku tidak suka bau rumah sakit." Gerutu Loly. Kesal sekali, suami tampannya ini tidak pernah membiarkan dirinya beranjak dari tempat pembaringan. Bosan rasanya seharian ini hanya tidur saja.
"Sayang, kamu ini masih harus dirawat. Gak boleh pulang dulu. Sabar ya."
Huh. Dasar tidak peka. Loly kan hanya ingin menyegarkan diri. Kan bisa menenangkan diri melihat tanaman hijau di taman.
Joan pun dibuat gemas dan kesal dalam waktu bersamaan. Istrinya ini sungguh membuatnya ingin mengurungnya dan menguasainya seharian.
Tok tok tok.
Mendengar ketukan pintu, lantas Joan bangun dari sisi istrinya. Berjalan menuju pintu lalu membukanya. Meneliti satu per satu wajah yang tidak asing di depannya ini.
Evi, Rei, Dona dan Erin berdiri dengan masing-masing membawa bingkisan.
Rupanya teman-teman Loly datang membesuk. Setelah mempersilahkan tamu masuk ke dalam. Joan pun pamit kepada istrinya akan pulang ke rumah sebentar untuk mengambil beberapa keperluan meraka selama di rumah sakit.
Dalam perjalanan pulang ke rumah. Joan dibuat terpana oleh berita dari radio di mobilnya. Siaran itu menyatakan bahwa Erika tertangkap karena telah melakukan siaran langsung video panas, namun yang aneh bukan bersama seseorang. Melainkan seorang diri dengan memakai beberapa alat yang bahkan Joan sendiri hanya tau namanya saja.
Ngapain peduli ? Toh kenyataannya memang Erika bukan orang yang baik. Dengan begini Loly juga tidak akan bersusah payah menjebloskannya ke penjara. Tinggal memberikan laporan tambahan saja. Erika akan terjerat paal berlapis nantinya. Joan yakin itu.
Sementara Loly. Dia sangat senang teman-temannya datang ke sini.
Tadinya Loly akan makan bersama dengan teman-temannya itu. Nyatanya saat ini ia harus menikmati pembaringan rumah sakit yang sangat menyesakkan ini.
'Ah, ingin pulang saja rasanya.'
"Hai Ly.. Gimana kabarmu ? Kok bisa ada perampok sampai bisa tertembak sih ? " Tanya Evi. Semua antusias ingin tahu jawaban dari Loly.
"Bisa bantu posisi ku dulu gak guys ? Aku ingin duduk." Rengek Loly.
Akhirnya Reni yang bergerak menaikkan brankar agar Loly bisa berada dalam posisi duduk. "Segini? Atau masih kurang? " Tanya Reni.
"Segini saja cukup. Terima kasih ya. "
__ADS_1
"Alah kaya sama siapa saja. Kita kan bestie. "
"Oh ya gimana tadi Loly? Sudah tertangkap belum perampoknya?" Tanya Erin. Sedangkan Dona hanya menyimak saja. Ia merasa ngilu setelah melihat perban di bahu Loly karena tidak sengaja melihat dari celah baju pasien yang longgar.
"Ehm. Sebenarnya mereka bukan perampok. Tapi memang ingin mencuri sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan kakek yang sekarang aku pegang."
"Hah ? Sumpah ? Jangan bikin ngeri dong Ly ?" Potong Reni. Ia sangat terkejut. Begitupun yang lain. Astaga. Ini termasuk kasus yang jarang mereka temui di dunia nyata. Biasanya hanya tahu dari sinetron ataupun novel yang mereka baca.
"Sepertinya ini juga ulah mama nya Jena." Cicit Loly selanjutnya yang membuat semuanya menganga tak percaya.
Memang sih Jena suka rese kalau di kampus. Tapi kalau mama nya saja mampu berbuat hal seperti ini tidak menutup kemungkinan, si Jena juga akan menuruni kejahatan mama nya. Bukankah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya ?
"Astaga. Terus bagaimana? Apakah pelakunya sudah tertangkap?" Evi cemas terhadap sahabatnya ini. Turut tidak tenang, khawatir akan ada serangan susulan dari mama nya Jena.
"Aku belum tahu Vi. Kak Joan belum mengatakan apapun."
"OMG ! Ini tidak mungkin kan idola mama ku ditangkap polisi gara-gara siaran langsung video panas ? Pasti ini rekayasa deh. " Erin heboh sendiri setelah melihat notifikasi di HP nya.
Berbicara sendiri lalu menjawabnya sendiri.
"Hei ada apa sih? " Tegur Dona yang sedari tadi hanya menyimak dalam diam.
"In..in. Kalian lihat ini." Sambil memberikan Hp nya ke teman-temannya. Erin masih terlihat sangat syok.
"Ada apa sih ?" Reni penasaran juga.
"Bukankah dia selebriti yang dulunya model terkenal?" Tanya Reni.
"Iya. Dia idola mama ku. Tapi tidak menyangka dia bisa berbuat asusila. Apa sedang dijebak?" Erin masih belum mempercayai berita tersebut.
"Coba deh nyalakan TV nya. Siapa tahu akan ada berita lanjutan dari sana. Biasanya kan berita di TV juga gercep." Tutur Evi memberikan saran.
"Ah iya bener. Boleh kita nyalakan TV Loly? " Erin meminta izin pada Loly. Karena mereka berada di dalam kamar rawat milik Loly.
"Boleh. Tuh remot nya, di nakas." Tunjuk Loly.
Tut. Tv pun menyala.
Setelah memindah beberapa kanal TV akhirnya mereka menemukan salah satu kanal tengah memberikan siaran berita ekslusif penangkapan selebriti Erika di dalam rumahnya dalam keadaan tidak mengenakan sehelai benang pun. Bahkan posisinya masih sama seperti video terakhir dalam siaran yang Erika lakukan tadi.
__ADS_1
Prak.
HP Erin terjatuh ke lantai. Syok. Tentu saja. Selebriti yang terkenal lembut dan penuh kasih sayang. Ternyata merupakan sampah masyarakat. Bahkan reporter menjelaskan, jika Erika juga sering menghalalkan segala cara agar di turut sertakan dalam sebuah proyek film. Dengan tidur bersama sutradara.