Hai.. Tentaraku.

Hai.. Tentaraku.
kedatangan Surya


__ADS_3

Rencananya, sebelum pulang ke rumah. Dari rumah sakit Loly akan mampir ke kantor polisi lebih dulu. Melihat bagaimana congkaknya seorang Erika yang akan mendapatkan tambahan tuntutan darinya. Bukankah lebih seru jika Loly bisa menyaksikan sendiri bagaimana reaksi Erika ketika tahu akan mendapatkan tuntutan tambahan?


Membayangkan tentang kepuasan membalas Erika dnegan sekali pukulan sepertinya harus Loly tunda dulu.


Ia tidak ingin mempertemukan mama Fika dengan Erika untuk saat ini. Bagaimana jika nanti mama Fika akan syok dan..


Intinya Loly tidak ingin kesehatan mama Fika terganggu oleh hal ini.


"Kita langsung ke rumah saja ya, kak. " bisik Loly pada suaminya sesaat setelah dibantu masuk mobil oleh Joan.


"Kenapa?"


"Sepertinya mama belum bisa dipertemukan dengan tante Erika."


"Ya."


Sesuai kemauan Loly menunda mengunjungi Erika. Mobil dilaju meninggalkan rumah sakit menuju ke rumah.


Sedari tadi. Mama Fika hanya terdiam dang menghela nafas.


Ah.. Sudah menyakiti mama Fika seperti ini, masih saja mama Fika memikirkan sahabatnya itu. Kenapa juga mama Fika bisa mempunyai teman yang begitu jahat?


Loly tidak habis pikir. Selama ini ia sering kali terhindar dari rencana busuk Erika. Selain karena ia yang mengetahui dan mencoba segala cara. Ia juga sering mendapati seseorang yang membantunya. Loly sangat yakin, ada seseorang yang berusaha melindunginya di balik layar.


Apa mungkin Surya? Karena tahu istrinya akan melakukan sesuatu yang buruk pada putrinya, apa mungkin Surya yang mengirim seseorang untuk melindungi Loly, putrinya?


"Aku akan menanyakan itu pada papa nanti ketika bertemu. Apa pula kepeduliannya padaku? Selama ini dia cukup abai dengan segala hal yang menyangkut diriku." Batin Loly pun menyangkal tindakan itu jika Surya yang melakukannya.


...****************...


Berbeda dengan kemarahan mama Fika. Surya yang masih menyandang status sebagai ayah kandung Loly pun murka.


Selama ini Surya memang tega membiarkan Loly dan mama Fika hidup jauh darinya. Memberikan segala kenyamanan yang biasa Loly nikmati pada Jena.


Tidak disangka. Erika yang sangat ia puja memiliki sifat yang busuk. Membayangkan ia yang sering kali dibuat luluh Erika pun memandang jijik dirinya sendiri.


Bodoh. Maki Surya pada dirinya sendiri.


Kau memang bodoh Surya. Rela membuang berlian demi seonggok sampah. Menghancurkan keluarga harmonismu. Menghancurkan impian sederhana seorang Loly yang menginginkan kehidupan bahagia bersama keluarga. Kau bahkan tidak menghadiri pernikahan putrimu demi Erika yang... Agh.


Apa kau pantas disebut ayah, Surya?


"Aku harus menemui Loly, aku akan meminta maaf padanya. Aku akan mengakui jika aku juga turut menyembunyikan kejahatan-kejahatan Erika. "


Bahkan Surya juga akan mengakui, jika dirinya tidak pernah berusaha melindungi Loly dari rencana jahat Erika yang sudah ia ketahui.


Melihat kunci mobil tergeletak di atas meja kerja, Surya meraihnya kemudian menggenggamnya erat. Menguatkan tekat dan hatinya untuk menerima kemarahan putrinya.

__ADS_1


Ciit.


Bersamaan dengan sampainya Loly, Joan dan mama Fika.


Sebuah mobil CRV juga baru saja berhenti di bahu jalan depan rumah Loly.


Belum akan menebak. Sang empunya mobil pun keluar menampakkan diri.


Ternyata Surya.


'Untuk apa papa kemari?' Loly heran dengan kedatangan papa nya yang tiba-tiba dan tanpa diundang.


Tidak mungkin kan...


"Loly.."


Loly yang baru saja akan beranjak meninggalkan tempatnya pun berbalik. Memandangi keadaan Surya yang lumayan kacau. Tidak seperti biasanya yang berpenampilan rapi dan wangi.


Sejak kapan seorang Surya memiliki kantung mata?


"Masuklah, kita bicarakan di dalam."


