
Suara alarm yang cukup memekak kan telinga berbunyi, tepat pukul setengah lima.
Hooaam.. Loly menguap.
Mengerjapkan mata. Sudah waktu nya bangun. Setelah mata telah terbuka lebar dia membaca doa bangun tidur dilanjutkan mengusap wajah nya untuk mengusir kantuk. Kemudian duduk sebentar sambil menunggu kesadaran penuh.
Hari ini Loly akan berangkat ke kampus untuk mengikuti masa orientasi dan pengenalan kampus atau biasa disebut dengan ospek.
Selesai menjalankan kewajiban nya sebagai umat muslim. Loly tengah menyiapkan kebutuhan ospek di hari ke dua.
Hari pertama hanya pembekalan tentang ospek. Berapa lama berlangsung. Juga kegiatan apa saja yang akan dilakukan.
Kemarin juga Loly baru melihat hasil tes akhir. Sebenarnya dua hari yang lalu hasil tes sudah bisa dilihat. Tetapi Loly masih sibuk mengurus persiapan pengajian tujuh hari nenek nya.
Perlengkapan yang dibutuhkan telah lengkap. Dengan memakai atasan kemeja berwarna putih juga bawahan rok hitam untuk perempuan, sedangkan untuk laki-laki juga sama.
Beda nya, semua mahasiswa laki-laki wajib memotong rambut nya hingga rapi. Ala angkatan militer.
Sedangkan untuk mahasiswa perempuan yang tidak berkerudung harus menata rambut nya menjadi dua kepang kanan dan kiri. Untuk yang berkerudung hanya diminta memakai kerudung yang rapi saja agar tidak mengganggu ketika kegiatan berlangsung.
Dan disini Loly saat ini berdiri. Di depan gedung universitas impian nya sejak dulu.
Menghela nafas.
Huuft .
"Semangat Loly. Perjuangan masih panjang. Lakukan semua demi kebahagiaan mama dan impian sukses tanpa campur tangan papa". Gumam Loly memberi semangat diri nya sendiri. Kemudian segera memasuki kampus.
Tidak jauh di belakang Loly, seseorang sedang tersenyum sinis. Dia melihat juga mendengar apa yang Loly ucapkan tadi. Jena Mahendra. Sahabat kecilnya yang kini menjadi saudara tiri.
"Maaf Loly. Aku memang jahat sudah merebut papa dari mu. Tapi aku juga iri melihat kebahagiaan keluarga kalian".
" Jadi jangan salahkan aku, karena apa yang sudah menjadi milik mu pasti akan menjadi milik ku. Terutama kebahagiaan mu". Jena dalam hatinya mengatakan, apabila dia tidak bahagia, maka Loly juga tidak boleh bahagia.
Hari ini Loly tidak berangkat menggunakan motor matic kesayangan nya. Setelah sarapan tadi pagi, ia berniat untuk segera berangkat. Namun, sayang sekali, ban motor bagian belakang bocor.
" Maa.. Loly naik angkot saja deh. Keburu telat ini. Padahal semalam baik-baik saja. Kok tiba-tiba bocor".
"Ya sudah kamu hati-hati ya nak".
" Iya ma".
Dengan sedikit tidak semangat Loly mulai berjalan mencari angkot menuju kampus.
Untung saja tidak terlambat.
Jam menunjukkan pukul 07.00 wib.
Semua mahasiswa baru sudah berkumpul di tengah lapangan guna melaksanakan apel pagi.
Salah satu panitia maju ke depan untuk memimpin jalannya apel dengan beberapa panitia yang menjadi pemimpin regu.
Sang pemimpin apel memperkenalkan diri dengan nama Rayhan dari fakultas kedokteran. Kasak kusuk terdengar di antara mahasiswi.
"Ganteng ya".
" Wah.. Sudah ganteng, calon dokter lagi".
"Meleleh hati adek bang".
__ADS_1
" Benar-benar kegantengan yang hakiki".
Biar lah terserah mereka mau apa. Aku tak memperdulikan itu.
Mereka sudah diam setelah diingatkan untuk fokus pada pengarahan ospek.
Setelah pengarahan selesai, seluruh mahasiswa dibariskan berdasarkan fakultas.
Kegiatan hari ini dimulai dengan tour keliling kampus.
Pengenalan letak dan lokasi fakultas juga gedung-gedung yang lain.
Setelah tour keliling kampus, kami diarahkan untuk memasuki gedung olahraga guna pengarahan kegiatan selanjutnya.
Para mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok lagi. Terdiri dari 10 orang. Dan setiap kelompok akan memiliki satu pendamping dari panitia ospek.
Setelah berkumpul sesuai kelompok masing-masing. Kami diberikan tugas untuk membuat sebuah karya dengan bahan yang sudah kami bawa dari rumah.
Semua bahan sudah kami keluarkan dari tas. Ada daun-daunan hijau dan daun kering, snack rentengan, lakban, kain selendang, staples, juga gunting.
Saat seluruh peserta sedang kebingungan memikirkan apa yang akan mereka perbuat dengan semua bahan tersebut, kak Johan si ketua BEM memberikan instruksi untuk membuat busana saja. Dan hasilnya nanti akan diperagakan oleh satu orang perwakilan dari setiap kelompok. Tanpa berpikir panjang semuanya menyetujui daripada harus memikirkan sendiri dengan waktu yang terbatas.
Dalam dua jam semua busana sudah selesai.
Di kelompok Loly terlihat berebut menolak menjadi model.
