He Mine

He Mine
Episode 47


__ADS_3

Hari ini Evan tidak pergi ke kantornya, dia sedang berada di rumah dan menemani Senja. Di ruang tengah Evan tidur dengan posisi tengkurap di sebelah Senja, Evan terus mengelus perut istrinya yang rata itu dan bahkan beberapa kali Evan menciumi perut istrinya nya itu.


” Sayang ” panggil Senja


” iya sayang ” jawab Evan menatap istrinya


” nanti sore kita ke mansion mama dan papa ya ” ucap Senja


” apa tidak besok saja sayang? ” tanya Evan


” kenapa harus menunggu besok sayang, Hari ini kita bisa kesana dan membawakan kabar bahagia untuk mereka ” ucap Senja


” tapi kau harus istirahat sayang ” ucap Evan


” iya sayang aku tau. Atau begini saja kita tidur di mansion papa sama mama ya untuk beberapa hari, sekalian menunggu kamar kita yang di bawah selesai direnovasi” tawar Senja


” kau mau tidur di sana? ” tanya Evan


” iyaa ” jawab Senja cepat


Evan segera bangun dari tidurnya dan duduk menghadap istrinya.


” iya sayang, itu justru akan membuat ku semakin tenang jika kau banyak yang menemani ” ucap Evan


” kalau begitu aku akan menyuruh Ela dan Arnold untuk berkemas pakaian mereka ” ucap Senja bersemangat


Saat Senja turun dari sofa dan berdiri tangannya di tahan oleh Evan. Senja menoleh ke arah Evan dan melihat suaminya.


” kenapa sayang? ” tanya Senja heran


” kau duduk saja sayang, biar aku yang memberitahu mereka berdua ” ucap Evan


” tidak perlu sayang biar aku saja ” ucap Senja


” sayangggg ” panggil Evan


Senja yang mendapatkan panggilan itu hanya cemberut dan segera duduk kembali, dia duduk dengan memasang wajahnya yang cemberut. Dia menoleh ke arah suaminya.


” aku kan hanya ingin memberitahukan mereka ” ucap lirih Senja


Evan yang melihat tingkah istrinya nya itu hanya tersenyum, Dia memegang tangan Senja dan mengecup punggung tangan Senja.


” kau duduk saja sayang, biar aku yang memberitahukan mereka ya ” ucap Evan dengan lembut


Senja hanya mengangguk, Evan saat ini benar-benar harus extra sabar kepada istrinya ini, karena saat ini Senja sedang hamil dan pastinya dia sangat sensitif sekali.


Evan segera bangkit dari sofa dan berjalan ke arah kamar Arnold . Tapi sebelum dia sampai di depan kamar Arnold, Arnold terlebih dahulu membuka pintu nya dan keluar.


” tuan ” panggil Arnold saat melihat Evan


” kau cepat kemasi beberapa bajumu ” ucap Evan


” untuk apa tuan? ” tanya Arnold


” sore ini kita pulang ke rumah mama dan papa, Senja ingin sekali segera kesana dan memberitahukan tentang kehamilan nya ” jawab Evan


”baiklah tuan ” ucap Arnold mengerti


” dan satu lagi, tolong kau sampaikan juga kepada Ela untuk bersiap-siap ” ucap Evan

__ADS_1


” baik tuan ”


Evan segera pergi dan menuju ke ruang tengah untuk menyusul istrinya yang masih berada di sana. Arnold segera melangkah ke arah kamar Ela, setelah dia sampai di depan kamar Ela, Arnold segera mengetuk pintu kamar Ela.


Tok...tok...tok...


Ela yang berada di kamar dan baru selesai mandi segera mengambil kaos nya dan memakainya, Setelah selesai memakai kaos dia segera menuju pintu kamarnya dan membukanya, Ela melihat Arnold yang berdiri di depan kamarnya.


” Arnold... Ada apa? ” tanya Ela


” kau baru selesai mandi? ” tanya Arnold yang melihat rambut Ela masih basah


” hhmm.. Kenapa? ” tanya Ela lagi


” barusan tuan memberitahukan ku untuk mengemas beberapa baju-baju kita ” jawab Ela


” untuk apa? ” tanya Ela


” nona Senja ingin tinggal beberapa hari di mansion kedua orang tua tuan Evan ” jawab Arnold


”hhmm baiklah, kita berangkat kapan? ” tanya Ela lagi


” sore ini ” jawab Arnold


” oke terimakasih ” ucap Ela yang masuk dan menutup pintunya


...----------------...


Di apartemen Aurel kini sedang memandangi amplop coklat yang berada di depannya, Dia menatap amplop itu dan segera membukanya, Dia membaca isi amplop itu.


” jadi dugaan ku benar, Deon adalah putra kandung dari tuan Bagas ” ucap Aurel


” hahahahahahaha ” tawa Aurel


Aurel terus tertawa saat mengetahui rahasia milik dari keluar Maheswari, dia tertawa dan merasa sangat bahagia sekali. Dia menatap kerta tes DNA itu dan mencium nya.


