He Mine

He Mine
Episode 36


__ADS_3

Siang ini Laura sedang berada di apartemen milik kekasih nya, dia sedang menata makanan yang dia bawa dari rumahnya untuk di makan bersama dengan Reno kekasihnya itu. Saat Laura sedang sibuk menata makanan di atas meja, ponsel milik Reno yang berada di atas laci sebelah kasur terus berdering, Laura segera menghampiri dan melihat layar ponsel milik kekasih nya itu, dia melihat nomor yang tanpa nama itu menghubungi kekasihnya nya, Laura mengangkat telepon itu.


” Halo ” sapa dari seberang sana


Laura yang hendak menyapa saat mengangkat telepon itu terdiam saat mendengar suara lembut seorang wanita dari sana.


” Halo ” sapa wanita itu lagi


” Halo ini siapa? ” Tanya Laura


Panggilan itu langsung terputus saat Laura menyapa, Laura melihat layar ponsel kekasih nya itu dan melihat 3 pesan yang masuk.


Namun saat hendak Laura membuka ponsel itu sudah di rebut oleh Reno dengan cepat.


” siapa beb? ” tanya Reno yang berhasil merebut ponselnya


” aku tidak tau, suara wanita tadi yang menyapa ” jawab Laura


” wanita? ” tanya Reno


Laura hanya mengangguk kan kepalanya, Reno segera membuka dan melihat siapa yang menghubungi nya.


” ooh ini hanya klien ku beb ” Ucap Reno


” klien mu? ” tanya Laura


” iya, dia sedang memiliki masalah hukum. Jadi seseorang merekomendasikan ku untuk mendampingi nya ” Ucap Reno


” tapi kenapa tidak kau simpan nomor nya ” tanya Laura


” beb tidak perlu aku simpan, setelah masalah nya selesai hubungan kita juga akan berakhir ” jawab Reno


Reno adalah seorang pengacara yang bekerja di firma hukum milih orang tua Laura, hubungan mereka juga sudah berjalan tiga tahun. Laura sendiri yang merekomendasikan kan Reno kepada papa nya.


” kau marah? ” tanya Reno


” tidak, segeralah mengenakan pakaian mu dan cepat makan ” Ucap Laura


” iya beb ” ucap Reno yang mencium pipi Laura


Reno segera mengambil baju nya yang berada di almarinya, dan segera masuk kedalam toilet untuk mengenakan pakaian nya. Laura sedari terus saja melihat setiap pergerakan dari Reno.


” Jika itu hanya dari klien mu, kenapa kau harus membawa ponsel mu masuk kedalam kamar mandi ” Ucap Laura


Laura segera menepis pikiran nya, dia berjalan ke arah meja makan dan menunggu Reno keluar dari kamar mndi.


...----------------...


Setelah meninggalkan makan siang nya bersama ayahnya, kini Senja dan Ela menuju ke kantor suaminya, dia sudah kehilangan moodnya untuk memasukan apa pun ke dalam mulutnya. yang dia butuhkan sekarang adalah pelukan dari suaminya untuk menenangkan dirinya.


Sesampainya dia di perusahaan suaminya, Senja keluar dan segera masuk kedalam lift yang terkhusus kan untuk Presdir, Karyawan yang melihat kedatangan Senja itu semua membungkuk hormat, tapi Senja memang sedang berada di mood yang hancur jadi tidak ada sama sekali sapaan dari karyawan suami nya itu dia balas.


pintu lift terbuka Senja bersama Ela keluar dan berjalan menuju ruangan milik suaminya. Di ujung sana sekertaris suaminya itu melihat kedatangan istri dari bosnya segera memberikan salam.


” Selamat siang nona Senja ” sapa sekertaris itu

__ADS_1


Senja tidak menjawab dan langsung membuka pintu ruangan suaminya, dia melihat Evan yang sedang sibuk dengan berkas-berkas yang berada di hadapannya. Arnold yang melihat kedatangan Senja segera berdiri dan memberikan salamnya.


” Selamat siang nona Senja ” Sapa Arnold


Evan yang sedari tadi fokus ke berkas-berkas nya segera menoleh ke arah pintu setelah mendengar Arnold menyebut nama istrinya, Evan melihat Senja yang berdiri lemas di pintu itu segera menghampiri istrinya.


” ada apa sayang, apa kau sakit? ” tanya Evan


” tidak, aku hanya butuh pelukan mu saat ini ” jawab Senja dengan lemas


Senja segera mendarat man pelukan nya di tubuh Evan, dia menghisap aroma tubuh suaminya itu lalu memejamkan matanya.


” apa terjadi sesuatu sayang? ” tanya Evan


” tidak ada, hanya saja mood ku hari ini sangat kacau ” ucap Senja


Evan melepaskan pelukan istri nya itu dan melihat wajah istri nya, Dia melihat wajah lesu istri nya itu.


