He Mine

He Mine
Episode 18


__ADS_3

Di perjalanan, di dalam mobil Senja hanya memejamkan matanya, Ela pun yang duduk di depan di sebelah sopir juga hanya diam tidak membuka suara sama kali.


Sesampainya Senja di tempat latihan nya dia turun dan keluar dari mobil nya, dia berjalan masuk, Saat dia di dalam dia melihat seorang laki laki yang sedang duduk manis di sana.


” Steven ” Panggil Senja


Steven yang mendengar panggilan Senja pun menoleh dan tersenyum. Dia berdiri dan segera mendekat ke arah Senja.


” Hallo kakak ipar ” Sapa Steven


” kenapa kau kesini ” Tanya Senja


” Ingin bertemu dengan kakak ipar ku ” Jawab Steven tersenyum




” Nona ” Panggil Ela


Senja menoleh ke arah Ela.


” Ada apa? ” Tanya Senja


Ela hanya memberikan kode agar Senja menoleh ke arah pintu. Di Sana Senja melihat Aurel yang sudah berdiri di tengah pintu. Aurel berjalan masuk dan mendekat ke arah mereka ber tiga.



” Hay stev ” Sapa Aurel


” Kak Aurel, Kau sudah kembali ” Tanya Steven yang kaget melihat keberadaan Aurel


” Hemm, bagaimana dengan kabarmu ” Tanya Aurel


Senja hanya melihat kedua orang itu, tapi saat Senja ingin melangkah kan kaki nya untuk menjauh, Ucapan Aurel memberhentikannya.


” Apa tidak ada yang harus kau ucapkan kan Senja Maheswari ” Ucap Aurel


Senja pun menoleh ke arah Aurel.


” Ucapan seperti apa yang kau inginkan ” Tanya Senja


” Seperti permintaan maaf mungkin ” Jawab Aurel


Senja tersenyum dan melipat tangan nya di dada.


” Maaf? ” Tanya Senja


” Maaf seperti apa yang kau maksud ” Sambung Senja


” Senja, kau sudah memperlakukan ku sangat buruk tadi malam, apa kau sama sekali tidak merasa dirimu bersalah ” Ucap Aurel yang menjawab Senja


Senja melangkah Kan kaki nya untuk dekat dengan Aurel. Kini Senja telah berdiri tepat di hadapan Aurel.


” Orang bodoh sepertimu, tidak akan pernah mengerti makna kata maaf ” Ucap Senja yang langsung melangkah kan kaki nya pergi


Steven yang mendengar ucapan dari kakak iparnya melongo, Bagaimana bisa Senja mengatakan itu kepada seorang yang jauh lebih tua darinya.


Steven pun pergi meninggalkan Aurel yang berdiam diri. Steven menyusul Senja dan terus mengikuti kakak iparnya.


...----------------...


Di perusahaan Evan hanya duduk tanpa melakukan pekerjaan nya, dia masih berfikir bagaimana caranya agar dia bisa baik kan dengan Senja.

__ADS_1


” Bagaimana aku bisa membuat Senja memaafkan ku ” Ucap Evan sendiri


Evan sedang bingung sekarang. Dia sedang pusing bagaimana bisa meluluhkan hati Senja kembali. Senja yang sekarang semakin memberi jarak kepadanya. Saat Evan sedang dirundung oleh masalahnya, Ketukan pintu menyadarkan dia .


Tok...tok....tokk


” Masuk ” Ucap Evan


Sekertaris nya pun masuk dan memberikan laporan.


” Tuan ada tamu yang ingin bertemu dengan anda ” Lapor sang sekretaris


” Siapa ” Tanya Evan


Sebelum sang sekertaris menjawab, seorang wanita sudah dahulu masuk.


” Hy Van ” sapa Aurel


Evan mengkerut kan dahinya setelah mengetahui siapa tamunya.


” Aurel ” Ucap Evan


Sekertaris pun undur diri dan meninggalkan mereka berdua. Aurel pun melangkah mendekat dan duduk di hadap Evan .


” Apa kau akan makan siang ” Tanya Aurel


” iya, aku akan menyusul istriku dan mengajak nya makan siang ” Jawab Evan


” Istrimu mungkin saat ini sedang makan siang bersama Steven ” Ucap Aurel


” Steven? ” Tanya Evan


” Iya, aku tadi menemui istrimu, untuk menuntut maaf darinya, tapi aku melihat Steven menemui istri mu ” Ucap Aurel


Evan yang mendengar laporan dari Aurel memanas hatinya, Bagaimana bisa Steven sedekat itu dengan Senja sampai menemuinya di tempat Senja latihan. Evan mengepalkan tangannya.


...----------------...


Di sisi lain, Steven yang sedang melihat Senja sedang menari, dia terkagum kagum melihat kakak iparnya. Dia terpukau melihat kakak iparnya yang sedang melakukan pergerakan demi pergerakan tariannya.


Saat Senja setelah selama berlatih, Ela yang hendak memberikan minuman segara di rebut Steven, Steven segera menghampiri Senja dan memberikan botol minuman untuknya.


