He Mine

He Mine
Episode 48


__ADS_3

Saat ini Evan sedang berada di kamar tamu untuk menata baju miliknya dan Senja, Evan memilih kamar tamu yang berada di bawah agar Senja tidak perlu naik turun dari kamar miliknya. Sedangkan Senja saat ini sedang berada di ruang keluar bersama mama mertua nya.


” sayang apa kau sudah memeriksakan kandungan mu? ” tanya Rita


” belum ma, aku dan Evan belum datang ke dokter kandungan ” jawab Senja


” kapan sayang kau akan memeriksakan kandungan mu? ” tanya Rita lagi


” mungkin besok ma setelah dari mansion ayah ” jawab Senja


” jangan terlalu banyak pikiran ya sayang dan jangan terlalu banyak kecapean ” ucap Rita


” iya ma ” jawab Senja


Saat mereka dua sedang asyik mengobrol, Steven keluar dari kamarnya dan turun, dia berjalan ke arah mama nya dan Senja dengan pakaian yang sudah sangat rapi.


” kau mau kemana Steve? ” tanya Rita saat melihat anak bungsunya


” ma aku akan keluar sebentar ” jawab Steven


” tapi sebentar lagi kita akan makan malam bersama ” ucap Rita


” iya ma aku tau, aku hanya keluar sebentar untuk menjemput calon menantu mama ” ucap Steven


Rita yang mendengar itu mengkerut kan dahinya, dia menatap Steven dengan penuh selidik.


” kau punya kekasih? ” tanya Rita


” belum menjadi kekasih , tapi mungkin akan segera ” jawab Steven


” kau mau menjemput siapa? ” tanya Senja yang iku nyambung


” kau pasti kenal lah kak ” jawab Steven


” Laura? ” tebak Senja


” tebakan yang sangat tepat ” ucap Steven


” kalau begitu saya undur diri nyonya Rita ” ucap Steven yang berjalan keluar


Rita segera menoleh ke arah Senja dan menunjukkan wajahnya yang penuh tanda tanya.


” siapa Laura sayang? ” tanya Rita


” dia sahabat lama ku ma ” jawab Senja tersenyum


” dia baru saja pulang US setelah menyelesaikan studi kuliahnya di sana ” sambung Senja


” tapi bagaimana Steven kenal dengan dia? ” tanya Rita lagi


” karena beberapa kali Steven dan Laura pernah bertemu ” jawab Senja


” mama tidak perlu khawatir, Laura adalah wanita yang baik ” ucap Senja sambil memegang tangan Rita


” mama tidak masalah jika Steven berkenalan dengan siapa saja atau bahkan berkencan dengan siapa. Tapi Steven itu masih nyaman dengan dunia bebasnya, mama hanya takut kalau orang tua nya tau bagaimana Steven mereka tidak menyukai nya ” ucap Rita


” mama tidak perlu takut ma, Laura dan keluarga nya tidak seperti apa yang di pikirkan mama, dan lagi Steven juga pernah cerita dengan Senja bahwa sebenarnya dia ingin merintis usaha kecil-kecilan dulu ma ” ucap Senja

__ADS_1


” kenapa harus usaha kecil-kecilan sayang, dia kan ada kakak nya yang meneruskan perusahaan papanya, dia sebenarnya bisa saja langsung masuk, tapi memang Steven nya saja yang tidak mau ” ucap Rita mengeluh


” ma, Steven dan Evan itu berbeda, sangat berbeda. jika Evan bersedia meneruskan milik perusahaan papa itu karena memang Evan memiliki bakat dalam bidang yang sama dengan papa, tapi Steven dia ingin memulai usahanya dari nol dengan bidang yang dia miliki sendiri ” ucap Senja


” Kau memang benar, dari dulu Evan memang sama persis dengan papanya, tapi Steven tidak cocok dengan gaya papanya ” ucap Rita


...----------------...


Di sisi lain Steven sudah berada di depan rumah Laura, dia segera turun dan menekan bel rumah milik Laura. tidak butuh lama pintu itu terbuka dan keluarlah Laura dengan pakaian yang sudah rapi.


” kau sudah siap? ” tanya Steven saat melihat Laura


” hhhmm aku siap ” jawab Laura


” dimana kedua orang tuamu?, aku ingin berpamitan ” tanya Steven


” mereka tidak ada di rumah, hanya ada adik lelakiku saja ” jawab Laura


” jadi? ” tanya Steven


” kita langsung berangkat saja Steve, lagian dia sedang berada di kamarnya ” ucap Laura


” oke kalau begitu ” ucap Steven


Steven meraih tangan Laura dan menggandeng nya menuju mobil, Laura yang di gandeng oleh Steven hanya diam saja, dia merasa kaku dan salah tingkah saat berada di dekat Steven. Steven membukakan pintu mobilnya nya dan Laura segera masuk.


Setengah jam lebih mereka berdua menuju mansion milik Steven dan Kini mereka telah sampai depan halaman. Steven segera turun dan berlari kecil menuju pintu samping, dia membukakan pintu untuk Laura. Laura turun dari mobil dan melihat bangunan megah yang ada di depannya.


