Hai.. Tentaraku.

Hai.. Tentaraku.
Erika


__ADS_3

Di salah satu kantor kepolisian kota. Para polisi yang mendapatkan laporan video asusila seorang selebriti tampak syok.


Bagaimana tidak. Erika itu salah satu selebriti yang terkenal dengan kelembutan dan penuh kasih nya. Berita ini sungguh mengejutkan.


"Tidak aneh. Citra selebriti memang kebanyakan palsu." seloroh salah satu polisi. Hal itu pun disetujui oleh rekannya.


Akhirnya dua orang polisi mendapatkan tugas untuk menangkap Erika. Dengan gerakan cepat dua polisi telah sampai juga di depan rumah Erika.


Mengetuk pintu berkali-kali, tetapi masih belum ada suara yang menyahut. Apakah Erika kabur?


Tidak. Justru Erika masih belum tahu jika kelakuannya saat dalam pengaruh obat perangsang itu menjadi konsumsi publik.


Beberapa menit menunggu. Keluarlah Erika dengan penampilan yang sedikit berantakan.


Mendapati dua orang polisi yang bertamu. Erika tampak terbingung.


"Ada apa ya pak?" tanya Erika dengan raut kebingungannya.


"Selamat sore bu Erika, kami dari kepolisian. Kami mendapatkan laporan atas penyebaran video asusila ibu. Mohon kerja samanya. " Beri tahu salah satu polisi dengan menunjukkan surat penangkapan dengan nama Erika tertera di sana.


"Tu..tunggu pak ! Video asusila apa yang bapak maksud. Ini pasti salah paham. Bapak tahu siapa saya kan ? "


"Ya. Bu Erika Lusiana. Anda bisa menjelaskan di kantor nanti. Anda juga dibolehkan untuk membawa pengacara anda. Sekarang silahkan ikut kami."


Kedua tangan Erika langsung dipegang dan diborgol agar tidak melarikan diri. Tetapi itu tidak mungkin Erika lakukan. Mengingat di depannya banyak sekali wartawan yang haus berita tampak meliput dirinya.


Bahkan beberapa reporter sedang melakukan siaran ekslusif.


Berjalan dengan menunduk. Erika tampak pasrah, lain dengan isi hatinya yang sudah mengabsen kata-kata umpatan.


'Sial ! Ini tidak bisa dibiarkan. Susah payah aku membangun citra baik. Kini hancur dalam sekejap mata. Ini pasti ulah pria tadi. '


Wartawan pun bubar setelah melihat dengan jelas Erika digelandang masuk ke mobil polisi.


Syukurlah. Kali ini ia bisa pulang degan nafas lega. Mendapatkan liputan berita yang sedang panas-panasnya. Bosnya pasti puas. Senang para wartawan.


Kembali pada Loly.


Dia masih syok dengan munculnya siaran ekslusif penangkapan Erika. Ini mengejutkan. Ya meski Loly sendiri tidak heran dengan perbuatannya. Tapi dengan sengaja menampilkannya secara gratis. Sepertinya ada campur tangan seseorang. Tapi, siapa ya? Loly tampak melamun. Memikirkan beberapa kejadian akhir-akhir ini. Ia sering mendapatkan pertolongan kala sedang dalam keadaan bahaya menghimpit.


Juga, mengenai kiriman dokumen rahasia yang ia terima beberapa saat lalu. Siapa yang membantunya?

__ADS_1


"Hei, kok melamun? " Tegur Evi. Semua pun melihat ke arah Loly. Benar saja, Loly sedikit terperanjat oleh teguran Evi.


"Kamu kenapa? Kenal sama selebriti itu? Kok malah melamun setelah melihat berita?" tanya lembut Evi.


loly ingin memberitahukan kepada teman-temannya ini. Bahwa sesungguhnya Erika itu mama nya Jena yang tak lain adalah mama tirinya. Orang yang dengan jahat beberapa kali mempunyai niat buruk terhadap dirinya dan mama nya. Ingin merebut LF Corp agar dapat memenuhi nafsu bejatnya.


Dengan sedikit ragu. Loly pun menyampaikan.


"Sebenarnya dia itu mama nya Jena. Ibu tiri ku. "


Kontras perkataan Loly membuat teman-temannya syok tidak terkira. Daebak.


Mendapatkan dua berita yang sungguh mengejutkan dalam waktu yang bersamaan.


Astaga. Jangan-jangan ini cuma mimpi.


Plak


Erin menepuk beberapa kali pipinya sendiri.


"Aww.. Sakit gengs. Ini beneran? Mama nya Jena selebriti? " tanya Erin.


Loly pun akhirnya menjelaskan. Bahwa sebenarnya Erika itu dulunya sangat baik. Tapi semenjak terkenal sebagai model yang sukses, semuanya berubah. Seakan haus harta. Yang lebih tidak terkira adalah seperti yang tertampil di beberapa channel youtube. Seperti wanita yang haus belaian.


