
Pagi hari ini di rumah sakit Senja tersenyum lebar, dia hari ini sudah di perbolehkan untuk pulang, Evan yang sedang di bantu Steven sedang mengemasi barang barang Senja. Saat mereka berdua sedang sibuk mengemasi barang-barang, Pintu kamar terketuk.
Tok..tok..tok
” Masuk ” Ucap Evan
Ela dan Arnold membuka pintu dan masuk kedalam, Steven yang melihat kedatangan dua orang itu melihat dengan mengerutkan keningnya.
” Kalian datang bersama ” Tanya Steven
” Iya ” jawab Arnold
Ela menghampiri Evan untuk membantunya, Sedang-kan Senja hanya duduk melihat kegiatan suaminya itu, Senja terus menatap Evan dan tersenyum. Senja baru menyadari bahwa ternyata suaminya itu sangat tampan, di tambah lagi dengan Evan menggulung lengan kemejanya
Steven yang melihat Senja sedang memandangi Evan berniat untuk menjahilinya.
” El ” panggil Steven tiba-tiba
Ela dan Evan yang sedang sibuk membereskan barang Senja menoleh bersamaan.
” Apa? ” Jawab Ela
” Kenapa kau disitu, apa kau ingin di pecat ” Ucap Steven
Ela yang di tidak mengerti maksud Steven hanya memasang wajah bingungnya, begitupun dengan Evan. Arnold yang mengerti kejahilan Steven itu hanya menggelengkan kepalanya.
” Apa maksudmu? ” Tanya Evan
” Kau ini kak benar-benar suka sekali mencari masalah dengan istrimu, lihat istri mu dia sedang memandangi kalian berdua ” Ucap Steven
Ela dan Evan segera mengalihkan pandangan mereka ke arah Senja, di sana Senja yang belum sadar dari pikirannya masih terus memandangi Evan.
” Sayang ” panggil Evan
” iya sayang ” Jawab Senja yang belum sadar
” Kau kenapa? ” tanya Evan
” Sedang melihat ketampanan suamiku ” jawab Senja tanpa sadar
Setelah Senja menjawab pertanyaan dari Evan, dia Segera sadar lalu melihat suaminya dan yang lain sedang menatap nya, Senja yang dapat tatapan itu menjadi salah tingkah sendiri.
” kenapa? ” Tanya Senja
” kau tadi mengatakan apa sayang ” ucap Evan mendekat
” apa? memang aku bicara apa? ” Tanya Senja balik
” Kau tadi bilang sedang melihat ketampananku? apa benar aku tampan? ” Tanya Evan yang langung merangkul Senja
Ela seketika memalingkan wajah nya termasuk Arnold, Tapi tidak Steven dia melihat geli kemesraan Kakak nya itu.
” kak kau sudah tua jangan seperti anak muda ” Ucap Steven
” tidak apa-apa tua yang terpenting aku sudah memiliki pasangan, dari pada yang muda tapi menggandeng tangannya sendiri ” Sindir Evan yang melepaskan pelukannya
” Siapa yang menggandeng tangan diri sendiri? Aku pun juga memiliki gandengan ” Ucap Steven tak terima
” oh iya? Mana ? ” Tanya Senja
Steven melangkahkan kaki nya ke erah Ela, setelah sampai di depan Ela tangan Steven menarik tangan Ela, dia menggenggam tangan Ela lalu menunjukkan nya kepada Evan dan Senja.
” Ini ada akan ” Ucap Steven menunjukkan tangan Ela dan tangannya
Arnold yang melihat itu segera mendekat dan merebut tangan Ela, Arnold melepaskan genggaman tangan Steven, Steven kaget dengan apa yang di lakukan Arnold.
” tuan hari semakin siang, sebaiknya kita segera pulang, kasihan non Senja jika kepanasan ” Ucap Arnold
Evan hanya mengangguk setuju, Mereka melanjutkan kan berkemas dan setalah itu pulang ke mansion.
__ADS_1
...----------------...
sesampainya mereka di mansion Evan, Senja di antar di kamar atas, dimana lagi kalau bukan di kamar Evan, Ela pun sudah mengutus pelayan agar semua barang-barang milik Senja yang berada di kamar tamu di kembalikan lagi ke kamar Evan, Dengan perlahan Evan membaringkan tubuh Senja ke kasur.
” Kau tidak ke kantor ” Tanya Senja
” Tidak, hari ini aku menemani kau saja disini ” Jawa Evan
” Tapi juga tidak baik Van kalau kau terus menerus absen dari kantor ” Ucap Senja
” kau tenang saja sayang ada Arnold yang akan menghandle perusahaan ” Ucap Evan
” tapi kan kau bos nya Van ” Ucap Senja
” justru karena aku bos nya aku bisa berbuat semauku ” Ucap Evan tersenyum
Senja yang mendengar ucapan Evan tersenyum, dia menarik tangan Evan untuk mendekat. Dia meraba seluruh wajah suaminya itu dan berhenti tepat di bibir Evan, menarik wajah Evan dan mencium bibirnya, Ini adalah pertama kali Senja yang memulai dulu.
