
Di tengah rasa iri Jena. Loly masih menunduk malu karena menjadi pusat perhatian.
Jena merasa iri karena diam-diam banyak mahasiswa baru yang menyukai Loly. Bahkan senior.
Melihat Rayhan yang hanya menatap Loly. Jena semakin dibuat kesal.
"Selalu saja Loly. Kenapa bukan aku?. Aku juga tidak kalah cantik dari Loly. Cih. Apa bagusnya si Loly" Ujarnya di dalam hati.
Sedangkan Mario, sedari tadi ia masih dengan percaya diri nya tetap berlutut di hadapan Loly yang tampak malu.
Dari kejauhan, di tengah risau nya hati. Rayhan dapat sedikit bernafas ketika mengetahui ekspresi Loly yang seakan menahan malu.
Dengan segera Rayhan melangkah ke tengah gedung olahraga. Ia kasihan melihat Loly, jadi ingin sedikit membantu nya. Dengan begini Loly juga tidak akan menjawab cinta Mario. Sesuai yang Rayhan harapkan.
"Perhatian, semuanya harap berkumpul kembali sesuai kelompok masing-masing" Suara Rayhan terdengar cukup keras dengan bantuan pengeras suara yang ia tenteng di bahu nya.
Huuuft...
Loly menghela nafas lega. Ia merasa tertolong oleh Rayhan.
Melihat itu Rayhan tersenyum kecil. Tidak ada yang tahu itu jika tidak memperhatikan dengan benar. Kecuali Jena.
Sedari tadi Jena memperhatikan setiap pergerakan Rayhan. Dia sangat tidak bisa menerima melihat Rayhan melakukan itu hanya untuk membuat Loly agar tidak menjawab pernyataan Mario.
Huuuu.... Semuanya mulai bubar bersamaan dengan sorakan tidak rela karena tontonan bagus nya terpotong.
Mario nampak sesikit kecewa. Ia tidak mendapatkan jawaban dari Loly. Sudahlah. Masih banyak waktu, pikirnya.
Dulu Mario sangat play boy. Dan setelah pertemuan pertama dengan Loly tempo hari, ia merasa berbeda. Kali ini Mario akan berubah menjadi lebih baik demi Loly.
"Lain kali aku harus menghindari kak Mario. Aku tidak mau kak Mario berbuat hal seperti ini lagi". Loly menggumam di dalam hati nya.
Mario kini berdiri, tetapi masih di tempat ia berlutut sebelumnya.
Melihat itu secara spontan Rayhan kembali mengeluarkan suaranya.
" Sekali lagi. Mohon perhatian, semuanya tolong segera kembali ke kelompok masing-masing. Waktu sudah semakin sore. Kita harus mengakhiri kegiatan hari ini".
Terlihat Mario menundukkan kepala nya sebentar lalu menatap Loly dan berkata.
"Loly, pernyataan cintaku berlaku selamanya".
" Sampai kapan pun itu, aku akan menunggu jawaban darimu. Dan aku harap kamu akan bersedia bersamaku".
Loly diam terperangah mendengar perkataan Mario barusan.
Ospek hari sudah selesai. Dan besok adalah hari terakhir yaitu hari puncak dari ospek tahun ajaran baru di tahun ini.
Nantinya semua mahasiswa baru akan menginap di kampus. Jika kemarin dan hari ini kegiatan kegiatan dilaksanakan dari pagi hari hingga sore menjelang. Maka besok akan berbeda.
__ADS_1
Loly baru saja sampai di rumah nya. Lelah sekali.
Sebenarnya bukan kegiatan di kampus yang membuat nya merasa lelah. Bahkan kegiatan-kegiatan di kampus cukup menyenangkan karena hanya kegiatan ringan seperti pengenalan kampus dengan berkeliling menggunakan seragam hitam dan putih lalu membuat karya secara berkelompok. Bahkan hari pertama hanya duduk mendengarkan pembekalan tentang ospek.
Yang membuat loli merasa sangat lelah adalah ia yang harus menghindari teman-teman nya.
Setelah kejadian Mario yang berlutut menyatakan cinta di depan orang banyak, Loly menjadi terkenal. Tidak masalah jika terkenal saja. Namun kali ini Loly terkenal dan menjadi bahan gosip terkini. Di setiap sudut area kampus selalu membahas perihal dia yang di tembak oleh Mario yang play boy. Ini tidak nyaman untuk nya.
Loly langsung memasuki kamar. Membanting tubuh ke ranjang empuk nya yang seharian ini sudah tinggalkan, lalu berbaring terlentang.
