He Mine

He Mine
Episode 38


__ADS_3

Saat Steve sudah berdiri tepat di hadapan Laura, dia memberikan botol wine yang dia pesan tadi untuk Laura. Laura hanya melihat botol yang di berikan Steven untuknya.



” lemparkan ke kepalanya dan lakukan apa pun yang kau inginkan ” Ucap Steven


Laura melihat Steven dan mengambil botol tersebut, Laura mengocok botol wine itu dan berbalik ke arah Reno. Dia membuka botol wine itu dan menyiramkan keatas kepala Reno. Reno yang mendapatkan siraman dari Laura mencoba untuk menyingkirkan tangan kekasihnya itu dari atas kepalanya .


” ini lebih berharga darimu jadi bersyukurlah ” ucap Laura yang masih menuangkan wine ke atas kepala Reno


Reno segera menepis tangan Laura dengan kasar dan botol yang di pegang Laura jatuh ke lantai.


” Kau sudah gila? Apa-apaan kau ” ucap Reno


” Kau sungguh ingin melihatku menggila? Sikap ku saat ini justru masih tenang ” ucap Laura


” LAURA!! ” bentak Reno


plakkk....


” jangan berani menyebut namaku dengan mulut kotor mu ” ucap Laura menampar Reno


” Aku tidak pernah menyesal menggunakan uangku, tapi aku menyayangkan uang yang aku gunakan untuk lelaki brengsek sepertimu ” Sambung Laura


Reno memegangi pipinya yang terasa panas saat mendapatkan tamparan dari Laura, Laura dengan kuat-kuat menahan airmata nya agar tidak jatuh saat di hadapan Reno, dia mencoba menguatkan dirinya walau sebenarnya saat ini dia sangat amat hancur hatinya.


” lepaskan, lepaskan semua yang aku berikan untukmu sekarang juga ” ucap Laura


” jika tidak segera kau lepaskan,kau akan benar-benar melihat kegilaan ku malam ini ” Sambung Laura


Steven yang melihat kemarahan Laura itu hanya diam saja, dia tidak berani mengikut campuri urusan mereka, semua orang yang berada di restoran tersebut melihat dan bahkan ada yang merekam diam-daim. Reno dengan perlahan melepaskan jam tangan bermerek nya yang dia kenakan, karena itu adalah pemberian dari Laura, setelah jam tangan nya terlepas dia menjatuhkan nya di bawah tepat di bawah Laura.


” Kau juga tidak mau melepaskan setelah pakaian mu ” ucap Laura


Reno menatap Laura yang memasang muka angkuhnya.


” kenapa kau diam saja, apa perlu aku mengambil gunting dan memotong nya langsung ” Ucap Laura lagi


Dengan perlahan Reno membuka jas nya dan juga kemejanya, dia bahkan juga membuka celana yang di kenakan. Saat ini Reno hanya menggenakan dalam kaos dan celana kolornya saja, Steven yang melihat itu memalingkan wajahnya, Malam ini Laura benar-benar sudah mempermalukan Reno di depan semua orang.

__ADS_1


” aku mencoba memakaikan merek mewah padamu, tapi seperti kata seseorang, bahkan hal-hal ini tidak bisa menyembunyikan bau busuk darimu ” ucap Laura


Reno tertunduk menatap bawah, dia juga melepaskan sepatu yang dia kenakan saat ini.


” Satu lagi, Kunci mobil dan kartu apartemen serahkan padaku, itu semua di beli dengan uangku ” ucap Laura


Reno segera merogoh tasnya untuk mengambil kunci mobil dan kartu apartemen, dia memberikan semuanya kepada Laura. Laura mengambil kunci dan kartu dengan menyahut nya, dia berjalan melangkah ke arah wanita yang datang bersama Reno.


” nona Laura ” panggil wanita itu menunduk


” kau tidak perlu bangun pagi lagi hanya untuk datang ke tempat papaku, Karena malam ini juga kau di PE-CAT ” ucap Laura dengan dingin


” dan satu lagi, truk tinja ini untukmu saja. Ambillah dan anggap itu sumbangan dari ku ” ucap Laura


Laura berjalan ke arah keluar meninggalkan kedua orang itu. Dia berhenti dia depan pelayan, dia merogoh sakunya dan memberikan kartu black card nya.


” aku akan membayar kerugian disini ” Ucap Laura


pelayanan itu mengambil kartu tersebut dan segera menggesek kan kartunya untuk membayar ganti rugi, Setelah selesai dia memberikan kartu itu kepada Laura, Laura yang yang akan melangkah pergi menghentikan langkahnya lagi dan menatap pelayan tersebut, dia memberikan kunci mobil dan kartu apartemen yang dia bawa untuk pelayan itu.