” ini mansion milik mu? ” tanya Laura


” bukan, Mansion ini milik kedua orang tuaku ” jawab Steven


Dengan perlahan Laura menyambut tangan Steven dan mereka berdua masuk dengan bergandengan tangan. Steven mengajak Laura masuk dan menuju ruang makan.


Setibanya mereka berdua di ruang makan, Steven dan Laura sudah melihat keberadaan Senja, Ela dan Rita di sana yang sedang menyiapkan hidangan makan malam.


” Senja ” panggil Laura


Senja yang merasa dirinya terpanggil segera menoleh, senja tersenyum saat melihat Laura yang datang bersamaan dengan Steven. Dia melihat mereka berdua masuk dengan bergandengan, Rita dan Ela pun juga segera menoleh.


” oohh jadi ini calon ipar ku? ” tanya Senja yang menggoda Steven dan Laura


” oohh jadi ini sayang calon menantu mama? ” tanya Rita kepada Senja yang menggoda Steven


Laura yang merasa dirinya sedang di goda itu segera melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Steven. Dia tersenyum salah tingkah saat ini. Rita, Senja dan Ela segera menghampiri kedua orang itu yang berdiam diri di sana.


” kau tidak mau mengenalkan nya kepada mama Steve? ” tanya Rita yang menatap Steven


Steven hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya saat menerima godaan dari mamanya dan kakak ipar nya itu.


” perkenalkan nyonya Rita dia adalah Laura, calon menantu anda ” ucap Steven yang mengenalkan Laura


Laura segera memukul pelan Steven saat mendengar ucapannya.


” calon menantu apaan, orang di tembak aja belum ” ucap Laura dalam hati


Rita segera berjalan mendekat ke arah Laura, dia tersenyum dan memegang pipi chubby milik Laura.

__ADS_1



” Cantik sekali ” ucap Rita


” terimakasih Tante ” ucap Laura tersenyum


” aku Rita, mama Rita, mama nya calon suami mu ” ucap Rita memperkenalkan diri


” saya Laura Tante ” ucap Laura


” Steve, mama cocok ” goda Rita yang menoleh ke arah Steven


Steven hanya tersenyum saja, Ela dan Senja pun ikut tersenyum. Senja segera mendekat dirinya dan memeluk sahabatnya itu, Ela pun juga maju dan memeluk Laura.


” Steve cepat panggil papamu dan kedua Kakakmu di ruangan kerja papa, katakan untuk segera keluar ” ucap Rita kepada Steven


” Baik nyonya ” jawab Steven


Steven berjalan ke arah ruang kerja papanya dan memanggil para lelaki yang sedang berkumpul di sana, sedangkan para wanita melanjutkan menyiapkan makan malam.


Ke empat lelaki itu keluar dan berjalan ke ruang makan, Laura yang melihat Evan dan Arnold itu segera menyapanya. Dan dia juga melihat seorang lelaki yang mungkin sebaya dengan papanya.


” Lau, kenalan ini Tuan Mahendra sekaligus papaku ” ucap Steven


Laura segera membungkukkan badannya untuk menyapa Mahendra, Mahendra hanya tersenyum dan mengangguk.


” Dia calon menantu mu ” ucap Rita


” Steven? ” tanya Hendra


” iya ” jawab Rita


” apa yang kau sukai darinya? ” tanya Hendra kepada Laura


Laura yang mendapatkan pertanyaan itu hanya diam dan memikirkan untuk menjelaskan hubungan nya dengan Steven yang sebenarnya


” pa ” panggil Steven


” maaf om dan Tante, saya sebenarnya hanya berteman dengan Steven, kita tidak memiliki hubungan apa pun ” ucap Laura menjelaskan


” jadi kau belum menyatakan ” ucap Arnold yang berdiri di sebelah Steven


Steven menoleh ke arah Arnold dan menyikut perut kakaknya itu.


” duh bagaimana sih kau ini Steve, kau bikin mama malu saja ” ucap Rita


” untuk apa harus menyatakan cinta segala ma, sudah tidak jaman. Aku ingin seperti kak Evan yang tanpa menyatakan cinta nya tapi sudah langsung menikah ” ucap Steven menatap Senja dan Evan


” Jelas beda cerita Steve, Evan langsung menikah dengan Senja sedangkan kau? Kau harus mengikat hubungan dulu dengan nya, kalau tidak siap-siap saja dia di rebut lelaki lain ” ucap Hendra


Steven hanya membuang nafasnya, dia menatap Laura yang sedang berdiri di dekat Ela. Steven melangkah kan kakinya berjalan ke arah Laura.


” Kalau begitu di depan kedua orang tua ku dan di depan kakak-kakak ku, apa kau bersedia menerima ku menjadi kekasihmu Laura ” Ucap Steven saat sudah di depan Laura


Bersambung.....


...----------------...

__ADS_1


Steven ini sat-set ya guys, ayoooo guyss cepet sat-set juga biar cinta kalian tidak direbut orang lain 😁😁


__ADS_2