Hai.. Tentaraku.

Hai.. Tentaraku.
Pemakaman Nenek


__ADS_3

Mama terlihat sangat sedih dan terluka. Suara lirih tangisan mama terdengar begitu pilu.


Melihat mama nya yang hanya menangis Loly teringat kembali dengan bendera kuning tadi.


"Sebentar ya ma. Loly mau memanggil nenek".


Loly beranjak dari duduk nya. Baru selangkah ia berjalan mama menarik tangan nya. Loly kembali berbalik menghadap mama nya.


" Nenek meninggal nak".


Duaarr..


"Tidak mungkin".


" Nenek belum meninggal kan ma?. Bukan kah tadi nenek baik-baik saja? ".


" Katakan mama sedang bohong kan? ".


Loly berusaha tersenyum dengan lelehan air mata yang lolos tanpa permisi.


Seakan tidak percaya. Loly segera berlari ke arah kamar nenek. Dia ingin memastikan keadaan nenek sendiri. Semoga tidak seperti yang dikatakan mama. Nenek pasti baik-baik saja.


Sesampainya di kamar nenek, disana terlihat sepi. Tidak ada satu orang pun yang berada di dalam nya.


" Jadi nenek benar-benar sudah pergi? "


Wajah Loly menjadi lebih sendu. Isak tangis tak tertahankan lagi. Bahkan Loly tidak mampu menumpu badan nya sendiri.


Bagai kehilangan separuh hidupnya. Loly terduduk lemas di depan pintu kamar nenek.


"Neng Loly. Kenapa duduk disini? Mbak Eni bantu ya neng. ". Entah sejak kapan, tiba-tiba mbak Eni sudah berada di sebelah nya.


" Nenek pergi mbak" Satu kalimat yang lolos dari bibir mungil Loly.


"Yang sabar ya neng. Kita ke depan ya. Sudah ditunggu sama mama. Nenek sudah akan diberangkatkan".


" Bantu Loly mbak".


Kasihan sekali neng Loly. Baru sebentar menikmati waktu bersama nenek nya, sekarang sudah ditinggal pergi. Ibu, saya akan menjaga neng Loly dan bu Fika. Dalam hati mbak Eni berjanji.


Loly dengan dibantu mbak Eni mulai beranjak berjalan menuju ke ruang tamu. Tempat para pelayat berkumpul untuk mendoakan nenek dengan membacakan surat yasin.


"Apakah keluarga ingin melihat untuk yang terakhir kalinya? " Tanya seseorang.


Loly dan mama mengangguk lemah.


Demi melihat nenek untuk terakhir kali nya. Loly berusaha menguatkan hati. Mengerahkan sebanyak mungkin tenaga dan menyiapkan mental nya.


Loly tidak ingin terlihat lemah di depan mama nya. Ia harus kuat agar mama tidak lagi ragu bersandar pada nya.


Setelah di buka kain penutup pada wajah sang nenek. Mama langsung pingsan. Ini sudah ketiga kali nya setelah mendengar kabar nenek meninggal.


Kita hanya tinggal berdua sekarang ma. Loly janji akan menjadi wanita yang kuat dan sukses nanti nya. Agar mama tidak lagi mengkhawatirkan kebahagiaan Loly. Sudah cukup penderitaan mama selama ini.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mama sudah terbangun dari pingsan.


Kami memutuskan untuk mengikuti proses pemberangkatan nenek ke tempat akhir. Pemakaman.


Karena mama masih lemas, jadilah menggunakan kursi roda.


Kami mulai berjalan pelan keluar rumah. Di depan pintu, ada seseorang yang tidak asing.


"Kenapa wajah nya begitu sendu?. Nenek bukan keluarga nya kan?". Batin Loly.


Tak lagi memperhatikan yang lain. Loly berjalan dengan mendorong kursi roda tempat mama nya duduk dengan memeluk foto nenek.


Setelah acara pemakaman berakhir, para pelayat pulang ke rumah masing-masing.


Di dekat makam nenek, tinggal aku, mama dan mbak Eni.


Datang seorang pemuda tampan berwajah sendu yang dilihat Loly tadi.


" Tante, Jo turut berduka ya. Semoga nenek mendapat tempat terindah di surga nanti".


Mama hanya mengangguk kan kepala.


Kami pun pulang ke rumah untuk menyiapkan acara pengajian, mendoakan nenek sampai tujuh hari nya nanti.


Di rumah banyak warga yang membantu persiapan acara nanti malam. Loly dan mama Fika diminta untuk istirahat saja agar tidak sakit.


Di dalam kamar Loly kembali mengingat kebersamaan bersama sang nenek tercinta.


Saat kecil dulu ia sangat jarang bertandang ke rumah nenek. Menginap pun hanya bisa dihitung jari.


Dan dua tahun ini, Loly lebih banyak menghabiskan waktu bersama nenek nya.


Setiap akhir pekan dan setiap liburan semester tiba, Loly selalu mengunjungi nenek dan menikmati waktu di rumah ini.


