
” Kau tau ” Selidik Ela
” Kau bodoh Arnold, bagaimana bisa kau kelepasan berbicara ” Ucap Arnold dalam hati
” Ela, apa kau pikir seorang tuan Evan Mahendra tidak akan mencari tau siapa istrinya ” Ucap Arnold
” Apa maksudmu ” Tanya Ela
” Ela, Walau pun pernikahan Tuan dan nona hasil dari perjodohan, tuan juga ingin tau siapa dan bagaimana kehidupan dari istrinya. Ketika tuan sudah menerima perjodohan berarti tuan sudah mengetahui siapa nona Senja. dan juga satu lagi Ela, kematian Nyonya Ranti pernah di sorot oleh media, dan siapa pun itu pasti mengetahui nya ” jelas Arnold
Ela pun terdiam, dia pun mengiyakan apa yang di katakan Arnold, Bagaimana pun keluarga Maheswari adalah keluarga yang pasti di sorot oleh media, dan ketika Nyonya Rantih meninggal pun kasus itu pernah di sorot oleh media.
Ela pun meletakkan cangkir kopi nya yang sudah habis, dia berdiri dan berpamitan ke Arnold.
” Aku masuk dulu, terimakasih untuk kopi nya ” Ucap Ela dan langsung masuk ke dalam.
Arnold pun mengangguk, Setelah Ela benar-benar masuk kedalam, Arnold pun memukul mulutnya sendiri.
” Arnold Arnold apa yang baru saja kau lakukan ” Ucap Arnold
...----------------...
Di dalam kamar Kini Senja dan Evan sedang duduk di sofa dekat jendela yang menghadap ke arah keluar.
” Bagaimana perasaan mu sekarang, apa sudah jauh lebih tenang? ” Tanya Evan
” Hem, sudah jauh lebih tenang ” Jawab Senja
” Senja ” Panggil Evan
Senja pun menoleh dan melihat Evan yang duduk di sampingnya.
” untuk perkataan ku tadi, aku bersungguh-sungguh. aku benar benar mencintaimu ” Ungkap Evan
” Aku tidak pernah main-main dengan perkataan ku senja ” Sambung Evan yang memandang Senja
” Bagaimana aku bisa aku tau, Evan sedari dulu setelah bunda ku meninggal aku sudah tidak pernah percaya apa itu cinta dan percaya dengan orang lain selain Ela . Orang lain yang mengatakan bahwa cinta pertama seorang anak perempuan adalah ayahnya. Tapi nyata ayahku sendiri adalah orang yang pertama kali mematahkan hatiku. Jadi bagaimana bisa aku tau kalau apa yang kau ucapkan adalah kebenaran? ” Tanya Senja
” Aku yang akan membuktikan ” Jawab Evan bersungguh-sungguh
” Jadi aku mohon Senja, jangan pernah menyuruh ku untuk tidak mencintai mu ” sambung Evan
” Aku akan menunggu nya ” Jawab Senja
Evan pun langsung memeluk istrinya itu, Malam ini adalah malam yang sangat indah bagi Evan, akhirnya dia bisa tau apa yang selam ini dia rasakan itu adalah cinta.
...----------------...
Pagi hari ini begitu sangat cerah, Hari ini adalah hari Minggu, Evan dan Senja pun berniat untuk bangun sedikit lebih siang. Tepat Jam 9 pagi Senja pun membuka mata nya, dia melihat Evan yang masih merangkul kan tangan nya di perut Senja.
Ketika Senja henda bangun, tangan kekar Evan menahannya.
” Kau mau kemana sayang ” Tanya Evan dengan suara seraknya
” Kau sudah bangun ” Tanya Senja menoleh
” Bagaimana aku tidak bangun, kalau kau mau melepaskan tanganku ” Ucap Evan yang masih menutup matanya
__ADS_1
Senja hanya tersenyum mendengar ucapan Evan.
” Aku mau mandi Evan, hari udah semakin siang, kita harus sarapan ” Ucap Senja yang melepaskan rangkulan Evan
” Sayang hari ini hari Minggu, jadi tidak perlu bangun pagi ” Ucap Evan
” iyaa aku tau, tapi aku gerah Van, aku mau mandi ” Jawab Senja
Evan pun melepaskan rangkulannya, Membiarkan istrinya melakukan rutinitas paginya. Evan pun juga segera bangun.
Setalah Senja dan Evan selesai mandi, mereka pun keluar dari kamar nya dan turun ke lantai bawah. Senja dan Evan hanya melihat keberadaan Ela.
” Dimana Arnold El ” Tanya Evan yang sudah duduk di meja makan
” sedang berada di taman belakang tuan ” Jawab Ela yang membantu Pelayanan menyiapkan sarapan.
” El duduklah, biarkan pelayan yang menyiapkan nya ” Ucapa Senja
Arnold pun dari dari arah belakang rumah.
