
Hati ayah mana yang tidak hancur ketika kehadirannya tidak lagi diharapkan anaknya.
Ketika kehadirannya justru menambah luka bagi sang buah hati.
Ia sadar akan kesalahannya. Ia sadar sudah terlambat, namun ayah mana yang tidak ingin meraih anaknya.
Rindu sudah pasti tiada terbilang.
Aaaagh..
Surya berteriak menumpahkan kesal akan dirinya. Memukul kemudi di depannya setelah menepikan laju kendaraan.
Kenapa bisa gagal jadi seorang ayah?
Berulang kali kata-kata itu terngiang di telinga hingga ingin rasanya menutup pendengaran. Namun tidak bisa. Suara itu berasal dari hatinya sendiri. Menggaung di telinga, berputar dalam pikiran.
Puas menumpahkan kesalnya pada kemudi yang tak bersalah.
Surya lekas mengangkat kepala. Menatap lurus ke arah depan. Di mana bangunan itulah tempat tinggal baru bagi istrinya.
"Huh, jangan berpuas diri Erika. Hukuman ini masih terlalu ringan untukmu. "
Berbicara sendiri memang tidak akan pernah cukup jika untuk memaki Erika. Istri kesayangan yang menjadi obsesi sedari muda.
Surya merapikan dirinya. Melipat kerah yang sempat terbuka. Merapikan rambutnya.
Cukup rapi. Ia tidak boleh terlihat berantakan.
Surya akan membuktikan, bahwa Erika bukan siapa-siapa baginya. Bukan pula apa-apa hingga harus membuatnya terpuruk hanya karena sampah berwujud wanita.
Ya, Erika memang layak disebut sampah. Sampah masyarakat. Memang begitu adanya.
Dengan memegang map yang berisikan foto-foto perselingkuhan Erika. Surya melangkah tegas memasuki kantor polisi.
"Saya ingin mengunjungi Erika. " Suara Surya tegas tanpa ragu. Dia harus menyelesaikan semuanya.
Jangan sampai Loly lebih kecewa padanya karena mempertahankan wanita biadab itu.
Nyatanya , Surya tidak lah mencintai Erika. Hanya obsesi yang membuatnya rela mengorbankan kebahagiaan putrinya dan keutuhan keluarga.
Mengingat itu. Ingin sekali Surya mengumpati tingkah bodohnya.
Karena kebodohannya itulah yang mengantarkan dirinya pada kehancuran ini.
Loly, adakah maaf untuk ayah bodohmu ini nak?
"Ya, silahkan menunggu di ruang sebelah sana. "
Surya hanya mengangguk. Segera melangkahkan kakinya menuju ruangan yang telah ditunjuk oleh salah satu petugas.
Di ruang tunggu besuk. Ia mendudukkan diri di kursi panjang berbahan besi.
Surya terpikir, apakah ia juga harus menyerahkan dirinya ke polisi juga? Selama ini ia termasuk telah menyembunyikan kejahatan. Barang kali dengan begitu Loly akan mau memaafkan dirinya.
Jika dibutuhkan, sepertinya Surya akan benar-benar menyerahkan dirinya. Demi sang buah hati. Apapun akan ia lakukan. Untuk menebus kesalahannya selama ini.
__ADS_1
"Silahkan pak. Ibu Erika sudah menunggu di ruang besuk. "
"Terima kasih. "
Surya berdiri, berjalan memasuki ruang besuk.
Melihat Erika. Amarahnya kembali tersulut.
Kalau saja tidak di tempat ini, Surya bersumpah akan membunuh wanita itu.
Tak terlihat lagi Erika dengan penampilan glamournya.
Mengenakan baju berwarna orange, dengan rambut diikat satu di belakang.
Hampir saja Surya tidak mengenali wanita yang masih berstatus istrinya itu.
Sedangkan bagi Erika. Ia merasa cukup percaya diri. Mendengar Surya suaminya datang mengunjunginya. Tentu saja menumbuhkan kepercayaan bahwa ia akan dibebaskan dari tempat menyesakkan ini.
Surya juga bukan pertama kali mendapati Erika bercumbu dengan pria lain. Tentunya jika hanya dengan alat-alat permainan itu, pasti ia akan dimaafkan.
Berkhayal tentang bebasnya dari penjara. Membuatnya lupa tentang satu hal.
Semua itu terjadi sebelum Surya menikahi Erika. Dan terlebih, Surya memang pernah mengkhianati mama Fika. Tapi Surya tidak akan pernah memaafkan pengkhianatan terhadap dirinya. Egois memang.
Berani menyakiti orang lain tapi tidak mau merasakan sakit yang sama.