” Sayang ” panggil Evan
” hhmm ” Jawab Senja yang memandangi Evan
” hubungan kita apakah bisa di mulai sekarang ” Tanya Evan
” maksudnya ” Tanya Senja tak mengerti
” apakah kita bisa menjalani hubungan suami istri yang lebih jelas ” Ucap Evan
Pipi senja memerah mendengar ucapan Evan, walaupun Senja tidak pernah menjalin hubungan dengan pria manapun tapi dia tidak bodoh, Jelas Senja tau apa yang di maksud ucapan Evan.
” apa kau mau memulai sekarang? ” tanya Senja
” apa boleh? ” Evan berbalik tanya
Senja tersenyum dan menjawab dengan anggukan. Evan yang mengerti anggukan dari senja, dia semakin mendekatkan dirinya, dia memulai menciumi Senja dengan sangat lembut, dia meraba setiap inci dari tubuh Senja, tapi saat senja ingin duduk dan membalasnya, senja merasakan sakit di bagian perutnya.
” aaww ” rintih Senja
” perutku sakit ” Jawab Evan
” Astaga ” ucap Evan
Evan lupa dengan kondisi Senja yang baru saja pulang dari rumah sakit, Dia menaikkan sedikit baju senja dan melihat perban nya.
” tidak berdarah sayang ” ucap Evan
” jadi.. apa kita tunda ” tanya Senja malu
” Iya sayang kita tunda dulu ya sampai luka mu benar-benar sembuh ” ucap Evan tersenyum
” apa kau sudah tidak tahan? ” tanya Evan menggoda Senja”
” EVAN!!! ” teriak Senja yang malu
Evan tertawa saat melihat pipi Senja yang memerah karena malu, dia tersenyum dan mencium kening Senja.
” untuk saat ini di tahan dulu ya sayang ” goda Evan
Senja yang mendengar ucapan Evan memukul lengan Evan, Entah kenapa saat ini Senja benar-benar malu. Saat mereka berdua sedang asyik dikamar, pintu kamar terketuk.
Tok..tok..tok
Senja dan Evan menoleh ke arah pintu.
” Sebentar ya sayang ” ucap Evan yang berdiri berjalan ke arah pintu
Evan membuka pintu dan melihat adiknya sedang berdiri di depan pintu.
” ada apa? ” tanya Evan
” kak kau benar-benar tidak menghargai tamu ” ucap Steven
__ADS_1
” kenapa lagi kau ini ” tanya Evan
” aku disini sungguh sama sekali tidak di anggap ” ucap Steven yang mulai drama
” kau berduaan dengan istrimu dan sedangkan aku, aku ditinggal kak Arnold dan Ela di bawah sendirian ” ucap Steven seakan ingin menangis
” memang Arnold dan Ela kemana? ” tanya Evan
” mereka berdua mengambil air putih ” ucap Steven drama
Evan yang mendengar dan melihat drama Steven ingin sekali memukul nya. Hanya karena di tinggal mengambil air putih saja dia merusak suasana romantis nya dengan Senja.
” stev ” panggil Evan
” iya kak ” jawab Steven
” segeralah mencari wanita ” ucap Evan
” iya kak, tapi apakah masih ada stok wanita seperti Senja ” tanya Steven
” kalau memang tidak, biarkan aku bersama nya ” ucap Steven menggoda kakaknya
Evan yang mendengar ucapan Steven melepas sepatunya, dan Steven yang melihat Evan yang sedang murka dan melepas sepatunya itu segera ancang-ancang untuk lari.
” kaburrrr ” ucap Steven yang lari turun ke bawah
Steven yang sudah sampai di bawah dengan berlari melihat Ela dan Arnold sedang mempersiapkan makan siang untuk mereka.
” sedang apa kalian ” tanya Steven yang menghampiri
” kau tidak lihat ” ucap Arnold
” lihat, sedang menyiapkan makanan kan ” ucap Steven
” lalu kenapa kau malah bertanya ” ucap Arnold
” kak ” panggil Steven
” ada apa? ” tanya Arnold
” segeralah mencari kekasih ” ucap Steven
” kau saja, bukankah disini kau sendiri yang tidak punya pasangan ” ucap Arnold
” memang kau ada? ” tanya Steven
” ada ” jawab Arnold
” siapa? ” tanya Steven lagi dengan cepat
” El___” ucap Arnold yang memotong ucapannya
Ela yang mendengar ucapan Arnold itu menoleh ke arah Arnold. Dia melihat Arnold sedang menatap dirinya, Arnold yang tiba-tiba hampir mengucapkan kan nama Ela itu segera mengutuk Steven.
” stev, dari pada kau bicara saja sebaiknya kau panggil Kak Evan dan nona Senja. Makanan siang akan segera selesai ” ucap Arnold mengalihkan pembicaraan
” tidak mau Ela saja yang memanggil nya ” tolak Steven
” kenapa ” tanya Arnold
” kau menyuruhku memanggil kak Evan sama saja kau mengirim ku ke pemakaman ” jawab Steven
” ha? ” ucap Arnold yang tidak mengerti
” intinya aku tidak mau dan suruh saja Ela ” ucap Steven
” El pergilah ke atas dan panggil suami istri itu untuk turun ” ucap Steven menyuruh Ela
” kau saja aku akan pergi ke supermarket untuk membeli buah-buahan ” ucap Ela
” aku saja yang pergi, kau naiklah " ucap Steven yang langsung pergi keluar
__ADS_1
Bersambung.......