” Ambilah ini bonus untukmu, karena kau telah memberikan aku ruang ” ucap Laura


” Ambil lah ” ucap Steven


Pelayanan menatap Steven yang meng kode dia agar cepat mengambilnya. Pelayanan itu segera mengambil hadiah dari Laura dengan senang hati, Laura melangkah kan kakinya untuk keluar dari restoran tersebut. Setelah di luar Laura menangis dan berjongkok tepat di depan mobilnya, dia menangis meraung-raung merasakan sakit yang begitu perih, Reno adalah cinta pertama nya, tapi saat ini Reno juga adalah laki-laki yang sudah menghancurkan perasaan nya.


Langkah Steven terhenti saat melihat Laura menangis seperti itu, Dia melepaskan jaketnya dan menutupi kepala Laura agar tidak ada orang yang melihat betapa kacaunya saat ini Laura.


...----------------...


Laura dan Steven saat ini sedang duduk di cafe dekat restoran. Steven terus memandangi wajah Laura yang sedih, air mata yang keluar dari mata Laura juga tak kunjung berhenti. Steven mengambil tisu di hadapan nya dan menyodorkan nya di depan Laura.


Di hadapan Laura dan Steven kini sudah ada beberapa botol bir yang separuh nya sudah habis di teguk Laura sendiri.


” ku kira kau tidak suka alkohol yang murah ” Ucap Steven


Laura tidak menggubris perkataan yang keluar dari mulut Steven, dia terus saja menuangkan bir ke dalam gelasnya dan meminum nya tanpa henti, saat Laura ingin menuangkan kembali bir kedalam gelasnya, botol itu segera di rebut steven, Laura memandang lelaki di depan nya itu dan membuang nafasnya dengan kasar.


” kau mau menamparku? ” tawar Laura

__ADS_1


” apa? ” tanya Steven tidak mengerti


” mungkin aku akan merasa menjadi lebih baik saat kau menamparku ” ucap Laura


” ini, ayo tampar aku dengan keras ” ucap Laura yang menyodorkan pipinya


” cukup, kau sudah mabuk ” ucap Steven


” tampar aku, AKU BILANG TAMPAR AKU!! ” teriak Laura


Semua orang yang berada di sana menoleh ke arah tempat dimana Laura dan Steven duduk.


” aku hanya memintamu menamparku ” ucap Laura


” Agar aku terbangun dari mimpi buruk ini, ayo tampar aku ” sambung Laura yang mengambil tangan Steven


Steven menepis tangan Laura, dia berdiri dan manarik Laura keluar dari cafe tersebut, namun Laura segera mendorong tubuh Steven menjauh darinya. Laura menangis kembali dan menjatuhkan dirinya di lantai.


Steven yang melihat Laura dengan keadaan seperti itu segera berjongkok di depan Laura.


” jangan membuang air matamu itu, karena air mata mu sangat berharga untuk menangisi lelaki brengsek sepertinya ” ucap Steven


” saat ini mungkin kau yang sedang terluka, tapi percayalah yang sebenarnya akan terluka adalah dia, karena dia membuang wanita yang tulus seperti mu ” sambung Steven


Laura hanya menangis dan menundukkan kepalanya, Steven segera membantu Laura berdiri.


” di mana rumahmu, aku akan mengantarmu pulang ” tanya Steven


Tapi belum sempat Laura menjawab pertanyaan Steven, Laura sudah jatuh pingsan dan Steven segera sigap menahan tubuh Laura agar tidak terjatuh di lantai.


Dia mengangkat tubuh Laura dan menuju ke dalam mobilnya. Dia mendudukkan tubuh Laura yang sudah tidak sadar itu dibangku depan, Steven menyelimuti tubuh Laura dengan jaket miliknya. Steven segera menghubungi Arnold.


” halo kak kau dimana ” tanya Steven saat panggilan nya tersambung


” aku di rumah kak Evan, ada apa stev kau menghubungi malam-malam seperti ini ” Ucap Arnold di sebrang


” aku akan segera datang kesana ” ucap Steven tanpa menjawab pertanyaan dari Arnold


Steven segera masuk dan mengemudikan mobilnya ke arah mansion milik Evan, dia tidak ada pilihan lain selain kesana, Steven pun juga tau bahwa Laura dan kakak iparnya itu bersahabat, jadi mansion milik Evan adalah tempat yang tepat dia datangi saat situasi seperti ini.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2