"Mas, kamu datang. " Erika berkata dengan sangat lembut. Ia tidak ingin memantik api amarah suaminya itu. Hanya suaminya satu-satunya harapan yang bisa membebaskan dirinya.
"Aku tahu kamu pasti datang untukku, mas. Terima kasih. "
Dalam benak Surya, ia bertanya-tanya. Apakah air mata drama? Atau air mata putus asa?
Ahh, sudahlah. Itu bukan menjadi urusan Surya lagi. Ia kesini karena ingin menyelesaikan semua urusan dengan istrinya. Sesuai yang mama Fika katakan.
"Selesaikan dengan istrimu. "
Semoga harapan baiknya akan terpenuhi setelah penyelesaian ini ia lakukan. Untuk itu, Surya ingin secepatnya semuanya berakhir.
Mendapati Surya hanya terdiam menatap dirinya, nyali Erika mulai terkikis.
Apakah dia terlalu percaya diri? Tidak.
Memang sudah sepantasnya Surya datang untuk membebaskan dirinya. Surya suaminya. Surya juga sangat tergila-gila padanya. Apapun pasti akan Surya lakukan demi seorang Erika.
Berusaha menepis semua pikiran buruk dengan berpikir positif memang lebih baik. Tapi hal itu tidak berlaku untuk Erika.
Masa penghukumanmu sudah tiba Erika. Kau tidak boleh dibiarkan merusak perputaran ini terus menerus.
"Bagaimana kabarmu? "
Mendengar Surya menanyakan kabarnya, tentu saja membuat kepercayaan diri Erika kembali melambung tinggi.
Surya akan membebaskannya. Benar kan?
"Aku.. Aku tidak baik-baik saja mas. Tolong bebaskan aku dari sini. "
__ADS_1
Huuft. Surya menghela nafasnya.
Ia harus tetap tenang menghadapi wanita satu ini. Bukankah akan sangat senang melihatnya terbang tinggi lalu dihempaskan sejatuh-jatuhnya?
Ia harus merasakan itu.
"Ya, pengacara akan mengurusnya. "
"Terima kasih mas. "
Seulas senyum terlukis di bibir Erika. Benar kan, Surya tidak akan berubah hanya karena skandal itu.
Erika akan menjelaskan jika dirinya hanya dijebak sehingga bertingkah bodoh.
Tapi.. Kenapa Surya hanya menimpali singkat pembicaraannya. Ini hanya pikiran Erika saja atau...
"Mas.. "
"Aku ingin meminta maaf padamu. Aku melakukan itu karena tidak sadar. "
Mendengar itu dahi Surya mengernyit.
Tidak sadar? Drama apa lagi yang ingin Erika mainkan? Batin Surya menggeram hebat. Namun ia tetap berusaha bersikap tenang.
Huh. Rasanya ingin sekali merobek mulut penuh kebohongan itu.
"Sudahlah, semua akan diurus oleh pengacara. Kau jangan berpikir macam-macam. "
"Iya mas. Iya. Aku tidak akan berpikir macam-macam lagi. Aku tunggu pengacara mu bebaskan aku. "
"Ya. Aku pergi dulu. "
"Kenapa cepat sekali, mas. Aku masih ingin bicara denganmu. "
Surya tidak lagi menghiraukan Erika.
Muak sekali rasanya melihat wajah itu.
Sudah berusia bukannya bertambah baik, malah menjadi.
Keluar dari sana. Surya sudah disambut oleh pengacara pribadinya.
"Selamat siang, pak Surya. "
"Selamat siang pak Eko. Tolong atur perceraian saya dengan dia secepatnya. Juga urus tuntutan perselingkuhan. "
"Baik pak Surya. Saya akan mengusahakan hasilnya secepat mungkin. Tapi tidak visa dalam waktu dekat. Saya sedang memproses pemindahan saham atas nama anda menjadi atas nama Loly. "
"Tolong diatur saja baiknya pak Eko. Saya tidak ingin dia menuntut gono gini saat perceraian nanti. Dia wanita yang licik. "
"Sesuai yang anda inginkan pak Surya. Saya akan mengurus perceraian anda, setelah berkas pengalihan saham disahkan. "
"Ya. Terima kasih. Saya pergi dulu. "
Selama ini. Surya sempat menanamkan beberapa saham di beberapa perusahaan lain. Memang nilainya tidak besar. Namun cukup untuk kebutuhan hidup Loly beserta anak turunnya hingga lima turunan.
__ADS_1
Setelah semuanya berakhir. Surya ingin pensiun dan hidup dipinggiran kota. Kembali ke kota asalnya.