Hai.. Tentaraku.

Hai.. Tentaraku.
Dasar Surya Bodoh


__ADS_3

Loly bersama mbak Tia dan pengacara utama tuan besar yang tak lain kakek Loly, telah meninggalkan ruang meeting lebih dulu. Lalu diikuti oleh para jajaran yang menyusulnya kemudian.


Mereka yang bersih dalam menjalankan amanat di LF Corp merasa keputusan Loly sudah sangat tepat. Membuat arus masuk dan keluarnya LF Corp menjadi satu pintu.


Berbeda dan Hans. Dia masih setia menemani Surya yang masih berada di ruang meeting.


Dalam hatinya merasa Loly ini menyebalkan. Mengganggu saja rencana yang sudah ia jalankan hampir 50% ini. Kalau saja Loly tidak ikut campur, pasti sebentar lagi LF Corp akan jatuh ke tangan Erika. Dan HAns, tentu saja akan mendapatkan banyak keuntungan dari itu.


"Kurang ajar. Bocah ingusan itu sudah mengganggu rencanaku."


"Hans.." tegur Surya yang mengembalikan kesadaran Hans.


"Saya tuan." sahut Hans.


"Apa yang kau pikirkan? " Bukan karena tidak tahu. Justru karena Surya sudah sangat tahu tentang rencana Hans yang ingin mengambil alih LF Corp atas perintah Erika. Sehingga ia membuyarkan lamunan asistennya itu.


"Tidak ada tuan." jawab Hans singkat. Tidak ada keraguan sedikitpun dari Hans pada tuannya. Dia mengira Surya masih belum mengetahui tindakan culasnya di belakang Surya.


Helaan nafas Surya terdengar berat di telinga Hans, membuatnya mengernyitkan dahi heran.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Hns tanggap.


"Tidak ada. Kita kembali ke ruangan."


Hans segera merapikan bawaannya juga bawaan Surya.


Di setiap langkah Surya menuju ruangannya. Fokusnya terbagi antara penasaran dengan rencana Loly, juga kebimbangannya tentang hukuman apa yang pantas untuk Hans juga istrinya. Meski sejujurnya Surya sangat berat menghukum sang istri.


***


Sudah beberapa hari ini Loly memiliki rutinitas baru yang terbilang cukup padat. Yaitu datang ke kantor LF Corp untuk bekerja layaknya CEO yang seharusnya.


Di sini lah Loly sekarang. Di dalam ruangannya menduduki kursi kebesarannya. Tidak ada waktu istirahat yang bisa Loly nikmati dengan benar. Dia benar-benar memantau setiap perkembangan LF Corp.


Juga menyiapkan rencana yang pas untuk membalas perbuatan Erika bersama antek-anteknya.


kriiing.


Dering tele[pon di meja Loly berbunyi membuyarkan fokus Loly dari berkas yang sedang ia pelajari.


"Ya.." sahut Loly.


"Mohon maaf telah mengganggu waktu makan siang ibu. Saya ingin memberitahukan bahwa di lobi sedang ada utusan dari Ray Grup, ingin mengajukan diri sebagai investor di LF Corp. Apakah saya harus memintanya untuk menunggu atau bagaimana bu ?"


Huuft. Loly menghembuskan nafasnya. Lelah, pikirnya. Sehingga pegawai yang mendengarnya pun merasa bersalah telah mengganggu waktu santai atasannya yang sangat terbatas.


"Di mana mbak Tia?" tanya Loly singkat.


"Ibu Tia sedang keluar bu. "


"Minta utusan dari Ray Grup untuk membuat janji lebih dulu dengan mbak Tia."


"Baik bu. Selamat menikmati makan siang ibu."

__ADS_1


Tut.


***


"Maaf tuan muda, saya mempunyai kabar yang terbaru mengenai wanita itu."


Rayhan hanya melirikkan matanya. Menghentikan aktivitasnya memainkan handphone di tangannya. Lalu meletakkannya di meja kerja.


"Dia punya nama Chand." sarkas Rayhan tidak suka karena Loly disebut dengan wanita saja, tanpa nama.


"Maaf atas kelancangan saya tuan muda. "


Huh. Rayhan membuang nafasnya lalu memfokuskan pandangannya pada Chan yang sedang berdiri tegap di hadapannya.


"Duduklah Chan."


Dengan segera Chan mendudukkan dirinya di kursi di depan meja Rayhan.


"Nona Loly adalah CEO dengan status sebagai pewaris mutlak dari LF Corp. Saat ini beliau sedang tertimpa masalah oleh ibu tirinya. Sehingga sempat menggoncang LF Corp."