Memejamkan mata sejenak demi mengusir lelah.
Huuft.
"Kak Mario ini nekat sekali". Lirihnya ketika bayangan Mario berlutut terlintas. " Untung saja acara tadi segera selesai".
Loly kemudian bangun. Duduk bersila lalu merogoh tas ransel yang ia gunakan ke kampus untuk mengambil hp yang sudah seharian ini tidak di periksa nya sama sekali. Bagaimana kalau ada pesan atau panggilan masuk.
Lantas Loly segera memindai sidik jari nya untuk membuka kunci hp.
Loly tak bisa untuk tidak tersenyum ketika melihat banyak sekali pesan masuk dari seseorang yang beberapa hari ini diam-diam mencuri perhatian nya.
Satu pesan dibuka. "Assalamu'alaikum".
Lagi. " Loly sudah mulai kuliah ya? ".
" Dasar. Sudah tahu masih bertanya". Loly mengatakan sambil tersenyum manis.
Loly semakin mengulum senyum manis nya hingga lesung di pipi nya terlihat.
Banyak sekali pesan yang orang itu kirim pada Loly. Kini tinggal pesan terakhir. " Loly belum pulang ya".
Loly baru saja akan mengetik pesan balasan, satu pesan baru masuk ke hp nya.
"Rindukan aku calon istriku".
"Aaaaaaa" Loly berteriak lalu menggulingkan badan nya ke kanan dan kiri. Beruntung dia tidak terjatuh dari ranjang nya.
Tiba-tiba.
"Ada apa Loly? "
"Hah" Loly tergagap kaget dengan kemunculan mama nya yang tiba-tiba sudah berada di tengah pintu. Jangan lupakan sodet yang mama genggam di tangannya.
"Kenapa ma? ".
" Kamu yang kenapa. Mengapa berteriak?". Mama berjalan mendekati Loly yang nampak berantakan.
"Oh. Loly. Loly tidak apa-apa ma kok ma". Hehe
__ADS_1
" Kamu ini. Lain kali jangan berteriak begitu ya sayang. Mama takut terjadi sesuatu pada mu".
Loly jadi merasa bersalah. Lihat saja tadi, wajah mama Fika sangat panik dan khawatir.
"Baik ma. Maafkan Loly ya ma".
" Ya sudah sana mandi. Sebentar lagi maghrib".
"Siap mama ku sayang".
Melupakan pesan yang belum terbalas oleh nya. Loly berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya.
Selesai dengan ritual mandi nya. Loly segera keluar dari kamar mandi.
Adzan maghrib sudah berkumandang. Loly segera menunaikan kewajiban nya.
Selesai melipat mukenah dan sajadah. Loly melirik hp nya yang tadi tergeletak di atas ranjang.
Ting. Ting. Ting.
Banyak sekali pesan yang masuk. Siapa yang memberondong pesan di hp Loly ya.
Setelah di cek Loly sedikit kecewa. Ternyata bukan pesan dari orang yang sedang di tunggu nya.
Dasar Loly. Dia sendiri yang belum membalas pesan. Mengapa jadi pelupa. Apa yang sedang dipikirkan nya sedari tadi.
Baiklah mungkin sedang sibuk. Loly mencoba untuk berpikir positif saja.
Menjadi tentara kan tidak mudah.
Benar. Sedari tadi pesan yang diharapkan oleh Loly adalah pesan dari Joan.
Mengabaikan rasa kecewa nya. Loly melihat ia di masukkan ke dalam grup chat baru. Setelah mengingat, ternyata itu grup chat dari kelompok nya ospek hari ini.
Mereka bersepakat akan membuat grup chat agar memudahkan persiapan untuk acara puncak besok.
Dan jadilah sekarang grup apalah-apalah squad. Dengan Reni sebagai admin.
Pasti Reni yang memilih nama itu.
Hai teman-teman. Terima kasih sudah mau membaca dan memberi dukungan untuk karya pertama ku.
Jadi maaf ya kalau waktu update tidak tentu. Karena ini karya pertama. Jadi setiap ada waktu luang, aku akan menyempatkan waktu untuk menulis dan segera update.
Terus berikan dukungan dengan berikan like dan klik tombol favorit ya.
Karena dari dukungan kalian. Aku jadi semangat untuk menulis.
Btw. Buat kalian yang juga menulis di MT. Boleh tulis di komentar judul dari novel yang kalian tulis ya. Insyaallah nanti akan aku baca juga cerita-cerita di novel kalian.
__ADS_1
Terima kasih banyak. Salam satu hati buat kalian semua.