
Mari kita hempaskan masa-masa suram yang telah mama lalui. Sudah cukup yang mama rasakan selama ini. Jangan sampai ada yang tertinggal ataupun tersimpan sedikit pun di dalam memori. Kalau seusia mama masoh merasakan galau bukankah akan menjadi sangat tidak keren?. Apalagi mama Fika memiliki Loly sebagai putrinya. Calon pemimpin LF group. Pemilik yang sesungguhnya.
……………………………………………………………………
"Yeeeeeey... Kita sudah sampai di mall ma." Loly segera mengikuti arah panah untuk mengikuti petunjuk menuju parkir motor yang telah mall sediakan. Tidak lupa berhenti di depan mesin karcis lalu memencet tombol hijau agar karcis keluar dari mesin. Setelah menyimpan karcis Loly melajukan lagi motornya hingga ke tempat parkir.
Loly menstandarkan motor lalu turun dan melepas helmnya juga helm mama Fika.
Dengan senyum yang merekah, Loly beserta mama Fika memasuki mall. Loly melihat kiri dan kanan untuk sejenak menikmati bau mall..
Ahh.. Sungguh menyenangkan. Sudah lama dia tidak menikmati aroma mall yang khas.
"Ma. Kita kemana dulu nih? Langsung ke time zone atau keliling dulu? " Loly bertanya kepada mama Fika.
Bukannya menjawab. Mama Fika langsung menarik Loly menuju lift untuk masuk. Setelahnya memencet tombol angka yang menunjukkan lantai atas. Tempat time zone berada.
"Kita main saja dulu Ly. Mama sudah sangat tidak sabar. Mama ingin melemaskan otot mama yang kaku ini". Hahaha mama Fika sangat bersemangat.
Loly lupa bahwa mama Fika ini memang berjiwa muda. Meski begitu, mama Fika adalah seorang ibu yang sangat hebat.
"Love you ma". Mata Loly sedikit berkaca melihat mamanya yang sedang antri di depan kasir time zone untuk mengisi ulang token agar bisa memainkan permainan yang tersedia.
Mama Fika sudah kembali dari mengisi token di kasir.
Banyak sekali permainan di time zone. Sayangnya kebanyakan adalah permainannya untuk anak kecil. Bukan berarti tidak ada permainan yang bisa dimainkan oleh orang dewasa ya.
Pertama Loly dan mama Fika bermain memasukkan bola basket ke dalam ring. Awalnya Loly tampak memimpin score. Ronde pertama sudah dimenangkan oleh Loly.
Hahaha. Keduanya tertawa riang melambangkan keceriaan dan kebahagiaan. Namun siapa tahu jika dibaliknya menyimpan luka yang begitu dalam.
" Mama kalah" Hahaha.
"Payah nih mama". Ledek Loly pada mama Fika.
" Siapa bilang mama kalah. Tadi mama cuma sedang mengalah saja. Masih mau lanjut gak nih?" Provokasi mama Fika. Enak saja meremehkan mama Fika. Biar sudah berusia empat puluh enam tahun begini. Tidak akan menjadikan mama Fika lemah ya. Dulu mama Fika sangat jago main bola basket. Bahkan permainan papa Surya masih kalah dengan permainan mama Fika.
"Loly gak percaya dong".wleee
Loly semakin tertawa setelah meledek mamanya.
" Oke. Dalam waktu 30 detik siapa yang paling banyak memasukkan bola dia yang menang" Tantang mama Fika.
"Hmm.. Siapa takut".
Permainan pun dimulai dengan penjaga area time zone sebagai wasitnya.
Para pengunjung tampak semakin ramai dan mengerubungi sepasang anak dan mama yang sedang bertanding. Suasana menjadi semakin seru saat banyak penonton yang bersorak.
__ADS_1
Akhirnya pertandingan dimenangkan oleh mama Fika.
Huuft..
Tidak menyangka. Energi mama Fika benar-benar masih ekstra. Loly saja sudah lelah.
Penonton pun bubar dengan sendirinya. Tetapi masih ada yang setia menunggu. Permainan apalagi yang akan menjadi bahan perlombaan antara Loly dan mama Fika.
Dan benar saja. Setelah istirahat sebentar. Loly dan mama Fika nampak berjalan menuju mesin capit boneka.
Kali ini siapa yang akan menang ya. Loly atau mama Fika. Banyak orang dibuat penasaran. Sebenarnya mereka itu kakak beradik atau ibu dan anak.
Melihat penampilan Loly yang sudah terlihat seperti anak kuliahan. Sedangkan penampilan mama Fika yang simpel tetapi terlihat lebih muda daripada usianya.
Keduanya sudah mengambil posisi yang pas menurut mereka.
Dalam hitungan ketiga permainan sudah dimulai kembali.
Kali ini bukan hanya anak kecil yang menonton permainan Loly dan mama Fika. Para orang tua dari anak-anak yang sedang berada di area time zone pun ikut menonton.
Gesekan pertama, keduanya begitu serius dan konsentrasi mengarahkan mesin capit ke arah boneka incaran masing-masing.
Dan hasilnya. ZONK. Hahahah semuanya tertawa.
Gesekan kedua, Loly tampak begitu serius. Dia yakin kali ini tidak akan meleset. Sementara mama Fika pun sama. Sangat serius. Tidak mau kalah oleh Loly.
Yeeeey.. Keduanya mendapatkan boneka dari mesin capit.
Mereka melanjutkan bermain dengan berbagai permainan yang ada. Seperi mesin tinju, menembak zombi dengan air, memainkan balap motor dan terakhir mereka menari di mesin menari.
