
Keesokan harinya nya, pagi ini Mayang dan Bagas sedang duduk di halaman belakang. Setelah sarapan pagi mereka berdua menikmati Teh hangat di halaman belakang. Bagas dengan koran yang ada di tangannya dan Mayang sibuk dengan ponselnya.
Saat ketika Mayang dan Bagas sedang bersantai, seorang pelayan datang menghampiri nya untuk memberikan laporan.
” maaf tuan dan nyonya, di depan ada ada nona Senja dan tuan Evan sedang berkunjung ” lapor pelayan
” Senja? ” tanya Bagas
” benar tuan ” jawab pelayan
” dimana dia sekarang? ” tanya Bagas
” nona Senja sedang menunggu di ruang tamu tuan ” jawab Pelayan
Mayang yang mendengar Senja berkunjung di pagi hari ini sangat was-was.
” tumben sekali, ada apa ini? ” ucap Mayang dalam hati
Bagas segera meletakkan korannya di meja, dia segera bangkit dari duduknya dan berjalan masuk kedalam. Mayang pun segera meletakkan ponsel nya dan menyusul suaminya yang menemui putrinya itu.
Bagas berjalan ke arah ruang tamu dan melihat putri dan menantunya sedang duduk sofa.
” Senja, Evan ” Panggil Bagas
Senja dan Evan segera menoleh ke arah Bagas yang memanggil mereka. Evan segera berdiri dan menghampiri ayah mertua nya itu untuk memberi salam.
” pagi ayah ” sapa Evan memeluk Bagas
” kenapa tidak langsung masuk saja ” ucap Bagas
” kita takut mengganggu ayah dan ibu jika berkunjung pagi-pagi seperti ini ” ucap Evan
” tidak menggangu Van ” ucap Mayang yang baru muncul
Mayang melihat Senja yang masih duduk yang masih melihat Ayah nya. Pagi ini memang Senja sedang merasakan lesu badannya, tadi pagi Senja sudah mual-mual.
” kau sakit Senja ” tanya Mayang pada Senja
” tidak ” jawab Senja
Seperti biasa sikap Senja masih ketus kepada Mayang. Bagas segera menghampiri putrinya dan duduk di sebelah Senja.
” kau sedang tidak sehat sayang? ” tanya Bagas
” tidak ayah, hanya sedang lemas saja " jawab Senja
” ayah, ada yang harus kita sampaikan kepada kalian ” ucap Evan yang masih berdiri
Bagas menoleh ke arah menantunya.
” apa Van? ” tanya Bagas
” bagaimana kalau kita berbicara di dalam saja ” ucap Mayang yang ikut menyambung
” tidak perlu " jawab Senja dengan cepat
” baiklah kita bicara disini saja ” ucap Bagas
Evan dan Mayang segera duduk. Bagas melihat ke arah putri dan menantunya itu. Sedangkan Mayang sudah sangat penasaran dengan apa yang akan mereka sampaikan.
” kedatangan saya kemari untuk memberi tahukan sesuatu ayah ” ucap Evan
__ADS_1
” Senja saat ini sedang mengandung ” sambung Evan
Bagas yang mendengar kabar yang di sampaikan oleh menantunya itu segera menatap putrinya.
” kau hamil Senja? Aku akan mempunyai cucu? ” tanya Bagas
” iya ayah ” jawab Senja
Bagas segera memeluk putrinya, dia mengecup kening Senja dengan penuh kasih sayang, ini adalah berita yang membahagiakan untuk nya dan sudah lama dia tunggu. Sedangkan Mayang yang mendengar berita itu tidak bahagia sama sekali, dia justru merasakan posisinya sedang dalam bahaya saat ini.
” ini tidak boleh terjadi, bisa-bisa posisi Deon sebagai calon pewaris akan tergeser ” ucap Mayang dalam hati
Bagas melepaskan pelukannya dari Senja, dia menoleh ke arah Mayang yang sedang duduk di sebelah nya.
” kita akan menjadi seorang kakek dan nenek Mayang ” ucap Bagas
” hhmm iyaa ” ucap Mayang memaksakan senyuman nya
” sudah jalan berapa bulan kandungan mu Senja ” tanya Mayang
” tidak tau ” jawab Senja
Evan yang melihat respon tidak baik dari istrinya itu segera menyahuti pertanyaan yang di berikan Mayang.
” kita belum memeriksa nya lagi ibu, mungkin setelah pulang dari sini kita akan pergi ke rumah sakit ” ucap Evan
” apa perlu ayah mendampingi kalian? ” tanya Bagas
” tidak perlu ayah, kita akan mengabari ayah jika selesai periksa ” jawab Evan
” hhmm baiklah, segera berikan kabar kepadaku Van? ” ucap Bagas
” iya ayah ” ucap Evan
” hati-hati di jalan Van, jangan mengemudikan mobil nya dengan cepat ” ucap Bagas
” iya Ayah ” ucap Evan
” Senja, katakan kepada ayah, kau menginginkan hadia apa? ayah akan memberikan semua yang kau minta ” ucap Bagas
Senja yang mendapatkan pertanyaan itu segera melihat ke arah Mayang yang menatapnya, Senja tersenyum licik saat melihat ibu tirinya itu.
