
Bagaimanapun juga Surya ingin memperbaiki hubungannya yang terlanjur renggang dengan Loly, putri kandungnya.
Meski sudah memiliki seorang putri lagi, tetap saja Jena bukanlah darah dagingnya.
Berulang kali Surya mendesah.
Lelah karena kurang tidur selama dua hari ini. Terlihat dari kelopak matanya yang menghitam panda.
"Siapa sebenarnya yang sudah berkhianat dariku? Berani-beraninya! " Surya sangat geram. Tapi juga gelisah, bagaimana jika yang Loly katakan benar. Tidak mungkin Erika berbuat curang darinya.
Surya tengah memeriksa file laporan yang tersimpan di i-pad pribadinya. Mencocokkan dengan laporan keuangan yang dikirim melalu email juga yang sudah dalam bentuk fisik di hadapannya.
Setelah tiga jam. Baru ia menemukan titik temu.
"Berengsek." Surya meremas buku-buku jarinya hingga memutih.
"Kenapa aku baru tahu? Mari kita lihat, dengan siapa kamu bermain. "
Merasa dipermainkan oleh orang kepercayaannya. Geram bukan main yang Surya rasakan.
Ingin segera menghancurkan orang itu. Namun ia tahan. Sepertinya orang itu tidak bergerak sendiri. Benar yang Loly katakan. Pasti ada dalang dibaliknya.
Dia tidak akan bertindak gegabah.
"Akan ku pastikan kau hancur bersama partnermu, Hans."
TOK TOK.
Terdengar suara pintu diketuk seseorang dari luar.
"Masuk."
Seseorang muncul dari balik pintu.
"Ada apa Hans? "
Surya hanya melirik kedatangan asisten pribadinya.
"Akan ada meeting bersama tuan Robert, tuan. "
"Dimana? "
"Sesuai kesepakatan, meeting akan diadakan secara private di resto depan tuan. Tuan Robert ingin memajukan meeting menjadi jam makan siang. Apakah tuan berkenan? "
Surya tengah menimbang apakah bersedia atau tidak. Melihat jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul setengah dua belas.
"Baiklah aku akan kesana sekarang saja. Kau gantikan meeting dengan divisi marketing setelah makan siang. Aku akan lanjut pulang setelah meeting nanti. "
"Baik tuan. Saya akan segera menyiapkan berkas untuk meeting yang akan tuan bawa. Apakah ada yang tuan butuhkan? "
"Tidak, pergilah. "
"Baik tuan, saya permisi. "
Kepergian Hans berhasil mencetak rupa sinis di wajah Surya.
Berani sekali kau Hans. Siapa yang menyuruhmu.
Setelah menerima berkas untuk keperluan meetingnya, Surya menyegerakan diri agar segera sampai di resto.
Sesampainya di parkiran resto, ternyata tuan Robert juga baru saja tiba. Surya memutuskan untuk menunggunya, lalu memasuki resto bersamaan.
"Selamat siang tuan Surya. "
__ADS_1
Tuan Robert menjabat tangan klien yang tak lain sahabatnya sendiri.
"Selamat siang, tuan Robert. "
Keduanya pun terbahak, menertawakan gelagat masing-masing.
"Seperti sama orang lain saja kamu ini Sur. "
Hahaha.
"Kau juga sama, Robert. "
"Baiklah, baik. Mari kita ke dalam. Aku punya berita penting untukmu. "
"Sepenting apa? " canda Surya.
"Kita lihat nanti. "
Kini Robert dan Surya telah berada di vip room resto tersebut.
Mereka tengah berbincang juga sedikit bernostalgia mengenai persahabatan mereka bertiga dulu. Antara Surya, Robert juga Jaya.
Sayangnya hubungan antara Surya dan Jaya sedikit memburuk pasca pernikahan Surya dan Erika. Meski Jaya sakit hati terhadap Erika. Namun Jaya menyayangkan tindakan sahabatnya. Mengapa menikahi mantan istri sahabatnya sendiri.
Sembari menikmati makan siang. Robert berusaha membaca mimik muka Surya. Terlihat sedikit tegang, meski sudah dibuat sesantai mungkin.
Robert menghela nafasnya. Berusaha menerka, tapi semoga perkiraannya meleset.
"Ini bacalah. "Robert menyerahkan sebuah amplop cokelat. Berisi file yang Surya belum tahu.
" Apa ini? Kerja sama kita lancar kan?"
"Iya lancar. Ini bukan tentang proyek itu, Surya. Bukalah dulu. "
Setelah mengetahui isinya. Rahang Surya mengetat. Wajahnya memerah.
