He Mine

He Mine
Episode 45


__ADS_3

Steven yang berada di kamarnya melongo saat mendengar perintah dari Kakaknya itu. belum sempat dia menjawab apa-apa tapi kakak nya sudah menyuruh nya dan langsung mematikan sambungan telepon.


” wahhh sopan sekali anda ” ucap Steven ngedumel


Steven segera bangkit dari kasur nya dan mengambil jaketnya, dia segera keluar dari kamarnya dan turun ke bawah. Saat di bawah kedua orangtuanya itu melihat Steven yang menenteng jaketnya.


” Kau mau kemana Steve? ” tanya Rita


” ke tempat kak Evan ma ” jawab Steven yang menghentikan langkahnya


” kau jangan sering datang ke tempat kakakmu Steve, itu akan menggangu nya ” ucap Mahendra


” iya pa, tapi sayang nya yang selalu mengganggu ketenangan ku justru kak Evan Sendiri ” ucap Steven yang menjawab perkataan papanya


” memang kau di suruh apa sama kakakmu? ” tanya Rita


” membawakan pisang ” jawab Steven


Steven segera mendekatkan dirinya kepada mama dan papanya untuk pamit, setelah selesai berpamitan Steven segera melangkah ke garasi dan masuk ke dalam mobilnya, dia melajukan mobilnya keluar dari mansion dan menuju supermarket untuk membeli pesanan Evan.


Setelah Steven membelikan pesanan Evan, dia segera melajukan mobilnya menuju mansion milik Evan. Setelah sampai dia di mansion, Steven segera keluar dan masuk ke dalam dan segera menemui Evan. Steve justru melihat Ela dan Arnold sedang membereskan sisa makan malam mereka.


” di mana kak Evan? ” tanya Steven


” ada di atas ” jawab Arnold


” eehh, jangan di singkirkan semua makanan itu, aku mau makan ” ucap Steven


” hhmm cepat naiklah ” ucap Arnold


Steven segera naik dan mengetuk kamar milik Evan, tidak butuh waktu lama pintu kamar itu terbuka. Steven melihat Evan yang keluar.


” mana ” tanya Evan


” ini kakak ku ” jawab Steven yang memberikan kantong kresek


” lama sekali ” ucap Evan


” Kak, aku dari rumah tadi dan pastinya membutuhkan waktu yang cukup sedikit __ ” ucapan Steven terpotong


Evan segera menutup pintu kamarnya dan tidak mendengarkan keluh kesah dari adiknya itu. Steven yang mendapatkan perilaku dari Kakak nya itu hanya mengelus dadanya dan mencoba sabar.


” ampunilah Kakak ku tuhan ” ucap Steven


Steven segera turun ke bawah, saat di bawah Steven melihat Ela yang duduk di meja makan.


” kau belum selesai makan? ” tanya Steven


” sudah ” jawab Ela


” lalu menunggu apa apa lagi disini? ” tanya Steven lagi


Belum sempat Ela jawab, Arnold sudah keluar dulu dari arah dapur dan membawa dua cangkir kopi. Steven yang melihat Arnold keluar dari arah dapur hanya melihat, Arnold tidak memperdulikan tatapan dari adik nya itu, dia segera menyerahkan secangkir kopi untuk Ela dan dia duduk di hadapan Ela.


” katanya kau akan makan? ” tanya Arnold


” hhmm ” jawab Steven


Steven segera duduk dan mengambil piring, dia masukkan nasi ke dalam piring dan mengambil ikan berserta sayur nya. Steven makan tapi terus memandangi Ela dan Arnold yang sedang mengobrol sambil minum kopi itu.


” kau akan tidur disini? ” tanya Ela


” entahlah ” jawab Steven sambil mengunyah


” tidurlah disini saja, nona Senja sedang tidak enak badan, jadi kau bisa bantu jika ada apa-apa ” ucap Arnold


” Kakak ipar sakit? ” tanya Steven

__ADS_1


” iya, sepulang dari cafe dia merasa tidak enak badanya ” jawab Ela


” tapi bukannya tadi Kakak ipar terlihat sehat-sehat saja? ” tanya Steven


” iya memang, mungkin saja nona Senja kelelahan ” jawab Ela


Steven segera menghabiskan makanannya, setelah selesai menghabiskan makanan nya dia segera berdiri dan menuju ke arah dapur untuk meletakkan piring. Dia juga membuka kulkas dan mengambil minuman kaleng dari sana. Steven berjalan dan duduk untuk bergabung dengan Ela dan Arnold.


” kalau kakak ipar sakit kenapa tidak memanggil dokter untuk datang kesini? ” tanya Steven membuka minuman nya


” sudah, tapi nona Senja yang menolaknya ” jawab Arnold


...----------------...


Di dalam kamar Senja tidak bisa tidur walau sudah sangat malam sekali, sedangkan Evan sudah mulai mengantuk.


” sayang apa kau tidak mengantuk? ” tanya Evan


” tidak ” jawab Senja yang bermain hp


” kau tadi kan sakit sayang ” ucap Evan


” aku tidak sakit Evan, aku tadi hanya lapar. Buktinya sekarang aku sudah tidak apa-apa ” ucap Senja


Senja kembali melanjutkan bermain gamenya di handphone nya, Evan sedikit demi sedikit menutup matanya, Dia tidur dengan posisi duduk di samping Senja.