” Tuan ” Panggil Arnold
” ada apa ” Tanya Evan
” Nyonya besar baru saja menghubungi saya. Anda dan nona Senja di harapkan hadir di mansion nyonya ” ucap Arnold memberikan laporan
” Mama menyuruh kita datang ” Tanya Senja
” Iya nona ” Jawab Arnold
” Baiklah ” jawab Evan
Senja hanya menjawab dengan anggukan.
Uhuk..uhuk..
Ela yang sedang minum pun tersedak mendengar panggilan Evan untuk Senja, Sedangkan Arnold hanya melongo. Mereka berdua kaget mendengar panggilan antara kedua majikan mereka.
” El, minum ” Tawar senja yang memberikan minum
” Ini sudah ada nona ” tolak Ela yang sedang memegang segelas air putih
Ela segera meneguk air putih nya untuk menghilangkan batuk nya akibat tersedak.
” Ada apa? ” Tanya Evan terhadap Arnold
” Arnold Kenapa kau melihat ku dan melihat istriku seperti itu, apa kau menyukai istri ku ” Tanya Evan selidiki
” ti-tidak tuan ” Bantah Arnold
” Bagus, awas saja jika kau memiliki rasa terhadap istriku ” Ucap Evan
” Hahaha mana mungkin saya berani tuan ” Tawa Arnold canggung
Senja melihat Arnold dan Evan pun tertawa.
” Kenapa Tuan bersikap aneh, Apa itu tadi sayang? ” ucap Arnold di dalam hati
__ADS_1
Kini mereka pun sarapan bersama seperti biasa nya.
Setelah semua selesai sarapan, kini mereka sedang menuju ke mansion keluarga Mahendra. Evan dan Senja satu mobil, sedangkan Arnold dan Ela mengemudi mobil yang berbeda. Di dalam mobil Arnold pun membuka suara nya.
” El, Apa pikiran mu sama dengan pikiran ku ” Tanya Arnold
” Tentang? ” Jawab Ela tidak mengerti
” Tuan dan nona, apa mereka sekarang benar benar menyukai satu sama lain ” tanya Arnold sekali lagi
” Arnold, bukan itu sudah wajar dalam hubungan pernikahan, Walau pernikahan mereka berasal dari sebuah perjodohan, tapi mereka hidup bersama dan tinggal di satu atap, apalagi tuan dan nona tidur dalam satu ranjang ” Jawab Ela
” Apa kau setuju ” Tanya Arnold sekali lagi
” apa pun yang membuat nona ku bahagia aku pasti sangat mendukung nya ” jawab Ela
Arnold pun mengerti, Dia pun akan mendukung hubungan tuan dan nona nya jika benar mereka sudah menyadari hati mereka masing masing
” apapun itu keputusan mu nona semoga kau bahagia, dan semoga tuan Evan bisa melindungi mu dan membuat mu merasakan kebahagiaan lagi ” ucap Ela dalam hati
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih setengah jam, mereka pun sampai di mansion yang sangat megah, mansion keluarga Mahendra. Ini adalah pertama kali untuk Senja datang ke kediaman mertua nya. Merek pun turun dari mobil nya masing masing dan masuk ke dalam.
Para pelayan pun menyambut kedatangan mereka. Nuansa gaya Eropa klasik yang membuat setiap isi dalam mansion begitu sangat indah. Ketika mereka melangkah kaki ke dalam, ada suara laki laki yang menyapa mereka.
” KAKAK ” teriak laki laki itu
Laki laki itu pun turun dari tangga dengan berlari-lari an. Dan langsung menubruk badan Evan. Dia merangkul Evan dan meloncat ke atas tubuh Evan, Evan pun dengan sigap menggendong laki laki tersebut. Siapa lagi dia kalau bukan Steven adik dari Evan.
” Stev kau Sudah pulang ” Tanya Evan yang masih menggendong Steven
” hahahaha kalau aku tidak pulang apa kau akan menyusul ku di Amerika ” Tanya Steven dengan cengengesan
Evan pun segera menurun kan Steven dari gendongannya. Walau pun Steven sudah berumur 27 tahun tapi Steven masih saja bersikap seperti bocah.
” Kau pasti kakak ipar ku ” Tunjuk Steven ke arah Senja yang berdiri tepat di belakang Evan
” Stev jaga sikap mu ” Ucap Evan
” Hahahaha ayolah kak, aku hanya ingin tau siapa kakak ipar ku ” Jelas Steven
” Tapi tunggu, Kenapa istrimu masih terlihat sangat muda kak ” Tanya Steven sambil melihat i Senja
” Stev...” Ucap Evan memperingatkan
” Aku hanya bercanda brother ” Ucap Steven cengengesan
” Selamat datang tuan ” Sapa Arnold
” Maa... Kak Arnold memanggil ku Tuan ” Teriak Steven mengadu
Nyonya Rita pun keluar dari arah dapur.
” Apa kau masih tidak menganggap kita keluarga mu ” Tanya Mama Rita yang sambil berjalan
__ADS_1
Bersambung.......