"Apa-apaan ini, Robert? "
"Maaf, bukan aku ingin ikut campur mengenai masalah rumah tanggamu. Aku tidak ingin kau mengalami hal yang sama dengan Jaya. "
Surya melempar foto-foto syur Erika bersama sutradara.
"Cih, dasar murahan. Ternyata dia masih berhubungan dengan sutradara bajingan itu. "
Surya merasa marah juga kecewa. Tidak disangka. Orang yang selama ini ia perjuangkan, ternyata tidak benar mencintainya.
Lalu Surya menertawakan dirinya sendiri.
Kebodohannya yang sudah diliputi oleh nafsu juga obsesi hingga membutakan mata. Menghancurkan keluarganya sendiri yang ternyata demi wanita murahan.
"Dari mana kau dapatkan foto itu? "
Robert pun menceritakan kejadian dibalik ia mendapatkan foto-foto vulgar Erika.
Sore itu Robert hendak berlibur bersama anak dan istrinya. Ketika sedang check in di sebuah hotel, Robert melihat Erika tengah berjalan dengan bergelayut mesra bersama seorang pria beranjak lanjut.
Robert berusaha mengabaikan kelakuan Erika saja. Namun dalam hatinya bergejolak. Ia tidak akan membiarkan satu sahabatnya lagi hancur karena Erika.
Akhirnya Robert segera menelepon orang suruhannya untuk membuntuti dan mengambil gambar dari setiap hal yang dilakukan Erika. Dan berakhir lah foto-foto itu di tangan Surya sekarang.
***
Belum selesai masalah di LF corp. Kini sudah dihantam oleh kelakuan murahan istri barunya. Erika benar-benar keterlaluan.
__ADS_1
Pertemuan dua sahabat yang berkrdok meeting pun berakhir.
Surya telah sampai di rumahnya. Hanya mendapati ranjang yang kosong.
Surya pun kembali mengingat beberapa akhir belakangan ini. Erika tidak tampak seperti biasanya. Gelagatnya sangat mencurigakan. Namun karena terlalu percaya, Surya menepis semua keraguan yang menghiggapi hatinya.
Mengetahui perselingkuhan Erika. Surya jadi berpikir dan menimbang kemungkinan Erika yang menjadi dalang kerugian LF corp.
Seperti kata Loly.
"Apa mau mu Erika? Apa kau juga ingin menghancurkan aku seperti Jaya? "
...****************...
Huuek huueeek.
Seisi rumah terbangun karena suara muntahan seseorang.
"Kamu kenapa nak? " mama Fika mengelus punggung putrinya yang sedari kemarin selalu memuntahkan isi perutnya.
Saat ini Joan sudah kembali bertugas. Sehingga Loly berada di rhmah hanya ditemani mama Fika dan mbak Eni. Seperti biasa, Joan akan pergi setelah mendapat pesan dan kembali saat selesai.
Namun kali ini berbeda. Joan mengatakan akan menjalankan perintah yang sangat rahasia.
Loly terkulai lemah di pelukan mama Fika.
"Apa kamu tidak salah makan di kampus sayang? "
"Tidak ma."
"Kita periksa ya nak? Jangan sampai masuk angin kamu ini semakin parah. "
"Tidak usah ma, Loly cuma masuk angin biasa saja. Lambung Loly baik-baik saja. "
"Ya sudah, kamu minum air jahe ini dulu biar hangat. "
Segelas air jahe buatan mbak Eni trlah tandas dalam sekali minum. Dan Loly kembali tertidur.
Loly memang memiliki penyakit asam lambung. Jadi kalau sampai dia salah makan, akan berakibat asam lambungnya naik.
Mama Fika memandang sedih putrinya.
Sedang sakit begini tapi tidak didampingi suami.
Sebagai orang tua, jelas prihatin. Namun Joan juga bukan pergi sembarangan.
Mama Fika hanya bisa mendoakan untuk kebahagiaan putrinya.
Semoga Joan akan kembali dengan selamat. Adalah harapan bagi semua orang.
Mendengar menantunya sakit. Mama Joan pun berkunjung ke rumah Loly.
Hendak memastikan keadaan menantu kesayangannya.
"Bagaimana kabar Loly jeng. "
"Alhamdulillah, Loly sudah membaik jeng. Masih lemas saja. "
"Syukurlah. Boleh aku melihat keadaan Loly jeng? ".
" Boleh. Mari ke dalam saja jeng. Loly sedang istirahat di kamarnya. "
Setelah memastikan keadaan Loly. Mama Joan pun berpamitan pulang.
__ADS_1
Berharap semoga hikmah baik menyertai keluarganya.