Sungguh bulan terberat bagi Loly. Setelah dikhianati papa, kini Loly kehilangan nenek satu-satu nya.


Huuft.


"Maafkan Loly ya nek. Loly kurang membersamai nenek selama ini".


" Pergilah dengan tenang nek, Loly akan baik-baik saja disini. Untuk mama, akan Loly lakukan apapun demi kebahagiaan mama".


Waktu menunjuk kan menjelang maghrib.


Loly melihat semua kursi dengan naungan tenda sudah tertata dengan rapi.


Selesai menjalankan ibadah sholat maghrib, berduyun warga komplek berdatangan guna menghadiri pengajian kematian nek Ratih, nenek Loly.


Melihat banyak orang yang hadir serta ketulusan para tetangga dalam mendo'akan nenek nya. Loly tak kuasa menahan air mata.


Setiap do'a yang terucap diiringi oleh air mata. Di antara tamu, ibu-ibu nampak terisak dengan bibir yang mengucapkan do'a yang di pimpin oleh seorang ustadz.


Sedang di antara bapak-bapak, nampak berdo'a dengan tenang dan khidmat.

__ADS_1


Kami berkeyakinan bahwa do'a yang kami panjatkan kepada Allah untuk orang yang sudah meninggal akan tetap sampai. Hal ini menunjukkan sebagai bukti bahwa kita masih bisa berbakti kepada orang yang sudah meninggal dengan mendo'akan nya.


Karena sesungguhnya amalan yang akan dibawa mati bukan rumah mewah atau harta berlimpah. Melainkan ada 3 amalan seperti sabda Rasulullah ﷺ dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, yang berbunyi:


عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثَةِ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ


Artinya: Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR Muslim).


Setidaknya itu yang kami tahu dari ajaran guru agama di sekolah. Juga dari pengajian para kyai serta ustadz.


Acara doa sudah selesai. Para tamu sudah beranjak meninggalkan rumah nenek yang sekarang hanya akan ditempati oleh Loly dan mama Fika. Mbak Eni masih bekerja di rumah ini. Karena merupakan seorang janda tanpa anak. Dan saudara tunggal mbak Eni juga sudah meninggal.


Kami bertiga mulai membersihkan rumah bekas acara pengajian.


Setelah itu mama dan mbak Eni kembali ke kamar masing-masing.


Loly masih merenungi tentang kematian nenek. Ia menyadari bahwa setiap manusia akan mati. Dan di antara semua manusia yang ada di dunia ini sedang menunggu giliran.


Sesuai dengan Q. S. Al - anbiya


كُلُّ نَفۡسٍ ذَآٮِٕقَةُ الۡمَوۡتِ‌ؕ وَنَبۡلُوۡكُمۡ بِالشَّرِّ وَالۡخَيۡرِ فِتۡنَةً‌  ؕ وَاِلَيۡنَا تُرۡجَعُوۡنَ


Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya - 35)


Huuft.


Apakah sudah cukup bekal ku? Loly mulai terlihat melamun.


Baru akan memasuki rumah, Loly merasakan ada yang datang menghampiri nya.


Kini Loly sedang duduk berhadapan dengan pemuda yang pernah bertamu hanya untuk memberikan rantang makanan sebelum makan malam beberapa hari yang lalu.


"Maaf, ada yang bisa Loly bantu? ".


" Panggil saja Joan ".


" Baiklah kak Jo.. an. Ada yang bisa Loly bantu?. Mama dan mbak Eni sudah tidur ".


" Sebenarnya aku kemari karena ingin menanyakan apa kamu baik-baik saja?. Maaf kamu pasti sedih sekali".


Loly terheran dengan orang di depan nya ini. Mengapa ia meminta maaf untuk kesedihan ku , pikirnya.


"Iya Loly sangat sedih".


"Mungkin waktu nya memang tidak tepat. Tapi karena aku harus segera kembali bertugas malam ini juga, apa Loly tidak keberatan memberikan nomor telepon mu kepada ku? ".


Karena masih bersedih Loly tidak berpikir apa-apa. Ia terlihat meraih hp Joan dengan tangan kanan nya, lalu menuliskan dua belas digit nomor telepon pribadi nya.


" Karena keperluan ku sudah selesai, aku pamit pulang dulu. Terima kasih sudah berkenan memberikan nomor mu". Joan tersenyum manis, berharap dengan itu dapat mengurangi sedikit kesedihan gadis pujaan hati nya.


"Sama-sama kak".


" Jaga dirimu untuk ku Loly" Kata terakhir Joan sebelum hilang di antara kegelapan malam.

__ADS_1


Kata terakhir Joan berhasil sedikit mengalihkan pikiran Loly dari kematian. Apa maksud kak Joan ya?. Gumamnya sebelum tertidur pulas setelah melalui hari yang sangat menguras energi. Melelahkan tenaga, hati juga pikiran.


__ADS_2