Mama Fika menyambut datar kedatangan mantan suaminya. Memintanya masuk dan membicarakan semuanya di dalam rumah agar tidak terdengar orang luar.


Lain bagi Surya, ia merasa asing dengan putri dan mantan istrinya. Ia tidak cukup percaya diri akan mendapatkan maaf itu.


Baru kau menyesal sekarang, Surya? Kemana saja kau selama ini? Sibuk dengan istri murahanmu itu?


"Untuk apa kemari, pa?"


Ahh. Rasanya sungguh ngilu. Suara Loly terasa sangat tajam di hati Surya. Apakah ini yang Loly rasakan saat ia memberinya pilihan antara dirinya dan mantan istrinya?


"Papa ingin meminta maaf padamu, nak."


Yang biasanya berbicara dengan lantang dan penuh percaya diri pun, ragu--ragu membuka suara.


Loly.. Akan kah mau memaafkan papanya?


"Maaf? " Loly berdecih dengan senyum pahitnya.


"Maaf untuk apa?" lanjut Loly.


Sungguh. Surya tidak bisa percaya. Loly putrinya yang selalu manja padanya bisa bersikap mengintimidasi begini. Tapi ini memang hasil perbuatannya.


"Untuk semua kesalahan papa, Loly. Papa sungguh-sungguh ingin meminta maaf padamu. "


Cih.

__ADS_1


"Pergi saja tuan Surya. Temani istrimu. Bukan kah kau sangat mencintainya? "


Ucapan menohok mama Fika mengusik batin Surya. Mengalihkan perhatian Loly dan Joan.


"Apa? Kau tidak terima? Bukankah selama ini kau melindungi istri jahat mu dibanding Loly yang akan menjadi korban?"


Suara mama Fika semakin lantang. Ibu mana yang rela putrinya dijadikan sebagai target pembunuhan?


Sedangkan korban sendiri selalu dilindungi oleh mantan suami bodohnya di depannya ini.


"Lalu, setelah semuanya terungkap kau baru meminta maaf? Untuk apa tuan Surya yang terhormat? Kau boleh menyakitiku, siapapun boleh membunuhku. Tapi mengusik Loly? Kau pikir aku akan diam saja? Jika kau kemari hanya untuk meminta maaf tanpa menyelesaikan ulah istrimu itu, maka pergilah. Kami tidak menerima maafmu."


"Fika, aku juga minta maaf padamu. Tapi ijinkan aku mendapatkan maaf dari putriku."


"Putri mu ? Siapa putrimu Tuan Surya?"


Andaikan saja mama Fika tidak mengenakan jilbab. Tentu saja semua yang berada di ruang tamu itu akan melihat betapa menonjolnya urat di leher mama Fika. Suaranya sangat lantang. Semoga tetangga tidak ada yanag mendengar suara mama Fika.


"Aku sudah memaafkan mu, pa. Jadi pergilah ! Kita tidak punya urusan lagi."


"Loly.." Mama Fika tidak terima Loly memaafkan Surya begitu saja. Mama Fika ingin Loly membuat Surya jera lebih dulu.


Dug.


Surya jatuh terduduk. Bertumpu pada kedua lututnya. Ia menatap Loly penuh haru dan sesal.


"Terima kasih sudah memaafkan papa nak. Papa akan menyelesaikan masalah Erika."


Astaga. Surya berlutut? Melihat hal itu, bukannya senang. Justru Loly merasa terluka. Bukan ini yang ia minta. Loly tidak pernah menginginkan papa nya berlutut untuknya.


"Selesaikan saja urusanmu dengan tante Erika. Untuk kejahatan dia yang menyangkut diriku dan LF Corp akan menjadi urusanku."


"Tapi.. Aku papa mu, nak. Aku akan menuntut Erika atas kejahatannya padamu."


"Itu urusanku tuan Surya."


"Pergilah!"


Perih. Ia tidak akan memberikan kesempatan Surya menjadi papanya lagi. Bukankah ketika akan pergi dari rumah dulu papanya pernah berkata agar jangan menyesal?


Kini Loly akan membuktikan, dia tidak menyesal pergi dari papa nya.


"Ya, papa akan pergi. Terima kasih sudah memaafkan papa. Jaga diri mu baik-baik ya."


"Titip putriku, lain kali aku ingin berkenalan denganmu." Surya mengatakan pada Joan dengan harapan semoga suatu saat nanti akan dipertemukan di waktu yang lebih baik dengan menantunya itu.


Tes..

__ADS_1


Air mata Loly luruh bersamaan dengan isak tangisinya. Setelah kepergian Surya. Loly tidak bisa menahan sesak di dadanya lagi.


Ya Allah. Tolong kuatkanlah Loly dan Mama Fika.


__ADS_2