
Sebelumnya Loly merasa sedikit agak kecewa karena tidak mendapatkan pesan masuk dari Joan.
Bukan Joan yang ingin. Hanya saja hal itu disebabkan oleh Loly sendiri yang terlupa belum membalas pesan yang Joan kirim.
Sedang di belahan lain, masih di negara yang sama.
Joan merasakan hati nya sangat resah.
Mengapa Loly tidak membalas pesan nya?. Setelah mengetahui bahwa pesan yang ia kirim sudah terbaca. Joan nampak sedikit lega.
Biarlah mungkin sedang sibuk.
"Padahal setelah ini aku akan dikirim untuk bertugas ke Monaco".
" Baiklah aku akan menjalankan misi ini secepatnya agar bisa segera kembali". Joan.
Selesai makan malam Loly memeriksa kembali hp nya.
Membuka aplikasi chat dan masuk ke grup apalah-apalah squad.
Membaca kembali pesan-pesan yang dikirim oleh teman-teman nya.
Di dalam grup telah sepakat bahwa besok anggota kelompok akan menampilkan dance koreo.
Koreo dance akan diwakili oleh enam orang dari sepuluh anggota kelompok.
Terdiri dari tiga perempuan dan tiga laki-laki.
Telah disepakati juga bahwa besok pagi-pagi sekali mereka semua akan datang ke rumah Vero untuk latihan dance koreo.
Selain karena rumah Vero yang paling dekat dengan kampus. Juga karena fasilitas di rumah Vero cukup lengkap.
Vero ini pecinta musik, jadi audio yang tersedia pasti mantap suaranya. Latihan akan mejadi lebih semangat.
Selesai membaca keseluruhan isi pesan di grup. Loly memutuskan untuk tidur.
Pagi hari di rumah Loly.
Setelah sarapan Loly terlihat terburu-buru. Bahkan ia melupakan hp nya yang sedang diisi ulang baterai nya sejak selesai sholat subuh tadi.
Berangkatlah Loly menuju rumah Vero. Di tengah jalan ia teringat bahwa dirinya tidak mengetahui dimana rumah Vero.
Yang ia tahu hanya berdekatan dengan kampus.
Loly menghentikan laju sepeda motor matic yang ia gunakan di persimpangan jalan sebelum kampus.
Loly merogoh tas dan akan mengambil hp. Tapi sayang tidak menemukannya.
"Astaghfirullahal 'adhiim. Hp nya tertinggal di rumah. Tadi sedang mengisi daya baterai".
Ceroboh sekali Loly.
Jalanan nampak sedikit ramai orang berlalu-lalang.
Huuft. Harus bagaimana Loly sekarang. Tidak mungkin bisa mengabari Dona dan yang lain.
Padahal tadi Loly ingin mengirim pesan pada Reni dan Dona untuk memberitahukan bahwa dia sudah berada di dekat kampus.
Loly akan mengajak mereka untuk bersama menuju ke rumah Vero. Nyatanya sekarang ia sedang terlantar di pinggir jalan.
__ADS_1
Tidak jauh dari tempat Loly berada. Vero dibuat tersenyum oleh tontonan pagi nya. Apalagi kalau bukan tingkah lucu Loly yang kebingungan di seberang jalan itu.
Terkadang cemberut juga menghela nafas berkali-kali. Lucu sekali. Batinnya.
"Woy . Ngapain kamu senyum-senyum di depan gerbang. Kesambet baru tahu rasa". Ledek Deni yang baru saja turun dari motor nya setelah melewati Vero yang senyum-senyum tidak jelas. Di depan gerbang lagi.
" Mulai gila nih orang". Batinnya. Merasa ngeri sendiri Vero yang sedingin kulkas bisa tersenyum.
Tidak ada masalah dengan senyuman Vero. Hanya saja, mengapa tersenyum saat sedang sendirian. Hiiii.. Bulu kuduk Deni berdiri.
Bahkan Vero tidak menjawab ledekan Deni. Woah.. Asli sudah kesambet nih.
Kini Vero justru menghilang dari hadapan Deni. Vero sudah berjalan ke tengah jalan raya.
Deni takut kejadian seperti di film horor yang ia tonton semalam akan terjadi pada Vero. Disana menceritakan bahwa pemeran pria dirasuki roh dan akan dibunuh dengan mengarahkan langkahnya ke jalan raya untuk menabrak kan diri di tengah jalan.
"Sial. Jangan sampai Vero mati".
Deni berlari ingin mengejar Vero.
Deni dibuat tercengang oleh tingkah Vero. Daebak..
Memang benar-benar kerasukan sih. Bedanya, kini Vero kerasukan pesona cewek cantik di pinggir jalan.
"Hai Loly". Ya. Vero tadi sedang menyeberangi jalan karena ingin menghampiri Loly yang terlihat kebingungan.
" Oh. Hai Vero". Loly sedikit terkejut dengan kedatangan Vero yang tanpa tanda dan suara.
"Kamu kenapa berhenti disini? ".
" Emm. Sebenarnya aku tidak tahu dimana rumah mu". Jawab Loly dengan senyum yang dipaksakan.
" Hp ku tertinggal di rumah. Jadi aku memilih menunggu disini saja. Siapa tahu ada yang teman-teman yang melewati jalan ini dan melihatku". Cengir Loly.