Haaah.. Keduanya nampak berkeringat dan lelah. Namun cukup menyenangkan. Cukup membantu untuk menghilangkan sedikit kepenatan yang terjadi pagi menjelang siang hari tadi.
Selanjutnya Loly dan mama Fika memilih untuk berbelanja pakaian lebih dulu. Setelah memilih dan mendapatkan yang pas. Segera membayar dan mandi di toilet mall lalu mengganti pakaian yang basah oleh keringat tadi dengan pakaian yang baru dibeli barusan.
Selesai mandi Loly dan mama Fika berencana untuk makan di food court. Mereka sudah sangat lapar.
Mengingat bagaimana tadi Loly dan mama Fika menghabiskan waktu di time zone. Siapa yang tidak lapar.
Loly dan mama Fika sudah mendapatkan meja.
"Mama mau makan apa. Biar Loly saja yang pesan. Mama tunggu disini saja".
" Emm.. Mama mau nasi goreng seafood saja deh kayaknya. Makanan lain pasti tidak kenyang".
"Ya ampun mama. Oke kita sama". Hahaha keduanya kembali tertawa.
Saat Loly sedang memesan dua nasi goreng seafood di salah satu stand food court. Tanpa Loly ketahui , mama Fika dihampiri oleh beberapa orang.
__ADS_1
Mama Fika dituduh merebut pacarnya lalu menikah dengan lelaki yang sudah direbut dari sang pacar. Kini akhirnya si lelaki sudah sadar bahwa mama Fika bukanlah wanita yang baik. Akhirnya si lelaki memutuskan untuk kembali kepada si pacar yang masih tetap setia menunggu.
Tampak banyak orang mulai berbisik-bisik. Mama Fika yang tidak siap akan diserang dengan tuduhan palsu juga kata-kata kotor terlihat syok.
Loly yang baru saja datang setelah memesan makanan pun terheran. Kenapa di meja yang diduduki mama Fika sangat ramai.
Setelah sampai di tempat. Loly terkaget bukan kepalang. Astaga. Sejak kapan ondel-ondel dari Betawi nyasar ke Surabaya. Di mall lagi.
Ini bikin ulah lagi.
Ketika seorang wanita yang dijuluki ondel-ondel mengangkat tangan akan menampar mama Fika, Loly terkesiap dan dengan sigap akan menangkap tangan ondel-ondel , akan tetapi sudah didahului oleh mama Fika.
Mama Fika yang semula duduk di kursi, dengan cepat menangkap tangan orang itu, kemudian berdiri.
"Cukup Erika. Kamu yang sudah merebut suamiku dengan cara yang kotor. Dan memang mas Surya dulu mencintaimu. Tapi karena mas Surya terlihat miskin, makanya kamu lebih memilih menikah dengan Jaya".
Tante Erika terdiam dengan mata melotot. Tidak menyangka jika mama Fika akan melawannya di depan banyak orang. Karena biasanya mama Fika yang meskipun dulunya tomboy, telah berubah menjadi wanita yang lembut dan dewasa setelah menikah.
" Kamu bohong Fika" Sanggah tante Erika dengan terbata.
Loly dan juga Jena yang ternyata berada di samping tante Erika hanya melihat. Bedanya adalah Loly yang merasa sangat lega karena mama tidak lagi berdiam diri jika disakiti. Sedangkan Jena merasa takut dan kesal bersamaan.
Loly menolehkan kepala, apakah papa Surya ada disini. Jika benar, maka ini tidak baik untukku dan mama. Sebaiknya aku sudahi saja sekarang. Tetapi bagaimana caranya.
"Hmm.. Aku lihat saja dulu sebentar. Jika ada papa Surya datang, ku tarik saja mama Fika pergi". Batin Loly.
Setelah menyatakan tempat ini aman dari jangkauan papa Surya Loly kembali ke stand nasi goreng untuk meminta dibungkuskan saja. Berjaga-jaga jika sewaktu-waktu papa Surya muncul dengan tiba-tiba dan tidak disadari.
Setelah mendapatkan pesanannya. Loly kembali ke meja tadi.
"Benarkah? Lalu siapa yang mengirim video panas perselingkuhan kalian kepadaku? Apakah setan? ". Sarkas mama Fika.
" Jangan ganggu kehidupanku dan anakku lagi Er. Atau aku tidak akan pernah memaafkanmu. Bukankah kamu sudah mendapatkan mas Surya? Oh atau jangan-jangan bukan mas Surya yang sebenarnya kau inginkan".
Mama Fika menampakkan senyum manisnya.
Benar saja dugaan Loly. Saat ini papa Surya terlihat berjalan dengan tergesa menuju ke arah mereka. Sebelum drama tante Erika dimainkan. Loly segera menarik mama Fika untuk segera pergi dari food court.
Tanpa banyak bertanya. Mama Fika mengikuti Loly begitu saja.
Setelah sampai di area parkir, langkah kaki mama Fika terhenti. Tangan mama Fika yang terlepas dari tangan Loly membuat Loly menghentikan langkahnya juga.
"Kenapa berhenti ma? Ayo kita pulang saja". Ajak Loly dengan lembut. Melihat air mata mama Fika menetes Loly merasa sangat sakit hatinya. Tante Erika lagi-lagi menyakiti mamanya.
" Apa mama baik-baik saja? " Loly khawatir mamanya akan bersedih lagi.
Mama Fika menghapus air mata kemudian tersenyum kepada Loly.
__ADS_1
"Mama baik-baik saja nak. Mama hanya merasa sedikit lega karena sudah melepaskan ikatan persahabatan busuk yang selama ini mama jalin dengannya".