” kau adalah kunci ku saat ” ucap Aurel melihat kertas DNA


” Senja apa kau sudah tau selama ini bahwasanya kau dan Deon bukan saudara tiri, tapi saudara kandung yang sama ayah tapi beda ibu. hahahaha ” Ucap Aurel tertawa


Aurel sudah menyusun rencananya untuk melawan Senja dan menghancurkan nya. Dia memasukkan kertas itu kedalam amplop nya kembali dan segera mengambil tasnya untuk keluar dari kamar apartemen nya.


...----------------...


Sore telah tiba. Kini Evan,Senja, Arnold, Ela dan Steven sudah sampai di kediaman keluarga Mahendra. Evan dengan hati-hati membantu Senja untuk turun, mereka semua memasuki mansion.


Kedatangan mereka di sambut hangat oleh Rita, Rita segera memeluk menantunya dan mengecup pipinya, Mahendra sendiri menyusul istrinya untuk menyambut menantu dan yang lain.


” Bagaimana kabarmu nak? ” tanya Mahendra kepada Senja


” baik pa ” jawab Senja tersenyum


” tapi kenapa mama dari tadi melihat Evan menuntun mu terus sayang? Apa kau sakit? ” tanya Rita kepada Senja


” tidak ma, Senja tidak sakit ” jawab Senja


” ma, pa aku dan Senja kesini sebenarnya ada yang mau kita sampaikan ” ucap Evan


” apa itu Van ? ” tanya Rita penasaran

__ADS_1


” bagaimana kalau kita bicarakan di dalam saja ” ucap Evan


Mereka semua akhirnya masuk dan duduk di ruang tengah. Evan dan Senja belum membuka suara mereka sama sekali dan sedangkan Rita dan Mahendra sudah sangat penasaran.


” apa kau akan terus diam Van? ” tanya Rita tak sabar


Semua orang di sana menahan tawanya saat melihat Rita tidak sabar. Mahendra hanya melipatkan tangan ke dada dan terus menatap anak laki-laki nya itu.


” Sebelumya maaf ma, aku mohon mama dan papa jangan kaget dengan apa yang akan aku sampaikan ” ucap Evan


Rita dan Mahendra saling menatap, ucapan ambigu dari Evan benar-benar sudah membuat kedua orang tuanya itu penasaran.


” langsung ke intinya saja Van ” ucap Rita


Evan menatap Senja lalu akhirnya menatap ke arah bawah lantai, dia menghembuskan nafasnya.


” aku dan Senja sudah memutuskan untuk tidak akan menjadi suami istri saja ” ucap Evan


” maksudnya apa Van ” tanya Rita yang sudah was-was


Evan mengangkat kepalanya dan menatap kedua orang tuanya secara bergantian.


” aku dan Senja juga akan menjadi orang tua ma ” jawab Evan tanpa ekspresi


Rita dan Mahendra yang mendengar ucapan dari Evan itu tidak langsung mengerti. Steven yang melihat kebingungan dari kedua orang tuanya itu segera berdiri dan menatap kedua orang tuanya itu.


” Maksud kak Evan mama dan papa akan menjadi nenek dan kakek dan mereka akan segera menjadi orang tua ” jelas Steven


Rita yang mendengar ucapan dari Steven itu segera berdiri dan melihat menantunya itu. Rita tersenyum bahagia dan segera menghampiri menantunya.


” kau hamil sayang? ” tanya Rita memastikan


” iya maa ” jawab Senja tersenyum


Rita segera memeluk menantunya itu, Tanpa di sadari Rita menangis di pelukan menantu nya. Dan Mahendra segera berjalan ke arah Evan.


” selamat nak sebentar lagi kau akan menjadi ayah ” ucap Mahendra


” iya pa ” ucap Evan


Mahendra memeluk putra nya itu dan menepuk-nepuk pelan punggung putra itu.


” jaga istri mu baik-baik ” ucap Mahendra


Evan yang mengangguk, Mahendra berjalan ke arah Senja dan berdiri tepat di hadapan nya. Rita segera melepaskan pelukannya.


” terimakasih kasih nak sebentar lagi kau akan memberikan ku gelar seorang Kakek ” ucap Mahendra dan langsung memeluk Senja


” apakah orang tua mu sudah tau kabar bahagia ini nak? ” tanya Mahendra setelah melepaskan pelukannya


” belum pa ” jawab Senja


” segera beritahu mereka, bagaimana pun ini adalah kabar yang membahagiakan untuk semua ” ucap Mahendra


” iya pa, rencananya besok aku dan Evan juga akan pergi ke sana ” ucap Senja


” tapi kau malam ini tidur di sini kan sayang ” tanya Rita menyahuti


” iya ma ” jawab Senja tersenyum

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2