” apa benar yah, ayah akan memberikan semua yang aku mau ” Tanya Senja
” iya sayang ” jawab Bagas
” hhmm baiklah, kalau begitu aku mau ayah menyantumkan nama di daftar calon pewaris keluarga Maheswari ” ucap Senja yang melirik Mayang
Mayang yang mendengar itu langsung menatap Senja dengan sangat tajam. Sedangkan Senja tersenyum dalam hatinya saat melihat respon yang di berikan ibu tirinya itu.
” bagaimana ayah? ” tanya Senja pada Bagas
” apa pun yang kau minta nak, semua ayah akan berikan, termasuk semua harta ayah ” jawab Bagas
Mayang segera melihat suaminya itu, dia tidak percaya dengan jawab yang di berikan pada Bagas.
” hhmm baiklah ayah, kita pamit dulu ” ucap Senja
” saya pamit dulu ayah ” ucap Evan berpamitan
Senja dan Evan memasuki mobilnya dan keluar dari halaman depan Mansion milik Bagas, Bagas menoleh untuk masuk ke dalam, tapi dia melihat Mayang yang sudah menatap nya dengan tajam.
__ADS_1
” Bisa-bisanya kau menjanjikan itu kepada Senja ” ucap Mayang
” kau ini kenapa Mayang, Senja itu juga putriku, apa aku salah jika aku memberikan harta ku kepada nya ” ucap Bagas
” tapi apa kau lupa dengan janji mu kepada ku? Apa kau juga tidak memikirkan bagaimana kehidupan Deon kedepannya? ” tanya Mayang tak terima
” Mayang sudahlah, kau tidak perlu khawatir tentang itu, aku juga memikirkan masa depan Deon tanpa harus ingatkan setiap hari ” ucap Bagas
” Kau memang harus memikirkan nya Bagas, karena bagaimanapun Deon adalah putra pertama mu dan dia cucu pertama dari keluarga Maheswari ” ucap Mayang
Deg...
...Deon yang berdiri tidak jauh dari sana kaget saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut ibunya ...
” aku anak ayah? ” tanya Deon dalam hati
Mayang kembali masuk ke dalam Mension dan meninggalkan Bagas yang masih berdiri di luar. Bagas hanya menggelengkan kepalanya saat menghadapi istri nya itu, dia segera masuk untuk menyusul Mayang.
Di luar sana Deon mengepalkan tangan nya saat mengetahui kebenarannya, dia merasakan sangat sakit sekali ketika mengetahui identitasnya yang sebenarnya.
” Bagaimana bisa kalian semua menyembunyikan rahasia ini padaku " ucap Deon lirih
Deon segera pergi dari sana dan mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam Mansion
...----------------...
Disisi lain Laura kini sedang berada di mall dengan Steven, dia berada di toko barang branded untuk membelikan hadiah untuk Senja. Laura sedang sibuk memilih-milih hadiah apa yang yang cocok untuk di berikan kepada Senja.
” Steve menurut mu tas ini bagus? ” tanya Laura menunjukan tas yang dia Tenteng
” hhm bagus sayang ” jawab Steven
Laura segera meletakkan tas itu ke atas meja.
” ayolah Steve, kau selalu menjawab semuanya dengan bagus ” keluh Laura
” hahaha Sayang, memang semua yang kau tunjukkan padaku itu memang bagus-bagus semua ” ucap Steven
Laura segera duduk di sofa kecil yang berada di sana. Dia merasa lelah dengan kegiatan nya, Steven segera berjongkok di depan Laura dan melihat wajah kekasihnya itu.
” kau lelah? ” tanya Steven
” hhmm ” jawab Laura
” bagaimana kalau kita cari tempat makan dulu, nanti kita kembali mencari hadiahnya lagi ” ucap Steven memberikan usulnya
” iya, aku juga sebenarnya sudah sangat lapar ” ucap Laura
Steven segera berdiri dan meraih tangan kekasihnya itu, dia menggandeng tangan Laura untuk keluar dari sana dan mencari restoran yang ada di mall.
Saat mereka berjalan dan mencari tempat untuk makan siang, Laura menghentikan langkah nya saat melihat seseorang lelaki yang dia kenal sedang berada di toko baju bersama seorang wanita.
” Ayah ” ucap Laura lirih
Steven menoleh ke arah Laura saat dia berhenti, dia melihat Laura yang sedang fokus dengan pandangan nya. Steven segera melihat ke arah pandangan Laura, dia melihat seorang lelaki tua yang mungkin sebaya dengan Ayahnya sedang menemani seorang wanita berbelanja.
” sayang ” panggil Steven
” kau kenal dengan dia ” tanya Steven
” dia ayahku ” jawab Laura tanpa menoleh
__ADS_1
Bersambung..........