” kalau begitu masuk dan duduklah sayang ” suruh Evan


” apa aku mengganggumu? ” tanya Senja


” tidak sayang, hanya saja aku akan menyelesaikan pekerjaan ku sebentar ya ” ucap Evan membenarkan rambut milik istrinya


” kalau begitu aku juga ingin duduk di sana ” ucap Senja yang menunjuk ke arah kursi singgah sana suaminya


” hhmm baiklah ” Ucap Evan tersenyum


” Arnold ajak Ela untuk pergi makan, aku hanya ingin berdua saja bersama Istri ku ” ucap Evan memerintah Arnold


Arnold segera menghampiri Ela dan mengajak nya keluar. Evan menggandeng Senja untuk menuju ke tempat kerjanya, Dia duduk dan menarik Senja untuk duduk di pangkuan nya.


” Apa nyaman seperti ini? ” tanya Evan


” hhmm sangat nyaman ” jawab Senja


Evan hanya tersenyum mendengar ucapan dari istrinya itu, dia sangat suka sekali ketika melihat Senja sedang dalam mode manja seperti ini. Evan terus memangku senja yang duduk menghadap Jendela. Senja meletakkan kepalanya ke pundak suaminya itu, dia memejamkan matanya, tanpa terasa Senja pun akhirnya tertidur dengan posisi di pangku suaminya.


Evan yang fokus dengan pekerjaan nya tidak sadar bahwa Senja telah tertidur. Saat merasa tidak ada pergerakan dari istrinya, dia mengangkat kepala Senja dan melihat bahwa Senja tertidur. Evan segera mengangkat Senja dan menggendongnya dan menidurkan kan Senja ke sofa panjang, Dia mengambil jas nya untuk menutupi rok milik Senja.


Evan tersenyum saat melihat wajah pulas istri nya itu, Dia mengambil Laptop dan berkas-berkas nya untuk pindah duduk di samping istrinya, agar dia bisa terus mengawasi Senja saat tidur.


...----------------...


Di kantin kini Arnold dan Ela duduk berdua, berhadapan menikmati kopi yang mereka telah pesan.


” bagaimana dengan pertemuan nona dengan tuan Bagas? ” tanya Arnold


” aku tidak tau, aku menunggu nona di mobil tadi ” jawab Ela


” tumben sekali kau tidak mengikuti nona Senja ” Ucap Arnold


” nona Senja sendiri yang meminta nya agar di berikan ruang berdua saja dengan tuan Bagas ” ucap Ela yang meminum kopi nya


” Hubungan nya dengan tuan Bagas sepertinya sudah membaik ” ucap Arnold

__ADS_1


” itu memang harus segera terjadi Arnold ” Ucap Ela


” Bagaimana pun orang tua nona senja yang masih hidup adalah ayahnya ” ucap Ela


” apa hubungannya nona dengan nyonya Mayang belum membaik? ” tanya Arnold


” mungkin tidak akan pernah terjadi ” jawab Ela


” kenapa? ” tanya Arnold


” mungkin jika tuan Bagas menikahi wanita lain dan tidak memilih nyonya Mayang, nona Senja akan menerima kehadiran nya ” jawab Ela


” maksudnya ” tanya Arnold tidak mengerti


” tidak ada maksud ” ucap Ela menggelengkan kepalanya


Ela meneguk kopinya dan memandang lurus ke depan.


” karena nona senja tahu seperti apa hubungan ayahnya dulu dengan pelayanannya ” ucap Ela dalam hati


...----------------...


Sore telah tiba, Evan masih saja bergelut dengan pekerjaan nya, sedang Senja sedari tadi siang dia masih tidur pulas di sofa dalam ruangan Evan.


Tok..tok..tok..


Suara ketukan pintu itu membuat Evan menoleh dan membangun kan Senja.


” hhhmm sudah jam berapa sekarang? ” tanya Senja dengan suara seraknya


” kau sudah bangun sayang ” tanya Evan


” jam berapa ini sayang ” tanya Senja sekali lagi


” sudah sore ” jawab Evan


Ela dan Arnold masuk kedalam ruangan itu dan melihat Senja yang baru bangun.


” tuan sudah saat nya untuk pulang ” ucap Arnold


” hhmm baiklah, kau turunlah dulu dan siapkan mobilnya, aku dan Senja akan menyusul ” ucap Evan


” baik tuan ” ucap Arnold


Arnold dan Ela keluar lagi untuk untuk turun ke bawah. Evan menutup laptopnya dan berdiri mengambil tas dan sepatu milik istrinya. Evan berjongkok dan meletakkan sepatu itu di bawah sofa, dia mengangkat kepala nya untuk melihat istrinya.


” kau akan mencuci wajahmu dulu sayang ” tanya Evan


” hhm iya sayang, tunggu sebentar ya ” ucap Senja


Senja turun dari sofa dan memakai sepatunya, dia berdiri dan berjalan ke arah kamar mndi yang ada di dalam ruangan Evan, dia membasuh muka nya dan mengelap dengan handuk yang sudah tersedia di dalam kamar mndi itu.


Senja keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya yang sudah siap untuk pulang, dia berjalan ke arah Evan. Evan menyambut tangan Senja dan menggandeng tangannya untuk keluar dari ruangan.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2