
Di sebuah tempat yang ia rasa aman dari kejaran polisi.
Seorang wanita paruh baya tampak menikmati segelas anggur mewah dengan elegan. Setelah orang suruhannya melapor bahwa telah gagal membawa tujuannya, ia merasa sangat kesal. Enak saja, sudah dibayar mahal kook bisa-bisanya gagal.
Tetapi setelah mendengar jika mereka berhasil melukai Loly hingga terbaring di rumah sakit. Hatinya sedikit terhibur. Ya setidaknya ia kini bisa sedikit tenang. Jika Loly terluka, maka ia akan dengan bebas melenggang ke LF Corp melalui orang suruhannya juga tentunya.
Masih memutar gelar berisikan minuman anggur merah. Ia tersenyum dengan khayalan telah menguasai LF Corp.
"Aku akan meninggalkan Surya bodoh itu jika misiku selesai. Aku akan hidup bahagia bersama lelaki pilihanku. Ha ha ha."
Ya.. Karena kegilaannya itu. Ia merasa memiliki banyak uang agar bisa bahagia sesuai keinginannya. Hidup dengan dikelilingi lelaki muda alias berondong.
Kebiasaannya yang sudah mendarah daging itu memang berawal oleh rasa terpaksa melayani kebejatan para sutradara. Namun kini ia merasa, sutradara tua itu sudah tidak mampu memuaskan dahaganya. Tidak sekuat dulu saat mereguk kenikmatan.
Maka solusinya ialah harus mencari lelaki yang lebih muda. Tentunya karena lebih bertenaga juga rupanya yang masih sedap dipandang oleh mata.
Dasar nenek lampir. Tidak sadar usia. Semakin tua bukannya sadar, ini malah semakin menjadi. Mungkin sedang puber kedua. Tapi astaga.. Dia seorang wanita. Mengapa segila itu hanya demi memenuhi sebuah nafsu. Merelakan segala cara tanpa peduli akibat yang akan ia tanggung di kemudian hari. Tidak tahu saja bahwa seseorang dengan kekuatan dan kekuasaannya yang mampu menembus batas sedang mencarinya.
Di depan rumah yang tampak rapi dari luar itu. Memang tidak mewah, namun cukup indah. Tiga orang pria telah berdiri mengamati. Satu lagi pria di dalam mobil yang terparkir tidka jauh dari rumah. Tepatnya di seberang jalan di depan rumah.
Tanpa ragu, ketiga pria itu memasuki rumah tersebut. Berlagak seperti pemilik saja.
Hari masih pagi. Bahkan penghuni rumah masih sedang lelapnya menikmati mimpi di alam tidurnya.
Brakkk.
Bahkan suara tendangan pintu tak mampu membuatnya bangun dari tidurnya yang nikmat itu.
"Dia hanya sendiri?" tanya seorang pria pada rekannya.
"Berani sekali tanpa penjagaan. Setelah berbuat rusuh." huh. Ucap salah satunya lagi.
"Ayo cepat bungkus dia. Tuan muda bukan orang yang mau menunggu."
Sesuai yang mereka sepakati. Membungkus wanita paruh baya yang sedang nyenyak dalam tidurnya. Sebelumnya mereka telah menyumpal mulutnya terlebih dahulu.
Dengan gerakan cepat mereka berhasil mengangkut tawanan tapa perlawanan yang berarti. Karena wanita yang belum sepenuhnya tersadar dari tidurnya itu hanya bisa menggelengkan kepala sebagai tanda penolakan.
Setelah sampai di luar wanita itu dimasukkan ke dalam sebuah mobil box. Tanpa sepatah kata ditinggalkan lalu dikunci dari luar.
__ADS_1
Ditengah kebingungannya ia tersadar telah diculik. Tapi siapa pelakunya? Dia tidak pernah punya musuh selain Loly, anak dari sahabatnya juga anak tirinya.
Ya wanita itu adalah Erika. Mantan sahabat mama Fika. Yang menyandang status sebagai mama tiri Loly saat ini.
Lalu apa hubungannya dengan tuan muda?
Ya, tuan muda Rayhan yang baru menyadari perasaannya terhadap Loly setelah dipinang lelaki lain itu merasa sangat marah. Gadisnya dilukai. Meski ia sudah tidak memiliki harapan untuk meraih Loly. Tetap saja ia akan melindungi Loly.
Kecepatan Chan asisten tuan muda ini memang patut diacungi jempol. Dalam semalam sudah bisa menemukan dalangnya. Bahkan mendahului penyelidikan polisi.
Di sebuah gudang.