Hans berhenti memberikan jeda untuk melihat reaksi dari Rayhan. Seakan faham dengan yang ingin Rayhan tanyakan, Hans seketika melanjutkan perkataanya.


"Tepatnya masalah administrasi. Tetapi setelah saya selidiki lebih dalam, ternyata ibu tiri nona Loly sedang berusaha mengalihkan LF Corp menjadi miliknya dengan batuan bawahan langsung tuan Surya."


"Dasar Surya bodoh. " umpat Rayhan.


Chan sendiri terkejut dibuatnya.


"Kau tahu yang harus dilakukan Chan?"


"Kenapa diam Chan?"


Dengan sedikit keraguan dalam hatinya Chan mengajukan rencana yang terlintas di pikirannya.


"Bagaimana jika tuan muda menjadi investor di LF Corp? "


Melihat reaksi Rayhan yang nampak tertarik dengan rencananya, Chan pun semakin semangat menjelaskan rencananya.


"Urus semuanya untukku Chan."


***


Tulilulit


Pekerjaan terakhir Loly telah selesai bersamaan dengan handphone di dalam tasnya berbunyi.


Tertera nama Tentaraku di sana. Segera Loly menggeser tombol hijau ke atas lalu menjawab panggilan yang ternyata panggilan video.


"Assalamu'alaikum istriku. Kamu sedang apa?"


"Wa'alaikumsalam kak. Loly baru saja selesai menandatangani tumpukan berkas ini kak." keluh Loly dengan sedikit mengarahkan kamera ke arah tumpukan dokumen di atas mejanya.


"Istriku hebat ya. Aku jadi semakin cinta."

__ADS_1


Lihatlah, pipi Loly sudah semerah tomat saja mendengar pujian suaminya.


"Rindu." ucap Loly. Setelahnya ia menanti jawaban dari sang suami yang hanya melihatnya dengan bibir mengatup menahan senyum.


"Sabar ya sayang. Maaf aku masih belum bisa pulang dalam waktu dekat ini."


Keduanya larut dalam pembicaraan yang tidak jauh-jauh dari kata rindu.


Hingga tak terasa sudah satu jam saja mereka menghabiskan waktu dengan video call.


"Hati-hati pulangnya ya sayang. Kamu naik apa?"


"Aku naik taksi kak. Sebentar lagi pasti pesanan taksiku sudah tiba."


"Oh baiklah. Bagaimana kalau mencari sopir? Aku tidak tega harus membiarkan istriku dengan sopir taksi yang belum tentu bisa dipercaya."


"Aku akan pikirkan itu nanti ya kak. Aku matikan dulu ya. Drivernya sudah di lobi."


"Hemm. Hati-hati sayang. Love you."


"Love you too. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam istriku."


Tut.


Loly berjalan keluar dari ruangannya menuju ke lobi tempat driver taksi menunggunya, diiringi oleh decakan kagum para pegawai LF Corp.


"Sungguh sempurna ciptaan Tuhan yang satu ini."


"Masih muda sudah menjadi pimpinan perusahaan, cantik lagi."


"Ah sayangnya sudah punya suami. "


"Sudahlah yuk bangun dari mimpi. Bu Loly terlalu sempurna untuk kita."


"Ehm."


Semua menoleh ke arah belakang yang ternyata Surya berada di sana. Surya akan pulang, namun langkahnya terhenti karena mendengar putrinya menjadi bahan oleh para bawahannya.


"Jangan lancang kalian." seru Surya dengan suara beratnya.


Beberapa pegawai yang tadi membicarakan Loly pun menciut mendengarnya.


"Maaf tuan, kami tidak akan mengulanginya lagi."


"Jangan sampai aku mendengar omongan kalian yang tidak-tidak lagi. Kalau sampai terulang, bersiaplah untuk pergi dari sini."


"Baik tuan." jawab mereka serentak dengan kepala menunduk ke bawah. Jangan lupakan badan mereka yang gemetaran karena mendapat teguran dari atasannya yang merupakan ayah dari Loly.


Sebenarnya Loly mendengar semua yang dikatakan Surya kepada para bawahan. Menurutnya Surya terlalu berlebihan.


Lagi pula, kenapa baru peduli sekarang saat Loly sudah menduduki posisi CEO? Sebelumnya kemana saja?

__ADS_1


Loly meninggalkan LF Corp dengan senyum sinis nya yang tertuju pada Surya.


__ADS_2