Manis sekali. Deg deg. Jantung Vero berdetak dengan kencang nya.
"Ah jantung ku. Kenapa dangdutan sih. Semoga Loly tidak mendengar suara jantung ku yang sedang karaoke di dalam. Semua ini gara-gara Loly. " Batin Vero.
"Ya sudah, mau menunggu siapa lagi?. Teman-teman sudah sampai semuanya. Tuh rumah ku di seberang sana". Vero
" Ayo kesana. Biar aku yang bawa motor. Kamu ku bonceng saja". Lanjutnya.
"Tapi.. "
"Sudah. Tidak apa-apa. Masa mau di tuntun ini motor nya. Kan gak lucu. " Kekeh Vero.
Dengan sangat terpaksa. Loly setuju untuk dibonceng Vero. Loly merasa malu karena baru kali ini ia berdekatan dengan lelaki. Dibonceng lagi.
"Ya Allah. Loly tidak berniat melakukan ini. ". Batin Loly.
Di rumah Vero.
Anggota grup apalah-apalah squad sedang mencari Vero. Tapi tidak ketemu.
Setelah diberi tahu oleh Deni, kalau Vero sedang menyusul Loly di seberang jalan.
Sambil menunggu Loly dan Vero datang. Mereka memutuskan untuk membuat koreografi. Satu per satu anggota yang sudah hadir menunjukkan koreografi nya masing-masing.
Dari koreografi antara Deni, Reni, Dona dan Erin. Di antara mereka lebih setuju dengan gerakan Reni dan Dona. Karena jika digabungkan akan menghasilkan gerakan dance yang apik.
__ADS_1
Vero dan Loly sudah memasuki ruang yang telah dipersiapkan oleh Vero untuk latihan sebelumnya.
Setelah berbincang dan menunjukkan video rekaman selama berdiskusi tadi, ternyata Vero dan Loly juga setuju.
Selain akan menghasilkan tarian yang apik. Koreografi antara Reni dan Dona juga mudah ditirukan.
Tiga jam berlalu.
Huuuft..
Semua nya menghela nafas. Lelah.
Evi, Andri, Dea dan Danar serempak memberikan semangat.
"Yang semangat yaa". Dea.
" Kami akan dukung kalian dari belakang". Evi.
"Sebagai wujud permintaan maaf aku yang tidak bisa ikut tampil nanti malam. Nih sudah aku siapkan kostum nya. Sopan dan bisa digunakan Loly juga yang berjilbab". Lanjut Evi.
" Woah... Bagus nih" Reni heboh sendiri.
Reni sangat menyukai warna nya. Perpaduan antara warna biru langit dan dark grey.
Dengan potongan yang pas dan tidak norak sama sekali.
"Iya bagus banget. Dari mana kamu mendapatkan kostum yang berseragam dalam waktu singkat Vi?". Dona yang tidak ketinggalan heboh.
Loly yang melihat teman-teman nya heboh hanya mengulum senyum. Dia senang dengan kekompakan kelompok nya dalam mempersiapkan penampilan nanti malam.
"Aku semalam langsung menggambar sendiri desain nya. Terus minta bantuan pekerja di butik mama". Hehe.. Jawab Evi malu-malu kucing. Baru kali ini ia mendesain. Dan mendapat pujian dari teman-teman nya ia merasa senang dan terharu. Karya nya yang tidak seberapa ini dihargai dengan baik.
Sebenarnya yang dilakukan Evi semalam bukan meminta.
Semalam Evi nampak membolak balik kan badan nya di atas ranjang. Susah sekali memejamkan mata. Merasa resah karena besok tidak bisa ikut tampil bersama ke enam teman nya.
Pukul setengah sebelas malam Evi mulai mencoba untuk menggambar desain baju seragam untuk dance. Dua jam berkutat dengan gambaran nya. Gumpalan kertas terlihat berceceran di lantai.
Akhirnya ketemu juga desain yang cocok untuk teman-temannya. Dengan tema casual tapi tetap sopan. Terlihat trendy dan kekinian. Desain jaman now lah istilahnuya.
Dengan tidak sabar Loly menggedor pintu kamar mama nya.
Brak brak brak..
"Maa.. Sudah tidur belum". Evi berteriak.
Mama Evi membuka pintu heran dengan putri nya yang terlihat bersemangat dan menggebu-gebu.
Ternyata Evi sedang merengek pada mama nya untuk memaksa karyawan butik yang tadi sudah pulang setelah menyelesaikan pekerjaan butik.
" Ayolah ma.. Tolonglah Evi. Ini darurat. Pokoknya besok pagi harus ada ya ma. Lagian kan hanya enam pasang kostum ma". Rengek Evi pada mama nya.
"Tapi ini sudah malam nak. Kasihan karyawan mama dong".
Dengan berbagai rayuan akhirnya Evi bisa juga membujuk mama nya. Mama juga tidak tega membiarkan putri satu-satunya merasa bersedih hati.
" Baiklah. Tapi lain kali tidak boleh begini. Harus dipersiapkan dengan baik. Memaksa pekerja lembur secara mendadak di jam istirahat itu tidak etis Evi". Tegas mama Evi.
"Terima kasih ma".
__ADS_1
Dan jadilah kostum kebanggan Evi.