Dari luar bangunan ini tampak seperti gudang yang tak terawat. Namun siapa sangka di dalamnya terdapat ruangan bawah tanah.
Ruangan yang sangat pengap itu kini adalah tempat di mana Erika berada. Di bawah pengawasan anak buah Chan.
Erika duduk si sebuah kursi kayu dengan kondisi terikat rapat di tangan juga kakinya. Bahkan tubuhnya tidak mungkin bisa terlepas dari jeratan itu tanpa bantuan seseorang.
Tuan muda telah mendapatkan laporan jika bawahannya sudah menangkap dalang penembakan Loly.
Senyum tersematkan dari bibirnya. Bukannya terlihat menarik, justru menyeramkan. Senyum itu membuat siapa saja yang melihatnya bergidik ngeri. Ini adalah tanda bahwa lawannya tidak akan baik-baik saja.
"Saya sudah menyiapkan seperti perintah tuan muda."
Tuan muda merasa sangat jijik dengan Erika. Dari Chan dia mendapatkan informasi jika wanita ini sangat suka berganti pasangan hanya demi belaian.
Tenang saja. Hal yang sangat disukai oleh Erika itu yang akan menghukumnya.
Biasanya Erika bahkan tanpa ragu menemui salah satu pejabat. Beralasan meminta dukungan atas proyek filmnya. Ia melancarkan aksinya dengan memberikan obat perangsang pada minuman lelaki yang ditemuinya. Lalu menjeratnya.
Lagi-lagi hanya karena nafsu.
Tak habis pikir. Bagaimana bisa Surya yang terkenal hebat dalam dunia bisnis itu bisa dibodohi oleh wanita murahan seperti itu.
Setelah lima belas menit mengendarai mobil. Chan dan tuan muda telah sampai di depan ruang rahasia.
Di sambut oleh seseorang yang juga bawahan dari Chan.
"Selamat datang tuan muda. "
__ADS_1
Tuan muda menatap tak bergeming. Menandakan ia sudah tidak mau menunggu lagi. Dipandu oleh orang tersebut. Tuan muda berjalan mengikuti nya bersama Chan.
Melihat kedatangan tuan muda, Erika yang terikat merasakan hawa yang berbeda. Takut dan juga ngeri. Di wajah tampannya itu kini terlihat sorot mata yang menghunus lawannya. Bahkan sekali lihat, Erika menangis ketakutan.
"Dia?" tanya tuan muda.
"Iya tuan muda. "
"Lakukan ! " perintah tuan muda terhadap Chan.
"Baik tuan muda."
Terlihat Chan berjalan mendekati sebuah meja yang di atasnya kini terletak berbagai macam jarum suntik. Setelah memilih jarum suntik yang dirasa pas. Chan memasukkan obat ke dalamnya.
Berjalan santai mendekati Erika.
Chan membuka tutup lakban di mulut Erika. Ia ingin mendengar seberapa takutnya Erika saat ini. Karena ia juga sangat kesal. Gara-gara wanita ini tuan muda menjadi tidak konsentrasi terhadap proyek yang bernilai milyaran. Meski tahu tidak akan merugi. Tetap saja menghambat prosesnya.
"Lep..pas kan ss..saya." lihatlah ! Bahkan Erika tidak mampu berteriak. Chan sangat menyukai raut Erika saat ini. Ketakutan.
"Baiklah. Saya akan melepaskan mu. Tapi setelah hadiah dari tuan muda."
"Apa salahku?" memang Erika sama sekali tidak membuat masalah dengan tuan muda. Tapi membuat Loly terluka. Jangan mimpi bebas setelah menyakiti pujaan hati tuan muda.
"Salahmu?" tanya Chan dengan sedikit mencemooh. Nanti kau akan tahu."
"Kau ingin suntikan ini di bagian mana?" sambung Chan.
"Tidak. Tolong lepaskan saya." rintih Erika. Rasanya ingin lari menjauh sejauh mungkin. Tapi tidak bisa. Kondisinya sedang terikat rapat.
"Chan." rupanya tuan muda sudah tidak sabar.
Jelas saja. Tuan muda belum melihat Loly. Ia merasa harus menangkap pelaku sebelum menghadapi gadis pujaannya.
"Sebenarnya aku masih memiliki hadiah yang lebih menarik. Tapi tuan muda sudah tidak sabar. Mari kita mulai di kegiatan intinya."
Jleb. Jarum suntik berhasil menusuk kulit Erika. Lalu Chan sedikit menekannya dan obat sepenuhnya ditanam di tubuh Erika melalui tangannya.
"Apa ini?" tanya Erika.
__ADS_1
"Kita lihat saja nanti."