” Sayang ” panggil Senja tanpa menoleh


” hhmm iya sayang ada apa? ” tanya Evan membuka matanya


” aku ingin nonton ” ucap Senja menoleh ke arah Evan


” kau mau menonton apa sayang? ” tanya Evan


” film ” jawab Senja tersenyum


Tapi saat Evan hendak bangkit ingin mengambil remote tv, tangan Senja sudah menariknya.


” aaahh sayang ” rengek Senja


” aku engga mau nonton di tv ” ucap Senja


” iya lalu kau mau menonton apa sayang? ” tanya Evan halus


” Aku mau menonton di bioskop ” jawab Senja


Evan yang mendengar jawaban dari istrinya itu segera membuka matanya lebar-lebar.


” sayang ini sudah jam 11 malam dan hampir jam 12, mana ada bioskop yang buka malam-malam begini ” ucap Evan


” ada, kau tinggal pesan saja ” jawab Senja


” iya aku bisa pesannya besok sayang ” ucap Evan


” tapi aku maunya sekarang EVAN ” ucap Senja


Evan hanya diam mendengar permintaan dari istrinya itu. Entah apa yang sebenarnya terjadi dengan Senja malam ini, kenapa tiba-tiba sifat nya seperti ini.


” hhhmm baiklah aku akan turun dan meminta Arnold untuk mencarikan nya ya ” ucap Evan


Senja hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Evan turun dari ranjang nya dan keluar dari kamarnya, dia berjalan menuruni anak tangga, langkah nya terhenti saat melihat Ela, Arnold dan Steven masih duduk manis di meja makan. Evan segera mendekat ke arah mereka bertiga.


” Arnold ” panggil Evan


Ketiga orang itu menoleh ke arah asal suara itu, Ela dan Arnold yang melihat Evan segera berdiri dan bangkit dari duduknya.


” iya tuan ” jawab Arnold

__ADS_1


” kau bisa mencarikan ku tiket bioskop? ” tanya Evan


” bisa tuan. untuk kapan tuan ” tanya Arnold


” sekarang ” jawab Evan


Byur....


Uhuk..uhuk..uhukk


Steven memuncratkan minuman nya dan tersedak saat mendengar jawab dari Evan. Ketiga orang di sana kaget saat mendengar jawab dari Evan.


” Kau gila kak? Ini jam berapa woy ” ucap Steven


” aku tahu Steve ini jam berapa, mangkanya aku bertanya pada Arnold apa bisa di mencarikan ku tiket bioskop sekarang ” ucap Evan


” kenapa tidak besok saja tuan? ” tanya Arnold


” masalah nya Senja meminta sekarang Arnold ” jawab Evan


Ketiga orang itu tambah kaget saat mendengar jawaban dari Evan.


” nona Senja? ” tanya Ela yang membuka suaranya


” hheemm ” jawab Evan lemas


Sebenarnya Evan sangat mengantuk malam ini tapi keinginan istrinya itu benar-benar sudah tidak bisa di ganggu gugat.


” apa istrimu itu waras kak? ” tanya Steven


” aku tidak tau ” jawab lemas Evan


” dia meminta nya dan merengek ” sambung Evan


” sebentar tuan saya akan mengeceknya ” ucap Arnold


Arnold segera mengambil ponselnya dan mengecek kontak di sana. Dia menghubungi seseorang untuk menanyakan keinginan dari Senja. Setelah selesai menanyakan itu Arnold segera mematikan sambungan nya.


” tuan saya sudah memesan satu ruangan bioskop untuk malam ini ” jawab Arnold


” hhmm baguslah, Kalian semua ikut yaa ” ucap Evan memperingati mereka bertiga


Evan segera naik ke atas dan menghampiri istrinya. Senja yang menunggu di kamar ternyata sudah bersiap-siap dan mengganti pakaian nya, dia menoleh ke arah pintu yang di buka.


” kau sudah siap sayang? ” tanya Evan saat melihat Senja



” iyaa ” ucap Senja tersenyum


” baiklah, sebentar ya sayang aku akan mengganti pakaian dulu ” ucap Evan


Evan segera mengganti pakaian nya. Setelah selesai mereka berdua turun untuk menemui ketiga orang yang sudah menunggu di bawah.


” kalian semua juga ikut ” tanya Senja saat sudah di bawah


” kakak ipar, kenapa permintaan mu sangat aneh-aneh sih ” keluh Steven


” kenapa? ” tanya Senja yang melow


” apa aku salah sayang ” tanya Senja kepada Evan yang matanya sudah berkaca-kaca


” hhuusstt tidak sayang, kamu tidak salah ” ucap Evan menenangkan Senja


Evan segera memberikan tatapan maut kepada adiknya itu. Ela yang melihat sikap aneh Senja itu heran, tidak biasanya Senja seperti ini.


Mereka semua akhirnya keluar dan masuk kedalam mobil. Mereka menggunakan dua mobi. Senja bersama dengan Evan menggunakan mobil milik Evan, Sedangkan Ela, Arnold dan Steven menggunakan mobil milik Steven. Mobil mereka keluar dari mansion dan segera menuju ke bioskop yang sudah dia pesan oleh Arnold.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2