Yang perempuan beralasan malu, kalau yang laki-laki juga tidak mungkin. Karena kelompok Loly membuat sebuah gaun panjang dari selendang yang di hias dengan pecahan daun kering serta gulungan daun hijau yang menjadi motif bunga-bunga saat di tempelkan ke kain selendang.
"Wah bagus banget" Deni.
"Ini harus diabadikan teman-teman. Emak pasti bangga kalau tahu anaknya bisa membuat ini sendiri" Reni.
Kemudian melirik teman-teman nya yang lain dengan nyengir. Peace!!
Akhirnya semuanya tertawa dan melakukan foto bersama gaun itu.
"Terus yang jadi model siapa dong? " Loly.
"Gue gak mau ya. Malu dong jalan di atas panggung ituu". Dona. Apa kata dunia batin nya.
Dari kelompok lain sudah mulai maju secara bergantian. Ada yang membuat blazer, ada yang membuat sarung. Bahkan ada yang membuat daster. Buat emak katanya. Haha. Ada-ada saja .
Tiba juga giliran kelompok Loly yang maju.
Semua memutuskan Loly saja yang maju mewakili kelompok. Karena ternyata gaun itu hanya muat di badan Loly.
Setelah menggunakan gaun tanpa melepas seragam hitam putih. Tanpa diketahui teman sekelompok, Loly melingkarkan snack menjadi bulat dan diberikan lakban. Lalu ia gunakan menjadi mahkota .
Majulah Loly. Semua seakan terpesona dengan gaun yang dikenakan oleh Loly.
Mario yang sedari tadi diam-diam memperhatikan Loly pun dibuat tercengang.
Loly melangkah pelan agak ragu, namun justru menambah keanggunan nya. Kain selendang yang tadinya polos sudah dirangkai menjadi gaun yang indah.
Setelah digunakan oleh Loly menjadi semakin indah saja. Seakan melekat menjadi satu dengan kesederhanaan yang Loly miliki. Namun tidak mengurangi keindahannya. Justru semakin indah.
"Perfect". Rayhan memberikan komentar.
Jena yang mendengar komentar Rayhan dibuat merengut seketika. Wajahnya merah padam.
__ADS_1
Rayhan menjadi panitia pendamping di kelompok Jena. Selalu dingin menjawab pertanyaan semua anggota kelompok. Saat Jena berusaha menarik perhatian, Rayhan cukup acuh. Bahkan tidak peduli.
Sekarang Jena melihat Loly yang hanya berjalan mengenakan gaun murahan saja Rayhan bisa berkomentar perfet.
" Awas kamu Loly. Aku tidak akan biarkan kamu bersenang-senang. Kak Rayhan itu milik ku". Sungut Jena tidak terima.
Ospek hari ini selesai. Ditutup dengan kemenangan dari kelompok Loly.
Kelompok Loly tengah bersorak bahagia dengan kemenangan ini.
"Hai Loly".
Mario datang membawa setangkai kamboja, yang ia petik di depan kantor sebelah gedung olahraga yang digunakan untuk kegiatan hari ini.
Loly nampak mengernyit berusaha mengingat seseorang yang ada di depan nya. Setelah ingat baru ia menjawab.
" Hai kak Mario. Maaf Loly sedikit lupa".
"Wah.. Aku sakit hati dilupakan Loly".
Melihat anggota kelompok didatangi Mario si play boy. Ani pun bertindak.
" Hei Mario. Ngapain kamu kesini. Sana ke kelompok mu sendiri". Ani, panitia pendamping kelompok Loly yang sedang bersama Loly dan teman-teman nya.
Semua nampak terheran. Untuk apa juga Mario kemari. Walaupun kegiatan sudah selesai, tapi kan belum penutupan.
"Terserah ku dong An. Kepo banget jadi orang" Mario sewot.
Tidak lagi memperhatikan Ani. Mario kembali mendekati Loly.
Nampak ia berlutut di depan Loly.
"Eh kak mario ngapain duduk disitu?. Malu kan dilihat yang lain".
Tak mempedulikan kata-kata Loly.
" Loly. Maukah kamu menjadi pacarku".
"Jangan diterima Ly. Dia itu play bloy" Ani bersuara lagi.
Yang lain ikut melihat ke arah Mario yang tengah berlutut di depan Loky dengan membawa setangkai bunga kamboja.
"Woy. Nembak cewek gak modal" Rendi sahabat Mario ikut bersuara.
Hahaha. Satu gedung ikut tertawa.
Mario tampak memicingkan mata ke arah Rendi. Rendi hanya tergelak lalu mengangkat kedua tangan.
"Bagaimana Loly. Apa aku diterima? ".
Terima. Terima. Terima. Semua nampak bersorak. Dan itu menambah kepercayaan diri Mario.
Loly hanya menunduk. Malu dilihat banyak orang. Selama ini Loly begitu membatasi diri untuk tidak bergaul dengan teman laki-laki. Ia takut akan menjadi fitnah.
Dan sekarang Loly bingung harus menjawab apa. Kalau di depan banyak orang Loly tidak enak untuk menolak. Ia takut melukai harga diri Mario. Tapi Loly juga tidak mau berpacaran.
Ia ingin menjaga hati nya untuk seseorang.
Di sisi lain Jena mencak-mencak tidak bisa menerima kalau ada yang menyatakan cinta pada Loly. Bagi nya Loly tidak boleh bahagia jika Jena tidak bahagia.
__ADS_1
Rayhan nampak sedikit resah. Ia berharap Loly tidak menerima si play boy Mario. Rayhan juga bingung, mengapa ia tidak mau Loly menerima Mario?. Bukankah itu hak nya Loly. Apakah aku jatuh cinta?
Tidak mungkin aku jatuh cinta pada Loly.