"Ya seperti yang kamu duga. Dia orangnya. Pelaku dibalik setiap kejadian buruk yang menimpaku akhir-akhir ini. Termasuk penembakan diriku. " Ucap Loly dengan yakin.


"Ya ampun Loly. Gak sangka ya. Ternyata kehidupanmu bisa serumit ini." Keluh Reni.


"Iya, kamu yang kuat ya Ly. Kita akan selalu ada untukmu. Kamu bisa memanggil kami kapan pun kamu membutuhkan dukungan."


Empati seorang Dona. Dia merasa tidak sanggup jika seandainya ia yang berada di posisi Loly. Pasti berat. Terlebih dari yang pernah Loly ceritakan. Papa kandung Loly itu sudah cinta buta dengan istri barunya. Ternyata ia tidak lain dari manusia iblis yang menjelma bak peri.


Sesampainya di rumah. Joan mengambil beberapa baju dan barang yang ia butuhkan seperlunya.


"Ma Jo. Gimana keadaan neng Loly?" Ternyata mbak Eni mengikutinya hingga di bibir pintu kamarnya. Ia terlihat cemas dengan keadaan Loly.


Tadi, setelah Loly sadar, Joan dan Loly meminta mbak Eni dan mama Fika pulang saja. Agar mama Fika bisa beristirahat barang sejenak. Dan sekarang mama Fika sedang istirahat di kamarnya.


"Alhamdulilah sudah membaik, mbak. Kalau sampai nanti malam kondisinya tidak menurun. Insya Allah besok sudah bisa pulang." Terang Joan sambil memasukkan baju ke dalam sebuah tas.


"Alhamdulillah. Semoga neng Loly segera sembuh ya mas Joan. Apa ada yang bisa saya bantu ? "

__ADS_1


"Tidak ada mbak Eni. Saya hanya pulang mengambil baju ganti saja. "


"Baiklah, saya ke ruah sakit lagi ya. Nanti kalau mama Fika dan mama ku ingin ke rumah sakit. Tolong ditemani ya mbak. "


"Iya mas. "


"Mama Fika mana mbak?"


"Ibu sedang istirahat mas. Ada perlu sama ibu ?" tanya mbak Eni.


"Oh tidak. Biarkan saa mama istirahat. Aku berangkat dulu."


"Hati-hati mas Jo. Salam untuk neng Loly ya."


Joan pun berlalu. Dalam perjalanan ia sedikit termenung. Tadi Joan sempat melirik salah satu map yang berbeda dari yang lain. Karena ditandai dengan "urgent" di sisi kanan atasnya. Tidak sengaja Joan menyenggolnya ketika meletakkan tas yang akan ia gunakan sebagai wadah bajunya.


Brak. Map itu terjatuh. Dan terbuka.


Kertas paling atas menampilkan biodata diri secara lengkap. Dengan nama Erika Lusiana. Tertulis riwayat hidupnya dan di halaman kedua menampilkan riwayat kesehatan.


Karena terlanjur penasaran, Joan pun membuka setiap halaman hingga akhir.


Joan menghela nafas besar setelah mengetahui semua isinya. Sejahat itu kah Erika? Dia juga wanita. Berniat menjual Loly pada pria hidung belang setelah merebut LF Corp? Joan tidak akan tinggal diam.


Walaupun saat ini rencana itu cukup mustahil. Tapi Joan merasa ingin mencabik-cabik Erika. Rasanya penjara seumur hidup masih belum cukup sebagaai hukumannya.


Tapi negara ini merupakan negara hukum. Ia akan patuh pada hukum. Jika nanti Erika akan berulah lagi, Joan bersumpah akan melenyapkan nyawa Erika dengan kedua tangannya sendiri. Dasar iblis.


Cit.


Mobil Joan telah sampai di parkiran rumah sakit. Segera ia keluar dengan menenteng bawaannya menuju ke ruang rawat Loly.


Dari luar tampak istrinya tertawa ceria bersama teman-temannya. Joan pun ikut tersenyum.


Ternyata kehadiran teman-temannya cukup membantu mengusir kejenuhan Loly.


Tok tok tok.


Suara ketukan pintu menghentikan tawa para gadis di dalam. Tak berselang lama. Pintu terbuka dari luar. Joan masuk dengan penampilan yang berbeda dengan tadi saat akan pulang.


'Tampan.' gumam teman-teman Loly. Joan tidak mendengar itu. Tapi Loly masih bisa mendengarnya, karena jarang mereka berdekatan.

__ADS_1


"Ekhem." Loly berdehem agar teman-temanya itu sadar. Yang mereka bilang tampan itu suaminya. Bisa-bisanya.


Tapi Joan memang tampan.


__ADS_2