” Kau haus ” Tanya Steven menyodorkan botol minuman yang dia rebut dari Ela


” Kau masih disini ” Tanya Senja yang mengambil botol minuman Tersebut


” Iya, Aku ingin mengajakmu makan siang ” Ajak Steven


” makan siang ” Tanya Senja


” Iya, saat perjalanan kesini aku melihat restoran steak yang tidak jauh dari sini, kau bersedia ” jawab dan tanya Steven


” Tunggu, Aku akan ganti baju ” ucap Senja yang langsung pergi


Steven yang mendengar jawaban Senja hanya tersenyum, Di sana tidak jauh dari jarah Senja dan Steven Ela melihat keakraban dari kakak ipar dan adik pun hanya diam.


Setelah Senja selesai berganti pakaian, senja pun menyusul Ela dan Steven yang sudah menunggu nya di depan. Mereka pun segera meninggalkan tempat latihan dan segera menuju restoran tersebut.


Sesampainya di sana Steven langsung mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka, Mereka bertiga segera duduk dan memesan makanan siang mereka.


” El, kau sudah mengatur apa yang aku perintahkan tadi pagi ” Tanya Senja


” Sudah nona ” Jawab Ela

__ADS_1


” Kau memerintahkan apa ” Tanya Steven untuk Senja


” Tidak ada ” Jawab Singkat Senja


” Bagaimana hubunganmu dengan kakakku, Apa baik- baik saja ” Tanya Steven


” Aku harap hubungan mu dengan dia baik-baik saja, Aku tau kalian menikah karena sebuah perjodohan, tapi setelah aku melihat sikap kakakku, aku sadar dia sudah mulai jatuh cinta padamu ” Sambung Steven


Senja tidak menggubris sama sekali ucapan Steven barusan, ketika Senja menoleh ke arah sisi kirinya, dia melihat Evan dari jauh, tapi dia tidak datang sendiri melainkan bersama Aurel.


Evan pun melihat Senja dengan Steven makan siang bersama, dia mengepalkan tangan nya dan segera menghampiri mereka.


” Senja ” Panggil Evan


Steven dan Ela pun menoleh dan melihat Evan sedang datang dengan Aurel yang berada di belakang nya.


” Kenapa kau tidak mengangkat telepon ku sama sekali ” Tanya Evan ketus


” sibuk ” Jawab singkat Senja


” Sibuk berduaan bersama adik ku ” Ucap Evan


Senja yang mendengar perkataan Evan memberhentikan makam nya, dia melihat dan menatap mata Evan yang sedang memerah menahan amarahnya.


” Why? Bukan kah sudah mendapatkan teman makan siangmu ” jawab Senja yang melihat Aurel


Steven yang merasa aneh dengan suasananya nya segera berdiri dan berusaha menjelaskan kan apa yang sedang terjadi.


” kak, aku bisa jelaskan ” Ucap Steven


” AKU TIDAK BERBICARA DENGANMU!! ” Bentak Evan


Steven yang mendapatkan bentakan dari Evan kaget, ini adalah pertama kali Evan membentak nya. Dia menatap Steven dengan tajam.


” kak ada apa deng-- ”


” AKU BILANG AKU TIDAK BERBICARA DENGANMU!! ” Evan memotong ucapan Steven dengan membentak


” Senja aku adalah suami mu, jadi apapun yang mau kau lakukan, seharusnya kau membicarakannya dulu denganku ” Ucap Evan


Senja pun langsung berdiri dan membalas menatap Evan dengan tajam.


” Berhenti Van. Kau kesini hanya untuk marah marah ” tanya Senja


” Marah? Aku sudah berusaha berbicara dengan mu tadi pagi, aku sudah berusaha untuk mengajak mu berbicara dengan baik baik. Tapi kau terus saja menghindar, aku sudah menghubungi mu sedari tadi pagi tapi tidak dapat sama sekali respon darimu. Dan sekarang aku melihat mu berjalan berdua dengan adik ku, apa aku tidak boleh marah ” Jawab Evan panjang lebar


” Berdua? Periksakan matamu dulu sebelum kau menuduh ku. Lalu disini Ela sebagai apa? Apa hanya angin bagimu ” Jawab Senja


” bukankah yang datang berdua disini kau bersama jalangmu ” tanya sinis Senja


” Senja jaga ucapanmu, apakah seorang wanita pantas mengucapkan ucapan seperti itu, apa bundamu tidak pernah mengajarkan tutur kata yang baik terhadap mu ” Ucap Evan


Senja yang mendapatkan perkataan Evan barusan kaget, matanya sudah memanas menahan tangisnya.


” TUAN ” Ucap Ela yang segera bangkit dari kursinya


Senja pun tersenyum dan menahan tangisnya. Dia berusaha untuk tidak menangis. Evan pun segera sadar dengan ucapan nya.


” Jika kau lupa maka aku akan mengingatkan kembali Evan Mahendra. Bunda ku sudah tiada 16 tahun yang lalu ” ucap Senja


Senja mengambil tas nya dan segera pergi dari sana, Ela pun segera menyusul Senja dengan berlari. Steven yang masih berdiri di sana hanya heran dengan sikap kakak nya tersebut.


” Ada apa denganmu kak ” Tanya Steven

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2